Rabu, 26 Januari 2011

Gila Lu! by Muhammad Sindhu Priastomo

Ada seorang anak pemuda bernaama Bimo Vedder. Dia tinggal di LA(Lenteng Agung) Jakata Selatan. Usianya 16 tahun dia duduk di kelas 2 SMA dia bersekolah di salah satu SMA negri di LA. Dia tinggal bersama ayahnya yang sakit sakitan. Dia termaksud orang yng tidak mampu. Dia sangat hobi mendengarkan musik. Setiap hari dia selalu mendengarkan lagu lagu di mp3 bututya. Dan bila di rumah dia suka mendengarkan lagu lewat VCD player murahan pemberian pamanya. Aliran musik kesukaanya adalah Grunge, terutama grub band Nirvana. Terutama dia menyukai sang vokalis Kurt Cobain yang sudah mati karena bunuh diri.
Bimo mempunyi cita cita, yaitu menjadi musisi terkenal seperti tokoh idolanya Kurt Cobain. Dan membuat band sesukses Nirvana. Setiap hari dia rajn berdoa supaya cit citanya terwujud . Tetapi karena dia miskin kesempataya mewujudkan cita citanya itu agak sulit.
“Koran Koran.. koranya pak, koranya bu….” Setiap pagi sebelum sekolah Bimo menjual Koran di jalanan. Suatu hari dir uh bimo. “Bim, belikan bapak obat, obat bapk sudah habis.” Kata ayahnya. “yasudah yah, mana duitnya.” Kata Bimo. “duit ayah habis, pake duit kamu saja nak.” Tapi yah, saya gak punya duit. Akhirnya ayah bimo ak jadi beli obat.
Hari demi hari kesehatan ayah bimo makin buruk, Bimo yng bingung langsung membawa ayahnya ke rumah sakit. Ayah Bimo lalu di rawat di sana. Bimo sbenarnya bingung bagaimnana cara membayar uang perawatan ayahnya.
Suatu malam di rumahnya, Bimo sedih dan bingung memikirkan ayahnya yang tak kunjung sembuh walaupun di rawat dirumah sakit sambil mencuci piring dirumah. Bimo lalu menyanyi. “come as you are.” Tiba tiba ada yang menyaut “as you were.” Bimo kaget dan bicara dalam hati “siapa yang menyaut ya?.” Lalu o menganggap itu hanya perasaannya saja. Lalu bimo beryanyi lagi. “I needed an easy friend.” Lalu ad yang menybimaut lagi “ I do… Bimo lalu lari dan kabur. Lalu suara itu bilang “stop! Jangan takut.” Bimo lalu berkata “siapa kamu?.” Orang itu akhirnya menjawab dia adalah Kurt Cobain dan Bimo bertanya mengapa dia ada disini dan mengapa dia masih hidup. Lalurt menjawab “sudahlah jangan banyak tanya.. aku disini untuk membantu kamu.” Bimo akhirnya mengerti dan menjelaskan masalahnya dan cita-cita nya. Lalu Kurt memberikan sebuah surat dan pergi ambil berkata “ selamat tinggal! Sampai jumpa ! maafya aku tidak bisa lama lama.”
Bimo terkejut, ternyata tadi hanya mimpi. Bimo memang kelelahan karna dia hanya duduk disamping ayahnya. Bimo terkejut saat melihat di genggamany ada surat yang ada di dalam mimpinya. Ternyata didalamnya terdapat peta sebuah lokasi dengan tulisan di pinggir kertas. Tulisan itu berbunyi ‘ini ada sedikit hadiah untuk fans sejatiku, pergilah ke tempat tersebut.” Bimo lalu pergi ke tempat yang di tujukanoleh peta. Tempat itu tidak terlalu jauh tepatnya di samping rel kereta dekat stasiun LA. Lalu bimo menggali dan akhirnya Bimo menemukan sebuah kotak sangat besar berukuran 3 X 5 m. Lalu dibawanya ke rumah. Setelah di buka kotak itu berisi 1 buah gitar fender jagstag milik Cobain, Buku berisi cara bermain gitar, dan cek berisi 10 miliar rupiah.
Lalu Bimo membayar uang pengobatan ayahnya, akhirnya ayah bimo sembuh. Bimo akhirnya berlatih bermain gitar setengah uang pemberian Cobain ia sumbangkan untuk yang membutuhkan. Sekarang bimo dan ayahnyatelah menjadi kaya.
Suatu hari Bimo mendapat surat dari AS. Surat itu ternyata dari Krist Novoselic, mantan pemain bas Nirvana. Suratnya berisi agar Bimo mau ke AS untuk membuat band. Lalu Bimo dan ayahnya ke AS dan bertemu Krist. Krist menjelaskan bahwa dia mendapat mimpi dari Cobain untuk mengajak Bimo Bermain band.
Akhirnya Krist dan Bimo mebuat band bernama Heaven. Krist bertanya ke bimo siapa yang bermain drum/? . Bimo berkata “kita panggil saja Grohl.” Lalu Krist setuju dan Grohl juga mau menjadi pemain drum. Akhirnya band mereka sudah jadi dengan formasi Bimo vocal gitar,Krist bas ,Grohl drum vocal. Heaven akhirnya sukss dan terkenal. Ereka bertig membut lagu baru dan terkdang membawaan lagu Nirvana. Akhirnya cita cita Bimo berhasil

Antara Cinta dan Sahabat by Reynaldi Rachmat

“Risaaa…. Kecilkan suaranya!!!” teriak Kak Dyo dari dalam kamarnya.
“Iya, iya,” jawab Risa dengan sedikit ketus. Risa mengecilkan volume suara Astrid yang terdengar seperti erangan lagu yang menyakitkan. Yup!!! Risa memang sedang sedih yang bercampur kesal dan mengerang di dalam hatinya. “Teganya!!!” teriak Risa dalam hati dengan air mata yang tak dapat dibendungnya lagi. Bayangkan saja, Ocha, Sahabat karibnya yang sudah lama begitu dekat, terlihat sedang asyik berduaan dengan Andi di depan sekolah tadi siang. Risa memang sangat menyukai Andi sejak awal mereka bertemu. Tinggi, tegap, tampan, dan pintar pula. Siapapun akan tertarik untuk lebih dekat dengannya. Termasuk Risa yang sudah lama menyimpan rapat perasaannya. “Apakah selama ini Ocha tidak memperhatikan wajahku yang selalu merona jika melihat Andi lewat dihadapanku?? Atau Ocha memang tak peduli padaku??” Pertanyaan demi pertanyaan muncul di dalam otak Risa.
Awalnnya ia memang tidak pernah menduga semua ini, karena Ocha telah memiliki kekasih yang setahu Risa sebagai The only one love bagi sahabatnya itu. Tapi, begitu ia melihat kejadian yang terjadi sewaktu Risa pulang sekolah tadi. Oh..Entah kemana kesetiaan yang selama ini diagungkan oleh Ocha tarhadap kekasihnya. Risa pun terlarut dengan kesedihannya itu hingga ia tertidur dan lupa mematikan tape recorder yang dari tadi mengalun lembut menemani kesendiriannya.

“Ris..Risa!! Kamu dari mana aja sich?? Aku cariin kamu kemana-mana,” tanya Ocha pada sahabatnya itu di depan kelas.
“Emang gue biasanya kemana kalo pagi-pagi begini?? Ya ke kantinlah buat sarapan!!!” jawab Risa dengan ketus dan membuat kaget sahabatnya itu.
“Kamu kenapa? Kok kayaknya aneh banget??” Ocha keheranan.
Tanpa basa-basi keluarlah kata-kata yang penuh makna dari mulut Risa kapada sahabatnya itu.
“Cinta kadang menyakitkan bila tanpa kesetiaan dan cinta kadang sangat melelahkan bila tanpa kesetiaan.” Dengan wajah cueknya Risa berlalu dari hadapan Ocha yang masih terdiam kebingungan akan ucapan sahabatnya tadi.
Dan selama jam pelajaran hingga waktunya pulang, mereka tidak saling bicara. Risa dengan seribu diamnya yang menyimpan sesak di dada dan Ocha yang masih tak mengerti, memilih diam tanpa komentar apapun.

Sambil menunggu taksi yang datang, Risa duduk di taman depan sekolahnya. Namun, pikirannya terus melayang dan tak berhenti memikirkan Andi. Sebenarnya Andi dan Risa pernah dekat. Mereka sering saling sapa hingga telpon-telponan hampir tiap malam. Tapi, entah mengapa atau mungkin Andi maupun Risa sama-sama memiliki kesibukan yang sangat padat. Hingga mereka lupa untuk saling bertanya kabar. Begitu classmeeting tiba, barulah Risa mulai mencari-cari kepingan hatinya itu lagi. Dan selanjutnya, tiba-tiba Ia melihat Ocha dan Andi saling canda di depan sekolah dengan akrabnya. Jelas saja Risa naik pitam. Setahu Risa, Sahabatnya itu tidak pernah mengenal Andi dengan akrab. Tapi, mengapa???
“Aku memang cemburu!!! Terus kenapa??” Bisik dalam hati Risa.
Risa tertunduk, menangis di atas kasurnya dan kecewa kepada sahabat karibnya. Tiba-tiba, Ia menemukan sebuah buku merah yang terdapat di bawah bantalnya. Ternyata, buku itu tertulis nama Kak Dyo. Dan judulnya cukup menarik Risa yang sedang gundah gulana. “Seberapa Pantas Dia Untukku??” Dengan judul itu dapat menggelitik Risa untuk membukanya. Selembar demi selembar terlewati. Wajahnya yang tadi pucat dan lesu, kini mulai memudar. Ternyata, isi buku menjelaskan tentang kekuatan hati untuk menahan segala rasa yang sebenarnya hanya membuang waktu.
“Aku memang suka, tapi entah ini cinta?” pikirnya dalam hati.
“Cemburu?? Itu normal kan???” tanyanya lagi dalam hati.
“Ocha sahabatku?? Dari dulu memang begitu kan???” batinnya terus bertanya sekaligus memikirkan nasib cinta dan sahabatnya.
Ditutupnya buku merah itu. Dalam hatinya, Ia tahu bahwa isi buku itu memberinya sebuah pemikiran, kalau perasaannya pada Andi dan rasa marahnya pada sahabatnya, Ocha, hanya membuang waktunya saja. Sesuatu yang belum jelas, malah menjadi hal yang terus dipikirkannya dari tadi.

Aku bukannya mengalah
Aku tidak menyerah
Aku punya rasa, punya cinta
Aku merasa bahagia
Bukannya Aku ingin lupakan semua cerita
Tapi, cukup sudah!!!
Aku tak mau tersesat tanpamu
Sahabatku…
Aku akan biarkan ini mengalir
Hingga noda menghilang dari hatiku
Maafkan Aku, wahai sahabatku..
Yang sudah mengacuhkanmu karena cemburuku.

Dilipatnya secarik puisi yang telah ditulisnya tadi. Dan berharap Ocha, sahabat karibnya akan mengerti apa yang telah terjadi. Dan berjanji dalam hatinya untuk menjelaskan semua kata-katanya yang pernah ditujukannya kepada sehabatnya itu besok dan mulai berjalan lagi tanpa ada rasa yang mencoba mempermainkan kesetiaannya akan sebuah persahabatan yang sangat dijunjungnya itu.
“Maafkankan aku wahai Sahabatku,” kata maaf itu mengalir bersama dengan senyuman yang tenang di wajah Risa.

OMG by Ni Luh Novy Sajjana Wedhana

Wfuih! Hari ini memang hari yang cerah banget. Seakan-akan matahari tuh lagi bahagia banget. Tapi belum tentu 4 sekawan yang sering latah OMG!!! ini juga bahagia. Lihat aja tampang-tampang kocak bin ajaib mereka yang tegang (deg-degan), penasaran, plus kepanasan. Wajar aja mereka tegang soalnya hari ini adalah hari penentuan siswa-siswi baru di SMA DONALD. ”Ya ampun Lola, kita lagi pada deg-degan kayak gini lu malah dandan gimana seh!!!” kesal Rain (sebenarnya sih namanya Rainy Ananda Putri tapi dia lebih suka dipanggil Rain ketimbang Rainy atau Ananda apa lagi Putri). ”ihh... ni kan gara-gara Rain pake acara jemput jam 6 pagi segala, kan jadinya lola nggak sempet dandan!” saut lola. ”ya emangnya lu mau di jemput jam berapa?! Lu mau kita nggak diterima di sekolah ini cuma gara-gara telat?”saut Rain. ”OMG!!! woi udah dunk, kalian berdua tuh tambah bikin otak gue mumet tau nggak sih!!!” seruduk keryn. ”OMG! ihh... Keryn ngebet banget sich, bisa sekolah di sini! Lola aja nggak segitunya!! jangan dibikin pusing deh, tuh kan otaknya jadi mumet,hahaha!!!. Biasanya nih kalau lemotnya si Lola udah keluar Keryn sama Rain kompakan aja ngomong: ”terserah lo!” ucap Keryn dan Rain barengan (tuh kan bener, hehehe....). Kalo Gladish sih udah biasa dengerin lemotnya Lola, secara Lola adalah temen curhatnya gladish ya walaupun sering bukan lagi sering tapi always gak nyambung. Makanya gladish dari tadi diam aja. ”Dish (sapaan akrab gladish) tuh ada guru yang lagi masang pengumuman, kita liat yuk siapa tau itu pengumuman siswa yang di terima!”ajak Keryn. ”ya udah yok, Lola ayo udah dulu dunk dandannya!!” seru Gladish. ”eeh..... ntar dulu gue mau ngomong, pokoknya kalau diantara kita ada yang terpisah kita musti plus and kudu tetap sohiban, okey? ucap Gladish. Sejenak suasana menjadi hening, lalu semuanya serentak mengangguk. Semuanya melihat namanya masing-masing di papan pengumuman. Yang pertama kali berteriak adalah Rain ”yehhhh..... nannnannanna!!!” kemudian dilanjuti oleh teriakan Lola dan Gladish. ”OMG!!!! asiiiik................. lola masih bisa bareng-bareng sama Gladish, Keryn sama Rain!!!” dari teriakan mereka bertiga lalu terdengar isakan tangisan Keryn. ”lu kenapa Rin?” tanya Gladish. ”gu..g..gue gak bisa bareng kalian lagi!” saut Keryn sedih. ”kenapa? tanya Gladish sabar. ”ya karena nama gua gak ada Dish!!! Teriak keryn. ”hah..... e-n-g-g-a mungkin!!! Lu kan yang paling pinter diantara kita masa Lola aja ada, koq lu nggak ada sih Rin!” ucap Rain kesal. ”i..iya, malahan kan Keryn yang udah bantuin Lola” tambah lola. ”emm.. ya udah kita lihat sekali lagi dulu terus kalo nggak ada kita tanya sama guru-guru di sini gimana? ”okey!!!”tanpa perlu menunggu dengan hitungan menit semuanya pun setuju. Bebrapa menit kemudian, ”Yah kok nggak ada sih, ya udah La temenin gue ke ruang guru yok!!” ajak Gladish. Sementara Gladish dan Lola ke ruang guru. Rain nemenin Keryn yang masih sedih. Tiba-tiba Rain melihat ”kertas aneh” yang tergeletak di lantai.. ”ini kan kertas nama siswa yang diterima kok ada di sini ya??? Coba gue lihat namanya Keryn ah, siapa tau ada, kasian Keryn” pikir Rain dalam hati. ”OMG!!!!!” teriak rain dalam hati. Lalu dengan jelas matanya melihat nama sobatnya Keryn Santadirius, bahkan ada dalam urutan pertama yang berarti nilainya adalah nilai yang paling tinggi diantara siswa-siswi lainnya. Lalu Rain langsung menyusul Gladish dan Lola yang tidak jauh darinya untuk memberi tahu tentang apa yang dia lihat. Keryn sama sekali tidak mengerti dengan tingkah laku sobatnya yang tomboy ini. Ketika Gladish dan Lola melihat apa yang diberikan oleh Rain mereka langsung berteriak ”OMG!!!” berbarengan. Keryn tambah tidak mengerti ketika ketiga sobatnya senyum-senyum yang menurutnya ”aneh” banget. ”OMG!!! lu pada kenapa senyum-senyum kayak gitu? Abiz kesambet ye? Hhahha” tanya Keryn bingung. Ngga tau kenapa ketiga sobatnya langsung memeluk Keryn sambil menangis terharu. ”Eeeeh.... kenapa sih nih bocah pada? Tanya keryn tambah bingung. ”nih, mending lu lihat sendiri aja yah! perintah gladish. ”hah.... OMG!!! O... my god, are you sure??? ye...... akhirnya gue bisa 1 sekolahan lagi sama kalian smua” seru Keryn tak percaya. ”gue yakin koq Rin lu bisa masuk sekolah ini, kita seneng karena lu bisa dapat nilai yang paling tinggi!” ucap Gladish. ”iya... donk Keryn geto loh!!!” saut Keryn bangga. Lalu ketiga sobatnya kompak berteriak ”Huuuuuuuuuuu... tadi aja mewek!!!!. ”ye biarin aja, ya udah yuk kita jalan-jalan gue traktir makan deh!” ucap Keryn girang. Tanpa hitungan jam mereka sudah sampai di mall tempat mereka biasanya hang-out bareng. ”ayoo pesen donk terserah kalian, mumpung gue lagi baek neh!!” seru keryn. ”ngga usah dipaksa gue juga udah mesen koq Rin! Saut rain. ”teman-teman nanti temenin Lola ke salon bentar yaaa....”pinta lola. ”iye deh La, soalnya gue lagi happy nich jadi gw turutin deh semua mau lo!! Gak pa-pa kan Rain? Tanya Keryn. ”ya udah deh kayaknya kalian lagi pada happy gw ngga mau ngerusak kebahagiaan kalian cuma gara-gara gue kagak setuju” jawab Rain polos. Setelah perut mereka kenyang mereka langsung beranjak, menuju ke salon langganan mereka. Belum sempat masuk mereka sudah disambut oleh mbak Mince (pegawai salon yang paling akrab dengan mereka), ”eh... mbak-mbak dateng juga udah lama gak nyalon, mince jadi kangen sama kalian! Sapa mbak mince. ”iya nih mbak abis ujian sibuk banget, nih baru sekarang bisa nyalon buat ngilangin stress!” saut gladish. ya elah gitu aja pakek stress..... dasar anak muda jaman sekarang. Eh ada mbak Rain toh tumben mbak, Sinih biar eke permak abiz si mbak Rain.... ini” celetuk si Mince. “Ou-em-ji!!! tuh kan gene neh gua paling ngga suka kalo ke salon ini” saut Rain dengan tampang melasnya. ”h....hahhahhhaaahaha......hhaha...OMG donnngg!!!” tawa mereka karena tingkah lahu kocaknya Rain.

TAMAT.

Kisah Nila by Norisa Kurniani

Waktu Nila berumur 3 tahun, papa dan mamanya berpisah. Saat itu Nila tinggal bersama papanya, sedangkan mamanya pergi menghilang setelah pisah dengan Nila dan juga papanya. Kini Nila dirawat oleh Mba Ratna ( baby siter Nila yang baru ).
Waktu Nila berumur 5 tahun papanya menikah dengan sahabat mamanya yang bernama tante Rifa. Menurut papa Nila tante Rifa sangat cocok untuk menjadi mama untuk anak tersayangnya yaitu Nila. Setelah menikah mama Rifa tinggal bersama Nila dan juga papanya, mama Rifa dan Nila pun semakin hari semakin dekat. Saat itu Nila sedang belajar mama Rifa menghampirinya
“ Nila sayang kita makan yuk? “ Tanya mama Rifa
Lalu Nila menjawab “ baik mama “.
Saat mama Rifa mendengar ucapan yang baru saja Nila katakan, tiba-tiba saja mama Rifa memeluk Nila, karena baru kali ini mama Rifa mendengar kata mama dari Nila.
Selesai makan mama Rifa menemani Nila tidur dikamarnya sambil membacakan dongeng.
Beberapa bulan kemudian Nila dan papanya terlihat sangat senang sekali karna akhirnya Nila akan mendapatkan adik dari mama Rifa begitupun dengan papa Nila. Setelah mendapat anggota baru dikeluarganya Nila pun jadi mempunyai rasa tanggung jawab sebagai kakak. Nila pun selalu menjaga adiknya dengan baik, mama dan papa pun senang melihat Nila menjaga adiknya.
“ papa ternyata menjaga adik susah ya “ ujar Nila
“ ya, memang seperti itu tanggung jawab Nila sebagai kakak “ kata papa
“ tapi Nila senang punya adik “ ucap Nila, dengan senyum manisnya.
Kini Nila sudah duduk dibangku SMP dan semenjak Nila masuk SMP ia jadi mempunyai banyak teman. Tapi Nila dekat sekali dengan temannya Mita karena Mita salah satu teman Nila dari TK. Sepertinya Nila sangat senang masuk SMP, tapi ia jadi tidak punya banyak waktu untuk menjaga adiknya ataupun bermain dengan adiknya.
Sepulang sekolah Nila mencari sesuatu di gudang bersama mba Ratna, lalu ia menemukan foto album saat ia masih kecil. Tapi ia tidak mengetahui foto seorang wanita yang duduk bersama papa dan dirinya, lalu ia bertanya kepada mba ratna.
“ mba ini siapa? “ tanya Nila
Mba Ratna menjawab “ maaf mba Nila, mba Ratna juga tidak tahu “.
“ ehm… gitu ya mba “. Ujar Nila sambil berfikir.
Saat ia bertanya pada mama Rifa, mama hanya menjawab tidak tahu. Karena Nila ingin tahu ia pun bertanya pada papa
“ papa ini siapa? “ ujar Nila
Papa hanya menjawab “ bukan siapa-siapa “.
“ lebih baik kamu pikirkan sekolah mu saja, nak ”. kata mama Rifa
Dua minggu kemudian papanya Nila mengalami kecelakaan sehingga kehilangan nyawanya. Sebelum papanya kehilangan nyawanya, papa hanya bilang bahwa wanita itu adalah ibu kandungku sekarang kamu cari dia dan ini alamat rumahnya yang sekarang.
Lalu Nila meminta bantuan pada Mita saat sampai dirumah mama kandungnya, ia bertanya pada satpam mengenai ibu Ila yaitu mama kandungnya dan ternyata benar mamanya tinggal dirumah itu tapi mamanya bukan pemilik rumah itu melainkan bekerja sebagai pembantu dirumah itu. Pak satpam pun memanggil Bu Ila lalu wanita itu keluar dari pintu belakang dan saat bertemu
Nila berkata “ Bu Ila kan? “
“iya, saya Ila. Ada keperluan apa ya? “ tanya Bu Ila dengan nada bingung.
“ s..sa...saya anak Ibu “ Nila mengucapkan itu sambil menangis
Lalu Bu Ila menjawab “ terima kasih Tuhan telah mempertemukan aku dengan anakku “.
Dan akhirnya Bu Ila berhenti bekerja da tinggal bersama Nila, mama Rifa dan adiknya.

Gara-gara Salah Alamat by Adli Fariz Bonaputra

GARA – GARA SALAH ALAMAT



Ting – tong !! (bel rumah berbunyi)
“selamat pagi, ada orang?” Ryan memanggil.
Kemudian seseorang datang menghampirinya.”Ada apa ya Dek, pagi – pagi sekali datang kesini?” Bibi itu bertanya.
”Ada bapaknya, saya lagi perlu sama beliau.” Ryan menjawab.
”Oh...... sebentar ya Dek, saya panggil dulu.”
Kemudian bibi itu memanggil Beliau dan Bibi itu menyuruh Ryan menunggu didepan. Setelah dipanggil, Beliau menyuruh Ryan masuk dan menyuruhnya duduk.
”Ada apa datang kesini pagi – pagi?” Beliau bertanya
”Oh...... saya kesinikan pengen les sama bapak.”
”Les? Emang saya pernah bilang sama kamu?” Beliau terlihat kaget
”loh..... kan Bapak sendiri yang bilang sama orang tua saya.” Ryan kaget
”Tidak pernah !! saya tidak pernah bilang kepada orang tua kamu !!” Beliau marah
”Berarti saya salah alamat dong ???” (Ryan berbicara dalam hati)
”Oiya.... waktu itu saya dikasih alamat sama ibu saya, Apakah benar ini alamatnya ?”
”Mana coba saya lihat dulu ?” beliau melait alamatnya










”Benar tidak Pak alamatnya ?” Ryan bertanya
”Oooo.... Adek salah alamat.” Beliau menjawab
Kemudian Beliau Menyambung lagi ”Alamat rumah saya bukan ini.” Beliau memberitahu.
”Jadi yang benar dimana Pak ?” Ryan kaget
”Disini tertulis Perumahan Puri Anggrek Mas bukan Puri Depok Mas, Perumahan sayan itu puri depok mas .”Beliau sambil tersenyum
Ryan terkejut ”Masya Allah .”
”Kenapa ?” Beliau bertanya
”Perumahan yang saya cari itu Puri Anggrek Mas .” Ryan menjawab
”Ya sudah Pak saya pergi dulu, maaf telah mengganggu pagi – pagi sekali, sekali lagi saya minta maaf ya Pak .” Ryan minta maaf
Akhirnya Ryan pun pergi menuju perumahan itu dan tanpa dia sadari dia melihat jam tangannya lalu Ryan kaget , jam tangannya sudah jam 8.50 padahal jam selesai les itu jam 9. Ryan nggak tau lagimau kemana padahal jalan menuju perumahan itu masih jauh. Akhirnya Ryan menuju kesana. Akhirnya Ryan sampai juga di perumahan itu.
“Akhirnya sampai juga .” Ryan menghela nafas
“Yang mana ya rumahnya ??” Ryan kebingungan
Ryan pun mencarinya dan akhirnya Ryan menemukan rumahnya.
“Selamat siang .” kata Ryan
“Selamat siang !! kamu kalo nggak salah yang les sama saya kan” Sambil marah.
“Iya, Pak .” Ryan kaget
“Kamu tidak usah les ! jamnya sudah habis, lagi pula saya ingin pergi bersama keluarga !” Beliau Marah
“Ya sudah Pak, saya pulang dulu .” Ryan merasa sedih
Kemudian Beliau memanggilnya “Tunggu !”
“Ada apa Pak ?” Ryan menjawab
“Ya…… Kamu les sama saya sekarang, Ayo .” Beliau menjawab
“Terus, bukanya Bapak ingin pergi ?” Ryan bertanya lagi
“Nanti saja, sekarang kamu pikirin buat ujian nanti .”
“Baik, Pak .” Ryan tersenyum
Akhirnya Ryan pun les dengan Beliau . Sejak itu dia tidak pernah salah alamat lagi . gara – gara salah alamat dia menjadi orang yang sukses yang berkerja di toko kue di kota itu.


~ TAMAT ~

Aku dan Dia by Ghita Aghesi Putri

Hari baru di Jakarta

Balik ke Jakarta setelah lama tinggal di New york membuat
Mischa Renata yang masih berumur 16 tahun dan memiliki satu kakak laki-laki dan adik perempuan ini merasa prihatin sekali. Bukannya ia lebih memilih tinggal di negari orang dan mencemooh negaranya sendiri yang makin hari makin jorok, banyak polusi, dan tingkat kriminalnya sangat tinggi, tapi ia berharap pemandangan yang ia temui pertama kali bukanlah banjir. Dan ia tahu, bencana alam seperti ini adalah perbuatan dari orang yang tidak menghargai lingkungan tempat tinggalnya sebagaimana mestinya.

Pada saat kembali ke Jakarta bukan berarti ia tidak beradaptasi lingkungannya lagi. Ia harus tetap mencoba beradaptasi kembali dengan lingkungannya, teman-teman, dan kondisi tempat ia sekarang. Dibandingkan tempatnya yang dulu memang berbeda sekali dari yang sekarang, bahkan berbeda jauh.

Ibu Mischa menghampiri Mischa yang sedang mengeluarkan barang-barangnya dalam kardus.
“Mischa, hari ini kamu sudah siap-siap untuk persiapan masuk besok?”Ibu Mischa bertanya.
“iya,ma. Udah, ko”Mischa menjawab.
“yaudah, sekarang udah malem, Mischa. Kamu tidur aja, ntar, ini biar bibi yang beresin”
“yauda, Mischa tidur dulu yah”

Mischa pun masuk ke kamar sambil melentangkan badannya di tempat tidur dan memikirkan apa yang terjadi esok nanti.
“hhm, gimana ya besok. Kok gue jadi deg-deg kan kayak gini ya.”mischa khawatir.

Waktu menunjukkan pukul 21.30 malam. Mischa pun akhirnya tertidur dengan perasaan khawatir apa yang akan terjadi besok nanti.

Krriingg,,,krringg,,,,
“adohh,berisik amet sih.gue kan ngantuk tau!!”mischa mengomel.
Tib-tiba pintu terbuka dan …
“mischa,ayo bangun !. bangun donk. Tau gak sih sekarang jam berapa,mischa?”
Adam berkata.
“emang,, jam berapa sih kak!” .
“jam tujuuh,mischa!!” .
“apaah,,???. Kok kaka dam ga bilang dari tadi seh.akgh”. mischa langsung terbangun dan bergegas menuju kamar mandi.





Setelah itu Mischa mengambil sepatu di rak sepatu miliknya.
“aduhh, sial banget gue hari ini. Ini kan pertama kali gue masuk sekolah masa udah telat. Ikh,,”mischa mengomel sambil memakai sepatunya.
“mischa, ayo, buruan nak !. pak sopir udah nunguin kamu tuh. Ntar, tambah kesiangan lagi.”mama mischa berkata.
“iya,mah. Mischa berangkat yah. Papa Mischa berangkat loh . dah, mama, papa!.”mischa berteriak.

Sesampainya, Mischa di sekolah .
Mischa mencari nama nya di sebuah lembaran kertas yang terpajang di papan pengumuman untuk mencari kelasnya .

Teng..teng..tengg
Bel masuk sekolah pun berbunyi.
Saat dimana Mischa harus bertemu dengan teman-teman baru dan guru-guru baru.
Mischa berjalan untuk mencari dimana letak kelasnya tersebut sambil membawa buku-buku di pelukannya.

Bruuukk,,
Buku yang di bawa Mischa berceceran di lantai.
“aduhh,.”kata seorang laki-laki yang menabraknya
“akh. Kalo jalan liat-liat donk!.” Mischa mengeluh.
Namun laki-laki itu berdiri dan menatap
“lo tuh yang jalan gak liat-liat!”.
“yeh, yang ada lo tuh yang nggak liat-liat”
“lo tuh!.”
“elo?”
“sekalinya gue bilang elo, ya, elo!!”
“enak ajah. Lo tuh yang jalan nggak liat-liat”
“bodo!. Pokoknya elo!”

Tiba-tiba Mischa terdiam dan menyadari kalau dia sudah telat.
Dia langsung berlari dan mencari kelas itu.
Mischa telah menemukan kelasnya dan memasuki kelas tersebut
“permisi,,”Mischa berkata.
“ohh,kamu murid pindahan yah!. Ayo, silahkan masuk dan perkenalkan diri kamu,”wali kelas itu menjawab.Mischa pun memasuki kelas tersebut. Anak-anak di kelasnya langsung saling berbisik-bisik. Entah apa yang mereka katakan itu membuat perasaan Mischa menjadi cemas.
“hhm,, nama saya Mischa Renata Kenesya . Saya murid pindahan dari Cambrige Senior High School, New York. Saya Tinggal di Bintaro Lakeside. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Demikian perkenalan saya tadi. Terima kasih.”Mischa menyelesaikan perkenalannya


Mischa pun langsung di persilahkan duduk oleh wali kelas tersebut. Mischa duduk dengan perasaan tak nyaman karena ia belum mengenal siapa-siapa di kelasnya tersebut.

Seorang laki-laki datang sambil membawa sebuah buku tebal yang di bawa dalam pelukannya. Mischa menyadari bahwa laki-laki itu dalah orang yang menabraknya tadi. Tapi Mischa tidak terlalu mempedulikannya..
“maaf ,bu saya terlambat lagi” Kevin berkata sambil menggarukan kepalanya.
“Kevin!. Kamu itu terlambat terus. Kapan kamu ngak terlambat?”
“Maaf,deh bu. Saya janji nggak bakal ngulangin lagi. Beneran deh bu!”
“Sekali lagi kamu mgulangin lagi. Ibu panggil orang tua kamu!!. Mengerti Kevin Andrea”bu guru membentak.
“Iya,bu!. Janji”.

Guru tersebut mempersilahkan Kevin duduk di sebelah Mischa.
Mischa langsung sebal melihat dia yang ternyata adalah teman sebangkunya.
Kevin melirik, siapa yang ada di sebelahnya dan ternyata,
“eh,lo lagi, lo lagi!”
“heh, lo pikir gue gak sebel ngeliat muka lo mulu!”
“dih, sama!. Ogah gue”
“yei. Lo ngapain sih duduk di sini!.”
“enak, aja justru gue tuh yang mestinya nanya ke lo?. Ngapain lo duduk di bangku gue.”
“gue di suruh sama gurunya tao!!!.”
“adohh, ini cewek bawel amat yah?!.”
“elo tuh yang bawel orang lo yang mulai ngoceh duluan!.”

“eh,eh kalian ini baru dateng aja sudah ribut. Kamu juga nih, Kevin!. Ngalah dikit kenapa sih sama cewek!!.” Bu guru pun memotong pembicaraan mereka.

Kevin yang pada saat itu hanya bisa mengganggukan kepala saja di saat ia di nasehatkan.

Bel istirahat pun tiba, Mischa bingung mesti kemana karena dia masih belum kenal dengan teman-teman yang lain. Kecuali, yang bernama Kevin Andrea.

“hai, Mischa!. Kenalin gue Nanda”
“hai,juga”
“hhm,kok lo udah kenal sama Kevin sih?. Dia kan cowok Super Special di sekolah ini”
“hah,dia?. Di bilang kayak gitu??. Gak salah?”
“Beneran!. Masih gak percaya?. Dia itu anak basket ditambah dia ketua Osis pula.”
“ikh,orang kayak dia jadi ketua Osis. Idih Amit gue”
“hahaha. Santai,neng!. Yaudah mau ikut gue ke Kantin?”
“wuah, boleh banget”






Disaat Mischa keluar dari kelas, lagi-lagi Kevin menabraknya.
“aduhh, lo lagi, lo lagi. Kenapa sih lo nabrak gue mulu?”
“eh, cerewet yang ada juga lo yang nabrak gue!.”
“heh. Lo tuh yang nabrak gue makanya mata jangan taro di lutut!.”
“lo tuh yang taro di lutut”
Nanda segera memotong pembicaraan mereka.
“aduh,, udah donk, udah. Malu di liatin orang, mischa”
“ikh. Awas, aja lo ya,vin” Mischa mengancam Kevin
“idih, bodo amat”

Sesampainya, di Kantin
Suasana yang ramai dengan murid-murid yang ingin membeli makanan.
Kevin yang datang bersama teman se-gang nya itu, melihat perempuan bernama Dara Amelia,Yaitu perempuan yang terobsesi kepadanya. Sampai-sampai Kevin malas dekat-dekat dengannya. Kevin langsung menghampiri Mischa yang sedang duduk dengan temanya untuk memancing emosi Dara.

“eh, Mischa. Soal tadi, maaf, banget ya. Gue tadi bener-bener gak sengaja kok”
“idih, apaan sih lo. Tadi aja ngomel-ngomelin gue sekarang malah baik-baikin gue. Aneh lo?”
“akh, masa sih gue kayak gitu. Perasaan enggak deh.”
“eh, apain sih lo?”

Lalu , Kevin berbisik kepada Mischa sambil memegang pundak Mischa.
“ssst, gue lagi manas-manasin temen gue. Please bantuin gue. Gue gak bakal ngomel-ngomel lagi deh sama lo. I’m promise.”

Mischa akhirnya mengerti mengapa Kevin seperti itu kepadanya dan ia mengikuti apa yang di katakana Kevin.

Di sisi lain kelompok Dara yang dari tadi memperhatikan tingkah laku Kevin dengan Mischa amat lah kesal. Apalagi Dara yang mengganggap Kevin adalah gebetannya yang tak pernah boleh di rebut oleh siapapun.

“eh, Dara, anak pindahan itu kok bisa deket sama Kevin?”
“Gila ya ini cewek!. Belom tau gue apah, main ngerebut gebetan orang”
“udah, labrak aja tuh anak pindahan. Nyolot banget sih tingkahnya”
“Tapi tenang aja ini belom seberapa yang penting Kevin gak suka kan sama itu cewe dan lagi pula dia kan anak baru. Nggak mungkin Kevin bisa suka sama anak baru itu . ”
“iya,sih tapi yasudah lah, terserah lo aja”





Bel masuk kelas berbunyi.
Mischa serta temannya, Nanda segera berjalan menuju kelas mereka.
Dan mengikuti pelajaran selanjutnya.
Mischa yang duduk sebangku dengan Kevin, merasa tidak nyaman, karena sejak Kevin dekat-dekat nya, ia merasa terus di awasi oleh seseorang yang waktu itu sempat di pancing emosinya oleh Kevin. Ia jadi tidak merasa nyaman sekali.
Nanda melihat Mischa sendirian. Nanda pun menghampirinya.
“eh, Mischa lo kenapa?. Kok bengong gitu sih!
“Nggak, Nggak apa-apa kok”
“beneran?”
“iya, Beneran”
“ohh, iya gila yah si Kevin bisa kayak gitu sama lo. Ikh… Pengen deh. Belum ada tuh cewek yang didekettin sama dia kecuali lo. Padahal lo masih anak baru. Tapi, Aduh, dia itu bisik-bisik ke lo gitu”
“idih, apaan sih lebay beneer lo?”
“aduh, Mischa. Lo itu nggak bisa ngeliat cowo cakep apa?”
“hah, Kevin di bilang cakep. Gila lo. Udah, akh, gue mau baca. Lagian yang punya tempat duduk udah dateng”

Nanda kembali ke tempat duduknya.
Kevin datang dan duduk di bangkunya.
Sekaligus menyapa Mischa.
“Mischa, thanks yah. Tadi lo udah mau nolongin gue”
“iya, sama-sama.”
“hhm, By the way lo lagi ngapain?”
“menurut lo gue lagi apa?
“baca!”
“nah, itu tau!”
“yaampun, mba. Galak amet”
“makanya, lo diem.”

Kevin langsung diam dan tetap mengarahkan pandangannya pada Mischa, yang sedang serius membaca. Mischa meyelesaikan membaca buku itu dan ia ingin meminjam sebuah pembatas buku. Pada saat ia memalingkan kepalanya dan ingin meminjam pembatas buku itu dan berkata ,
“Kevin gue,,.” Mischa langsung terdiam, karena pada saat ia menatap nya Kevin juga menatapnya lebih dulu sambil tersenyum..
“heh. Ngapain lo ngeliatin gue sambil senyum-senyum gitu?”
“sapa yang ngeliatin lo coba?!”
“alah. Jangan boong, emang tadi gue gak liat apa?”
“emang, iya gue gak ngeliatin lo kok. Makanya, jadi cewek jangan kepedean”
“lo tuh yang gak mau ngaku”
“dasar bawel”
“yei,, tukang nabrak”



Dara yang dari tadi mengawasi Kevin dengan Mischa hanya bisa berkesal hati
Melihat Mischa dekat dengan Kevin. I a merasa iri melihat itu.

Di samping itu, Mischa sudah mengetahui kalau perempuan yang tidak dia kenal itu dari tadi memperhatikannya. Mischa tetap menghiraukannya.

Bel pulang sekolah pun tiba
Mischa segera pulang cepat-cepat karena ia ingin menyelesaikan tugasnya.

Seminggu kemudian
Malam harinya
Kevin merenungkan diri di pinggir kolam renang miliknya sambil menatapi langit.
Kevin bingung apa yang telah terjadi dengannya. Kenapa ia terus menatapi Mischa yang hanya seorang anak baru di kelasnya dan kenapa setiap ia dekat dengannya perasaan lain itu muncul dalam benaknya. Apa ia menyukai Mischa?. Ternyata tanpa berfikir panjang
Ia akan berusaha untuk mendekati Mischa .

Esoknya,ia menghampiri Mischa di kelas yang sedang asyik membaca seperti biasa.
“Hai, Mischa!.”
“Hai!. Juga”
“serius amat bacanya”
“ya, iya donk”
“hahahaha. Kocak lo?”
“kocak apaan?”
“Habis katany lagi serius tapi malah jawab pertanyaan gue.hahaha”
“eh, iyah. Ugh,, Kevin resek banget nih”
“yei, lo tuh yang resek!”
“enak aja”
“udah,udah gue capek.hehehe.
Oh, iya lo uda punya pacar?”
“ada angina apa lo nanya kayak gitu”
“kagak isenk aja”
“hhm,, belom. Mank kenapa?”
“nggak nanya aja.”
“oh,iya. Lo itu ketua tim basket ya?”
“iya. Itu impian gue dari kecil. Dari dulu gue pengen banget jadi ketua dalam Tim basket.”
“oh,gitu”






Berhari-hari Kevin melakukan pendekatan dengan Mischa, Mischa terlihat memberi kesempatan kepada Kevin. Namun, masalah tiba. Dara datang dan menghampiri Mischa yang sedang bersama Nanda.
“heh, anak baru!. Ngapain sih lo deket-deket sama gebetan gue?”
“siapa juga yang deket-deket sama gebetan lo?”
“ya, lo lah. Kan gue ngomong nya sama lo!”
“maksud lo? Apa sih dateng-dateng uda cari ribut ajas ama orang. Lo ituh tau malu donk!”
“heh, jangan kurang ajar ya lo sama gue. Baru anak baru aja uda nyolot lo?”
“suka-suka gue donk. Lo pikir lo itu siapa.?. Lo tuh yang kurang ajar?”

Teng..Teng.Teng
Bel pulang sekolah berbunyi.
Dara segera mengakhiri pertengkaran itu.
“eh, awas aja lo kalo lo sampe deket-deket sama dia. Gue bakal terus ganggu lo dan satu lagi, kebetulan bokap gue adalah kepala sekolah di sekolah ini, jadi gue bakal nyuruh bokap gue buat mecat Kevin sebagai Ketua Tim Basket. Cam, kan kata gue itu, Mischa”
Dara berkata.

Nanda berusaha menenang kan perasaan Mischa.
“Mischa, udah ya. Dara itu emang begitu.”
“tapi salah gue apa sih?”
“dia itu suka sama Kevin. Tapi Kevin suka sama lo, Mischa”
“iyah, gue tau. Jujur, nda. Entah kenapa gue jadi punya feeling sama Kevin. Gue itu jadi saying banget sama dia”
“Yaampun, mischa. Sampe segitunya”
“gue gak ngerti gimana. Gue takut buat ngejauh dari dia”
“Udahlah,yang sabar yah”


Esoknya, tiba .
Seharian Mischa terus menjauh dari Kevin. Teus, terus dan terus.
Kevin merasa aneh dengan ini semua. Akhirnya, pulang sekolah Kevin memutuskan untuk menemui Mischa.
“Mischa, lo itu kenapa sih sama gue?”
“nggak, kenapa-napa. Udah, gue mau pulang”
“Mischa tunggu. Jawab pertanyaan gue dulu?”
“gue enggak kenapa-napa,Kevin”
“Mischa jawab pertanyaan gue”Kevin berteriak.

Mischa hanya bisa menutupi telinganya, dan berkata
“gue mohon Kevin. Lo jangan pernah deket-deket gue lagi. Gue nggak mau lo ada di deket gue”
“tapi kenapa?”Kevin menjawab.
“Karena gue benci sama lo”Mischa berteriak dan pergi menggalkan Kevin

Kevin langsung terdiam dan menatapi Mischa yang berlari untuk pergi dari nya. Kevin merasa kesal, sedih karena itu. Ia merasa seperti di permainkan oleh Mischa.. Padahal yang sebenarnya terjadi bukanlah itu.

Hari-hari pun di lalui olehnya dengan bersama Nanda tanpa seorang Kevin yang biasanya bersamanya. Setelah kejadian itu Kevin tidak pernah dekat lagi dengan Mischa dan ia tak duduk sebangku lagi dengannya. Mischa sedih melihat Kevin benar-benar menjauh darinya. Tapi harus bagaimana lagi, Mischa tidak mau kehidupannya di ganggu oleh seorang perempuan yang terobsesi dengan Kevin, yaitu Dara dan Mischa melakukan ini semata-mata juga demi Kevin. Mischa tidak ingin gara-gara dia, ia di pecat atau malah di keluarkan dari Tim Basket. Mischa tidak ingin impian Kevin dari kecil itu hancur karena Kevin dekat dengannya.

Sebulan berlalu Kevin tetap belum menyadari apapun.
Kevin tetap bersikap benci pada Mischa. Kevin hari ini harus sudah bersiap-siap dalam pertandingan basketnya. Ia serta teman-temannya berkumpul di sebuah ruangan. Begitu juga dengan Mischa yang menjadi Cheerleaders untuk meberikan support kepada Tim Basket sekolahnya, berada di sebuah ruangan dekat dengan ruangan Tim Basket. Dara pun menghampirinya
“Hai, Mischa!”
“mau apa lagi lo disini?”
“enggak ada apa-apa?”
“gue cumin pengen bilang thanks, karena lo udah ngejauh dari Kevin dan Kevin benci sama lo.hahaha”
“udah, puas kan lo!. Sekarang, lo harus keluar dari ruangan ini. Karena gue udah muak sama lo.”
“okey, okey . sebelum lo ngusir gue, gue juga udah pengen keluar kok”
Dara pun keluar.


Pertandingan di mulai
Mischa hanya bisa melihat Kevin dengan tatapan kosong dan meneteskan air mata
Nanda yang saat itu berada di sampingnya hanya bisa menenangkan Mischa.

Kevin yang pada saaat itu ingin mengoper bola, tiba-tiba melihat Mischa yang meneteskan air matanya dalam rangkulan Nanda, disampingnya. Bola yang ingin Kevin di oper kepada teman satu Timnya pun di rebut oleh lawan. Sejak itu Kevin menjadi tak konsentrasi dengan pertandingannya. Disaat itu juga Nanda membawa Mischa ke ruang UKS, karena tiba-tiba Mischa sakit.








Bel pun berbunyi
Tanda bahwa babak pertama selesai. Kevin langsung keluar dari area lapangan dan mencari Mischa dan mengatakan bahwa ia harus pergi. Semuanya di serahkan kepada teman-temannya dalam pertandingan ini. Namun, pada saat Kevin berjalan melewati toilet, terdengarlah suara Dara yang berbicara dengan teman satu gang nya.
“hahhahaha. Gila gue seneng banget Mischa ngejauhin Kevin”
“ berarti lo masih punya kesempatan buat ngedapetin Kevin donk,ra”
“oh,tentu donk. Untung aja, kemaren gue ngancem dia. Sampai Kevin deket-deket dia lagi atau sebaliknya. Gue bakal nyuruh bokap gue buat keluarin Kevin dari jabatan impiannya itu”
“tapi, Dara kenapa dia mau nurutin kata-kata lo ya?”
“kalo setau gue. Mischa itu sayang sama Kevin jadi dia rela buat ngejauh dari Kevin supaya Kevin nggak di keluarin dari Tim Basket itu.”

Kevin terkaget mendengar apa yang di katakan Dara tadi.
Ia langsung pergi menuju ruang UKS untuk menjelaskan semuanya.
Namun, Kevin terlambat Mischa baru saja pergi dari UKS dan pulang ke rumah bersama Mischa yang mendampinginya. Tanpa pikir panjang Kevin berlari mengejar Mischa.

Mischa yang memasuki mobil dengan Nanda yang sebentar lagi ia akan pergi.
Kevin yang mengejarnya dan menggedor-gedor jendela mobil Mischa
“Mischa. Tolong dengerin gue dulu. Mischa, Mischa gue mohon. Gue pengen ngomong sama lo”sambil mengejar mobil Mischa.
Tapi Mischa yang pada saat itu berada di dekat jendela hanya bisa berkata.
“Pak, saya pengen secepatnya pulang”
Mobil Mischa pun pergi. Nanda menatap Mischa dengan penuh keheranan.
Namun, Kevin berhenti berlari dan berteriak mengatakan,
“Mischa, gue sayang sama lo.”

Tak disangka cuaca saat itu tidak mendukung. Petir menyambar dan hujan.
Kevin tak peduli kalau ia kehujanan. Ia hanya ingin menjelaskan semuanya. Tak peduli apa yang terjadi dengannya.

Mischa yang mendengar perkataan itu langsung menatap Nanda.
“udah, pergilah. Kejar dia. Mumpung dia belum pergi. Ayo,,”
“iyah” Mischa dengan tersenyum walau dia masih terlihat sakit.
Mischa pun keluar sambil membawa payung agar ia tak kehujanan.










Kevin pada saat itu memalingkan badannya dan hanya bisa termenung di jalan itu.
Mischa datang dan memayungkan Kevin yang sedang kehujanan. Kevin pun langsung tersadar dan memalingkan badan kembali.
“Mischa!.”
“ya”
“Maafin, gue selama ini. Gue sadar dan gue tau yang sebenarnya terjadi. Maafin, gue, gue tau gue yang salah”
Mischa memotong pembicaraan Kevin.“udahlah., itu nggak usah di bahas lagi. Gue udah maavin lo kok”
“Serius?”Kevin bertanya
“iya, serius”Mischa menjawab dengan tersenyum.

Kevin langsung memeluk Mischa. Tapi Mischa yang sedang sakit itu tiba-tiba pingsan dalam pelukannya.
“Mischa, Mischa, Mischa”Kevin berteriak.

Nanda yang menyadari apa yang terjadi lagsung menghampiri Mischa dan membawanya ke rumah sakit.

Sesampainya, di Rumah Sakit
Mischa yang terbaring di tempat tidur dengan keadaan tangan di infus.
Terbangun dan melihat Kevin yang tertidur di kursi sebelah tempat tidurnya.
Nanda yang pada saat itu sedang membuatkan sebuah minuman untuk Kevin dan Mischa.
Mischa hanya tersenyum melihat Kevin tertidur pulas untuk menemaninya.Kevin terbangun karena sebuah telepon genggam miliknya berbunyi. Kevin pun mengangkatnya.
“wooiii, kita menang,vin!”
“apa!. Kita menang. Serius lo?”
“iya. Gila deh pokoknya tadi. Seru abis pertandingannya. Kita ngalahin mereka dengan skor 22-14.”
“hahahaha. Selamat deh buat lo semua”.
Kevin mengakhiri pembicaraannya dan menghampiri Mischa.
“Mischa, sekolah kita menang loh?”
“oh,ya. Seneng deh”

Esoknya, Mischa di perbolehkan pulang oleh dokter. Mischa pun di jemput oleh orang tuanya. Mischa memperkenalkan Kevin dan Nanda kepada kedua orang tuanya.

Sore harinya, Menerima Kevin sebagai pacarnya.
Kevin sangat senang sekali. Kecuali, Dara yang pada saat itu hanya menangis mendengarnya.

Hari-hari meraka pun di jalani dengan penuh kebahagiaan.

“JO” by Lembah Jawi Baranadhan

Malam semaki larut, namun ia tetap bertahan ditaman.Ia adalah remaja yang sebatang kara dari kecil.Ia dapat bertahan hidup karena dia diasuh oleh suatu panti asuhan.Lalu iapun dikeluarkan karena membuat onar, yaitu berkelahi.Dia bernama Jo, Josaphant Bravely.Jo sangat frustasi karena tidak ada lagi yang bisa peduli padanya.
Malam itu pun menjadi malam yang tak bisa dilupakan.Jo didatangi oleh preman setempat dan langsung mengeroyok Jo.Seseorang melihat kejadian itu,dan orang itu sangat terkesan melihat seorang remaja dapat menghabisi lawan yang berjumlah 4 orang sendirian.Orang tersebut langsung mengajak Jo berbicara dan menawarkan Jo untuk malakoni olah raga tinju sebagai pengisi hidupnya.Pria itu bernama Vincent.Pria berusia 46 tahun itu bersedia menjadi manajer Jo.Alasan lain Jo menerima tawaran tersebut juga karena ia ingin mencari orang tuanya.Pertandingan pertama pun dimulai,Jo mendapat lawan yang seimbang bila dilihat dari tubuhnya.Hari itu adalah hari dimana Jo mengejutkan dunia pertinjuan,karena dalam debut pertandingan pertamanya ia mengalahkan lawannya dengan tiga ronde KO!.Debut yang sangat gemilang bagi remaja berusia 19 tahun ini.
Dalam sekejap,JO telah menjadi superstar.Karir gemilang,materi cukup mapan,berumur muda,dan mempunyai wajah yang cukup tampan.Ini membuat jutaan gadis di dunia bermimpi untuk mendampingi dirinya.Menurut banyak orang,Jo sudah menjadi orang yang paling bahagia,tetapi tidak untuk Jo pribadi.Ia sangat kesepian,jika ia sangat membutuhkan orang tua dan ingat akan halnya.Tetapi,Vincent selalu ada saat Jo sedang sedih dan membuat Jo bersemangat.Pada saat pergelaran turnamen tinju yang bernama “No Mercy” itu,Jo merasa orang tuanya hadir dan melihatnya bertarung.Pada saat final,perasaan Jo akan Kedatangan orang tuanya tersebut datang lagi,dan ini menjadi hal yang sangat menyakitkan dalam kehidupannya.Ternyata mereka bukanlah orang tua Jo,tetapi orang tua dari lawan yang akan bertarung dengan Jo saat final ini.Walaupun Jo menjadi pemenang dan menjadi juara I,tetapi kepedihan masih terasa mendalam dilubuk hati Jo.Dia ingin segera menemui orang tuanya.Lalu, ia berlatih tinju untuk menantang petinju dunia, yaitu Bondo Ali.Saat hari itu tiba,ia disambut bak seseorang yang sangat dipuja-puja.Hatinya sangat senang karena ia benar-benar disenangi oleh orang banyak.Hari itu Jo hanya mampu menahan diri sampai Ronde ke lima belas dimana saat itu Jo terjatuh KO!.Itu membuat hati Jo sangat sedih.Tak lama kemudian,pada saat Jo merenung denganVincent di taman tempat mereka bertemu,muncul seorang gadis mengatakan bahwa orang tua kandung Jo sedang mencarinya.Lalu,pada saat diceritakan bahwa ayah kandung Jo adalah John Bravely,Vincent sangat terkejut,Jo bertanya-tanya,”Hei! Mengapa kau begitu terkejut?”.”Apakah kamu tidak tahu? Dia adalah pengusaha terkaya se -Asia!”jawab Vincent.
Setelah dipertemukannya Jo,Vincent dengan John,Jo bertanya”Ayah, kenapa waktu itu kau meninggalkan aku?”.John menjawab”Maaf anakku,waktu itu aku sedang terlilit hutang dan ayah takut jika kamu nanti terseret juga.Jadi ayah memutuskan untuk menitipkan mu”tutur John.”Sekarang ayah sudah tua,ayah ingin menyerahkan warisan ayah kepada kamu!”tambah John.Akhirnya Kehidupan Jo semakin lengkap dengan keluarga yang juga lengkap.