Di sebuah Pedesaan yang sangat terpencil,hidup seorang manusia yang sangat kaya raya yang suka menolong tetangganya salah satunya adalah Si miskin.Pada hari itu Si miskin ingin meminjam uang kepada Si kaya untuk melanjutkan sekolahnya dan untuk kebutuhan sehari-harinya.Si miskin pun datang ke rumah Si kaya untuk meminjam uang.Dan Si kaya berkata kepada Si miskin “kamu sekarang sedang butuh uang ya”,Si miskin menjawab dengan hati yang berdebar ”saya ingi seikhlasnya saja” Si kaya pun memberinya uang yang lumayan banyak.Akhirnya Si miskin pun dapat bersekolah kembali di sekolah dasar yang terdapat di dekat rumahnya.Di sekolah Si miskin bertemu dengan teman-teman baru nya,salah satu teman yang dekat dengan Si miskin di juluki oleh temen-temannya adalah Si pintar,dan Si bodoh.Si pintar pun bertanya kepada Si miskin ”mengapa kamu tidak memakai seragam sekolah”.Dan Si miskin berkata “saya tidak punya dan saya tidak mampu untuk membeli baju seragam untuk makan saja saya bingung uang dari mana”.Dengan rasa kasihannya Si kaya pun mengajak bermain Si miskin sehingga mereka berdua pun menjadi teman dekat.Karena Si pintar adalah anak yang pintar,Si miskin pun tidak ingin kalah pintar oleh Si pintar.Akhir nya mereka berdua selalu berdua ,mereka berdua pun sering belajar bersama,dan akhirnya Si miskin pun lama – kelamaan menjadi lebih pintar dari yang sebelumnya.Si miskin pun selalu mendapat nilai yang bagus di kelasnya.Si miskin dan Si pintar pun sama pintarnya.Dan Si bodoh iri kepada Si miskin,Si bodoh pun berkata di dalam hati nya “mengapa saya bodoh sekali..?”.Akhirnya Si miskin pun mendapat kan keinginannya yaitu bea siswa sekolah dasar sampai SMP nanti.Hatinya pun sangat bergembira karena ia tidak lagi memikirkan biaya sekolah nya lagi sebelumnya pun ia tidak menyangka.Si miskin makin terpacu untuk lebih giat belajar lagi,dan si pintar juga mendapatkan bea siswa tetapi Si miskin lah sekarang yang paling pintar di kelas nya.Si bodoh pun kembali merasa iri kepada Si pintar dan Si miskin.Si bodoh pun mempunyai pikiran yang berniat ingin menjatuh kan Si miskin dengan cara mencontek semua semua hasil jawaban soal yang dijawab oleh Si miskin.Usaha si bodoh pun tidak pernah berhasil karena ia tidak penah berpikir panjang,dan akhirnya pada waktu ulangan Si bodoh pun mencoret-coret hasil ulangan Si miskin.Setelah Si miskin kembali dari kamar mandi sekolah ia hanya mengetahui kertas hasil jawabannya sudah terdapat coret-coretan yang sangat banyak.Si miskin pun bertanya-tanya kepada teman-temannya.semua teman di kelas pun tidak ada satu pun yang mengaku.Si miskin pun mengadu kepada Pak guru.Dan pak guru langsung bertindak dan beretanya kepada semua murid-murid di kelas itu “siapa yang telah mencoret-coret hasil ulangan Si miskin”.ucap Pak guru dengan nada yang kencang dan wajah yang tampak sangat kesal.
Semua murid pun tidak ada yang mengaku .Akhirnya Pak guru pun memberi ancaman yang sangat berat kepada semua murid jika satu pun ti
dak ada yang jujur,dan setelah itu Si bodoh pun mengaku dan ia berkata “saya Pak yang melakukan semua ini”.Pak guru langsung menatap wajah Si bodoh dengan raut wajah yang terheran-heran campur dengan marah nya.Pak guru pun lansung memanggil Si bodoh ke depan kelas.Dan Si bodoh pun meminta maaf kepada Si miskin,Pak guru bertanya kepad Si bodoh.
Pak guru : mengapa kamu melakukan ini semua ?
Si bodoh : saya melakukan semua ini karena,karena…
Pak guru : karena apa,jawab dengan jujur !
Si bodoh : karena saya iri kepada Si miskin,Pak.
Pak guru : mengapa kamu iri kepada si miskin ?
Si bodoh : karena saya tidak bisa pintar seperti dia,pak.
Dan akhirnya Pak guru menasihati Si bodoh di ruang guru.Walaupun Si bodoh sudah di nasihati ,Si bodoh pun tetap tidak akan menyerah untuk menjatuhkan Si miskin lagi.Dan Si bodoh terus saja berpikir bagaimana caranya untuk menjatuhkan Si miskin lagi.Akhirnya ada pikiran yang keluar dari akal kotor nya Si bodoh “bagaimana kalau aku mengadu dombakan Si pintar dan Si miskin”.Tanpa berpikir panjang lagi ia langsung menjalani niat nya yang sangat kejam itu.Si bodoh akhirnya pun kerumah Si pintar dan ia berkata kepada Si pintar,bahwa Si miskin sudah menyebarkan keburukan dan menghina Si pintar terus-menerus.Si pintar pun marah besar kepada Si miskin,ke esokan harinyadi sekolah Si pintar berkata kepada Si miskin.
Si pintar : hey, mengapa kamu menhina di belakang ku ?
Si miskin: aku sama sekali tidak menghina sipa pun.(dengan wajah yang heran)
Si pintar : bohong kamu.
Akhirnya Si pintar dan Si miskin pun bermusuhan.Si bodoh pun merasa puas atas perbuatannya yang telah berhasil.Si pintar lama-kelamaan kemudian berteman dengan Si bodoh,setelah Si bodoh berteman dengan Si pintar.Si bodoh pun mengalami kemajuan dalam hasil nilai sehari-hari,Si bodoh memanfaatkan pertemananya dengan Si pintar.Dengan cara mencontek Si pintar terus-menerus.Si pintar pun tidak tau dengan prilaku Si bodoh,Karena prilaku Si bodoh di depan Si pintar sangat amat baik,semua ucapan Si bodoh pun selalu di percaya oleh Si pintar.Tetapi simiskin sangat merasa sedih melihat Si pintar dan Si bodoh berteman baik dan Si miskin pun di jauhi oleh teman-temannya di sekolah.Si miskin pun berpikir untuk belajar sendiri agar nilai nya tidak menurun dan kalah dengan nilai Si pintar.Setiap malam setelah Si miskin membantu ibunya mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya.Si miskin selalu berdoa dan belajar dengan tekun di atas meja belajar yang sudah terlihat rapuh di dekat kamar tidur semua keluarganya yang terlihat sangat sempit da kumuh.
Si miskin terlihat sangat serius dan tekun belajar untuk berusaha lebih pintar lagi,setelah belajar pun ia tidak langsung tidur.Ia berdoa dan meratapi nasibnya dan nasib keluarganya yang sangat kesusahan,ia berharap ada orang yang membantu keluarganya.Ke esokan harinya di sekolah Si miskin selalu sendirian karena sebelumnya hanya Si pintar lah yang ingin berteman dengan Si miskin,tetapi Si pintar sekarang sedang bermusuhan dengan Si miskin.Si miskin pun lama-kelamaan bertanya-tanya di dalam hati nya “mengapa saya di jauhi oleh Si pintar dan siapakah yang sudah memfitnah saya ?”.Si miskin pun mencari tahu apa yang sudah terjadi pada diri Si pintar dan Si bodoh.Si bodoh dan Si pintar pun selalu bersama-sama kemana pun mereka pergi dan Si miskin juga selalu mengikuti nya dari kejauhan untuk menyelidiki apa yang telah terjadi pada mereka berdua.Di suatu tempat Si bodoh berkata kepada Si pintar.
Si pintar : aduh sekarang cuacanya panas sekali ya ?
Si bodoh : iya,aku ingin ngomong sesuatu sama kamu.
Si pintar : ya sudah kamu ngomong saja kepada ku !
Si bodoh : Si miskin berkata kepada semua orang bahwa Si pintar sombong sekali
Si pintar : iya sekarang perasaan aku sangat kecewa sekali dengan Si miskin.
Si miskin pun dari kejauhan mendengar perkataan Si bodoh.”Oh sungguh kejam sekali Si bodoh” ucap Si miskin,sore itu Si miskin langsung mendatangi rumah Si pintar,dan Si miskin berkata kepada Si pintar.
Si miskin : aku minta maaf sekali atas kejadian semua ini.
Si pintar : minta maaf (ia berkata dengan wajah yang sombong).
Si miskin : iya,sebenarnya yang di ucapkan oleh Sib oh itu semuanya bohong.
Si pintar : aku sangat tidak percaya oleh ucapan mu semua ini.
Si miskin : ya sudah bila kamu memang tidak percaya,kamu boleh ikut aku.
Si pintar : ikut kemana ?
Si miskin : ikut aku untuk menyelidiki semua ini.
Si pintar : oh,iya oke kalau begitu.
Akhirnya Si pintar dan Si miskin melihat perilaku Si bodoh yang sedang memberi tahu kan kepada teman-temannya untuk menjauh kan Si miskin karena Si miskin selalu mengemis uang kepada orang yang lewat di perempatan lampu merah dekat rumah nya yang sangat terlihat kumuh.Dan Si pintar pun yang sedang melihat Si bodoh berkata seperti itu langsung bertanya kepada Si miskin.
Si pintar : apakah kamu sering mengemis di perapatan dekat rumah mu ?
Si miskin : jujur aku sama sekali belum pernah mengemis dimana pun.
Si pintar pun terlihat seperti orang yang sedang bingung,dan setelah itu Si pintar Dan Si miskin pun melihat perbuatan Si bodoh lagi yang selalu merendahkan diri Si miskin.
Akhirnya Si pintar pun percaya dengan Si pintar,dan Si pintar pun meminta maaf kepada Si miskin.Si miskin sekarang sedang merasa sangat gembira karena akhirnya Si pintar pun percaya kepada nya,dan Si miskin pun dengan senang hati memaafkan kesalahan Si pintar.Akhirnya mereka berdua menjadi teman dekat seperti sebelumnya.Dengan wajah yang masih bingung Si bodoh pun bertanya kepada Si pintar.
Si bodoh : hey,kamu kenapa tidak bermain dengan ku lagi ?
Si pintar : aku sekarang tidak akan bermain dengan orang yang jahat.
Si bodoh : kamu tahu dari mana tentang semua ini ?
Si pintar : tadi aku melihat kamu sedang mengadu domba.
Dengan wajah yang sangat merasa bersalah Si bodoh pun meminta maaf kepada Si pintar,Si pintar pun segan untuk memaafkan Si bodoh.Setelah semuanya terungkap Si bodoh pun sering berdiam diri dan bersedih memikirkan ulah nya yang telah terjadi,ia sangat merasa menyesal telah melakukan semua ini.Si miskin pun selalu belajar bersama dengan Si pintar,Si bodoh melihat mereka berdua lalu Si bodoh merasa iri hati dengan Si miskin karena Si miskin telah berteman kembali dengan Si pintar.Si bodoh pun selalu mengikuti dari kejauhan kemana langkah mereka berdua pergi.sebenarnya di dalam hatinya Sibodoh pun ingin sekali meminta maaf kepada Si pintar dan Si miskin,tetapi ia sangat merasakan ketakutan yang mendalam.Si pintar dan Si miskin pun memergoki Si bodoh yang sedang melihat kecerian nya.Si pintar dan Si miskin langsung mendatangi Si bodoh dan bertanya.
Si pintar : kenapa kamu melihat dan mengikuti kita berdua terus ?
Si miskin: iya memang nya kamu kenapa ?
Si bodoh : aku ingin minta maaf dan ingin berteman dengan kalian.
Si pintar : kita bisa memaafkan kamu tapi ada syarat yang kamu penuhi.
Si miskin: iya itulah bentuk balasan dari kita berdua.
Si bodoh : memang apa syarat nya ?
Si pintar : kamu harus menunjukan nilai yang bagus dengan jujur.
Si miskin: dan tidak boleh mencontek siapa pun
Si bodoh : oke, semua permintaannya akan aku penuhi
Tidak lama kemudian Si bodoh pun pulang kerumah nya dan ia langsung mengambil buku pelajaran dan belajar di dalam kamar tidurnya.Si bodoh terlihat sangat sungguh-sungguh belajar nya.Ke esokan hari nya Si bodoh pun datang ke sekolah lebih pagi dari hari-hari biasanya,sebelum bell masuk sekolah berbunyi Si bodoh menghabiskan waktunya dengan belajar.Teman-teman nya pun bertanya dan berkata.
Temannya: tumben kamu belajar ?
Si bodoh : iya,aku ingin berubahdan ingin orang yang pintar.
Temannya:oh,iya bagus kalau begitu.
Si bodoh pun melanjutkan belajarnya.Setelah bell masuk kelas berbunyi,Si bodoh langsung mengeluarkan buku pelajaran pertama.Pak guru pun bertanya tentang soal-soal yang lumayan susah di jawab dan Si bodoh pun langsung menjawab nya dan selalu benar di jawab nya.Se minggu kemudian Si bodoh dan teman-temannya pun ulangan harian.Si bodoh menjawab semua soal-soal ulangan nya dengan wajah yang ceria rupanya hasil ulangan yang telah di kerjakan oleh Si bodoh mendapatkan nilai seratus.Pak guru pun terkejut dan berkata.
Pak guru: kamu sekarang nilainya meningkat semua ya.
Si bodoh : iya Pak sekarang saya ingin berusaha agar mendapat nilai yang bagus.
Pak guru: oh,iya bagus kalau begitu teruskan usahanya ya nak.
Si bodoh : iya Pak terima kasih.
Si bodoh pun dengan hati yang bergembira pun bangga dengan hasil-hasilyang ia telah peroleh.Si bodoh pun segera memamerkan hasil ulangan nya kepada Si pintar dan Si miskin agar ia dapat berteman dengan mereka berdua.Ke betulan Si pintar sedang melewati depan meja Si bodoh,Si bodoh langsung memanggil Si pintar dan langsung melihatkan hasil nilai yang telah ia dapatkan.
Si bodoh ; ini semua nilai aku.
Si pintar : oh iya ya,nilai kamu sekarang telah bagus.
Si bodoh ; iya ini semua hasil kerja keras aku sendiri.
Si miskin pun datang dan Si pintar langsung menunjukan nilai Si bodoh kepada Si miskin.Mereka berdua langsung memaafkan Si bodoh dan langsung bergabung dengan mereka berdua.Mereka pun selalu bersama – sama.Dan Si bodoh pun berjanji tidak akan mengecewakan Si pintar dan Si miskin lagi.Akhirnya Si pintar,Si miskin,dan Si bodoh selalu tolong-menolong satu sama lain dalam ke sulitan apa pun.Lalu Si pintar pun mengabarkan berita kepada Si bodoh,dan Si miskin bahwa Si pintar sebentar lagi akan pindah tempat tinggal di sekitar luar kota.Si miskin dan Si bodoh setelah mendengar berita dari Si pintar pun langsung terkejut dan tidak menyangka.Mereka bertiga pun langsung memanfaatkan waktu yang tersisa yang tinggal sebentar itu.Akhirnya hari keberangkatan Si pintar pun dating,Si miskin dan Si bodoh pun mengantar kan Si pintar sampai stasiun kereta api.Di sana mereka bertiga sangat sedih sekali karena pertemanannya harus terpisah jauh,di saat itu pula Si miskin dan Si bodoh memberikan kado kenang-kenangan kepada Si pintar,begitu juga Si pintar.Si pintar pun pergi meninggalkan mereka berdua.Mereka pun sedih dan selalu bermain dan belajar hanya berdua saja.Akhirnya mereka berdua berteman baik sampai mereka dewasa.
Selesai
Demi kebergunaan karya2 siswa SMP yang pernah saya ajar (Yapan Indonesia, Budhaya St Agustinus, Cakra Buana, dan Yadika 12), blog ini diupayakan sebagai sarana pendokumentasian. Ke depan karya2 yang terkumpul berupa cerpen, drama, puisi, atau apapun akan diupload di blog ini. Semoga berguna demi pembelajaran siswa-siswa lainnya.
Rabu, 02 Februari 2011
Awal dari Tiga Kerajaan by Ariyo Dewabrata
Awal dari Tiga Kerajaan
Cina, tahun 211. Masa dimana para penguasa bersaing untuk kekuasaan total akan segera pudar, dan digantikan dengan segitiga kekuatan. Tahun 208, Jendral Cao Cao, yang telah menguasai Dataran Cina Utara memutuskan untuk menginvasi Kerajaan Wu di selatan, tapi mengalami kekalahan di Pertempuran Tebing Merah. Setahun kemudian, Zhou Yu, ahli strategi Wu yang berperan besar dalam kemenangan atas Cao Cao, meninggal dalam usia muda. Sementara itu, Liu Bei mengambil alih provinsi Jing dari kerabat jauhnya, Liu Qi. Dari daerah Liang, Ma Cao mempersiapkan pasukannya untuk berperang melawan Cao Cao.
“Jadi bagaimana, Kongming?” Tanya Liu Bei pada ahli strateginya Zhuge Liang. Liu Bei dan Zhuge Liang sedang membicarakan langkah mereka berikutnya. Beberapa tahun lalu, Liu Bei berhasil mempertahankan wilayahnya Xin Ye beberapa kali, namun Cao Cao sendiri datang menyerang dan Liu Bei yang kalah jumlah pun harus kabur ke Xiang Yang. Ia kemudian membentuk persekutuan dengan pemimpin Wu, Sun Quan karena ia tahu, Cao Cao pasti akan mengincar Wu. Pertempuran di Tebing Merah pun dimenangkan Wu. Cao Cao cepat-cepat kabur setelah kapalnya terbakar, dan Guan Yu, adik angkat Liu Bei, hampir saja menangkap Cao Cao, tetapi Guan Yu merasa ia masih ada hutang dengan Cao Cao, maka ia pun melepaskannnya. Sekarang, Liu Bei menguasai Jing, dan menurut rencana Zhuge Liang, ia diharuskan mengambil provinsi Yi.
“Sudah kubilang pada pertemuan kita yang pertama, engkau akan mengambil Jing dan Yi, kemudian membangun fondasi yang kuat. Setelah Yi beres, tuan akan mendapatkan dukungan langit dari Cao Cao di utara, dan mengeruk keuntungan bumi dari Sun Quan di selatan” jawabnya. Zhuge Liang adalah murid dari Sima Hui alias “Cermin Air”. Gurunya mengatakan bahwa ia bisa disamakan dengan ahli-ahli perang di dinasti-dinasti sebelumnya. Liu Bei yang mendengar itu langsung segera menghampiri rumahnya di Long Zhong, namun ia tidak ada. Ketiga kalinya Liu Bei mendatangi rumahnya, barulah ia bertemu Zhuge Liang dan akhirnya berhasil mengajaknya bergabung.
“Ah, berat rasanya bagiku untuk menyerang Yi” kata Liu Bei. Ia pernah mengatakan ia adalah keturunan dari salah satu pendiri Dinasti Han, dengan begitu ia masih kerabat jauh gubernur Yi, Liu Zhang.
“Bagaimana pun tuan, kita telah merencanakan ini bertahun-tahun”.
“Yah, kau ada benarnya juga”.
--
Ma Chao sedang terduduk di perkemahannya. Ia akan memimpin serangan terhadap Cao Cao di Gerbang Tong. Sudah dua tahun dia menginginkan balas dendam. Ayahnya, Ma Teng, dipanggil Cao Cao ke ibukota dan kemudian jadi sandera. Ketika ia mendengar bahwa Ma Chao dan Han Sui telah menentangnya dan angkat senjata, Cao Cao segera mengeksekusi Ma Teng. Mendengar kabar bahwa ayahnya dibunuh, Ma Chao langsung marah besar. Ia pun segera mengumpulkan para penguasa dari daerah barat untuk membantu melawan Cao Cao.
“Tuan Ma Chao, apa kau sudah siap?” Tanya Pang De, jendral kavaleri Liang yang dikenal sangat kuat.
“Ya, Pang De. Aku sudah siap”. Ma Chao pun segera naik ke kudanya dan segera meninggalkan kemahnya, memimpin serangan.
--
Zhao Yun terduduk di dalam Benteng Gui Yang. Ia diberikan tugas oleh Liu Bei untuk menjaga kota Gui Yang, karena memang Zhao Yun yang menangkap kota itu. Zhao Yun adalah jendral yang bergabung dengan Liu Bei setelah Cao Cao menguasai utara China. Saat Liu Bei melakukan usaha kaburnya di Chang Ban, ia menyelamatkan Liu Chan, bayi Liu Bei yang nyaris tertangkap.
“Sebentar lagi kita akan menyerang Yi. Kurasa untuk sampai ke Cheng Du, harus mengalahkan Yan Yan dulu.”
--
Ma Chao berhasil mengambil Gerbang Tong. Cao Cao mengirim pasukan untuk mengambilnya dari Ma Chao, tapi kalah.
“Ah, itu dia! Ambil kepala Cao Cao!” seru Ma Chao begitu. Dia begitu yakin bahwa orangg yang didepannya adalah Cao Cao. Meskipun ia belum melihatnya, tapi ia yakin dari jubah yang dikenakannya.
“Sial!”
Ia pun terjatuh. Ma Chao medongkan tombaknya, hanya untuk mengetahui bahwa ia bukan Cao Cao.
‘Tuan, sepertinya Cao Cao menggunakan orang ini mengecoh kita.”
Mendengar itu, Ma Chao pun marah. Ia segera menusuk orang tadi.
“Aku rasa kita harus menunggu lebih lama lagi.”
--
3 tahun kemudian.
Zhang Fei berhasil mengalahkan Yan Yan. Sekarang tinggal Cheng Du, yang merupakan pusat pemerintahan Liu Zhang. Liu Bei bersiap-siap untuk melakukan pengepungan pada Benteng Cheng Du, tapi ia sedikit ragu-ragu.
“Kakak!”, teriak Zhang Fei.
“Ada apa? Bagaimana dengan tugasmu?”
“Selesai, tapi yang terpenting, aku membawa tamu istimewa.”
“Istimewa?”
Kemudian beberapa orang memasuki perkemahan Liu Bei. Ia tidak begitu familiar dengan tampang mereka, kemudian ia menanya pemimpin mereka.
“Siapa gerangan engkau ini?”, tanyanya.
“Namaku Ma Chao, mantan penguasa bagian barat laut!”
Semua orang terkejut mendengar itu. Liu Bei merasa heran, karena berbulan-bulan yang lalu, Ma Chao masih mampu melawan Cao Cao, meskipun koalisi Guanxi bubar dan masing-masing penguasa kembali ke urusannya sendiri.
Zhuge Liang, si “Naga Tidur”, pun berkata pada dirinya sendiri.
“Dengan tidak adanya Ma Chao di Xi Liang, pasti Cao Cao sudah menatap Han Zhong.”
“Sepertinya, kita harus melepaskan Han Zhong untuk sementara”, kata Liu Bei.
--
Setelah sekian lama menahan pengepungan, Liu Zhang pun akhirnya menyerah.
“Dengan ini, aku pasti akan jadi bahan tertawaan generasi berikutnya”, kata Liu Zhang.
Liu Bei, bagaimana pun menegurnya. “Kau tidak perlu takut tentang itu. Mengabdilah padaku, dan mengembalikan kejayaan dinasti ini seperti dimasa leluhur kita.”
Dengan ini, Liu Bei telah membangun pondasi yang kuat, dan dengan demikian, ia pun mengklaim dirinya sebagai adipati Kerajaan Shu, yang beribukota di Cheng Du,
--
Zhang Liao, Li Dian dan Yue Jin, bersiap untuk meninggalkan Benteng He Fei. Mereka ditugaskan untuk menjaga wilayah itu dari Wu.
Cao Cao baru saja behasil mempeluas wilayahnya setelah mengalahkan Zhang Lu dan mengambil Han Zhong, daerah yang terkenal strategis. Di saat yang bersamaan, Sun Quan melihat ada kesempatan untuk mengambil wilayahnya.
“Zhang Liao. Sepertinya mush telah datang”, kata Yue Jin.
“Kalau begitu, kita sudah boleh membuka suratnya.”
Surat yang dimaksud adalah surat dari Cao Cao. Surat itu ditujukan untuk mereka bertiga, supaya mereka tahu harus apa saat Sun Quan datang. Mereka pun membukanya, dan tertulis “ kalau Sun Quan sudah datang, Zhang Liao dan Li Dian akan melawan pasukan musuh, Yue Jin akan tinggal dan menjaga kota, dan tidak bertemu dengan musuh”. Mereka bertiga langsung kebingungan.
Malamnya, Li Dian mengumpulkan sekitar 800 prajurit.
--
“Aku, Zhang Liao, akan memporak-porandakan Wu!”
Zhang Liao benar-benar menunjukan kekuatannya. Dengan pasukan yang sedikit, ia berhasil mengacak-acak barisan pasukan Wu. Kini sampai pada titik dimana ia bisa melawan Sun Quan.
“Sun Quan! Turun dan lawan aku!”, teriaknya.
Sun Quan tak berani bergerak, tapi begitu melihat pasukan Zhang Liao yang sedikit, ia langsung memberi perintah untuk mengepungnya. Zhang Liao tetap bisa kabur dengan beberapa orang, tapi ada beberapa yang tertinggal
“Jendral Zhang Liao telah mengabaikan kita!”
Mendengar itu, Zhang Liao langsung menyerang lagi dan berhasil menyelamatkan prajurit yang terperangkap. Tidak ada lagi yang berani melawannya.
--
Sun Quan kemudian mengepung He Fei untuk beberapa hari tapi tetap saja tidak berhasil menaklukan He Fei, dan pasukannya juga mulai sakit.
“Hah, sepertinya kita harus mundur”, kata Sun Quan.
--
Liu Bei mengadakan rapat di dalam Benteng Cheng Du. Ia meminta pendapat para pengikutnya.
“Kita telah membagi Jing dengan Wu. Sekarang aku yakin kita akan beralih ke Han Zhong, yang baru saja ditaklukan oleh Cao Cao. Apa ada yang punya usul lain?”
“Ada, tuan”, sahut Zhao Yun. “Suku Nanman di selatan akan membuat masalah jika dibiarkan. Kusarankan untuk membereskan mereka dulu.”
“Mereka urusan Wu”, jawab Liu Bei. “Kita sebaiknya jangan ikut campur.”
“Kita baru saja menang, kakak. Jangan buru-buru. Paling cepat juga setahun”, kata Guan Yu.
“Pokoknya, kita fokus ke Wei. Ma Chao, karena kau dekat dengan orang-orang Qiang mungkin suatu saat aku akan menyuruhmu untuk mengajak mereka bergabung.”
“Baik, aku mengerti!”
Liu Bei hendak membubarkan rapat, tapi ada seseorang yang memotong.
“Anu…”
“Ada apa, Wei Yan?”
Ia pun menjawab, “Chneg Du sangat kaya sumber daya alam, kita harus memanfaatkannya secara maksimal.”
“Aku sudah tahu itu. Kalau tidak, aku tidak akan mengirim tiga petugas untuk menggali tambang emas.”
“Oh, ternyata tuan sudah tahu.”
Rapat pun selesai. Para petugas Shu keluar dari ruang rapat.
“Jendral!”
“Ada apa Zhao Yun?” Tanya Guan Yu.
“Dengan begini jadi ada tiga kekuatan, Shu, Wu, dan Wei. Aku tidak yakin kita bisa menang.”
“Zhuge Liang yang mengusulkan begitu, dan untuk sementara ini berjalan lancar.”
“Yah, sepertinya begitu. Tetapi, apakah Kaisar Xian akan baik-baik saja?”
“Dia sudah jadi boneka Cao Cao. Ia pasti baik-baik saja, tapi negeri ini tetap kacau.”
“Karena itu kita harus bertahan.”
Mereka pun berpisah. Zhao Yun segera naik ke kudanya untuk kembali ke perbatasan Shu dan Wu di selatan.
Cina, tahun 211. Masa dimana para penguasa bersaing untuk kekuasaan total akan segera pudar, dan digantikan dengan segitiga kekuatan. Tahun 208, Jendral Cao Cao, yang telah menguasai Dataran Cina Utara memutuskan untuk menginvasi Kerajaan Wu di selatan, tapi mengalami kekalahan di Pertempuran Tebing Merah. Setahun kemudian, Zhou Yu, ahli strategi Wu yang berperan besar dalam kemenangan atas Cao Cao, meninggal dalam usia muda. Sementara itu, Liu Bei mengambil alih provinsi Jing dari kerabat jauhnya, Liu Qi. Dari daerah Liang, Ma Cao mempersiapkan pasukannya untuk berperang melawan Cao Cao.
“Jadi bagaimana, Kongming?” Tanya Liu Bei pada ahli strateginya Zhuge Liang. Liu Bei dan Zhuge Liang sedang membicarakan langkah mereka berikutnya. Beberapa tahun lalu, Liu Bei berhasil mempertahankan wilayahnya Xin Ye beberapa kali, namun Cao Cao sendiri datang menyerang dan Liu Bei yang kalah jumlah pun harus kabur ke Xiang Yang. Ia kemudian membentuk persekutuan dengan pemimpin Wu, Sun Quan karena ia tahu, Cao Cao pasti akan mengincar Wu. Pertempuran di Tebing Merah pun dimenangkan Wu. Cao Cao cepat-cepat kabur setelah kapalnya terbakar, dan Guan Yu, adik angkat Liu Bei, hampir saja menangkap Cao Cao, tetapi Guan Yu merasa ia masih ada hutang dengan Cao Cao, maka ia pun melepaskannnya. Sekarang, Liu Bei menguasai Jing, dan menurut rencana Zhuge Liang, ia diharuskan mengambil provinsi Yi.
“Sudah kubilang pada pertemuan kita yang pertama, engkau akan mengambil Jing dan Yi, kemudian membangun fondasi yang kuat. Setelah Yi beres, tuan akan mendapatkan dukungan langit dari Cao Cao di utara, dan mengeruk keuntungan bumi dari Sun Quan di selatan” jawabnya. Zhuge Liang adalah murid dari Sima Hui alias “Cermin Air”. Gurunya mengatakan bahwa ia bisa disamakan dengan ahli-ahli perang di dinasti-dinasti sebelumnya. Liu Bei yang mendengar itu langsung segera menghampiri rumahnya di Long Zhong, namun ia tidak ada. Ketiga kalinya Liu Bei mendatangi rumahnya, barulah ia bertemu Zhuge Liang dan akhirnya berhasil mengajaknya bergabung.
“Ah, berat rasanya bagiku untuk menyerang Yi” kata Liu Bei. Ia pernah mengatakan ia adalah keturunan dari salah satu pendiri Dinasti Han, dengan begitu ia masih kerabat jauh gubernur Yi, Liu Zhang.
“Bagaimana pun tuan, kita telah merencanakan ini bertahun-tahun”.
“Yah, kau ada benarnya juga”.
--
Ma Chao sedang terduduk di perkemahannya. Ia akan memimpin serangan terhadap Cao Cao di Gerbang Tong. Sudah dua tahun dia menginginkan balas dendam. Ayahnya, Ma Teng, dipanggil Cao Cao ke ibukota dan kemudian jadi sandera. Ketika ia mendengar bahwa Ma Chao dan Han Sui telah menentangnya dan angkat senjata, Cao Cao segera mengeksekusi Ma Teng. Mendengar kabar bahwa ayahnya dibunuh, Ma Chao langsung marah besar. Ia pun segera mengumpulkan para penguasa dari daerah barat untuk membantu melawan Cao Cao.
“Tuan Ma Chao, apa kau sudah siap?” Tanya Pang De, jendral kavaleri Liang yang dikenal sangat kuat.
“Ya, Pang De. Aku sudah siap”. Ma Chao pun segera naik ke kudanya dan segera meninggalkan kemahnya, memimpin serangan.
--
Zhao Yun terduduk di dalam Benteng Gui Yang. Ia diberikan tugas oleh Liu Bei untuk menjaga kota Gui Yang, karena memang Zhao Yun yang menangkap kota itu. Zhao Yun adalah jendral yang bergabung dengan Liu Bei setelah Cao Cao menguasai utara China. Saat Liu Bei melakukan usaha kaburnya di Chang Ban, ia menyelamatkan Liu Chan, bayi Liu Bei yang nyaris tertangkap.
“Sebentar lagi kita akan menyerang Yi. Kurasa untuk sampai ke Cheng Du, harus mengalahkan Yan Yan dulu.”
--
Ma Chao berhasil mengambil Gerbang Tong. Cao Cao mengirim pasukan untuk mengambilnya dari Ma Chao, tapi kalah.
“Ah, itu dia! Ambil kepala Cao Cao!” seru Ma Chao begitu. Dia begitu yakin bahwa orangg yang didepannya adalah Cao Cao. Meskipun ia belum melihatnya, tapi ia yakin dari jubah yang dikenakannya.
“Sial!”
Ia pun terjatuh. Ma Chao medongkan tombaknya, hanya untuk mengetahui bahwa ia bukan Cao Cao.
‘Tuan, sepertinya Cao Cao menggunakan orang ini mengecoh kita.”
Mendengar itu, Ma Chao pun marah. Ia segera menusuk orang tadi.
“Aku rasa kita harus menunggu lebih lama lagi.”
--
3 tahun kemudian.
Zhang Fei berhasil mengalahkan Yan Yan. Sekarang tinggal Cheng Du, yang merupakan pusat pemerintahan Liu Zhang. Liu Bei bersiap-siap untuk melakukan pengepungan pada Benteng Cheng Du, tapi ia sedikit ragu-ragu.
“Kakak!”, teriak Zhang Fei.
“Ada apa? Bagaimana dengan tugasmu?”
“Selesai, tapi yang terpenting, aku membawa tamu istimewa.”
“Istimewa?”
Kemudian beberapa orang memasuki perkemahan Liu Bei. Ia tidak begitu familiar dengan tampang mereka, kemudian ia menanya pemimpin mereka.
“Siapa gerangan engkau ini?”, tanyanya.
“Namaku Ma Chao, mantan penguasa bagian barat laut!”
Semua orang terkejut mendengar itu. Liu Bei merasa heran, karena berbulan-bulan yang lalu, Ma Chao masih mampu melawan Cao Cao, meskipun koalisi Guanxi bubar dan masing-masing penguasa kembali ke urusannya sendiri.
Zhuge Liang, si “Naga Tidur”, pun berkata pada dirinya sendiri.
“Dengan tidak adanya Ma Chao di Xi Liang, pasti Cao Cao sudah menatap Han Zhong.”
“Sepertinya, kita harus melepaskan Han Zhong untuk sementara”, kata Liu Bei.
--
Setelah sekian lama menahan pengepungan, Liu Zhang pun akhirnya menyerah.
“Dengan ini, aku pasti akan jadi bahan tertawaan generasi berikutnya”, kata Liu Zhang.
Liu Bei, bagaimana pun menegurnya. “Kau tidak perlu takut tentang itu. Mengabdilah padaku, dan mengembalikan kejayaan dinasti ini seperti dimasa leluhur kita.”
Dengan ini, Liu Bei telah membangun pondasi yang kuat, dan dengan demikian, ia pun mengklaim dirinya sebagai adipati Kerajaan Shu, yang beribukota di Cheng Du,
--
Zhang Liao, Li Dian dan Yue Jin, bersiap untuk meninggalkan Benteng He Fei. Mereka ditugaskan untuk menjaga wilayah itu dari Wu.
Cao Cao baru saja behasil mempeluas wilayahnya setelah mengalahkan Zhang Lu dan mengambil Han Zhong, daerah yang terkenal strategis. Di saat yang bersamaan, Sun Quan melihat ada kesempatan untuk mengambil wilayahnya.
“Zhang Liao. Sepertinya mush telah datang”, kata Yue Jin.
“Kalau begitu, kita sudah boleh membuka suratnya.”
Surat yang dimaksud adalah surat dari Cao Cao. Surat itu ditujukan untuk mereka bertiga, supaya mereka tahu harus apa saat Sun Quan datang. Mereka pun membukanya, dan tertulis “ kalau Sun Quan sudah datang, Zhang Liao dan Li Dian akan melawan pasukan musuh, Yue Jin akan tinggal dan menjaga kota, dan tidak bertemu dengan musuh”. Mereka bertiga langsung kebingungan.
Malamnya, Li Dian mengumpulkan sekitar 800 prajurit.
--
“Aku, Zhang Liao, akan memporak-porandakan Wu!”
Zhang Liao benar-benar menunjukan kekuatannya. Dengan pasukan yang sedikit, ia berhasil mengacak-acak barisan pasukan Wu. Kini sampai pada titik dimana ia bisa melawan Sun Quan.
“Sun Quan! Turun dan lawan aku!”, teriaknya.
Sun Quan tak berani bergerak, tapi begitu melihat pasukan Zhang Liao yang sedikit, ia langsung memberi perintah untuk mengepungnya. Zhang Liao tetap bisa kabur dengan beberapa orang, tapi ada beberapa yang tertinggal
“Jendral Zhang Liao telah mengabaikan kita!”
Mendengar itu, Zhang Liao langsung menyerang lagi dan berhasil menyelamatkan prajurit yang terperangkap. Tidak ada lagi yang berani melawannya.
--
Sun Quan kemudian mengepung He Fei untuk beberapa hari tapi tetap saja tidak berhasil menaklukan He Fei, dan pasukannya juga mulai sakit.
“Hah, sepertinya kita harus mundur”, kata Sun Quan.
--
Liu Bei mengadakan rapat di dalam Benteng Cheng Du. Ia meminta pendapat para pengikutnya.
“Kita telah membagi Jing dengan Wu. Sekarang aku yakin kita akan beralih ke Han Zhong, yang baru saja ditaklukan oleh Cao Cao. Apa ada yang punya usul lain?”
“Ada, tuan”, sahut Zhao Yun. “Suku Nanman di selatan akan membuat masalah jika dibiarkan. Kusarankan untuk membereskan mereka dulu.”
“Mereka urusan Wu”, jawab Liu Bei. “Kita sebaiknya jangan ikut campur.”
“Kita baru saja menang, kakak. Jangan buru-buru. Paling cepat juga setahun”, kata Guan Yu.
“Pokoknya, kita fokus ke Wei. Ma Chao, karena kau dekat dengan orang-orang Qiang mungkin suatu saat aku akan menyuruhmu untuk mengajak mereka bergabung.”
“Baik, aku mengerti!”
Liu Bei hendak membubarkan rapat, tapi ada seseorang yang memotong.
“Anu…”
“Ada apa, Wei Yan?”
Ia pun menjawab, “Chneg Du sangat kaya sumber daya alam, kita harus memanfaatkannya secara maksimal.”
“Aku sudah tahu itu. Kalau tidak, aku tidak akan mengirim tiga petugas untuk menggali tambang emas.”
“Oh, ternyata tuan sudah tahu.”
Rapat pun selesai. Para petugas Shu keluar dari ruang rapat.
“Jendral!”
“Ada apa Zhao Yun?” Tanya Guan Yu.
“Dengan begini jadi ada tiga kekuatan, Shu, Wu, dan Wei. Aku tidak yakin kita bisa menang.”
“Zhuge Liang yang mengusulkan begitu, dan untuk sementara ini berjalan lancar.”
“Yah, sepertinya begitu. Tetapi, apakah Kaisar Xian akan baik-baik saja?”
“Dia sudah jadi boneka Cao Cao. Ia pasti baik-baik saja, tapi negeri ini tetap kacau.”
“Karena itu kita harus bertahan.”
Mereka pun berpisah. Zhao Yun segera naik ke kudanya untuk kembali ke perbatasan Shu dan Wu di selatan.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Tetangga yang Menyeramkan by Muhammad Anggi Abdullah Siregay
Dennis curiga akan tetangganya yang baru pindah itu. Rumah kosong yang ada didepan rumahnya itu sekarang sudah terisi. Menurut Dennis, gerak-gerik tetangganya itu sangatlah mencurigakan. Contohnya, pada suatu malam ia pernah melihat bayangan alien dari jendela tetangganya itu. “Apakah menurutmu tetangga baru itu tidak menyeramkan? Maksudku, lihatlah rumahnya, penuh dengan barang aneh!”, kata dennis kepada adiknya. “Aneh?aneh bagaimana?” , Tanya sherryl bingung. Dennis pun melanjutkan, “Apakah kau belum pernah melihat ruang tamunya? Aku pernah melihat seekor serigala di ruang tamunya.” Sherryl pun tertawa terbahak-bahak “Kau ini terlalu banyak menonton film horror, Dennis.”. Esok harinya, Dennis menceritakan tetangganya itu kepada temannya, Boris. “kau tahu kan tetangga baruku yang tinggal di depan rumahku itu?” , Tanya Dennis penasaran.
“ Hoo aku tahu, pak Deni kan?”
“Ya, betul. Dia sangat mencurigakan.”
“Hah? mencurigakan?”
“Apakah mungkin dia seorang buronan polisi?”
“hahaha kau ini, Dennis. Tak mungkin ia seorang buronan, tampang mukanya saja begitu membosankan hahaha.”
“Tapi, aku pernah melihat seperti sosok alien di jendela dapurnya. Walaupun hanya bayangan, tapi aku yakin alien itu asli.”
“Hmm.. Baiklah, bagaimana kalau kita selidiki?”
“Oke, bisakah kau menginap dirumahku?”
“tentu.”
Sepulang sekolah, Dennis pun langsung duduk di sofa dekat jendela dan memerhatikan rumah tetangganya itu. Ketika dia sedang melihat jendela rumah pak Deni, Pak Deni pun langsung melihat Dennis dengan tatapan muka yang sangar. Jantung Dennis berdebar-debar dengan sangat kencang. Ia tak pernah merasa setegang ini dalam hidupnya. Ketika dennis sedang bersembunyi, telepon rumahnya berdering.
“Halo, dengan siapa?” kata Dennis dengan suara seperti sedang ketakutan.
“Yaa haloo.. Ini saya, Pak Deni.”
Ketika mendengar pernyataan itu, urat deni rasanya seperti putus.
“Y-y-yyaa ada a-apaa?”
“Betul, ini dengan Dennis?”
“ya, ini aku.”
“Saya merasa diawasi denganmu, atau itu hanya perasaanku saja?”
“Eehhmm.. Sebenrnya memang aku kebetulan tadi sedang melihat jendela bapak.”
“Oh begitu?tetapi saya merasa sedang diawasi ketat denganmu.”
“Oh kalau begitu maaf.”
“Baiklah, semoga tak terulang lagi.”
Setelah menutup telepon, Dennis langsung berbaring di kamarnya. “Aapakah dia akan membunuhku?”, pikir Dennis. Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu depan. Dennis kaget bukan main. Ia takut bahwa Pak Deni datang untuk membunuhnya. Ketukan itu semakin keras. Dennis pun berteriak dari depan pintu “Siapa itu?”. Suara dari luar pintu terdengar “Aku akan membunuhmu, Dennis”. Dengan tanpa ragu Dennis membuka pintu, Ia mengenal suara itu, suara Boris. “lucu sekali, Boris” ejek Dennis. “Hey, aku hanya bercanda kan?”, balas Boris. “Yaya masuklah.”.
Ketika makan malam, Dennis dan Boris berencana untuk menyusup ke rumah Pak Deni. Kebetulan, Pak Deni pun sedang ada acara jadi, rumahnya kosong. Jam di kamar Dennis menunjukkan pukul 20.00. “Ayo berangkat Boris. Sebelum terlalu malam.”
Dennis dan Boris masuk rumah Pak Deni lewat jendela yang tak pernah ditutup oleh Pak Deni itu. Mereka cukup kecil untuk memasukinya. Di dalam ruang tamunya mereka melihat berbagai jenis mahluk, dipajang. YA, DIPAJANG! “Mungkin Pak Deni membunuh mahluk-mahluk ini lalu memajangnya.” kata Boris. Di salah satu monster-monster itu, terdapat alien yang dilihat Dennis. Mereka berdua takut setengah mati. “Dennis, bagaimana kalo kita pulang saja?aku mulai mengantuk.” kata Boris takut, dan berbohong. “Hey! Kau kan sudah setuju, jangan cengeng dong!” tegur Dennis.
Mereka beranjak pergi ke kamar Pak Deni. Mereka terkejut melihat kamar itu. Banyak sekali poster-poster film horror yang ditempel. Poster-poster yang sangat menakutkan!
“Aku masih mau hidup, Dennis! Ayo pulang sekarang!”
“tunggu sebentar! Aku belum selesai melihat rumah ini!
“kalau begitu bolehkah aku pulang?”
“kau sudah berjanji untuk menemaniku, Boris!”
“huufff, baiklah.”
Tiba-tiba, terdengar suara pintu membuka. “DENNIS! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB BILA AKU MATI!”, jerit Boris ketakutan. “sssttt. Kau akan membuat kita terbunuh! Sembuyi!”
Pak Deni memasuki kamarnya. “Hey, aku tahu kalian ada disini! Keluarlah” kata Pak Deni mantap. “Aku menyerah tapi tolong jangan laporkan kami atau membunuh kami”, teriak Boris “BODOH!”, Dennis berkata dalam hati.
Setelah kejadian itupun, Dennis dan Boris pulang. Ibu Dennis mendapat telepon dari Pak Deni yang mengatakan bahwa anak mereka telah menyusup kedalam rumah Pak Deni. Ibu Dennis kecewa mendengar anaknya bertingkah seperti itu.
“Untuk apa kau menyusup ke dalam rumah pak Deni?” bentak ibu Dennis.
“Aku hanya ingin memastikan apakah dia memang aneh, atau hanya pikiranku saja. Aku berhasil membuktikannya, aku dan Boris melihat banyak monster-monster dipajang.”
“Monster? Jangan bercanda, Dennis!”
“Aku serius bu, Boris saja melihatnya.”
“Aku tak peduli. Tidurlah, sudah malam.”
Dennis pun menurut saja dan langsung tidur. “bodoh!kalau saja kau tidak mengatakan ‘menyerah’ kepada Pak Deni, kita tidak akan begini!” bentak Dennis kepada Boris. “Maaf, aku terlalu tegang untuk tetap bersembunyi.”. “Kau ini! Yasudahlah, kau tidur saja”. Tengah malam pun sudah lewat. Dennis masih tetap membuka matanya, sedangkan Boris sudah tertidur pulas. Ia sedang memikirkan bagaimana cara untuk meyakinkan ibunya tentang monster-monster itu. Bila iya melapor polisi pun, para polisi tak akan mempercayainya bahkan mungkin Dennis akan dikira gila!
Pagi telah menyambut mereka berdua. Burung berkicauan, ayam berkokok. Dennis semalaman tidak tidur dan sekarang matanya merah dan berkantung. “Kau kenapa, Dennis?”, Tanya ibu. “Aku tidak kenapa-kenapa. Hanya sedikit lelah saja.”, jawab Dennis. “Oh begitu, yasudah, makanlah sarapanmu.” balas ibu.
Tak lama kemudian, Boris datang dengan muka acak-acakan. “hooaaaaaamm… sarapan sudah siap ya?” Tanya Boris. “Ya, makanlah. Hey Boris, bagaimana kalo siang ini kita pergi ke bermai bola?” Tanya Dennis. “Baiklah. Wow aku lapar sekali! Kau kenapa? Kau kelihatan seperti orang kurang tidur.”, Boris heran. “Tak apa-apa kok. Aku baikbaik saja.”
Selesai sarapan, Dennis dan Boris mengajak teman-temannya untuk bermain bola. Sementara ibu sedang menerima telepon dari Pak Deni. Mendengar pernyataan Pak Deni, ibu tertawa terbahak-bahak. Ibu tak sabar untuk menyapaikan kabar ini kepada Dennis.
Sepulang bermain bola, Ibu berkata, “Dennis, Boris, duduklah, ibu ingin bicara dengan kalian.” Mereka pun menurut saja dan duduk. “Ini tentang Pak Deni.”
“Hah? Pak Deni? Ada apa dengannya?”
“Ibu setuju denganmu, Pak Deni menyembunyikan sesuatu, Dennis.”
“HA! Kubilang juga apa! Dan kau mempercayainya.”
“Ada apa dengan Pak Deni?”, Tanya Boris penasaran.
“HAHAHAHAHA”, ibu tertawa terbahak-bahak. “Sebenarnya dia tak aneh, ibu hanya bercanda dengan kalian haha”
“bercanda? Bercanda bagaimana?”, Tanya Dennis kesal.
“monster-monster yang kalian lihat itu, itu adalah koleksi pajangannya ketika ia masih muda dulu. Dia dulu adalah seorang sutradara, monster-monster dan poster-poster yang kalian lihat adalah kenangan-kenangan karirnya bersutradara.”
Mendengar ibu berkata begitu, Dennis merasa lega. Seperti semua beban yang dipikulnya hilang. Dennis pun kapok menyusupi rumha orang. Ia tahu ia bersalah. Dennis meminta maaf kepada semua orang ibu, Boris, dan pastinya Pak Deni. Mulai sekarang, Dennis berjanji tak akan menuduh orang tanpa bukti.
“ Hoo aku tahu, pak Deni kan?”
“Ya, betul. Dia sangat mencurigakan.”
“Hah? mencurigakan?”
“Apakah mungkin dia seorang buronan polisi?”
“hahaha kau ini, Dennis. Tak mungkin ia seorang buronan, tampang mukanya saja begitu membosankan hahaha.”
“Tapi, aku pernah melihat seperti sosok alien di jendela dapurnya. Walaupun hanya bayangan, tapi aku yakin alien itu asli.”
“Hmm.. Baiklah, bagaimana kalau kita selidiki?”
“Oke, bisakah kau menginap dirumahku?”
“tentu.”
Sepulang sekolah, Dennis pun langsung duduk di sofa dekat jendela dan memerhatikan rumah tetangganya itu. Ketika dia sedang melihat jendela rumah pak Deni, Pak Deni pun langsung melihat Dennis dengan tatapan muka yang sangar. Jantung Dennis berdebar-debar dengan sangat kencang. Ia tak pernah merasa setegang ini dalam hidupnya. Ketika dennis sedang bersembunyi, telepon rumahnya berdering.
“Halo, dengan siapa?” kata Dennis dengan suara seperti sedang ketakutan.
“Yaa haloo.. Ini saya, Pak Deni.”
Ketika mendengar pernyataan itu, urat deni rasanya seperti putus.
“Y-y-yyaa ada a-apaa?”
“Betul, ini dengan Dennis?”
“ya, ini aku.”
“Saya merasa diawasi denganmu, atau itu hanya perasaanku saja?”
“Eehhmm.. Sebenrnya memang aku kebetulan tadi sedang melihat jendela bapak.”
“Oh begitu?tetapi saya merasa sedang diawasi ketat denganmu.”
“Oh kalau begitu maaf.”
“Baiklah, semoga tak terulang lagi.”
Setelah menutup telepon, Dennis langsung berbaring di kamarnya. “Aapakah dia akan membunuhku?”, pikir Dennis. Tak lama kemudian terdengar ketukan di pintu depan. Dennis kaget bukan main. Ia takut bahwa Pak Deni datang untuk membunuhnya. Ketukan itu semakin keras. Dennis pun berteriak dari depan pintu “Siapa itu?”. Suara dari luar pintu terdengar “Aku akan membunuhmu, Dennis”. Dengan tanpa ragu Dennis membuka pintu, Ia mengenal suara itu, suara Boris. “lucu sekali, Boris” ejek Dennis. “Hey, aku hanya bercanda kan?”, balas Boris. “Yaya masuklah.”.
Ketika makan malam, Dennis dan Boris berencana untuk menyusup ke rumah Pak Deni. Kebetulan, Pak Deni pun sedang ada acara jadi, rumahnya kosong. Jam di kamar Dennis menunjukkan pukul 20.00. “Ayo berangkat Boris. Sebelum terlalu malam.”
Dennis dan Boris masuk rumah Pak Deni lewat jendela yang tak pernah ditutup oleh Pak Deni itu. Mereka cukup kecil untuk memasukinya. Di dalam ruang tamunya mereka melihat berbagai jenis mahluk, dipajang. YA, DIPAJANG! “Mungkin Pak Deni membunuh mahluk-mahluk ini lalu memajangnya.” kata Boris. Di salah satu monster-monster itu, terdapat alien yang dilihat Dennis. Mereka berdua takut setengah mati. “Dennis, bagaimana kalo kita pulang saja?aku mulai mengantuk.” kata Boris takut, dan berbohong. “Hey! Kau kan sudah setuju, jangan cengeng dong!” tegur Dennis.
Mereka beranjak pergi ke kamar Pak Deni. Mereka terkejut melihat kamar itu. Banyak sekali poster-poster film horror yang ditempel. Poster-poster yang sangat menakutkan!
“Aku masih mau hidup, Dennis! Ayo pulang sekarang!”
“tunggu sebentar! Aku belum selesai melihat rumah ini!
“kalau begitu bolehkah aku pulang?”
“kau sudah berjanji untuk menemaniku, Boris!”
“huufff, baiklah.”
Tiba-tiba, terdengar suara pintu membuka. “DENNIS! KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB BILA AKU MATI!”, jerit Boris ketakutan. “sssttt. Kau akan membuat kita terbunuh! Sembuyi!”
Pak Deni memasuki kamarnya. “Hey, aku tahu kalian ada disini! Keluarlah” kata Pak Deni mantap. “Aku menyerah tapi tolong jangan laporkan kami atau membunuh kami”, teriak Boris “BODOH!”, Dennis berkata dalam hati.
Setelah kejadian itupun, Dennis dan Boris pulang. Ibu Dennis mendapat telepon dari Pak Deni yang mengatakan bahwa anak mereka telah menyusup kedalam rumah Pak Deni. Ibu Dennis kecewa mendengar anaknya bertingkah seperti itu.
“Untuk apa kau menyusup ke dalam rumah pak Deni?” bentak ibu Dennis.
“Aku hanya ingin memastikan apakah dia memang aneh, atau hanya pikiranku saja. Aku berhasil membuktikannya, aku dan Boris melihat banyak monster-monster dipajang.”
“Monster? Jangan bercanda, Dennis!”
“Aku serius bu, Boris saja melihatnya.”
“Aku tak peduli. Tidurlah, sudah malam.”
Dennis pun menurut saja dan langsung tidur. “bodoh!kalau saja kau tidak mengatakan ‘menyerah’ kepada Pak Deni, kita tidak akan begini!” bentak Dennis kepada Boris. “Maaf, aku terlalu tegang untuk tetap bersembunyi.”. “Kau ini! Yasudahlah, kau tidur saja”. Tengah malam pun sudah lewat. Dennis masih tetap membuka matanya, sedangkan Boris sudah tertidur pulas. Ia sedang memikirkan bagaimana cara untuk meyakinkan ibunya tentang monster-monster itu. Bila iya melapor polisi pun, para polisi tak akan mempercayainya bahkan mungkin Dennis akan dikira gila!
Pagi telah menyambut mereka berdua. Burung berkicauan, ayam berkokok. Dennis semalaman tidak tidur dan sekarang matanya merah dan berkantung. “Kau kenapa, Dennis?”, Tanya ibu. “Aku tidak kenapa-kenapa. Hanya sedikit lelah saja.”, jawab Dennis. “Oh begitu, yasudah, makanlah sarapanmu.” balas ibu.
Tak lama kemudian, Boris datang dengan muka acak-acakan. “hooaaaaaamm… sarapan sudah siap ya?” Tanya Boris. “Ya, makanlah. Hey Boris, bagaimana kalo siang ini kita pergi ke bermai bola?” Tanya Dennis. “Baiklah. Wow aku lapar sekali! Kau kenapa? Kau kelihatan seperti orang kurang tidur.”, Boris heran. “Tak apa-apa kok. Aku baikbaik saja.”
Selesai sarapan, Dennis dan Boris mengajak teman-temannya untuk bermain bola. Sementara ibu sedang menerima telepon dari Pak Deni. Mendengar pernyataan Pak Deni, ibu tertawa terbahak-bahak. Ibu tak sabar untuk menyapaikan kabar ini kepada Dennis.
Sepulang bermain bola, Ibu berkata, “Dennis, Boris, duduklah, ibu ingin bicara dengan kalian.” Mereka pun menurut saja dan duduk. “Ini tentang Pak Deni.”
“Hah? Pak Deni? Ada apa dengannya?”
“Ibu setuju denganmu, Pak Deni menyembunyikan sesuatu, Dennis.”
“HA! Kubilang juga apa! Dan kau mempercayainya.”
“Ada apa dengan Pak Deni?”, Tanya Boris penasaran.
“HAHAHAHAHA”, ibu tertawa terbahak-bahak. “Sebenarnya dia tak aneh, ibu hanya bercanda dengan kalian haha”
“bercanda? Bercanda bagaimana?”, Tanya Dennis kesal.
“monster-monster yang kalian lihat itu, itu adalah koleksi pajangannya ketika ia masih muda dulu. Dia dulu adalah seorang sutradara, monster-monster dan poster-poster yang kalian lihat adalah kenangan-kenangan karirnya bersutradara.”
Mendengar ibu berkata begitu, Dennis merasa lega. Seperti semua beban yang dipikulnya hilang. Dennis pun kapok menyusupi rumha orang. Ia tahu ia bersalah. Dennis meminta maaf kepada semua orang ibu, Boris, dan pastinya Pak Deni. Mulai sekarang, Dennis berjanji tak akan menuduh orang tanpa bukti.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Battle of The Al-Asad by Muhammad Alif Magallatta
Evermann Chavez menatap langit di atasnya. Kepulan debu mengiringi helikopter Chinook mendarat di atas kota yang sangat sepi itu. Chavez melihat keadaan di sekitarnya, terdapat beberapa orang-orang yang bersembunyi di dalam rumah mereka. Kemudian Ia dan beberapa serdadu lainnya menuruni helikopter dan membuat kubu-kubu pertahanan di sekitar mereka, untuk berjaga-jaga jika tentara pemberontak datang untuk menyerang.
Kepalanya berdenyut. Metabolisme tubuhnya sedang beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali tidak ramah. Hawa menggigit di tengah malam, panas seperti oven di siang hari. Sebentar matanya menantang cahaya matahari yang garang memanggang. Chavez membuka helmnya, Sinar matahari memantul dari rambut pirangnya itu.
Chavez menelan ludah. Berlarian dari pojok ke pojok. Memantau jika ada musuh di dekat mereka. Ia memegang M-16 nya dengan tangannya yang basah karena berkeringat, di lihatnya beberapa orang bersenjata yang ternyata pasukan pemberontak. Chavez memanggil Preston Marlow, rekan dalam tim pemantaunya, Huxley McSalty, penjinak bom, dan David Andrew, dokter perang sekaligus Machine gunner di dalam timnya. Sebagai kapten dalam timnya itu ia menyusun strategi untuk menjatuhkan beberapa pemberontak yang di lihatnya itu. “Huxley, kau ke gedung itu, David, kau ikut dengannya, sementara aku dan Marlow akan menyerang mereka dari belakang”Bisik Chavez. Dor...Dor... “Itu sinyal dari kapten ! ! ! Tembak ! ! !”Seru David. Huxley melempar granat ke tengah-tengah para pasukan pemberontak. Dhuaaaar.... Mereka mati terpental..
“Gyaaa.... ! ! !” Tiba-tiba David menampakan dirinya dan Memegang senapan mesin M249 Saw dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang cerutu. David menembakan senapannya seperti orang gila, dan merokok dalam waktu yang bersamaan. Beberapa musuh jatuh dan mati terkena pelurunya. Dan semua pemberontak mati dalam waktu yang singkat.
”Damn I’m good” kata David dengan bangga.
”David kau gila!” Seru Preston.
”Dimana Huxley?”Chavez bertanya.
”Aku disini! Aku melihat beberapa Tank dan APC datang kesini!”kata Huxley.
”seberapa banyak, dan apa tipe mereka?”
“tiga tank T-72 dan dua BTR-60 serta puluhan serdadu lainnya”
“Oke, pertama kita harus memanggil serangan udara dan Extraxion segera ! ! mana Radio?”tanya Chavez.
“Ini pak” kata Huxley sambil memberikan radio kepada Chavez.
“Hotel two-niner ini Eagle-1 do you copy ?”
“ya kami mendengar kalian” terdengar jawaban dari seberang
”kami butuh serangan udara, di point B-2 arah utara tiga tank, dua APC dan puluhan serdadu dan Evakuasi segera di point F-4”
”Kami akan mengirim dua A-10 Thunderbolt di point B-2 dan Helikopter Black Hawk di point F-4, kalian punya waktu 5 menit untuk pergi ke Extraktion Point F-4”
”Ok, Eagle-one copy and out”
“Kita punya waktu 5 menit untuk ke tempat penjemputan, ayo tim. Maju ! ! !”
Mereka maju ke tempat evakuasi, ”cepat, cepat, tiga menit lagi sebelum penjemputan ! !”Perintah Chavez. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul para pemberontak.”Ya Tuhan, tembak mereka!”.
”Awas! RPG!” Seru Marlow
Syuuut... BOOM...!!! Bom meluluh-lantakan rumah-rumah penduduk di sekitarnya, sementara waktu mereka hanya dua menit untuk pergi dari sana.
”kita hanya punya waktu dua menit!”
Tiba-tiba terdengar suara pesawat yang terdengar seperti menembakan sesuatu.
”Apa itu?”tanya Huxley
”Itu serangan udara kita, menunduk!”Seru Chavez
GdeBOOM...GdeBOOM...
Rocket-rocket mengenai sasarannya, besi dan baja yang hancur dari tank-tank itu berterbangan, para pemberontak terlempar kesana-kemari.
”Hotel two-niner ini eagle-one serangan udara mengenai sasaran”
“diterima, kalian punya waktu 30 detik lagi, helicopter masih menunggu”
”baiklah, Eagle-one keluar”
”kita masih punya tiga puluh detik lagi, ayo maju!” Seru Chavez.
Mereka terus maju sampai di gerbang lapangan sepak bola yang sangat luas. Lapangan itu ditutupi oleh dinding yang tinggi ditutupi oleh kawat-kawat yang sangat tajam.
”Ini dia, Point F-4.”
”Aku tidak mendengar apapun”kata David mengira-ngira.
”kita harus membuka pintunya dengan Breach mine, bom pintunya Huxley.”Perintah Chavez.
”ya pak.”
Huxley memasang Breach mine, dan menunggu aba-aba dari komandannya untuk meledakan bom tersebut. BOOM...
”Masuk, cepat.”Perintah Chavez
Tetapi betapa kagetnya mereka ketika melihat puluhan pemberontak di depannya. Bukan helikopter Black Hawk yang sedang menunggu. Para pemberontak mulai menembak, Chavez dan timnya mundur perlahan sambil menembakan senjata mereka.
”Ya Tuhan, Tembak mereka”
”Hey, dimana helikopternya?”Tanya Preston sambil menembak.
”Aku sendiri tidak tau, Huxley, Radio!”Perintah Chavez sambil melemparkan granat.
”Ini dia pak”
”Hotel two-niner ini Eagle-one kau mendengar kami?”Tanya Chavez di radio.
“Ya ka… mendeng…. Mu”
“Kami tidak bias mendengarmu dengan jelas dari sini”
”Ya kam.. tau.. ad... markas pengg...gu ra...o di poi..t G-3, ka..i but..h kau untu.. menghan....kannya seka..... ... ... ... ... ... .... ... ”
”Halo? Hotel two-niner kau mendengarnya?”Tanya Chavez dengan keras.
”Sial, kita kehilangan sinyal.”
”Terus bagaimana komandan?”tanya Preston.
”Ada fasilitas pengganggu radio di point G-3”
“Itu satu mil dari sini”David mendengus capek.
“Ya, kita harus menghancurkannya agar bisa memanggil helikopter kembali, ayo maju!”
Mereka semua mundur seraya menembakan senapan mereka, perlahan tapi pasti, para pemberontak kehilangan jejak mereka.
“Mereka tidak menemukan kita”bisik David.
“Itu bagus, lebih baik menghemat amunisi kita. Kita tidak tahu apa yang habis ini menimpa kita.”
Chavez maju dengan sangat waspada, Preston benar, mereka tidak tahu apa yang akan menimpa mereka selanjutnya. Chavez dan timnya sampai di sebuah gang yang cukup besar, dan mereka melihat beberapa orang bersembunyi di pojok gedung dan pilar-pilar di sebuah gedung besar.
“Kalian melihat mereka?” tanya Chavez.
“Ya kapten, beberapa dari mereka ada di pilar-pilar di gedung besar itu.”jawab Huxley.
“Apa yang akan kita lakukan kapten?”
”David, tembakan beberapa peluru, biarkan mereka tahu kalau kita tahu mereka sembunyi disana”
”Apa?”tanya David.
”Sudah tembakan saja!”
Rttrrtttrrttt......Rttttrrrtrrttt......
Beberapa saat kemudian, Chavez mengenal seragam yang dipakai orang-orang yang bersembunyi itu, dan senjata mereka adalah senjata standar yang di gunakan marinir amerika.
”Kapten, sepertinya aku mengenal mereka”kata Preston mengira-ngira.
”Ya, aku tahu, sepertinya mereka adalah Batalion 117 The sleeping marmut” jawab Chavez.
Tiba-tiba mereka menampakan diri, mereka hanya berjumlah dua orang, tidak lebih.
”Marinir Amerika Serikat lewat”seru orang-orang yang menampakan diri tersebut.
”Ya Tuhan, tahan tembakan semuanya.”Seru Chavez, ia tidak mau mereka menembakan senjata mereka pada teman mereka sendiri.
Mereka semua berkumpul.
”Angkatan bersenjata apakah kalian?”tanya Chavez.
”Kami dari Batalion Marinir 117 The Sleeping Marmut, kami diberi perintah untuk memantau keadaan di Point G-4.”jawab salah satu dari mereka.
”Dimana yang lain?”
”Mereka sedang di point G-3 siap-siap untuk menyerang markas pengganggu radio di sana”jawab mereka.
”Berapa jumlah kalian, apakah kalian mempunyai tank-tank atau sebagainya?”tanya Chavez lagi.
”kami hanya berjumlah delapan orang, kita tidak mempunyai tank, mereka dipakai Jendral Stratson di Kremlin.”
”Kalau begitu kita harus maju sekarang, maju jalan!”Perintah Chavez.
Dengan bertambahnya dua orang tersebut mereka jadi berjumlah enam orang. Chavez menyeka keringatnya yang mengucur sangat keras. Preston meneguk sebotol air yang kedua dari delapan air minum yang mereka bawa. David mengecek amunisinya yang menipis. Sedangkan Huxley dan dua orang lainnya mengobrol di sepanjang perjalanan mereka.
”Aku capek komandan”keluh Preston.
”Aku juga.” Timpal Huxley.
43wlau begitu Kita beristirahat disini saja, Russel, Andy, tolong cek daereah sekitar sini apa ada pemberontak atau teman kita yang tersesat”Perintah Chavez.
”Siap pak.” jawab mereka ber-dua yang ternyata bernama Russel dan Andy.
Chavez, Huxley, Preston, dan David mengeluarkan perbekalan mereka dan membaginya sama rata dengan Russel dan Andy.
”kemana mereka?”tanya Huxley.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki.
”kapten, kami melihat gudang persenjataan pemberontak seratus meter dari sini.”kata mereka.
”Arah mana?”
”barat dari sini Kapten.”jawab mereka.
”Kalau begitu kita istirahat dulu di sini, jika tidak, kita mungkin akan kehilangan stamina dan mati dengan konyol”
Akhirnya mereka beristirahat di gubug tersebut, gubug itu memang kecil tetapi cukup nyaman untuk istirahat. Chavez berpikir, Amerika mungkin akan menang, tetapi mungkin ia pulang tinggal nama. Sudah belasan prajurit Amerika tewas, Chavez bertanya-tanya siapakah korban selanjutnya? Chavez lebih memilih diam agar tidak terpancing oleh pertanyaan itu.
Malam larut.
Dalam kelelahan dan kepenatan yang amat sangat, mereka memejamkan mata, mencoba bermimpi untuk pulang kembali ke rumah mereka, Amerika.
Evermann Chavez terbangun tiba-tiba.
Peluh mengucur membasahi dahi. Sempatkah ia terlelap tadi? Malam ini bom-bom dari pesawat B-2 Spirit di Basrah, dentuman yang luar biasa keras itu bisa terdengar dari sini. Tetapi di tengah-tengah suara bom itu, ada suara asing lain.. Suara-suara asing itu bergema. Menggaung. Membentur-bentur dinding hatinya. Ia tidak memahaminya, apa makna ucapan itu? Ia tidak pernah mendengar nyanyian semacam itu di Amerika. Nyanyian? Mungkin semacam itu. Nyanyian yang diserukan dari atas-atas puncak gedung, dari rumah-rumah yang runtuh, dari rumah sakit, dan dari rumah-rumah ibadah.
Nick sering mendengar nyanyian itu saat jalan-jalan ke Arab. Namun bila malam seperti ini, saat bom demi bom jatuh bertubi-tubi, nyanyian itu semakin gencar terdengar. Bukan seruan orang yang ketakutan, melainkan seperti seruan yang dinyanyikan para pahlawan untuk membangkitkan semangat ketika berangkat ke medan perang. Suara laki-laki itu begitu jernih dan syahdu. Menentramkan hatinya walau ia tidak tahu apa artinya.
”Serangaaan...!!”
Chavez terlempar dari tidur pulasnya. Erangan senjata mencabik subuh hari yang lenggang. Tembakan terdengar sana-sini, dan ia terbangun dalam ketakutan. Semua cerita indah dan kepahlawanan ala Amerika, menguap sudah.
Chavez menggenggam erat M16 hingga telapak tangannya licin berkeringat. Chavez memimpin di depan. Terdengar suara tembakan beberapa kali. Bangunan-bangunan kokoh berbentuk kubus berjajar diam. Tak tampak sosok yang menembakan senapannya. Tentara Iraq atau pemberontakpun Mereka harus siap dan menggandakan kewaspadaan jika tidak ingin nyawa melayang.
Trrrrrt....Trrrrrt.....Trrrrt...Syuuuut... BOOM...dor-dor-dor...
Siapa yang memulai atau mengakhiri tembakan tidak diketahui dengan pasti. Preston beberapa kali melepaskan tembakan ke arah gedung. Sedangkan Huxley, Preston, Russel, dan Andy memfokuskan tembakannya di jalan-jalan.. Chavez dan teman-temannya harus bertahan. Chavez mengarahkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah atap gedung sebelah timur. Matanya sedikit silau membelakangi tubuh si penembak. Insting Chavez bereaksi, ia harus cepat sepersekian detik sambil menggulingkan tubuh ke samping atau akan menjadi sasaran tembak.
”Aaarggghhhh ...!!!”
”Kena kau ...!” Chavez terengah-engah. Ia membasahi bibir. Membunuh seseorang tidak seperti yang tampak di film-film. Rasanya begitu menakutkan dan membuatnya mual luar biasa. Tidak sama sekali gampang seperti yang tampak pada film-film. Tangannya mengokang M-16nya, lalu bergerak maju.
Syuuut... Jrep...
kakinya terserempet peluru, ia berteriak menyumpah-nyumpah untuk melawan rasa perih bercampur panas yang muncul dari luka, menjalar ke seluruh tubuh. Bersamaan itu, ketakutan tumbuh di jantungnya. Sekarang ia benar-benar berpikir, Akankah ia pulang dengan selamat, atau pulang tinggal nama? Akankah semua baik-baik saja, lalu ia dapat kembali ke America dengan sehat dan selamat? Sebelum ia melakukan misi ini ia mendengar berita terakhir, pasukan Israel melakukan perlawanan sengit di Basrah, Safwan, dan Najaf. Bahkan, jika pasukan koalisi berani menginjakan kaki dijajahan Israel itu, diramalkan ibarat orang yang menggali kuburannya sendiri.
”Kapten terluka, lindungi aku!!!”perintah Preston.
Preston lari ke pojok
”Kapten, kau tidak apa-apa?”tanya Preston.
”Ya aku...”Pembicaraan Chavez dipotong oleh Preston.
”Ya Tuhan, kakimu terkena tembakan, kita harus...”Chavez kembali memotong pembicaraan Preston.
“Dengar, dengarkan aku prajurit, kita harus segera ke point G-3 sekarang!! Kau mengerti Preston?”Kata Chavez tegas.
”Ya pak”Jawab Preston.
”Oke, seseorang harus mengangkatku”
”Biarkan aku melakukannya”jawab Russel.
Mereka maju dengan cepat ke point G-3, Chavez di gendong secara bergantian sampai di daerah G-3.
Chavez menatap ke langit.
Jika pasukan koalisi berani menginjakan kaki dijajahan Israel itu, diramalkan ibarat orang yang menggali kuburannya sendiri. Ancaman itu tak sepenuhnya salah. Para pemberontak yang terkenal kejam atau Pasukan Israel yang menjajah Irak selama bertahun-tahun tentu lebih mengenal wilayahnya sendiri. Terutama pasukan Pemberontak, walau Amerika mengedepankan teknologi canggih seperti, Pesawat pembom B-2 Spirit, Tomahawk missile, kendaraan lapis baja M1A2 Abrams, seratus pesawat tempur, ratusan helikopter Black Hawk, didukung dengan 160.000 tentara Amerika, dan 25.000 tentara koalisi. Strategi gerilya pasukan Pemberontak tak bisa di remehkan. Terbukti, di tahun 2003 sewaktu Amerika menyerang Irak, janji George Walker Bush untuk dapat menyelesaikan perang secepat mungkin tak dapat direalisasikan. Perang ternyata meminta tambahan dana 72 milyar dollar lagi. Berarti perang ini bukan sekedar permainan. Berarti, musuh bukan pihak yang bisa di remehkan. George W. Bush menuduh Irak memproduksi senjata kimia dan biologi karenanya harus mematuhi resolusi 1441 PBB, yang mengatakan bahwa Irak harus diinspeksi. Bukankah Hans Blix menyatakan bahwa Saddam Husein sudah memberikan jawaban kooperatif mengenai resolusi PBB? Tetap saja, Irak tetap digempur. Chavez pun mengangkat bahu. Right or wrong, America is still my country. Sudah diketahui dengan pasti, bahwa Bush adalah konglomerat minyak. Tujuan menggempur Irak dengan alasan menggulingkan seorang Diktaktor adalah alasan yang terlalu dibuat-buat. Begitu muliakah hati seorang Bush? Meski demikan, Chavez, dan jutaan warga Amerika lainnya tetap melakukan apa yang Presiden mereka komandokan. Setelah Israel menyerang Lebanon pada tahun 2008, Israel meminta bantuan dana dari Amerika Serikat, dengan alasan untuk membeli peralatan perang yang baru. Amerika tidak tahu kalau Israel mau menggunakan uangnya untuk menyerang Amerika itu sendiri.. Beberapa bulan yang lalu, Desember 2010 Israel menyerang salah satu pangkalan militer Amerika AREA-13 di New Orleans yang merupakan tempat peluncuran misil kedua utama setelah AREA-51. Dengan misi mencuri persenjataan dan menghancurkan pangkalan militer tersebut. Tetapi upaya mereka gagal, mereka hanya maju dan hancur. Mereka pikir pangkalan militer itu tidak dilengkapi oleh pertahanan yang ketat.
Waktunya istirahat, luka Chavez diperban, ia terus menahan rasa sakitnya yang amat sangat. Ia ingat sewaktu misinya di Safwan beberapa waktu lalu, ia melihat seorang bapak tua menggendong anak kecil yang mungkin anaknya. Latar belakang kepulan asap hitam membubung tinggi ke udara, menandakan daerah-daerah terbakar hancur dengan bom. Bapak tua itu menangis sedih, air matanya jatuh ke tubuh anak itu. Chavez hampir muntah ketika melihat usus anak itu keluar dan luka bakar yang sangat amat sangat parah. Ia membayangkan bagaimana rasanya tertimpa rasa sakit seperti itu, membayangkan jika perutnya hancur berkeping-keping.
”Istirahat selesai, ayo maju!” perintah Chavez.
Akhirnya mereka sampai di daerah G-3, Sungai Eufrat. Ia menyaksikan Beratus-ratus orang berlarian ketakutan. Ia tidak dapat mengingkari betapa sedih dan takut hatinya mendengar tangisan ketakutan wanita dan anak-anak. Menyaksikan mereka berdesakan antre di tepi sungai Eufrat untuk menyelamatkan diri.
”Itu mereka!”kata Preston sambil menunjuk kearah enam orang yang sedang menembaki sebuah gedung.
Mereka segera menghampiri keenam orang tersebut. Mereka menjadi berjumlah duabelas orang..
”Seraaang...!!”
Chavez diturunkan dari gendongan David, berlindung di balik pagar semen yang lumayan pendek tapi kuat untuk mempertahankan diri dari segala serangan. Sementara yang lain bersembunyi di balik tembok, di pojok-pojok, dan di balik mobil. Mereka adalah pasukan terakhir yang ada di Bagdad, mereka harus menghancurkan gedung itu untuk memanggil helikopter dan pergi dari situ, sebelum invasi besar Israel datang.
Dor, dor, dor.... Trrrrrt...Trrrrrt.....Trrrrrt..... Syuuuut… BOOM… Ratata.. Ratatatatatatata……. Clek… Dhuuuar…
Daerah Perang itu ribut dengan tembakan, dari pihak Amerika maupun Pemberontak. Mereka menembak secara bergantian. Beberapa wanita dan anak-anak menjadi sasaran tembak Pemberontak. Melihat itu Chavez semakin geram, di ambilnya granat, dan dilemparkannya ke jendela tempat Pemberontak itu bersembunyi. Dhuaaar... mereka bermentalan keluar jendela, dan salah satu pemberontak tergantung di jendela tersebut.
”Aman lima orang ikut denganku, enam orang tinggal disini!” Perintah Preston sebagai pengganti Chavez yang sedang terluka.
Akhirnya Chavez, Huxley dan empat orang lainnya, tinggal di luar gedung sementara Preston masuk dengan lima orang lainnya.
”Keluaaaaar...!!! bomnya akan diledakan!!”Seru Preston tiba-tiba.
Ia keluar bersama lima tentara, salah satunya Russel yang di gendong David karena terluka di bagian lututnya.
”Bomnya akan diledakan ayo maju dari sini!”
Mereka pergi sejauh yang mereka bisa, berlari meninggalkan gedung yang dipasangi bom itu
BOOOM.......
Bangunan itu runtuh hancur, runtuhan bangunan terpental kemana-mana. Huxley segera memanggil Jemputan mereka.
”Apakah bisa? Apakah kita tersambung?” tanya Chavez.
”Sebentar, halo, Hotel two-niner kau mendengar kami?” tanya Huxley sambil meneropong keadaan.
”Ya kami mendengarmu dengan jelas” terdengar jawaban dari seberang.
”Yes, terima kasih Tuhan, kami butuh evakuasi di point G-3 sekarang! Satu Chinook cukup!”
”Oke, Chinook dalam perjalanan, akan tiba disana dalam empat menit.”
”Eagle one keluar” jawab Huxley dengan puas.
”Helikopter akan tiba dalam empat menit.”Huxley menatap Chavez.
”Bagus, buat pertahanan sementara di sekitar sini, Israel akan datang...”Perintah Chavez dengan nada datar.
Beberapa saat kemudian terdengar suara baling-baling helikopter, disusul oleh terlihatnya pasukan Israel dan dua tank menuju ke arah mereka, mereka sadar itu bukan pertanda baik.
”Itu helikopternya!”Seru mereka.
”Dan itu mereka” kata Andy sambil menunjuk ke arah Pasukan Israel.
Helikopter mendarat di belakang mereka. Kru helikopter segera turun dan mengamankan area sekitar helikopter.
”Ayo masuk!! Cepat!”
Syuuuut... Jrep...
Untuk ke-dua kalinya Chavez tertembak. Ia tertembak di lengan kirinya.
”Ayo Chavez! Cepat!” Kata Preston sambil membantu Chavez berdiri.
Chavez berdiri dengan susah payah. Keringatnya mengucur dengan deras. Tangannya basah oleh darah. Ia naik ke helikopter dan segera duduk dengan tenang. Sementara helikopter siap maju.
”Sudah siap semuanya? Kalau begitu ayo jalan, aku John Volenteer, dan aku adalah pilot kalian untuk hari ini, pasang seat belt kalian, kita akan melaju dengan kencang.”Pilot mengoceh panjang lebar.
Chavez tidak mendengarkan pilot, kedua lukanya segera di obati. Ia berpikir tentang pantai luas Connecticut, bermain dan bersantai di pasirnya yang empuk.
Ia bermimpi tentang kembali ke rumahnya.... Amerika...
“Amerika, aku pulang....”
Kepalanya berdenyut. Metabolisme tubuhnya sedang beradaptasi dengan lingkungan yang sama sekali tidak ramah. Hawa menggigit di tengah malam, panas seperti oven di siang hari. Sebentar matanya menantang cahaya matahari yang garang memanggang. Chavez membuka helmnya, Sinar matahari memantul dari rambut pirangnya itu.
Chavez menelan ludah. Berlarian dari pojok ke pojok. Memantau jika ada musuh di dekat mereka. Ia memegang M-16 nya dengan tangannya yang basah karena berkeringat, di lihatnya beberapa orang bersenjata yang ternyata pasukan pemberontak. Chavez memanggil Preston Marlow, rekan dalam tim pemantaunya, Huxley McSalty, penjinak bom, dan David Andrew, dokter perang sekaligus Machine gunner di dalam timnya. Sebagai kapten dalam timnya itu ia menyusun strategi untuk menjatuhkan beberapa pemberontak yang di lihatnya itu. “Huxley, kau ke gedung itu, David, kau ikut dengannya, sementara aku dan Marlow akan menyerang mereka dari belakang”Bisik Chavez. Dor...Dor... “Itu sinyal dari kapten ! ! ! Tembak ! ! !”Seru David. Huxley melempar granat ke tengah-tengah para pasukan pemberontak. Dhuaaaar.... Mereka mati terpental..
“Gyaaa.... ! ! !” Tiba-tiba David menampakan dirinya dan Memegang senapan mesin M249 Saw dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang cerutu. David menembakan senapannya seperti orang gila, dan merokok dalam waktu yang bersamaan. Beberapa musuh jatuh dan mati terkena pelurunya. Dan semua pemberontak mati dalam waktu yang singkat.
”Damn I’m good” kata David dengan bangga.
”David kau gila!” Seru Preston.
”Dimana Huxley?”Chavez bertanya.
”Aku disini! Aku melihat beberapa Tank dan APC datang kesini!”kata Huxley.
”seberapa banyak, dan apa tipe mereka?”
“tiga tank T-72 dan dua BTR-60 serta puluhan serdadu lainnya”
“Oke, pertama kita harus memanggil serangan udara dan Extraxion segera ! ! mana Radio?”tanya Chavez.
“Ini pak” kata Huxley sambil memberikan radio kepada Chavez.
“Hotel two-niner ini Eagle-1 do you copy ?”
“ya kami mendengar kalian” terdengar jawaban dari seberang
”kami butuh serangan udara, di point B-2 arah utara tiga tank, dua APC dan puluhan serdadu dan Evakuasi segera di point F-4”
”Kami akan mengirim dua A-10 Thunderbolt di point B-2 dan Helikopter Black Hawk di point F-4, kalian punya waktu 5 menit untuk pergi ke Extraktion Point F-4”
”Ok, Eagle-one copy and out”
“Kita punya waktu 5 menit untuk ke tempat penjemputan, ayo tim. Maju ! ! !”
Mereka maju ke tempat evakuasi, ”cepat, cepat, tiga menit lagi sebelum penjemputan ! !”Perintah Chavez. Tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul para pemberontak.”Ya Tuhan, tembak mereka!”.
”Awas! RPG!” Seru Marlow
Syuuut... BOOM...!!! Bom meluluh-lantakan rumah-rumah penduduk di sekitarnya, sementara waktu mereka hanya dua menit untuk pergi dari sana.
”kita hanya punya waktu dua menit!”
Tiba-tiba terdengar suara pesawat yang terdengar seperti menembakan sesuatu.
”Apa itu?”tanya Huxley
”Itu serangan udara kita, menunduk!”Seru Chavez
GdeBOOM...GdeBOOM...
Rocket-rocket mengenai sasarannya, besi dan baja yang hancur dari tank-tank itu berterbangan, para pemberontak terlempar kesana-kemari.
”Hotel two-niner ini eagle-one serangan udara mengenai sasaran”
“diterima, kalian punya waktu 30 detik lagi, helicopter masih menunggu”
”baiklah, Eagle-one keluar”
”kita masih punya tiga puluh detik lagi, ayo maju!” Seru Chavez.
Mereka terus maju sampai di gerbang lapangan sepak bola yang sangat luas. Lapangan itu ditutupi oleh dinding yang tinggi ditutupi oleh kawat-kawat yang sangat tajam.
”Ini dia, Point F-4.”
”Aku tidak mendengar apapun”kata David mengira-ngira.
”kita harus membuka pintunya dengan Breach mine, bom pintunya Huxley.”Perintah Chavez.
”ya pak.”
Huxley memasang Breach mine, dan menunggu aba-aba dari komandannya untuk meledakan bom tersebut. BOOM...
”Masuk, cepat.”Perintah Chavez
Tetapi betapa kagetnya mereka ketika melihat puluhan pemberontak di depannya. Bukan helikopter Black Hawk yang sedang menunggu. Para pemberontak mulai menembak, Chavez dan timnya mundur perlahan sambil menembakan senjata mereka.
”Ya Tuhan, Tembak mereka”
”Hey, dimana helikopternya?”Tanya Preston sambil menembak.
”Aku sendiri tidak tau, Huxley, Radio!”Perintah Chavez sambil melemparkan granat.
”Ini dia pak”
”Hotel two-niner ini Eagle-one kau mendengar kami?”Tanya Chavez di radio.
“Ya ka… mendeng…. Mu”
“Kami tidak bias mendengarmu dengan jelas dari sini”
”Ya kam.. tau.. ad... markas pengg...gu ra...o di poi..t G-3, ka..i but..h kau untu.. menghan....kannya seka..... ... ... ... ... ... .... ... ”
”Halo? Hotel two-niner kau mendengarnya?”Tanya Chavez dengan keras.
”Sial, kita kehilangan sinyal.”
”Terus bagaimana komandan?”tanya Preston.
”Ada fasilitas pengganggu radio di point G-3”
“Itu satu mil dari sini”David mendengus capek.
“Ya, kita harus menghancurkannya agar bisa memanggil helikopter kembali, ayo maju!”
Mereka semua mundur seraya menembakan senapan mereka, perlahan tapi pasti, para pemberontak kehilangan jejak mereka.
“Mereka tidak menemukan kita”bisik David.
“Itu bagus, lebih baik menghemat amunisi kita. Kita tidak tahu apa yang habis ini menimpa kita.”
Chavez maju dengan sangat waspada, Preston benar, mereka tidak tahu apa yang akan menimpa mereka selanjutnya. Chavez dan timnya sampai di sebuah gang yang cukup besar, dan mereka melihat beberapa orang bersembunyi di pojok gedung dan pilar-pilar di sebuah gedung besar.
“Kalian melihat mereka?” tanya Chavez.
“Ya kapten, beberapa dari mereka ada di pilar-pilar di gedung besar itu.”jawab Huxley.
“Apa yang akan kita lakukan kapten?”
”David, tembakan beberapa peluru, biarkan mereka tahu kalau kita tahu mereka sembunyi disana”
”Apa?”tanya David.
”Sudah tembakan saja!”
Rttrrtttrrttt......Rttttrrrtrrttt......
Beberapa saat kemudian, Chavez mengenal seragam yang dipakai orang-orang yang bersembunyi itu, dan senjata mereka adalah senjata standar yang di gunakan marinir amerika.
”Kapten, sepertinya aku mengenal mereka”kata Preston mengira-ngira.
”Ya, aku tahu, sepertinya mereka adalah Batalion 117 The sleeping marmut” jawab Chavez.
Tiba-tiba mereka menampakan diri, mereka hanya berjumlah dua orang, tidak lebih.
”Marinir Amerika Serikat lewat”seru orang-orang yang menampakan diri tersebut.
”Ya Tuhan, tahan tembakan semuanya.”Seru Chavez, ia tidak mau mereka menembakan senjata mereka pada teman mereka sendiri.
Mereka semua berkumpul.
”Angkatan bersenjata apakah kalian?”tanya Chavez.
”Kami dari Batalion Marinir 117 The Sleeping Marmut, kami diberi perintah untuk memantau keadaan di Point G-4.”jawab salah satu dari mereka.
”Dimana yang lain?”
”Mereka sedang di point G-3 siap-siap untuk menyerang markas pengganggu radio di sana”jawab mereka.
”Berapa jumlah kalian, apakah kalian mempunyai tank-tank atau sebagainya?”tanya Chavez lagi.
”kami hanya berjumlah delapan orang, kita tidak mempunyai tank, mereka dipakai Jendral Stratson di Kremlin.”
”Kalau begitu kita harus maju sekarang, maju jalan!”Perintah Chavez.
Dengan bertambahnya dua orang tersebut mereka jadi berjumlah enam orang. Chavez menyeka keringatnya yang mengucur sangat keras. Preston meneguk sebotol air yang kedua dari delapan air minum yang mereka bawa. David mengecek amunisinya yang menipis. Sedangkan Huxley dan dua orang lainnya mengobrol di sepanjang perjalanan mereka.
”Aku capek komandan”keluh Preston.
”Aku juga.” Timpal Huxley.
43wlau begitu Kita beristirahat disini saja, Russel, Andy, tolong cek daereah sekitar sini apa ada pemberontak atau teman kita yang tersesat”Perintah Chavez.
”Siap pak.” jawab mereka ber-dua yang ternyata bernama Russel dan Andy.
Chavez, Huxley, Preston, dan David mengeluarkan perbekalan mereka dan membaginya sama rata dengan Russel dan Andy.
”kemana mereka?”tanya Huxley.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki.
”kapten, kami melihat gudang persenjataan pemberontak seratus meter dari sini.”kata mereka.
”Arah mana?”
”barat dari sini Kapten.”jawab mereka.
”Kalau begitu kita istirahat dulu di sini, jika tidak, kita mungkin akan kehilangan stamina dan mati dengan konyol”
Akhirnya mereka beristirahat di gubug tersebut, gubug itu memang kecil tetapi cukup nyaman untuk istirahat. Chavez berpikir, Amerika mungkin akan menang, tetapi mungkin ia pulang tinggal nama. Sudah belasan prajurit Amerika tewas, Chavez bertanya-tanya siapakah korban selanjutnya? Chavez lebih memilih diam agar tidak terpancing oleh pertanyaan itu.
Malam larut.
Dalam kelelahan dan kepenatan yang amat sangat, mereka memejamkan mata, mencoba bermimpi untuk pulang kembali ke rumah mereka, Amerika.
Evermann Chavez terbangun tiba-tiba.
Peluh mengucur membasahi dahi. Sempatkah ia terlelap tadi? Malam ini bom-bom dari pesawat B-2 Spirit di Basrah, dentuman yang luar biasa keras itu bisa terdengar dari sini. Tetapi di tengah-tengah suara bom itu, ada suara asing lain.. Suara-suara asing itu bergema. Menggaung. Membentur-bentur dinding hatinya. Ia tidak memahaminya, apa makna ucapan itu? Ia tidak pernah mendengar nyanyian semacam itu di Amerika. Nyanyian? Mungkin semacam itu. Nyanyian yang diserukan dari atas-atas puncak gedung, dari rumah-rumah yang runtuh, dari rumah sakit, dan dari rumah-rumah ibadah.
Nick sering mendengar nyanyian itu saat jalan-jalan ke Arab. Namun bila malam seperti ini, saat bom demi bom jatuh bertubi-tubi, nyanyian itu semakin gencar terdengar. Bukan seruan orang yang ketakutan, melainkan seperti seruan yang dinyanyikan para pahlawan untuk membangkitkan semangat ketika berangkat ke medan perang. Suara laki-laki itu begitu jernih dan syahdu. Menentramkan hatinya walau ia tidak tahu apa artinya.
”Serangaaan...!!”
Chavez terlempar dari tidur pulasnya. Erangan senjata mencabik subuh hari yang lenggang. Tembakan terdengar sana-sini, dan ia terbangun dalam ketakutan. Semua cerita indah dan kepahlawanan ala Amerika, menguap sudah.
Chavez menggenggam erat M16 hingga telapak tangannya licin berkeringat. Chavez memimpin di depan. Terdengar suara tembakan beberapa kali. Bangunan-bangunan kokoh berbentuk kubus berjajar diam. Tak tampak sosok yang menembakan senapannya. Tentara Iraq atau pemberontakpun Mereka harus siap dan menggandakan kewaspadaan jika tidak ingin nyawa melayang.
Trrrrrt....Trrrrrt.....Trrrrt...Syuuuut... BOOM...dor-dor-dor...
Siapa yang memulai atau mengakhiri tembakan tidak diketahui dengan pasti. Preston beberapa kali melepaskan tembakan ke arah gedung. Sedangkan Huxley, Preston, Russel, dan Andy memfokuskan tembakannya di jalan-jalan.. Chavez dan teman-temannya harus bertahan. Chavez mengarahkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah atap gedung sebelah timur. Matanya sedikit silau membelakangi tubuh si penembak. Insting Chavez bereaksi, ia harus cepat sepersekian detik sambil menggulingkan tubuh ke samping atau akan menjadi sasaran tembak.
”Aaarggghhhh ...!!!”
”Kena kau ...!” Chavez terengah-engah. Ia membasahi bibir. Membunuh seseorang tidak seperti yang tampak di film-film. Rasanya begitu menakutkan dan membuatnya mual luar biasa. Tidak sama sekali gampang seperti yang tampak pada film-film. Tangannya mengokang M-16nya, lalu bergerak maju.
Syuuut... Jrep...
kakinya terserempet peluru, ia berteriak menyumpah-nyumpah untuk melawan rasa perih bercampur panas yang muncul dari luka, menjalar ke seluruh tubuh. Bersamaan itu, ketakutan tumbuh di jantungnya. Sekarang ia benar-benar berpikir, Akankah ia pulang dengan selamat, atau pulang tinggal nama? Akankah semua baik-baik saja, lalu ia dapat kembali ke America dengan sehat dan selamat? Sebelum ia melakukan misi ini ia mendengar berita terakhir, pasukan Israel melakukan perlawanan sengit di Basrah, Safwan, dan Najaf. Bahkan, jika pasukan koalisi berani menginjakan kaki dijajahan Israel itu, diramalkan ibarat orang yang menggali kuburannya sendiri.
”Kapten terluka, lindungi aku!!!”perintah Preston.
Preston lari ke pojok
”Kapten, kau tidak apa-apa?”tanya Preston.
”Ya aku...”Pembicaraan Chavez dipotong oleh Preston.
”Ya Tuhan, kakimu terkena tembakan, kita harus...”Chavez kembali memotong pembicaraan Preston.
“Dengar, dengarkan aku prajurit, kita harus segera ke point G-3 sekarang!! Kau mengerti Preston?”Kata Chavez tegas.
”Ya pak”Jawab Preston.
”Oke, seseorang harus mengangkatku”
”Biarkan aku melakukannya”jawab Russel.
Mereka maju dengan cepat ke point G-3, Chavez di gendong secara bergantian sampai di daerah G-3.
Chavez menatap ke langit.
Jika pasukan koalisi berani menginjakan kaki dijajahan Israel itu, diramalkan ibarat orang yang menggali kuburannya sendiri. Ancaman itu tak sepenuhnya salah. Para pemberontak yang terkenal kejam atau Pasukan Israel yang menjajah Irak selama bertahun-tahun tentu lebih mengenal wilayahnya sendiri. Terutama pasukan Pemberontak, walau Amerika mengedepankan teknologi canggih seperti, Pesawat pembom B-2 Spirit, Tomahawk missile, kendaraan lapis baja M1A2 Abrams, seratus pesawat tempur, ratusan helikopter Black Hawk, didukung dengan 160.000 tentara Amerika, dan 25.000 tentara koalisi. Strategi gerilya pasukan Pemberontak tak bisa di remehkan. Terbukti, di tahun 2003 sewaktu Amerika menyerang Irak, janji George Walker Bush untuk dapat menyelesaikan perang secepat mungkin tak dapat direalisasikan. Perang ternyata meminta tambahan dana 72 milyar dollar lagi. Berarti perang ini bukan sekedar permainan. Berarti, musuh bukan pihak yang bisa di remehkan. George W. Bush menuduh Irak memproduksi senjata kimia dan biologi karenanya harus mematuhi resolusi 1441 PBB, yang mengatakan bahwa Irak harus diinspeksi. Bukankah Hans Blix menyatakan bahwa Saddam Husein sudah memberikan jawaban kooperatif mengenai resolusi PBB? Tetap saja, Irak tetap digempur. Chavez pun mengangkat bahu. Right or wrong, America is still my country. Sudah diketahui dengan pasti, bahwa Bush adalah konglomerat minyak. Tujuan menggempur Irak dengan alasan menggulingkan seorang Diktaktor adalah alasan yang terlalu dibuat-buat. Begitu muliakah hati seorang Bush? Meski demikan, Chavez, dan jutaan warga Amerika lainnya tetap melakukan apa yang Presiden mereka komandokan. Setelah Israel menyerang Lebanon pada tahun 2008, Israel meminta bantuan dana dari Amerika Serikat, dengan alasan untuk membeli peralatan perang yang baru. Amerika tidak tahu kalau Israel mau menggunakan uangnya untuk menyerang Amerika itu sendiri.. Beberapa bulan yang lalu, Desember 2010 Israel menyerang salah satu pangkalan militer Amerika AREA-13 di New Orleans yang merupakan tempat peluncuran misil kedua utama setelah AREA-51. Dengan misi mencuri persenjataan dan menghancurkan pangkalan militer tersebut. Tetapi upaya mereka gagal, mereka hanya maju dan hancur. Mereka pikir pangkalan militer itu tidak dilengkapi oleh pertahanan yang ketat.
Waktunya istirahat, luka Chavez diperban, ia terus menahan rasa sakitnya yang amat sangat. Ia ingat sewaktu misinya di Safwan beberapa waktu lalu, ia melihat seorang bapak tua menggendong anak kecil yang mungkin anaknya. Latar belakang kepulan asap hitam membubung tinggi ke udara, menandakan daerah-daerah terbakar hancur dengan bom. Bapak tua itu menangis sedih, air matanya jatuh ke tubuh anak itu. Chavez hampir muntah ketika melihat usus anak itu keluar dan luka bakar yang sangat amat sangat parah. Ia membayangkan bagaimana rasanya tertimpa rasa sakit seperti itu, membayangkan jika perutnya hancur berkeping-keping.
”Istirahat selesai, ayo maju!” perintah Chavez.
Akhirnya mereka sampai di daerah G-3, Sungai Eufrat. Ia menyaksikan Beratus-ratus orang berlarian ketakutan. Ia tidak dapat mengingkari betapa sedih dan takut hatinya mendengar tangisan ketakutan wanita dan anak-anak. Menyaksikan mereka berdesakan antre di tepi sungai Eufrat untuk menyelamatkan diri.
”Itu mereka!”kata Preston sambil menunjuk kearah enam orang yang sedang menembaki sebuah gedung.
Mereka segera menghampiri keenam orang tersebut. Mereka menjadi berjumlah duabelas orang..
”Seraaang...!!”
Chavez diturunkan dari gendongan David, berlindung di balik pagar semen yang lumayan pendek tapi kuat untuk mempertahankan diri dari segala serangan. Sementara yang lain bersembunyi di balik tembok, di pojok-pojok, dan di balik mobil. Mereka adalah pasukan terakhir yang ada di Bagdad, mereka harus menghancurkan gedung itu untuk memanggil helikopter dan pergi dari situ, sebelum invasi besar Israel datang.
Dor, dor, dor.... Trrrrrt...Trrrrrt.....Trrrrrt..... Syuuuut… BOOM… Ratata.. Ratatatatatatata……. Clek… Dhuuuar…
Daerah Perang itu ribut dengan tembakan, dari pihak Amerika maupun Pemberontak. Mereka menembak secara bergantian. Beberapa wanita dan anak-anak menjadi sasaran tembak Pemberontak. Melihat itu Chavez semakin geram, di ambilnya granat, dan dilemparkannya ke jendela tempat Pemberontak itu bersembunyi. Dhuaaar... mereka bermentalan keluar jendela, dan salah satu pemberontak tergantung di jendela tersebut.
”Aman lima orang ikut denganku, enam orang tinggal disini!” Perintah Preston sebagai pengganti Chavez yang sedang terluka.
Akhirnya Chavez, Huxley dan empat orang lainnya, tinggal di luar gedung sementara Preston masuk dengan lima orang lainnya.
”Keluaaaaar...!!! bomnya akan diledakan!!”Seru Preston tiba-tiba.
Ia keluar bersama lima tentara, salah satunya Russel yang di gendong David karena terluka di bagian lututnya.
”Bomnya akan diledakan ayo maju dari sini!”
Mereka pergi sejauh yang mereka bisa, berlari meninggalkan gedung yang dipasangi bom itu
BOOOM.......
Bangunan itu runtuh hancur, runtuhan bangunan terpental kemana-mana. Huxley segera memanggil Jemputan mereka.
”Apakah bisa? Apakah kita tersambung?” tanya Chavez.
”Sebentar, halo, Hotel two-niner kau mendengar kami?” tanya Huxley sambil meneropong keadaan.
”Ya kami mendengarmu dengan jelas” terdengar jawaban dari seberang.
”Yes, terima kasih Tuhan, kami butuh evakuasi di point G-3 sekarang! Satu Chinook cukup!”
”Oke, Chinook dalam perjalanan, akan tiba disana dalam empat menit.”
”Eagle one keluar” jawab Huxley dengan puas.
”Helikopter akan tiba dalam empat menit.”Huxley menatap Chavez.
”Bagus, buat pertahanan sementara di sekitar sini, Israel akan datang...”Perintah Chavez dengan nada datar.
Beberapa saat kemudian terdengar suara baling-baling helikopter, disusul oleh terlihatnya pasukan Israel dan dua tank menuju ke arah mereka, mereka sadar itu bukan pertanda baik.
”Itu helikopternya!”Seru mereka.
”Dan itu mereka” kata Andy sambil menunjuk ke arah Pasukan Israel.
Helikopter mendarat di belakang mereka. Kru helikopter segera turun dan mengamankan area sekitar helikopter.
”Ayo masuk!! Cepat!”
Syuuuut... Jrep...
Untuk ke-dua kalinya Chavez tertembak. Ia tertembak di lengan kirinya.
”Ayo Chavez! Cepat!” Kata Preston sambil membantu Chavez berdiri.
Chavez berdiri dengan susah payah. Keringatnya mengucur dengan deras. Tangannya basah oleh darah. Ia naik ke helikopter dan segera duduk dengan tenang. Sementara helikopter siap maju.
”Sudah siap semuanya? Kalau begitu ayo jalan, aku John Volenteer, dan aku adalah pilot kalian untuk hari ini, pasang seat belt kalian, kita akan melaju dengan kencang.”Pilot mengoceh panjang lebar.
Chavez tidak mendengarkan pilot, kedua lukanya segera di obati. Ia berpikir tentang pantai luas Connecticut, bermain dan bersantai di pasirnya yang empuk.
Ia bermimpi tentang kembali ke rumahnya.... Amerika...
“Amerika, aku pulang....”
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Rabu, 26 Januari 2011
Aryo Mengggiring Bola by Kevin Jeremy
Aryo menggiring bola di atas lapangan rumput yang sangat terpelihara.Ia menggiring bola dengan lincah,dengan keterampilan seorang pemain sepak bola profesional dalam kompetisi liga spanyol.Aryo dari indonesia menggiring,menggocek dan menyundul bola sepanjang lapangan rumput,sepanjang daratan hijau tak bertepi yang menghampar sampai ke cakrawala tiada putus-putusnya.
Aryo menggiring bola dan rambutnya yang panjang terikat seperti Claudio Caniggia melambai dalam embusan angin sabana.Ia memakai kostum putih-putih.kaos kakinya putih dan sepatunya pun putih.Ia tak bersponsor,ia tak berposisi,dan ia bukan anggota kesebelasan mana pun.Hanya di punggungnya saja terlihat tulisan Aryo dengan nomor 0.Ia menggiring bola sepanjang sabana dengan kecepatan berlari seekor kuda Australia.
Lebih cepat dari Ruud Gullit,lebih cepat dari Roberto Baggio,lebih cepat dari Diego Armando Maradona ketika melewati lima pemain inggris dalam Piala Dunia 1986 yang menjadi peristiwa ternama.Inilah gabungan kecepatan Ryan Giggs dan Jairzinho,gabungan ketepatan Michel Platini dan Eric Cantona,serta gabungan keterampilan Johan Cruyff dan Pele alias Edson Arantes do Nascimento.Aryo menggiring bola dengan mempesona.
“Aryo!mau ke mana kamu?”
“Aku mau menjebol gawang,membuat gol dan mencetak skor!”
“Tapi di mana gawangnya?”
“Di ujung dunia!”
Aryo menggiring bola sepanjang lapangan rumput dengan kecepatan lari kuda balap,mencari gawang dengan kiper terhebat di dunia.Sudah seribu jala gawang digetarkanya.sudah seribu kiper terbaik dikecohnya,sudah seribu pemain belakang sekelas Franco Baresi dilibasnya,tapi aryo belum merasa puas jika belum menaklukan kiper yang paling terhebat di dunia.Ia ingin menjebol gawang yang di jaga kiper terhebat di muka bumi,ia ingin membuat gol terindah di dunia,maka diburunya gawang itu,diburunya satu-satunya gawang yang tersisa,meskipun itu terletak di ujung dunia.
Aryo menggiring bola melewati lapangan rumput,melewati jalan tol,melewati jembatan layang,dengan gocekan termahir yang hanya mengundang decakan cik-cik-cik sepanjang jalan raya.Sesekali di tepi jalan ia bertemu dengan seorang pemain kelas dunia yang menantinya,maka dia mengoperkan bola itu padanya,yang segera dikembalikan lagi dengan gaya masing-masing yang tiada duanya.Marco Van Basten mengembalikan dengan kepala,Zico mengembalikan dengan lutut dan George Best masih mampu mengembalikan bola sambil jungkir balik di udara.
Sambil menggiring bola ia melambaikan tangan pada penyambutnya di setiap kota.Sebagai kehormatan,setiap kota mencegatnya dengan sebelas pemain yang mencoba menghalanginya,tapi siapakah yang bisa menahan laju aryo? Bola itu seperti lengket di kakinya,dengan mudah ia bisa memindahkan bola itu ke pundak,lantas ke kepala,untuk dengan mudah kembali lagi ke kakinya.Bagaimana cara menahannya? Sliding tackle seorang Basile Boli pun tak berdaya menghalanginya.
Aryo menggiring bola.Di kiri dan di kanan jalan orang-orang melambaikan bendera dan memujanya.
“Jangan pernah berhenti,Aryo!Jangan pernah berhenti!Engkau satu-satunya harapan kami!”
Aryo menggiring bola mencari gawang di ujung dunia.
“Kiper!Kiper!Di manakah engkau? Aku mencarimu!”
Tapi tiada lagi kiper yang sanggup menghadang tendangannya.Tidak Walter Zenga,tidak Gordon Banks,tidak juga Rene Higuita yang gila.Bahkan gawang pun menjauhi Aryo.Gawang-gawang menjauh,raib,dan tiada lagi di dunia yang fana.Toh Aryo tetap melaju menggiring bola dengan penuh pesona.Dari TV orang-orang mengikuti perjalanan Aryo yang panjang,lewat liputan kamera dari helikopter.Begitulah helikopter itu kadang-kadang merendah dan merekam bagaimana Aryo menggiring bola dari berbagai posisi.
Aryo,pemain sepak bola bernomor punggung 0 dari bukan kesebelasan mana pun telah tiba di tepi sebuah pantai.Dalam cahaya senja yang gemilang,Aryo menggiring bola sepanjang pantai,meliuk-liuk lincah di antara para turis yang duduk menikmati matahari tenggelam.Aryo menendang bola ke arah laut,ia melompat mengejarnya.Para turis yang sedang duduk terpana.Seorang pemain sepak bola berkostum putih-putih dengan nomor punggung 0 menggiring bola di atas ombak seperti sedang berselancar.
Aryo menggiring bola di atas air melaju sepanjang lautan yang bagai tanpa tepi.Helikopter itu terus mengikutinya.Reporter di atas tidak lupa memberitakanya.
“Para pemirsa di rumah,pemain sepak bola Aryo telah tiba di tepi pantai.Para turis mula-mula mengira ia cuma seorang pemain akrobat yang mencari derma.Namun,tiba-tiba Aryo membuat atraksi yang tak penah di duga.Ia menendang bola,lantas melompat mengejar bola itu.Tubuhnya begitu ringan sehingga ketika kakinya menyentuh bola di udara,ia melentingkan tubuhnya ke depan sambil bersalto.Ketika bola itu menyusulnya,ia masih bisa menendang kembali,dan mengejarnya lagi dengan cara yang sama.Luar biasa saudara-saudara,anda tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri di layar televisi anda.supaya semakin percaya,kami putarkan kembali ulanganya,kali ini dengan gerak lambat.”
Tampaklah pemandangan yang sulit di percaya,Aryo menggiring bola di atas lautan sembari diiringi lumba-lumba.Helikopter itu merendah mengambil gambar dari dekat.Terlihatlah wajah Aryo berseri-seri.
Aryo masih menggiring bola.Tujuh senja dan tujuh lautan telah dilewatinya.Sampai di manakah lajunya akan berhenti? Walau malam tiba,Aryo terus melaju tanpa henti.Ia melaju di padang pasir dalam cahaya bulan sendirian.Dalam embusan badai pasir,Aryo tetap berlari menggiring bola.Ketika bumi telah dikelilinginya maka Aryo mengulangnya lagi,lagi,dan lagi.Aryo berlari sendirian dalam kesepian dalam kesunyian dalam keheningan.Tiada lagi gawang,tiada lagi lapangan,dan tiada lagi suporter.
Aryo menggiring bola dalam kehancuran peradaban.Kota-kota yang dilaluinya telah menjadi puing berasap dan angin berembus membawa bau mesiu.Aryo menggiring bola di tengah pertempuran di tengah ledakan bom yang segera menjadi sunyi kembali ketika terlihat Aryo menggiring bola di antara mayat-mayat berkaparan yang barangkali saja di antaranya ada yang masih hidup.
Aryo menggiring bola dengan tetesan air mata.Helikopter terus membuntutinya dengan setia.Kostum putih-putihnya menjadi merah oleh cipratan darah para korban berondongan tanpa perlawanan.
“Aaaahhh.”
Aryo berteriak melepaskan rasa.Bola masih terus digiringinya dari kota ke kota,menembus kabut,menembus mimpi,dan menembus cahaya gemerlapan.
“Berhentilah,Aryo.Tiada lagi gawang di dunia ini,peradaban sudah runtuh,lingkungan pun sudah hancur tak terutus!”
“Aku tidak bisa berhenti,inilah satu-satunya hal yang masih bisa kulakukan!”
Aryo menggiring bola.Sesekali di samping kiri dan kananya terlihat macan kumbang dan macan tutul mengiringinya sepanjang perjalanan.Pada saat itu,muncul Zinedin Zidane yang melakukan hidding di udara diiringi oleh rekan setimnya yaitu,Luis Figo.Aryo menggiring bola dengan ganas,seperti Roberto Carlos masih muda.
Namun,tiada lagi gawang di dunia.Di layar TV hanya ada Aryo,satu-satunya atraksi yang masih berbau sepak bola.Helikopter merendah dan meninggi mempersembahkan siara live terlama di dunia.Terbangnya helikopter sudah mulai limbung ketika mendekati kutub utara.
Aryo menggiring bola di atas dataran putih.Helikopter meninggi dan merendah kehilangan arah karena Aryo yang berkostum putih-putih,dengan kaos kaki dan sepatu putih,dengan bola yang juga putih sudah tidak kelihatan lagi.Layar TV menjadi hanya putih ketika ke arah mana pun kamera memandang hanya menangkap dataran yang serba putih.
Aryo,pemain dari bukan kesebelasan mana pun dengan nomor punggung 0,masih menggiring bola dengan muka yang yang sedih dan tiada arah.Ia akan terus membawa bola itu dengan semaunya sendiri.sampai-sampai ia siap mencetak gol ke arah lubang ozon yang menganga.
Aryo masih tetap menggiring bola.Ia sudah melewati negeri yang terkenal akan sepak bola,seperti Brasil,Argentina,Perancis,Inggris,dan Spanyol.Sesekali ia berkunjung ke masing-masing negara tersebut,pasti ia akan bertemu dengan pemain bola yang terkenal di negerinya itu masing-masing.
Seperti di Brasil,dia bertemu dengan Ricardo Kaka yang sekarang bermain untuk club Real Madrid.Di Argentina,ia bertemu dengan Lionel Messi yang sekarang bemain untuk club Barcelona yang musim lalu menjuarai piala Eropa.Di Perancis,dia bertemu Thierry Henry yang sekarang juga bermain untuk Barcelona.Di Inggris,ia bertemu dengan pemain yang sangat hebat,yaitu Wayne Rooney yang sekarang bermain untuk Manchester United.Dan di negeri Spanyol,Aryo bertemu pemain terbaik yang sekarang juga bermain untuk Barcelona,yaitu Xavi Hernandes yang tahun kemarin di tunjuk oleh FIFA ketua asosiasi sepak bola dunia yang menjadi gelandang terbaik di dunia.
Aryo masih menggiring bola.Dia melewati pemain-pemain hebat dan terkenal,seperti Rio Ferdinand,John Terry,dan Carles Puyol.Para Kapten ini telah menjadi pemain-pemain terbaik pada tahun 1996-1999.Dengan gampang Aryo melewati para kapten itu dengan mudah.Dia tidak takut walau siapa lawanya,sampai pemain termahal dan pemain yang bergaji tingggi sekali pun.
Aryo menggiring bola tanpa lelah.Dia tidak peduli jika orang lain menghentikannya.Ia ingin tetap menggiring bola dengan semangatnya yang menjujung tinggi.Aryo tidak mempunyai orang tua.orang tuanya sudah tidak ada sejak dulu.Dia tidak ada yang mengasuh.Cita-cita Aryo menjadi pemain bola terkenal seperti Frank Lampard,Steven Gerrard,dan Diego Ribas yang sekarang sedang melunjak kemampuanya.
Aryo anak yang malang.Dia sempat ditemukan dan di asuh oleh bapak tua yang sangat baik.Bapak tua itu bernama Aji Jatmoko.Pak Aji seorang penjual barang bekas.Dia juga mempunyai seorang anak yang sekarang bekerja membantu bapaknya.menjual barang bekas.Setelah dewasa ia sadar akan merepotkan bapak tua itu.Dan akhirnya Aryo pergi begitu saja sendirian di antara rerumputan yang terbang karna terkena angin.
Aryo tidak bisa berbuat apa-apa.Yang hanya bisa dilakukan olehnya adalah meggiring bola.Teman-temanya pun tidak ada.Tidak ada yang mau menemaninya.Aryo terus menggiring bola sampai dia puas.Dia sudah melewati padang pasir,laut,danau,gunung,dan menembus awan.sampai-sampai ia terkejut melihat dirinya yang begitu hebat.Dia terus menggiring bola.Saat ini Aryo belum juga mendapatkan gawang yang di jaga oleh kiper yang sangat terhebat itu.
Aryo terus mencari dengan rasa penasarannya.Dia menggiring bola dengan cepat seperti kuda liar.Ia sangat lincah seperti macan yang mengejar mangsa.Aryo memang hebat,tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Aryo menggiring bola dan rambutnya yang panjang terikat seperti Claudio Caniggia melambai dalam embusan angin sabana.Ia memakai kostum putih-putih.kaos kakinya putih dan sepatunya pun putih.Ia tak bersponsor,ia tak berposisi,dan ia bukan anggota kesebelasan mana pun.Hanya di punggungnya saja terlihat tulisan Aryo dengan nomor 0.Ia menggiring bola sepanjang sabana dengan kecepatan berlari seekor kuda Australia.
Lebih cepat dari Ruud Gullit,lebih cepat dari Roberto Baggio,lebih cepat dari Diego Armando Maradona ketika melewati lima pemain inggris dalam Piala Dunia 1986 yang menjadi peristiwa ternama.Inilah gabungan kecepatan Ryan Giggs dan Jairzinho,gabungan ketepatan Michel Platini dan Eric Cantona,serta gabungan keterampilan Johan Cruyff dan Pele alias Edson Arantes do Nascimento.Aryo menggiring bola dengan mempesona.
“Aryo!mau ke mana kamu?”
“Aku mau menjebol gawang,membuat gol dan mencetak skor!”
“Tapi di mana gawangnya?”
“Di ujung dunia!”
Aryo menggiring bola sepanjang lapangan rumput dengan kecepatan lari kuda balap,mencari gawang dengan kiper terhebat di dunia.Sudah seribu jala gawang digetarkanya.sudah seribu kiper terbaik dikecohnya,sudah seribu pemain belakang sekelas Franco Baresi dilibasnya,tapi aryo belum merasa puas jika belum menaklukan kiper yang paling terhebat di dunia.Ia ingin menjebol gawang yang di jaga kiper terhebat di muka bumi,ia ingin membuat gol terindah di dunia,maka diburunya gawang itu,diburunya satu-satunya gawang yang tersisa,meskipun itu terletak di ujung dunia.
Aryo menggiring bola melewati lapangan rumput,melewati jalan tol,melewati jembatan layang,dengan gocekan termahir yang hanya mengundang decakan cik-cik-cik sepanjang jalan raya.Sesekali di tepi jalan ia bertemu dengan seorang pemain kelas dunia yang menantinya,maka dia mengoperkan bola itu padanya,yang segera dikembalikan lagi dengan gaya masing-masing yang tiada duanya.Marco Van Basten mengembalikan dengan kepala,Zico mengembalikan dengan lutut dan George Best masih mampu mengembalikan bola sambil jungkir balik di udara.
Sambil menggiring bola ia melambaikan tangan pada penyambutnya di setiap kota.Sebagai kehormatan,setiap kota mencegatnya dengan sebelas pemain yang mencoba menghalanginya,tapi siapakah yang bisa menahan laju aryo? Bola itu seperti lengket di kakinya,dengan mudah ia bisa memindahkan bola itu ke pundak,lantas ke kepala,untuk dengan mudah kembali lagi ke kakinya.Bagaimana cara menahannya? Sliding tackle seorang Basile Boli pun tak berdaya menghalanginya.
Aryo menggiring bola.Di kiri dan di kanan jalan orang-orang melambaikan bendera dan memujanya.
“Jangan pernah berhenti,Aryo!Jangan pernah berhenti!Engkau satu-satunya harapan kami!”
Aryo menggiring bola mencari gawang di ujung dunia.
“Kiper!Kiper!Di manakah engkau? Aku mencarimu!”
Tapi tiada lagi kiper yang sanggup menghadang tendangannya.Tidak Walter Zenga,tidak Gordon Banks,tidak juga Rene Higuita yang gila.Bahkan gawang pun menjauhi Aryo.Gawang-gawang menjauh,raib,dan tiada lagi di dunia yang fana.Toh Aryo tetap melaju menggiring bola dengan penuh pesona.Dari TV orang-orang mengikuti perjalanan Aryo yang panjang,lewat liputan kamera dari helikopter.Begitulah helikopter itu kadang-kadang merendah dan merekam bagaimana Aryo menggiring bola dari berbagai posisi.
Aryo,pemain sepak bola bernomor punggung 0 dari bukan kesebelasan mana pun telah tiba di tepi sebuah pantai.Dalam cahaya senja yang gemilang,Aryo menggiring bola sepanjang pantai,meliuk-liuk lincah di antara para turis yang duduk menikmati matahari tenggelam.Aryo menendang bola ke arah laut,ia melompat mengejarnya.Para turis yang sedang duduk terpana.Seorang pemain sepak bola berkostum putih-putih dengan nomor punggung 0 menggiring bola di atas ombak seperti sedang berselancar.
Aryo menggiring bola di atas air melaju sepanjang lautan yang bagai tanpa tepi.Helikopter itu terus mengikutinya.Reporter di atas tidak lupa memberitakanya.
“Para pemirsa di rumah,pemain sepak bola Aryo telah tiba di tepi pantai.Para turis mula-mula mengira ia cuma seorang pemain akrobat yang mencari derma.Namun,tiba-tiba Aryo membuat atraksi yang tak penah di duga.Ia menendang bola,lantas melompat mengejar bola itu.Tubuhnya begitu ringan sehingga ketika kakinya menyentuh bola di udara,ia melentingkan tubuhnya ke depan sambil bersalto.Ketika bola itu menyusulnya,ia masih bisa menendang kembali,dan mengejarnya lagi dengan cara yang sama.Luar biasa saudara-saudara,anda tidak akan percaya jika tidak melihatnya sendiri di layar televisi anda.supaya semakin percaya,kami putarkan kembali ulanganya,kali ini dengan gerak lambat.”
Tampaklah pemandangan yang sulit di percaya,Aryo menggiring bola di atas lautan sembari diiringi lumba-lumba.Helikopter itu merendah mengambil gambar dari dekat.Terlihatlah wajah Aryo berseri-seri.
Aryo masih menggiring bola.Tujuh senja dan tujuh lautan telah dilewatinya.Sampai di manakah lajunya akan berhenti? Walau malam tiba,Aryo terus melaju tanpa henti.Ia melaju di padang pasir dalam cahaya bulan sendirian.Dalam embusan badai pasir,Aryo tetap berlari menggiring bola.Ketika bumi telah dikelilinginya maka Aryo mengulangnya lagi,lagi,dan lagi.Aryo berlari sendirian dalam kesepian dalam kesunyian dalam keheningan.Tiada lagi gawang,tiada lagi lapangan,dan tiada lagi suporter.
Aryo menggiring bola dalam kehancuran peradaban.Kota-kota yang dilaluinya telah menjadi puing berasap dan angin berembus membawa bau mesiu.Aryo menggiring bola di tengah pertempuran di tengah ledakan bom yang segera menjadi sunyi kembali ketika terlihat Aryo menggiring bola di antara mayat-mayat berkaparan yang barangkali saja di antaranya ada yang masih hidup.
Aryo menggiring bola dengan tetesan air mata.Helikopter terus membuntutinya dengan setia.Kostum putih-putihnya menjadi merah oleh cipratan darah para korban berondongan tanpa perlawanan.
“Aaaahhh.”
Aryo berteriak melepaskan rasa.Bola masih terus digiringinya dari kota ke kota,menembus kabut,menembus mimpi,dan menembus cahaya gemerlapan.
“Berhentilah,Aryo.Tiada lagi gawang di dunia ini,peradaban sudah runtuh,lingkungan pun sudah hancur tak terutus!”
“Aku tidak bisa berhenti,inilah satu-satunya hal yang masih bisa kulakukan!”
Aryo menggiring bola.Sesekali di samping kiri dan kananya terlihat macan kumbang dan macan tutul mengiringinya sepanjang perjalanan.Pada saat itu,muncul Zinedin Zidane yang melakukan hidding di udara diiringi oleh rekan setimnya yaitu,Luis Figo.Aryo menggiring bola dengan ganas,seperti Roberto Carlos masih muda.
Namun,tiada lagi gawang di dunia.Di layar TV hanya ada Aryo,satu-satunya atraksi yang masih berbau sepak bola.Helikopter merendah dan meninggi mempersembahkan siara live terlama di dunia.Terbangnya helikopter sudah mulai limbung ketika mendekati kutub utara.
Aryo menggiring bola di atas dataran putih.Helikopter meninggi dan merendah kehilangan arah karena Aryo yang berkostum putih-putih,dengan kaos kaki dan sepatu putih,dengan bola yang juga putih sudah tidak kelihatan lagi.Layar TV menjadi hanya putih ketika ke arah mana pun kamera memandang hanya menangkap dataran yang serba putih.
Aryo,pemain dari bukan kesebelasan mana pun dengan nomor punggung 0,masih menggiring bola dengan muka yang yang sedih dan tiada arah.Ia akan terus membawa bola itu dengan semaunya sendiri.sampai-sampai ia siap mencetak gol ke arah lubang ozon yang menganga.
Aryo masih tetap menggiring bola.Ia sudah melewati negeri yang terkenal akan sepak bola,seperti Brasil,Argentina,Perancis,Inggris,dan Spanyol.Sesekali ia berkunjung ke masing-masing negara tersebut,pasti ia akan bertemu dengan pemain bola yang terkenal di negerinya itu masing-masing.
Seperti di Brasil,dia bertemu dengan Ricardo Kaka yang sekarang bermain untuk club Real Madrid.Di Argentina,ia bertemu dengan Lionel Messi yang sekarang bemain untuk club Barcelona yang musim lalu menjuarai piala Eropa.Di Perancis,dia bertemu Thierry Henry yang sekarang juga bermain untuk Barcelona.Di Inggris,ia bertemu dengan pemain yang sangat hebat,yaitu Wayne Rooney yang sekarang bermain untuk Manchester United.Dan di negeri Spanyol,Aryo bertemu pemain terbaik yang sekarang juga bermain untuk Barcelona,yaitu Xavi Hernandes yang tahun kemarin di tunjuk oleh FIFA ketua asosiasi sepak bola dunia yang menjadi gelandang terbaik di dunia.
Aryo masih menggiring bola.Dia melewati pemain-pemain hebat dan terkenal,seperti Rio Ferdinand,John Terry,dan Carles Puyol.Para Kapten ini telah menjadi pemain-pemain terbaik pada tahun 1996-1999.Dengan gampang Aryo melewati para kapten itu dengan mudah.Dia tidak takut walau siapa lawanya,sampai pemain termahal dan pemain yang bergaji tingggi sekali pun.
Aryo menggiring bola tanpa lelah.Dia tidak peduli jika orang lain menghentikannya.Ia ingin tetap menggiring bola dengan semangatnya yang menjujung tinggi.Aryo tidak mempunyai orang tua.orang tuanya sudah tidak ada sejak dulu.Dia tidak ada yang mengasuh.Cita-cita Aryo menjadi pemain bola terkenal seperti Frank Lampard,Steven Gerrard,dan Diego Ribas yang sekarang sedang melunjak kemampuanya.
Aryo anak yang malang.Dia sempat ditemukan dan di asuh oleh bapak tua yang sangat baik.Bapak tua itu bernama Aji Jatmoko.Pak Aji seorang penjual barang bekas.Dia juga mempunyai seorang anak yang sekarang bekerja membantu bapaknya.menjual barang bekas.Setelah dewasa ia sadar akan merepotkan bapak tua itu.Dan akhirnya Aryo pergi begitu saja sendirian di antara rerumputan yang terbang karna terkena angin.
Aryo tidak bisa berbuat apa-apa.Yang hanya bisa dilakukan olehnya adalah meggiring bola.Teman-temanya pun tidak ada.Tidak ada yang mau menemaninya.Aryo terus menggiring bola sampai dia puas.Dia sudah melewati padang pasir,laut,danau,gunung,dan menembus awan.sampai-sampai ia terkejut melihat dirinya yang begitu hebat.Dia terus menggiring bola.Saat ini Aryo belum juga mendapatkan gawang yang di jaga oleh kiper yang sangat terhebat itu.
Aryo terus mencari dengan rasa penasarannya.Dia menggiring bola dengan cepat seperti kuda liar.Ia sangat lincah seperti macan yang mengejar mangsa.Aryo memang hebat,tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Living The Dreams by Putu Ananditha Narindra Suambara
Berkisah dari seorang pemuda yang tinggal di pinggiran kota Los Angeles bernama Santiago Munez.
Siang itu, Munez sedang membantu ayahnya yang menjadi tukang kebun di rumah majikannya, Munez yang bermain sepak bola untuk klub lokal Los Angeles Santos F.C itu akan bertanding sorenya. Setelah Munez selesai bekerja ia langsung ke lapangan kampus untuk membela timnya. Walaupun Munez datang terlambat, ia tetap memenangi pertandingan tersebut dengan skor akhir 3-2.
Ternyata pertandingan tersebut dilihat oleh seorang pemandu bakat dari klub terbesar di Benua Eropa Manchester United. Pemandu bakat tersebut bernama Steve Bruce.
Bruce terkesima melihat permainan sepak bola Munez. Pulang dari petandingan tersebut, Bruce menghampiri Munez, ia berkenalan dengan Munez, lalu Bruce memberi tawaran kepada Munez untuk bermain di klub besar Manchester United. Tetapi dengan satu syarat, yaitu ia harus mengikuti percobaan dahulu untuk melihat kemampuannya sampai mana. Munez pun berfikir, tetapi Bruce memberikan waktu untuk Munez berfikir.
Pada saat pulang kerumah, Munez memberi tahu neneknya bahwa ia mendapat tawaran untuk bermain di klub besar Manchester United. Pada saat itu, ayahnya mendengar pembicaraan mereka, lalu ayahnya memotong pembicaraan tersebut lalu langsung membentak Munez, ia tidak boleh pergi kemana pun, karna kalau Munez pergi penghasilan keluarga mereka menjadi berkurang. Pada malam itu Bruce menelpon ke rumah Avram Glazer, sang pemilik klub Manchester United. Saat itu pun mereka sepakat untuk mencoba Munez. Besok paginya Bruce mendatangi rumah Munez, Bruce berkata kepada Munez, kalau dirinya akan di Old Trafford, yang merupakan markas klub besar Manchester United. Sang Ayah pun langsung memotong pembicaraan mereka, ayahnya Munez tidak setuju kalau Munez bermain di klub besar Manchester United, ayahnya berfikiran kalau itu adalah omong kosong belaka. Pada malam harinya, sang nenek menghampiri Munez, ia memberi uang kepada Munez untuk bermain di Manchester United, ternyata sang Nenek sangat mendukung Munez untuk berkarir di dunia Sepak Bola. Pada malam itu juga, Munez berangkat ke Bandara untuk segera menuju London. Setelah 13 jam perjalanan, ia sampai di kota London. Ketika sampai di London, Munez langsung menghubungi Steve Bruce, ia bertanya kepada Bruce, ia harus naik kendaraan apa untuk sampai di Manchester. Ternyata, Munez harus naik Kereta agar sampai di Kota Manchester. Sesampainya di Stasiun, Munez di jemput oleh Bruce. Munez pun menginap di rumah Bruce.
Esok Paginya bruce langsung pergi ke Old Trafford untuk mengantar Munez, tempat latihan sekaligus bertandingnya Manchester United sehari-hari, disana Munez diperkenalkan kepada Avram Glazer, ia langsung di beri latihan, pada saat itu cuacanya hujan, Munez yang tidak terbiasa main di lapangan yang becek itu pun bermain sangat jelek.
Sesudah latihan Munez berkenalan dengan Sir Alex Ferguson, selaku manager dan pelatih United, ternyata Munez sangat beruntung, ia masih di beri kesempatan oleh Ferguson.
Saat Munez pulang ke rumah Bruce, Munez melihat sebuah album foto, siapa sangka, ternyata dulu Bruce adalah pemain bola yang hebat, seminggu kemudian, Munez terpilih menjadi pemain tim cadangan Manchester United .
Ia pun langsung memberi tahu neneknya yang berada di Los Angeles. Saat pertandingan itu tiba, Munez bermain sangat jelek, karna ia ternyata adalah seorang penderita asma.
Ia pun mengakuinya ke Ferguson dan Glazer. Lalu Avram menyuruh Munez meminta izin latihan ke dokter klub.
Ternyata muneh jatuh cinta kepada dokter rumah sakit tersebut, suster rumah sakit tersebut bernama Anna, dalam waktu dua minggu pun Munez akhirnya dapat bermain di skuad utama Manchester United.
Betapa senanganya hati Munez, selain ia dipilih masuk skuad utama, ia juga di berikan nomor punggung 7 oleh Ferguson, karna nomor 7 adalah nomor keramat United.
Nomor tersebut pernah dipakai oleh legenda united sepeti George Best, Eric Cantona, David Beckam, Cristiano Ronaldo dan yang terakhir adalah Michael Owen, lalu kini dipakai oleh Santiaago Munez.
Saat pertandingan melawan Arsenal, United ketinggalan 2-1, berkat gol gelandang asal Rusia Andrey Arshavin Arsenal pun unggul.
Saat itu Ferguson memanggil Munez untuk bermain di lapangan,Munez kaget. Tiba-tiba ia sudah di suruh main. Padahal ini adalah hari pertamannya masuk skuad utama. Ia menggantika pemain sayap United asal Ekuador Luis Antonio Valencia yang saat itu sudah terlalu lelah. Munez bermain sangat gemilang, sehingga ia layak menjadi Man Of The Match pada pertandingan itu. Munez memberikan umpan-umpan matang dari sisi kiri kepada striker asal Bulgaria Dimitar Berbatov dan Striker asal Inggris Wayne Rooney, sehingga gol yang dicetak Berbatov dan Rooney dapat memutar balikan keadaan. yang sebelumnya United tertinggal, kini United berbalik Unggul.
United pulang dengan perasaan senang, setelah menghajar Arsenal dengan skor akhir 3-2 di Emirates Stadium London, Emirates Stadium adalah markas Arsenal.
Dalam perjalanan pulang ke kota Manchester, di bis Munez mengobrol dengan Ferguson, manager sekaligus pelatih Manchester United, ia meminta kepada Ferguson untuk menempatkan posisinya sebagai Striker, karna kalau Munez di tempatkan sebagai Striker akan memudahkan dirinya untuk mencetak banyak gol.
Pada pertandingan selanjutnya, United Bertemu dengan Everton, dalam pertandingan ini Munez di percaya sebagai starter oleh Ferguson, ia dipasangkan oleh striker berbakat Wayne Rooney, ia mencetak debut pertamannya dengan mencetak gol ke gawang Tim Howard, kiper Everton dengan tendangan Volleynya.
Munez membawa timnya meraih kemenangan 3-0 atas Everton di Theater Of Dreams, julukan stadion United yang dapat menampung sampai 76.212 orang. Gol tersebut di cetak oleh Santiago Munez, Wayne Rooney dan Louis Nani. Sisa pertandingan hanya tinggal 2 petandingan lagi, saat ini Manchester United berada di posisi ke-4 klasmen sementara diatas United ada tim Arsenal, Chelsea, dan peringkat paling atas adalah Liverpool. sisa dua pertandingan itu adalah melawan Liverpool dan Chelsea, kedua tim itu adalah tim yang tidak kalah hebat dengan United. Kalau saja United kalah kalah dari tim tersebut, Manchester United tidak dapat melaju ke Liga Champion.
Pertandingan melawan Liverpool pun tiba, para supporter united optimis tim kesayangan mereka akan menang di Anfield, Markas Liverpool. tetapi pada pertandingan tersebut, Ferguson tidak menurunkan Munez, melainkan Dimitar Berbatov dengan Wayne Rooney.
Pada menit ke-17 penyerang dari Liverpool Fernandoo Torres mencetak gol dengan tendangan kerasnya dari luar kotak Penalty ke gawang United yang dikawal Kiper berkebangsaan Inggris Ben Foster. Tetapi tertinggal satu angka dari Liverpool tidak menyudutkan Manchester United. Wayne Rooney menjadi penyelamat kedudukan
Menjadi 1-1 pada menit ke-41.
Kemudian, pada awal babak kedua dimulai, Wayne Rooney di ganjal keras Bek Liverpool Berkebangsaan Inggris Glenn Johnson. Bek dari Liverpool karna itu, Ferguson Pun memasukan Munez untuk menggantikan Rooney.
Munez yang di duetkan oleh Dimitar Berbatov, striker asal Bulgaria. Waktu terus berjalan, kalaupun hasil pertandingan itu seri, Manchester United tetap tidak akan lolos ke :Liga Champion. Pada saat menit ke-80, semua supporter dan pemain United, diam serentak menyaksikan gol dari Steven Gerrard, kapten dari Liverpool.
Tetapi, pasukan Ferguson tidak putus asa. Pada menit ke-86, Dimitar Berbatov dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan sundulan kepalannya yang terarah dari umpan matang dari sisi kiri yang di tempati oleh Louis Nani. Supporter united pun bergembira. Waktu hamper habis tambahan waktu yang di berikan hanya dua menit. Tepat pada menit ke-91, Santiago Munez dapat mencetak gol dengan tendangan keras dan terarah. Sehingga tidak dapat dihalau oleh Pepe Reina, kiper dari Liverpool. pluit pajang ditiup oleh wasit Mike Riley, wasit yang memimpin pertandinagan tersebut.
Setelah pertandingan tersebut, Munez mendapat telpon dari neneknya di Los Angeles. Ia mendapat kabar buruk kalau ayahnya Munez meninggal karna gagal jantung, Munez pun menjadi sangat sedih. Pada saat latiuhan ia tidak bias berkonsentrasi karena terus memikirkan ayahnya.
Akhirnya Munez diberi motivasi oleh Alexander Chapman Ferguson, nama lengkap Ferguson agar tidak bersedih.
Pertandingan terakhir melawan Chelsea tiba.
United ada di peringkat ke-2 klasmen sementara, pointnya pun sama dengan Liverpool, hanya saja Liverpool menang selisih gol dari Manchester United. Kalau saja di pertandingan ini United menang, mereka langsung menjuarai liga Inggris.
Tetapi, kalau mereka kalah, otomatis Liverpool langsung menjuarai liga inggris . pertandingan di gelar di Old Trafford, markas United. Pertandingan berjalan sangat seru, kedua tim sama-sama kuat, sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Babak kedua pun dimulai, pada babak kedua Ferguson menurunkan Munez menggantikan Dimitar Berbatov, Munez diduetkan oleh striker asal Serbia Zoran Tosic.
Wayne Rooney tidak dapat di turunkan karena cidera pada saat melawan Liverpool di Anfield. Pada menit ke-56 Santiago Munez dapat mencetak gol ke gawang Peter Cech akibat kesalahan pemain belakann Chelsea.
Munez merayakan gol tersebut dengan gembira. Pada menit ke-76 Frank Lampard, pemain Chelsea dapat mencetak gol ke gawang united lewat tendangan Bebasnya. Ben Foster tidak dapat menghalau tendangan dari Lampard, dan akhirnya pada menit ke-86. Nemanja Vidic, bek United. Dapat mencetak gol lewat sundulan yang Mengarah ke Pojok kiri gawang Chelsea yang dikawal Peter Cech, dan berkat sundulan itu berbuah gol untuk United. Sisa waktu tinggal 4 menit lagi, sisa waktu 4 menit itu para pemain united lebih memilih bertahan dari pada menyerang. Chelsea lebih menyerang, pemain Chelsea Nicolas Anelka , hamper saja mencetak gol dengan tendangan kerasnya. Beruntung mengenai tiang atas gawang United. Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu tiba. Pluit panjang di tiup wasit Howard Webb. Dengan gembira, United menjuarai Liga Inggris dan lolos ke Liga Champion.
Musim transfer di buka, ternyata Liverpool menawar Munez dengan harga Tinggi. Tetapi Munez sudah menekan kontrak lebih dulu dengan United berdurasi 2 musim. Tes pra-musim tiba, dalam tes pra-musim ini United akan di uji coba dengan penguasa Spanyol, Real Madrid.
Pertandingan di gelar di Old Trafford, di klub Real Madrid, terdapat banyak bekas pemain bintang Manchester United seperti Cristiano Ronaldo, dan Ruud Van Nistelerooy.
Semua pemain sudah memasuki lapangan, Santiago Munez diduetkan dengan Dimitar Berbatov. Pluit panjang di tiup wasit Kazuki Ito, wasit asal Jepang. Permainan dari United maupun Madrid sangat mengesankan, kedua tim menunjukan kualitas mereka. Madrid mengerahkan seluruh pemain bintangnya, seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Ricardo Kaka, Xabi Alonso, Iker Cassilas, Rafael Van Der Vaart, Dan Gavin Harris. Gol mengejutkan di cetak oleh Rafael Van Der Vaart, gol melalui tendangan jarak jauh, gol tersebut sempat membuat seluruh supporter United terdiam sesaat, tetapi gol tersebut terbalaskan oleh sundulan Dimitar Berbatov. Babak pertama telah usai, kedudukan menjadi imbang 1-1.
Di babak kedua, kedua tim bermain lebih agresif, kedua tim bermain saling menyerang. Gol kedua Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-84, gol tersebut membawa keunggulan Madrid 2-1, pada menit ke-87 Santiago Munez melesatkan tendangan jarak jauh lambung dan sangat keras dari jarak 40 meter. Bola mengarah ke pojok kanan gawang Iker Cassilas, tambahan waktu yang di berikan wasit hanya 2 menit. Pada 10 detik terakhir, Michael Carrick yang sedang membawa bola di tackle sangat keras oleh Alvaro Arbeloa. Sehingga sempat mendapatkan perawatan.
Pelanggaran tersebut membuahkan tendangan bebas untuk United. Untungnya jarak antara gawang dengan titik tendangan bebas hanya 21 meter. Sehingga memudahkan untuk mencetak gol. Tendangan bebas itu diambil oleh Louis Nani, pemain warga Negara Portugal. Ternyata tendangan Louis Nani tersebut mengarah ke pojok kanan gawang, tetapi tiba-tiba bola tersebut membelok dan mengecoh kiper Madrid Iker Cassilas. Gol tersebut membawa United menang denga skor akhir 3-2 atas tamunya Real Madrid. Seusai pertandingan tersebut usai, Florentino Perez presiden Madrid langsung menawar Santiago Munez dengan harga 2x lipat lebih besar dari tawaran Liverpool sebelumnya. Tetapi langsung di tolak oleh Avram Glazer, karna Munez adalah masa depan Manchester United. Perez tidak menyerah memburu Munez, maka Perez langsung berbicara kepada Munez, tetapi langsung di tolak dengan Munez, ia senang bermain di Manchester United karna ia di berikan nomor keramat 7 oleh Sir Alex Ferguson, selain di berikan nomor punggung 7. Impian Munez dari kecil adalah bias bermain Sepak Bola di klub elit Liga Inggris. Akhirnya Perez menghentikan perburuan Munez, Perez pun kini mengincar pemain lain, sehabis mendapatkan uang kontrak yang besar, dan gaji yang cukup tinggi, Munez langsung membeli rumah mewah dan membeli mobil Sport Lamborghini Diablo SV. Tes pra-musim kedua United ditantang oleh klub asal Belanda, Feyenord. Pertandingan di gelar di Rotterdam Arena, markas Feyenord. Disana United menang dengan skor telak 3-0. Dua gol di borong Munez, satu gol lagi disumbangkan oleh Wayne Rooney yang baru sembuh dari cideranya yang cukup parah setelah melawan Liverpool di Anfield saat lanjutan kompetisi Liga Inggris musim lalu. Rooney sembuh lebih cepat dari perkiraan, hanya dalam kurun waktu 3 minggu saja dia sudah bias sembuh, jauh dari perkiraan 2 bulan baru sembuh dari cideranya.
Akhirnya musim transfer di tutup. Liga Inggris di mulai kembali, lawan United tidak terlalu sulit, hanya klub promosi Brostol City, United melibas Bristol dengan skor akhir yang pahit 5-0 di Old Trafford. Dua gol kembali di boyong Munez untuk melengkapi , koleksi golnya, 3 gol lagi dicetak oleh Michael Carrick, Louis Nani, dan Park Ji-Sung.
Akhirnya liga champion tiba, United berada di grup D liga champions.
United se-grup dengan Dinamo Kiev, klub asal Ukraina, Glasgow Celtic klub asal Skotlandia, dan FC Kopenhagen, klub asal Denmark. United tidak boleh lengah dengan lawan-lawannya, karena apapun bisa terjadi di lapangan hijau.
Di pertandingan pertama liga champion, United bertandang ke markas Dinamo Kiev, disana united menang dengan skor tipis 1-0. tentunya gol di cetak oleh Santiago Munez dengan memanfaatkan kelengahan kiper Dinamo Kiev Shovkovsky.
Karena suhu yang dingin, permainan United menjadi kurang baik.
Di pekan ke-8 liga inggris, United menemui musuh bebuyutan sekotannya Manchester City, dalam melawan Manchester City, Manchester United Menang dengan skor yang tipis juga 2-1. gol dicetak oleh Berbatov dan Munez, sedangkan gol yang di cetak oleh City hasil dari tendangan keras Roque Santa Cruz.
Di pekan ke-9 liga inggris, United menjamu Fulham di Old Trafford.
Karena United terlalu serius untuk melakoni match day ke-2 Liga Champion
Akhirnya mereka di tahan imbang Fulham 2-2. akhirnya perdandingan ke-2 liga champion di mulai, United akan menjamu Glasgow Celtic, klub asal Skotlandia.
Di babak pertama Celtic lebih mendominasi pertandingan, berbagai serangan di lancarkan para pemain celtic, tetapi hasil itu nihil dan babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Sebelum babak kedua di mulai, Ferguson mengubah Formasi timnya menjadi lebih menyerang. Dan atas perubahan formasi itu, United dapat unggul 1-0 atas tandukan dari Jhonny Evans, bek tengah muda Manchester United hasil umpan dari Ryan Giggs.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-66. Gol kedua United tercipta berkat kerjasama lini depan antara Munez dengan Berbatov, gol tercipta hasil dari tendangan keras Dimitar Berbatov. Setelah pertandingan itu usai, ternyata Munez menderita cidera kaki yang tidak terlalu serius, Munez akan absen selama 1 sampai 3 pekan ke depan. Itu artinya Munez tidak dapat membela United pada liga inggris pekan ke 10 dan 11 dan pada pertandingan liga champion pada saat melawan FC Kopenhagen di Denmark. Pada saat pada saat pekan ke-10 tiba United pun kembali ditahan imbang oleh Wigan Athletic di JJB Stadium. Pada akhirnya Ferguson pun tidak akan terlalu serius untuk melakoni partai liga champion pada saat melawan FC Kopenhagen. Pada partai lanjutan liga inggris pekan ke-11 United dapat menang melawan Hull City di Old Trafford dengan skor fantastis 5-0.
Gol-gol tersebut di cetak oleh Berbatov, Anderson, Vidic, dan dua gol lagi di borong Rooney. 2 hari kemudian partai melawan FC Kopenhagen tiba. Tampaknya Munez sudah dapat di turunkan, tetapi ia tidak fit 100% karna masih ada rasa sakit di kakinya.
Pertandingan itu di menangkan oleh United dengan skor 3-0. Gol-gol tersebut dilesatkan oleh Anderson, Valencia, dan Carrick.
Tak terasa sudah memasuki Bulan desember, pada awal bulan, United akan menjamu Wolverhampton di Old Trafford, United dapat menang dengan skor 2-0.
Dan United lolos dari fase Grup Liga Champion dan akan langsung berhadapan dengan wakil dari Spanyol, Valencia. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. United dapat dapat memenangi pertandingan dengan skor 2-1. musim dingin tiba, dan musim transfer pun tiba, United telah lama mengincar kiper CSKA Moskow, Igor Akinfeev. Untuk mendapatkan Akinfeev, United harus bersaing dengan Bayern Munchen, AC Milan, PSV Eidhoven, dan rival sekota Manchester yaitu Manchester City. United menawar Akinfeev dengan harga yang tinggi. Alasan United mengincar Akinfeev karena untuk mencari pengganti Ben Foster yang akhir-akhir ini sering di dekap cidera pada tangan kirinya.
Dan CSKA Moskow akhinya dapat menerima tawaran dari United, Akinfeev diberi nomor bekas Van Der Sar yaitu nomor punggung 1. Akinfeev menandatangani kontrak berdurasi 3 musim, musim transfer di tutup, United akan berhadapan dengan Chelsea dalam lanjutan liga Inggris, dalam pertandingan itu, United menang dengan skor tipis 1-0, gol itu di cetak oleh Antonio Valencia. Pertandingan lanjutan liga champion di mulai, United akan menjamu Valencia di babak 16 besar. United kembali menang dengan skor 3-1, gol-gol tersebut di cetak hattrick oleh Wayne Rooney dan gol tersebut memastikan United lolos ke babak 8 besar Liga Champion. Pada laga lanjutan Liga Inggris, United akan berhadapan dengan Burnley di Turf Moor markas dari Burnley. United takluk 2-1 atas Burley di Turf Moor, tetapi kekalahan itu tidak menyudutkan United. Pada lanjutan Laga Liga Champion, di babak 8 besar United berhadapan dengan Raja Italia, Inter Milan, laga pertama akan diadakan di Giuseppe Meazza markas Inter.
Hari yang di tunggu-tunggu tiba, para pemain United sudah masuk ke lapangan, banyak penonton yang penyaksikan big match antara Manchester United vs Inter Milan.
Ternyata hasil dari pertandingan tersebut adalah seri 1-1. Inter Milan unggul lebih dulu pada menit ke-41 melalui kaki Samuel Eto’o, dan gol balasan United melalui Santiago Munez pada menit ke-61.
Pada laga liga Inggris United akan berhadapan dengan West Ham di Boleyn Ground markas West Ham, United menang telak dengan skor 4-1. dua gol diborong Munez dan dua sisanya lagi di di cetak oleh Rooney dan Fletcher. Pada babak liga Champion Inter Milan akan bertamu ke Old Trafford, untuk menghadapi Inter Milan, para pemain United sedang dalam kondisi siap tempur, mereka siap untuk mengalahkan Inter Milan.
Pada saat pertandingan di gelar 76.212 tiket habis terjual, semua bangku penonton dari yang kelas III sampai yang VVIP pun sudah penuh di tempati para penonton.
Dan pada malam itu pun semua pemain United berpesta setelah mengalahkan Inter dengan skor mutlak 2-1, sama dengan agregat 3-2. gol-gol United di cetak oleh Santiago Munez dan Dimitar Berbatov, dan gol dari Inter disarangkan oleh Wesley Sneijder. Tetapi ada kabar buruk dari kubu United, Tangan Kiri Ben Foster patah usai pertandingan tersebut, tetapi United tidak perlu cemas, karena ada Igor Akinfeev yang ada menggantikan posisi Ben Foster.
Pada pekan ke-35 liga inggris, United akan bertamu ke White Hart Lane, markas dari Tottenham Hotspurs. Pada pertandingan ini adalah pertandingan pertama Akinfeev untuk United. Ternyata Akinfeev bermain dengan sangat Cemerlang, sehingga ia tidak kebobolan pada pertandingan pertamannya, tendangan penalty dari Jermain Defoe dapat di tangkis dengan cermat oleh Akinfeev, di sana United menang dengan skor 3-0 ketiga gol di borong oleh Munez.
Pada babak semifinal liga Champion, United berhadapan dengan wakil Inggris lainnya, yaitu Liverpool, pada laga melawan Liverpool, United kalah 1-0 di Anfield, gol tersebut di sarangkan oleh Fernando Torres.
Pada pekan ke-36 liga inggris secara kebetulan United akan berhadapan dengan Liverpool di Anfield, United menang 2-1 pada laga tersebut, gol di cetak oleh Rooney dan Berbatov, Munez di istirahatkan untuk laga Liga Champion.
Akhirnnya liga champion tiba, kini saatnya United membalas dendam kepada Liverpool, akhirnya dendam itu terbalaskan berkat gol dari Santiago Munez dan Zoran Tosic, United menang dengan skor mutlak 2-0 dan agregat 2-1.
Pada pekan ke-37 liga inggris United akan berhadapan dengan Birmingham City di Old Trafford, pada laga tersebut United menang 1-0, karna kiper dari Birmingham sulit di taklukan, sehingga United hanya mampu menyarangkan satu gol hasil dari sundulan Darron Gibson. Pada pekan terakhir liga inggris, United akan berhadapan dengan lawan yang Mudah, yaitu Blackburn Rovers. Pada pekan ini pun United juga harus bergembira, karena berhasih menambah koleksi piala Liga Inggris ke Old Trafford, nilai United hanya berselisih 5 poin dari Liverpool di posisi runner up klasmen sementara.
United menang dengan mudahnya, United menang 1-0 atas laga tersebut, gol tersebut di cetak oleh Patrick Evra, bek kiri United.
Final Liga Champion tiba, Final diadakan di stadion Velodrome, Perancis.
Final Liga Champion mempertemukan antara Manchester United melawan Real Madrid.
Pada babak pertama United lebih mendominasi pertandingan, tetapi pada babak pertama skor tetap 0-0. pada babak kedua Santiago Munez melesatkan tendangan jarak jauhnya, tetapi masih membentur tiang gawang bagian atas Madrid. Gol yang di tunggu-tunggu tiba, Dimitar Berbatov mencetak gol dengan kepalanya berkat umpan dari Munez dari sisi kiri. United merayakan gol tersebut dengan meriah. Gol tersebut terjadi pada menit ke-72. Madrid pun menambah daya serang mereka dengan mengganti Raul Gonzalez dengan Esteban Granero, Madrid terus menyerang gawang United, tetapi berkat ke hebatan Igor Akinfeev, semua tembakan Madrid dapat di halau dengan baik.
Saking asyiknya menyerang, Madrid melupakan pertahanan, pada akhirnya menjelang menit akhir, gol malah di tambah oleh Munez lewat tendangan volleynya yang mengarah ke pojok kanan atas gawang. Dan pluit panjang di tiup wasit Howard Webb. United berpesta pora di sana pada akhirnya Munez memutuskan bahwa ia hanya akan bermain di Manchester United tidak di klub lain. Karena klub ini adalah impiannya dari kecil…
The End…
Siang itu, Munez sedang membantu ayahnya yang menjadi tukang kebun di rumah majikannya, Munez yang bermain sepak bola untuk klub lokal Los Angeles Santos F.C itu akan bertanding sorenya. Setelah Munez selesai bekerja ia langsung ke lapangan kampus untuk membela timnya. Walaupun Munez datang terlambat, ia tetap memenangi pertandingan tersebut dengan skor akhir 3-2.
Ternyata pertandingan tersebut dilihat oleh seorang pemandu bakat dari klub terbesar di Benua Eropa Manchester United. Pemandu bakat tersebut bernama Steve Bruce.
Bruce terkesima melihat permainan sepak bola Munez. Pulang dari petandingan tersebut, Bruce menghampiri Munez, ia berkenalan dengan Munez, lalu Bruce memberi tawaran kepada Munez untuk bermain di klub besar Manchester United. Tetapi dengan satu syarat, yaitu ia harus mengikuti percobaan dahulu untuk melihat kemampuannya sampai mana. Munez pun berfikir, tetapi Bruce memberikan waktu untuk Munez berfikir.
Pada saat pulang kerumah, Munez memberi tahu neneknya bahwa ia mendapat tawaran untuk bermain di klub besar Manchester United. Pada saat itu, ayahnya mendengar pembicaraan mereka, lalu ayahnya memotong pembicaraan tersebut lalu langsung membentak Munez, ia tidak boleh pergi kemana pun, karna kalau Munez pergi penghasilan keluarga mereka menjadi berkurang. Pada malam itu Bruce menelpon ke rumah Avram Glazer, sang pemilik klub Manchester United. Saat itu pun mereka sepakat untuk mencoba Munez. Besok paginya Bruce mendatangi rumah Munez, Bruce berkata kepada Munez, kalau dirinya akan di Old Trafford, yang merupakan markas klub besar Manchester United. Sang Ayah pun langsung memotong pembicaraan mereka, ayahnya Munez tidak setuju kalau Munez bermain di klub besar Manchester United, ayahnya berfikiran kalau itu adalah omong kosong belaka. Pada malam harinya, sang nenek menghampiri Munez, ia memberi uang kepada Munez untuk bermain di Manchester United, ternyata sang Nenek sangat mendukung Munez untuk berkarir di dunia Sepak Bola. Pada malam itu juga, Munez berangkat ke Bandara untuk segera menuju London. Setelah 13 jam perjalanan, ia sampai di kota London. Ketika sampai di London, Munez langsung menghubungi Steve Bruce, ia bertanya kepada Bruce, ia harus naik kendaraan apa untuk sampai di Manchester. Ternyata, Munez harus naik Kereta agar sampai di Kota Manchester. Sesampainya di Stasiun, Munez di jemput oleh Bruce. Munez pun menginap di rumah Bruce.
Esok Paginya bruce langsung pergi ke Old Trafford untuk mengantar Munez, tempat latihan sekaligus bertandingnya Manchester United sehari-hari, disana Munez diperkenalkan kepada Avram Glazer, ia langsung di beri latihan, pada saat itu cuacanya hujan, Munez yang tidak terbiasa main di lapangan yang becek itu pun bermain sangat jelek.
Sesudah latihan Munez berkenalan dengan Sir Alex Ferguson, selaku manager dan pelatih United, ternyata Munez sangat beruntung, ia masih di beri kesempatan oleh Ferguson.
Saat Munez pulang ke rumah Bruce, Munez melihat sebuah album foto, siapa sangka, ternyata dulu Bruce adalah pemain bola yang hebat, seminggu kemudian, Munez terpilih menjadi pemain tim cadangan Manchester United .
Ia pun langsung memberi tahu neneknya yang berada di Los Angeles. Saat pertandingan itu tiba, Munez bermain sangat jelek, karna ia ternyata adalah seorang penderita asma.
Ia pun mengakuinya ke Ferguson dan Glazer. Lalu Avram menyuruh Munez meminta izin latihan ke dokter klub.
Ternyata muneh jatuh cinta kepada dokter rumah sakit tersebut, suster rumah sakit tersebut bernama Anna, dalam waktu dua minggu pun Munez akhirnya dapat bermain di skuad utama Manchester United.
Betapa senanganya hati Munez, selain ia dipilih masuk skuad utama, ia juga di berikan nomor punggung 7 oleh Ferguson, karna nomor 7 adalah nomor keramat United.
Nomor tersebut pernah dipakai oleh legenda united sepeti George Best, Eric Cantona, David Beckam, Cristiano Ronaldo dan yang terakhir adalah Michael Owen, lalu kini dipakai oleh Santiaago Munez.
Saat pertandingan melawan Arsenal, United ketinggalan 2-1, berkat gol gelandang asal Rusia Andrey Arshavin Arsenal pun unggul.
Saat itu Ferguson memanggil Munez untuk bermain di lapangan,Munez kaget. Tiba-tiba ia sudah di suruh main. Padahal ini adalah hari pertamannya masuk skuad utama. Ia menggantika pemain sayap United asal Ekuador Luis Antonio Valencia yang saat itu sudah terlalu lelah. Munez bermain sangat gemilang, sehingga ia layak menjadi Man Of The Match pada pertandingan itu. Munez memberikan umpan-umpan matang dari sisi kiri kepada striker asal Bulgaria Dimitar Berbatov dan Striker asal Inggris Wayne Rooney, sehingga gol yang dicetak Berbatov dan Rooney dapat memutar balikan keadaan. yang sebelumnya United tertinggal, kini United berbalik Unggul.
United pulang dengan perasaan senang, setelah menghajar Arsenal dengan skor akhir 3-2 di Emirates Stadium London, Emirates Stadium adalah markas Arsenal.
Dalam perjalanan pulang ke kota Manchester, di bis Munez mengobrol dengan Ferguson, manager sekaligus pelatih Manchester United, ia meminta kepada Ferguson untuk menempatkan posisinya sebagai Striker, karna kalau Munez di tempatkan sebagai Striker akan memudahkan dirinya untuk mencetak banyak gol.
Pada pertandingan selanjutnya, United Bertemu dengan Everton, dalam pertandingan ini Munez di percaya sebagai starter oleh Ferguson, ia dipasangkan oleh striker berbakat Wayne Rooney, ia mencetak debut pertamannya dengan mencetak gol ke gawang Tim Howard, kiper Everton dengan tendangan Volleynya.
Munez membawa timnya meraih kemenangan 3-0 atas Everton di Theater Of Dreams, julukan stadion United yang dapat menampung sampai 76.212 orang. Gol tersebut di cetak oleh Santiago Munez, Wayne Rooney dan Louis Nani. Sisa pertandingan hanya tinggal 2 petandingan lagi, saat ini Manchester United berada di posisi ke-4 klasmen sementara diatas United ada tim Arsenal, Chelsea, dan peringkat paling atas adalah Liverpool. sisa dua pertandingan itu adalah melawan Liverpool dan Chelsea, kedua tim itu adalah tim yang tidak kalah hebat dengan United. Kalau saja United kalah kalah dari tim tersebut, Manchester United tidak dapat melaju ke Liga Champion.
Pertandingan melawan Liverpool pun tiba, para supporter united optimis tim kesayangan mereka akan menang di Anfield, Markas Liverpool. tetapi pada pertandingan tersebut, Ferguson tidak menurunkan Munez, melainkan Dimitar Berbatov dengan Wayne Rooney.
Pada menit ke-17 penyerang dari Liverpool Fernandoo Torres mencetak gol dengan tendangan kerasnya dari luar kotak Penalty ke gawang United yang dikawal Kiper berkebangsaan Inggris Ben Foster. Tetapi tertinggal satu angka dari Liverpool tidak menyudutkan Manchester United. Wayne Rooney menjadi penyelamat kedudukan
Menjadi 1-1 pada menit ke-41.
Kemudian, pada awal babak kedua dimulai, Wayne Rooney di ganjal keras Bek Liverpool Berkebangsaan Inggris Glenn Johnson. Bek dari Liverpool karna itu, Ferguson Pun memasukan Munez untuk menggantikan Rooney.
Munez yang di duetkan oleh Dimitar Berbatov, striker asal Bulgaria. Waktu terus berjalan, kalaupun hasil pertandingan itu seri, Manchester United tetap tidak akan lolos ke :Liga Champion. Pada saat menit ke-80, semua supporter dan pemain United, diam serentak menyaksikan gol dari Steven Gerrard, kapten dari Liverpool.
Tetapi, pasukan Ferguson tidak putus asa. Pada menit ke-86, Dimitar Berbatov dapat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dengan sundulan kepalannya yang terarah dari umpan matang dari sisi kiri yang di tempati oleh Louis Nani. Supporter united pun bergembira. Waktu hamper habis tambahan waktu yang di berikan hanya dua menit. Tepat pada menit ke-91, Santiago Munez dapat mencetak gol dengan tendangan keras dan terarah. Sehingga tidak dapat dihalau oleh Pepe Reina, kiper dari Liverpool. pluit pajang ditiup oleh wasit Mike Riley, wasit yang memimpin pertandinagan tersebut.
Setelah pertandingan tersebut, Munez mendapat telpon dari neneknya di Los Angeles. Ia mendapat kabar buruk kalau ayahnya Munez meninggal karna gagal jantung, Munez pun menjadi sangat sedih. Pada saat latiuhan ia tidak bias berkonsentrasi karena terus memikirkan ayahnya.
Akhirnya Munez diberi motivasi oleh Alexander Chapman Ferguson, nama lengkap Ferguson agar tidak bersedih.
Pertandingan terakhir melawan Chelsea tiba.
United ada di peringkat ke-2 klasmen sementara, pointnya pun sama dengan Liverpool, hanya saja Liverpool menang selisih gol dari Manchester United. Kalau saja di pertandingan ini United menang, mereka langsung menjuarai liga Inggris.
Tetapi, kalau mereka kalah, otomatis Liverpool langsung menjuarai liga inggris . pertandingan di gelar di Old Trafford, markas United. Pertandingan berjalan sangat seru, kedua tim sama-sama kuat, sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Babak kedua pun dimulai, pada babak kedua Ferguson menurunkan Munez menggantikan Dimitar Berbatov, Munez diduetkan oleh striker asal Serbia Zoran Tosic.
Wayne Rooney tidak dapat di turunkan karena cidera pada saat melawan Liverpool di Anfield. Pada menit ke-56 Santiago Munez dapat mencetak gol ke gawang Peter Cech akibat kesalahan pemain belakann Chelsea.
Munez merayakan gol tersebut dengan gembira. Pada menit ke-76 Frank Lampard, pemain Chelsea dapat mencetak gol ke gawang united lewat tendangan Bebasnya. Ben Foster tidak dapat menghalau tendangan dari Lampard, dan akhirnya pada menit ke-86. Nemanja Vidic, bek United. Dapat mencetak gol lewat sundulan yang Mengarah ke Pojok kiri gawang Chelsea yang dikawal Peter Cech, dan berkat sundulan itu berbuah gol untuk United. Sisa waktu tinggal 4 menit lagi, sisa waktu 4 menit itu para pemain united lebih memilih bertahan dari pada menyerang. Chelsea lebih menyerang, pemain Chelsea Nicolas Anelka , hamper saja mencetak gol dengan tendangan kerasnya. Beruntung mengenai tiang atas gawang United. Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu tiba. Pluit panjang di tiup wasit Howard Webb. Dengan gembira, United menjuarai Liga Inggris dan lolos ke Liga Champion.
Musim transfer di buka, ternyata Liverpool menawar Munez dengan harga Tinggi. Tetapi Munez sudah menekan kontrak lebih dulu dengan United berdurasi 2 musim. Tes pra-musim tiba, dalam tes pra-musim ini United akan di uji coba dengan penguasa Spanyol, Real Madrid.
Pertandingan di gelar di Old Trafford, di klub Real Madrid, terdapat banyak bekas pemain bintang Manchester United seperti Cristiano Ronaldo, dan Ruud Van Nistelerooy.
Semua pemain sudah memasuki lapangan, Santiago Munez diduetkan dengan Dimitar Berbatov. Pluit panjang di tiup wasit Kazuki Ito, wasit asal Jepang. Permainan dari United maupun Madrid sangat mengesankan, kedua tim menunjukan kualitas mereka. Madrid mengerahkan seluruh pemain bintangnya, seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Ricardo Kaka, Xabi Alonso, Iker Cassilas, Rafael Van Der Vaart, Dan Gavin Harris. Gol mengejutkan di cetak oleh Rafael Van Der Vaart, gol melalui tendangan jarak jauh, gol tersebut sempat membuat seluruh supporter United terdiam sesaat, tetapi gol tersebut terbalaskan oleh sundulan Dimitar Berbatov. Babak pertama telah usai, kedudukan menjadi imbang 1-1.
Di babak kedua, kedua tim bermain lebih agresif, kedua tim bermain saling menyerang. Gol kedua Madrid dicetak oleh Cristiano Ronaldo pada menit ke-84, gol tersebut membawa keunggulan Madrid 2-1, pada menit ke-87 Santiago Munez melesatkan tendangan jarak jauh lambung dan sangat keras dari jarak 40 meter. Bola mengarah ke pojok kanan gawang Iker Cassilas, tambahan waktu yang di berikan wasit hanya 2 menit. Pada 10 detik terakhir, Michael Carrick yang sedang membawa bola di tackle sangat keras oleh Alvaro Arbeloa. Sehingga sempat mendapatkan perawatan.
Pelanggaran tersebut membuahkan tendangan bebas untuk United. Untungnya jarak antara gawang dengan titik tendangan bebas hanya 21 meter. Sehingga memudahkan untuk mencetak gol. Tendangan bebas itu diambil oleh Louis Nani, pemain warga Negara Portugal. Ternyata tendangan Louis Nani tersebut mengarah ke pojok kanan gawang, tetapi tiba-tiba bola tersebut membelok dan mengecoh kiper Madrid Iker Cassilas. Gol tersebut membawa United menang denga skor akhir 3-2 atas tamunya Real Madrid. Seusai pertandingan tersebut usai, Florentino Perez presiden Madrid langsung menawar Santiago Munez dengan harga 2x lipat lebih besar dari tawaran Liverpool sebelumnya. Tetapi langsung di tolak oleh Avram Glazer, karna Munez adalah masa depan Manchester United. Perez tidak menyerah memburu Munez, maka Perez langsung berbicara kepada Munez, tetapi langsung di tolak dengan Munez, ia senang bermain di Manchester United karna ia di berikan nomor keramat 7 oleh Sir Alex Ferguson, selain di berikan nomor punggung 7. Impian Munez dari kecil adalah bias bermain Sepak Bola di klub elit Liga Inggris. Akhirnya Perez menghentikan perburuan Munez, Perez pun kini mengincar pemain lain, sehabis mendapatkan uang kontrak yang besar, dan gaji yang cukup tinggi, Munez langsung membeli rumah mewah dan membeli mobil Sport Lamborghini Diablo SV. Tes pra-musim kedua United ditantang oleh klub asal Belanda, Feyenord. Pertandingan di gelar di Rotterdam Arena, markas Feyenord. Disana United menang dengan skor telak 3-0. Dua gol di borong Munez, satu gol lagi disumbangkan oleh Wayne Rooney yang baru sembuh dari cideranya yang cukup parah setelah melawan Liverpool di Anfield saat lanjutan kompetisi Liga Inggris musim lalu. Rooney sembuh lebih cepat dari perkiraan, hanya dalam kurun waktu 3 minggu saja dia sudah bias sembuh, jauh dari perkiraan 2 bulan baru sembuh dari cideranya.
Akhirnya musim transfer di tutup. Liga Inggris di mulai kembali, lawan United tidak terlalu sulit, hanya klub promosi Brostol City, United melibas Bristol dengan skor akhir yang pahit 5-0 di Old Trafford. Dua gol kembali di boyong Munez untuk melengkapi , koleksi golnya, 3 gol lagi dicetak oleh Michael Carrick, Louis Nani, dan Park Ji-Sung.
Akhirnya liga champion tiba, United berada di grup D liga champions.
United se-grup dengan Dinamo Kiev, klub asal Ukraina, Glasgow Celtic klub asal Skotlandia, dan FC Kopenhagen, klub asal Denmark. United tidak boleh lengah dengan lawan-lawannya, karena apapun bisa terjadi di lapangan hijau.
Di pertandingan pertama liga champion, United bertandang ke markas Dinamo Kiev, disana united menang dengan skor tipis 1-0. tentunya gol di cetak oleh Santiago Munez dengan memanfaatkan kelengahan kiper Dinamo Kiev Shovkovsky.
Karena suhu yang dingin, permainan United menjadi kurang baik.
Di pekan ke-8 liga inggris, United menemui musuh bebuyutan sekotannya Manchester City, dalam melawan Manchester City, Manchester United Menang dengan skor yang tipis juga 2-1. gol dicetak oleh Berbatov dan Munez, sedangkan gol yang di cetak oleh City hasil dari tendangan keras Roque Santa Cruz.
Di pekan ke-9 liga inggris, United menjamu Fulham di Old Trafford.
Karena United terlalu serius untuk melakoni match day ke-2 Liga Champion
Akhirnya mereka di tahan imbang Fulham 2-2. akhirnya perdandingan ke-2 liga champion di mulai, United akan menjamu Glasgow Celtic, klub asal Skotlandia.
Di babak pertama Celtic lebih mendominasi pertandingan, berbagai serangan di lancarkan para pemain celtic, tetapi hasil itu nihil dan babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Sebelum babak kedua di mulai, Ferguson mengubah Formasi timnya menjadi lebih menyerang. Dan atas perubahan formasi itu, United dapat unggul 1-0 atas tandukan dari Jhonny Evans, bek tengah muda Manchester United hasil umpan dari Ryan Giggs.
Gol tersebut tercipta pada menit ke-66. Gol kedua United tercipta berkat kerjasama lini depan antara Munez dengan Berbatov, gol tercipta hasil dari tendangan keras Dimitar Berbatov. Setelah pertandingan itu usai, ternyata Munez menderita cidera kaki yang tidak terlalu serius, Munez akan absen selama 1 sampai 3 pekan ke depan. Itu artinya Munez tidak dapat membela United pada liga inggris pekan ke 10 dan 11 dan pada pertandingan liga champion pada saat melawan FC Kopenhagen di Denmark. Pada saat pada saat pekan ke-10 tiba United pun kembali ditahan imbang oleh Wigan Athletic di JJB Stadium. Pada akhirnya Ferguson pun tidak akan terlalu serius untuk melakoni partai liga champion pada saat melawan FC Kopenhagen. Pada partai lanjutan liga inggris pekan ke-11 United dapat menang melawan Hull City di Old Trafford dengan skor fantastis 5-0.
Gol-gol tersebut di cetak oleh Berbatov, Anderson, Vidic, dan dua gol lagi di borong Rooney. 2 hari kemudian partai melawan FC Kopenhagen tiba. Tampaknya Munez sudah dapat di turunkan, tetapi ia tidak fit 100% karna masih ada rasa sakit di kakinya.
Pertandingan itu di menangkan oleh United dengan skor 3-0. Gol-gol tersebut dilesatkan oleh Anderson, Valencia, dan Carrick.
Tak terasa sudah memasuki Bulan desember, pada awal bulan, United akan menjamu Wolverhampton di Old Trafford, United dapat menang dengan skor 2-0.
Dan United lolos dari fase Grup Liga Champion dan akan langsung berhadapan dengan wakil dari Spanyol, Valencia. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. United dapat dapat memenangi pertandingan dengan skor 2-1. musim dingin tiba, dan musim transfer pun tiba, United telah lama mengincar kiper CSKA Moskow, Igor Akinfeev. Untuk mendapatkan Akinfeev, United harus bersaing dengan Bayern Munchen, AC Milan, PSV Eidhoven, dan rival sekota Manchester yaitu Manchester City. United menawar Akinfeev dengan harga yang tinggi. Alasan United mengincar Akinfeev karena untuk mencari pengganti Ben Foster yang akhir-akhir ini sering di dekap cidera pada tangan kirinya.
Dan CSKA Moskow akhinya dapat menerima tawaran dari United, Akinfeev diberi nomor bekas Van Der Sar yaitu nomor punggung 1. Akinfeev menandatangani kontrak berdurasi 3 musim, musim transfer di tutup, United akan berhadapan dengan Chelsea dalam lanjutan liga Inggris, dalam pertandingan itu, United menang dengan skor tipis 1-0, gol itu di cetak oleh Antonio Valencia. Pertandingan lanjutan liga champion di mulai, United akan menjamu Valencia di babak 16 besar. United kembali menang dengan skor 3-1, gol-gol tersebut di cetak hattrick oleh Wayne Rooney dan gol tersebut memastikan United lolos ke babak 8 besar Liga Champion. Pada laga lanjutan Liga Inggris, United akan berhadapan dengan Burnley di Turf Moor markas dari Burnley. United takluk 2-1 atas Burley di Turf Moor, tetapi kekalahan itu tidak menyudutkan United. Pada lanjutan Laga Liga Champion, di babak 8 besar United berhadapan dengan Raja Italia, Inter Milan, laga pertama akan diadakan di Giuseppe Meazza markas Inter.
Hari yang di tunggu-tunggu tiba, para pemain United sudah masuk ke lapangan, banyak penonton yang penyaksikan big match antara Manchester United vs Inter Milan.
Ternyata hasil dari pertandingan tersebut adalah seri 1-1. Inter Milan unggul lebih dulu pada menit ke-41 melalui kaki Samuel Eto’o, dan gol balasan United melalui Santiago Munez pada menit ke-61.
Pada laga liga Inggris United akan berhadapan dengan West Ham di Boleyn Ground markas West Ham, United menang telak dengan skor 4-1. dua gol diborong Munez dan dua sisanya lagi di di cetak oleh Rooney dan Fletcher. Pada babak liga Champion Inter Milan akan bertamu ke Old Trafford, untuk menghadapi Inter Milan, para pemain United sedang dalam kondisi siap tempur, mereka siap untuk mengalahkan Inter Milan.
Pada saat pertandingan di gelar 76.212 tiket habis terjual, semua bangku penonton dari yang kelas III sampai yang VVIP pun sudah penuh di tempati para penonton.
Dan pada malam itu pun semua pemain United berpesta setelah mengalahkan Inter dengan skor mutlak 2-1, sama dengan agregat 3-2. gol-gol United di cetak oleh Santiago Munez dan Dimitar Berbatov, dan gol dari Inter disarangkan oleh Wesley Sneijder. Tetapi ada kabar buruk dari kubu United, Tangan Kiri Ben Foster patah usai pertandingan tersebut, tetapi United tidak perlu cemas, karena ada Igor Akinfeev yang ada menggantikan posisi Ben Foster.
Pada pekan ke-35 liga inggris, United akan bertamu ke White Hart Lane, markas dari Tottenham Hotspurs. Pada pertandingan ini adalah pertandingan pertama Akinfeev untuk United. Ternyata Akinfeev bermain dengan sangat Cemerlang, sehingga ia tidak kebobolan pada pertandingan pertamannya, tendangan penalty dari Jermain Defoe dapat di tangkis dengan cermat oleh Akinfeev, di sana United menang dengan skor 3-0 ketiga gol di borong oleh Munez.
Pada babak semifinal liga Champion, United berhadapan dengan wakil Inggris lainnya, yaitu Liverpool, pada laga melawan Liverpool, United kalah 1-0 di Anfield, gol tersebut di sarangkan oleh Fernando Torres.
Pada pekan ke-36 liga inggris secara kebetulan United akan berhadapan dengan Liverpool di Anfield, United menang 2-1 pada laga tersebut, gol di cetak oleh Rooney dan Berbatov, Munez di istirahatkan untuk laga Liga Champion.
Akhirnnya liga champion tiba, kini saatnya United membalas dendam kepada Liverpool, akhirnya dendam itu terbalaskan berkat gol dari Santiago Munez dan Zoran Tosic, United menang dengan skor mutlak 2-0 dan agregat 2-1.
Pada pekan ke-37 liga inggris United akan berhadapan dengan Birmingham City di Old Trafford, pada laga tersebut United menang 1-0, karna kiper dari Birmingham sulit di taklukan, sehingga United hanya mampu menyarangkan satu gol hasil dari sundulan Darron Gibson. Pada pekan terakhir liga inggris, United akan berhadapan dengan lawan yang Mudah, yaitu Blackburn Rovers. Pada pekan ini pun United juga harus bergembira, karena berhasih menambah koleksi piala Liga Inggris ke Old Trafford, nilai United hanya berselisih 5 poin dari Liverpool di posisi runner up klasmen sementara.
United menang dengan mudahnya, United menang 1-0 atas laga tersebut, gol tersebut di cetak oleh Patrick Evra, bek kiri United.
Final Liga Champion tiba, Final diadakan di stadion Velodrome, Perancis.
Final Liga Champion mempertemukan antara Manchester United melawan Real Madrid.
Pada babak pertama United lebih mendominasi pertandingan, tetapi pada babak pertama skor tetap 0-0. pada babak kedua Santiago Munez melesatkan tendangan jarak jauhnya, tetapi masih membentur tiang gawang bagian atas Madrid. Gol yang di tunggu-tunggu tiba, Dimitar Berbatov mencetak gol dengan kepalanya berkat umpan dari Munez dari sisi kiri. United merayakan gol tersebut dengan meriah. Gol tersebut terjadi pada menit ke-72. Madrid pun menambah daya serang mereka dengan mengganti Raul Gonzalez dengan Esteban Granero, Madrid terus menyerang gawang United, tetapi berkat ke hebatan Igor Akinfeev, semua tembakan Madrid dapat di halau dengan baik.
Saking asyiknya menyerang, Madrid melupakan pertahanan, pada akhirnya menjelang menit akhir, gol malah di tambah oleh Munez lewat tendangan volleynya yang mengarah ke pojok kanan atas gawang. Dan pluit panjang di tiup wasit Howard Webb. United berpesta pora di sana pada akhirnya Munez memutuskan bahwa ia hanya akan bermain di Manchester United tidak di klub lain. Karena klub ini adalah impiannya dari kecil…
The End…
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Petualangan Loli by Kent
Petualangan Loli
Di sebuah kota kecil hiduplah anak kecil bernama Loli, ia gadis yang pintar namun, orangtuanya menganggap ia seperti kutu yang mengganggu mereka. Loli selalu disiksa oleh orangtua dan kakaknya yang bernama Yoga. ayahnya bernama Jack dan ibunya bernama Lina. Saat ia berumur 4 tahun ia sudah bias membaca dengan lancer.Namun orangtuanya menganggapnya seperti kutu yang menggangu.
Jika Loli ingin membaca buku ia pergi ke perpustakaan di dekat rumahnya, setiap hari ia selalu pergi ke perpustakaan untuk membaca saat ibunya pergi bermain judi, sedangkan ayahnya pergi menjual mobil bekas. Suatu hari ia meminjam buku untuk membaca di rumah, saat ia sedang membaca, ayahnya dating dan merobek buku yang sedang dibacanya.
Karma kesal Loli ingin membalas ayahnya. Saat malam hari ia bangun dan masuk ke dalam kamarmandi ayahnya dan menukar isi shampo dengan cat berwarna kuning. Ia juga memberikan lem pada topi yang biasanya dipakai ayahnya. Saat pagi hari rambut ayahnya berwarna kuning dan sebuah topi menempel di rambut ayahnya.
Saat bu Lina berusaha melepas topi pak jack, pak jack berteriak kesakitan karna rambut kuningnya ikut tertarik. Akhirnya jack berangkat kerja dengan perasaan malu, kejadian ini membuat Loli merasa senang karna tidak diganggu keluarganya selama beberapa hari.
Namun hari yang tenang berakhir karna rambut pak Jack sudah kembali seperti semula. Saat malam hari pak jack sedang bercerita kepada Yoga tentang bisnisnya hari ini. Ia mengajari kepada Yoga tentang matematika agar Yoga bisa meneruskan bisnis ayahnya.
Saatdiberikan pertanyaan Yoga tidak bias menjawab, namun Loli bias menjawab dengan benar namun ayahnya memarahinya. Setelah itu Yoga bertanya kepada ayahnya rahasia sukses menjual mobil bekas. Ayahnya memberitau mereka berdua bahwa rahasianya adalah bubuk kayu.
Lalu Yoga bertanya kembali kepada ayahnya tentang cara kerja bubuk kayu tersebut. Lalu ayahnya memberi tau caranya yaitu taburkan bubuk kayu di dalam oli kotak persneling dan hasilnya mobil berjalan dengan mulus, namun hanya bisa bertahan sekitar seratus mil.
Loli lalu memprotes hal yang dilakukan ayahnya, Loli berkata uang ayahnya adalah uang haram. Kau bodoh, tidak tau berterima kasih , dasar anak goblok balas ayahnya. Karna kesal Loli mencari akal untuk membalas perbuatan ayahnya.saat esok hari ia pergi kerumah temannya, ia meminjam burung beo, ia lalu kembali kerumah untuk menyusun rencana.
Rencananya adalah menaruh burung itu di cerobong asap dengan lebih dulu mengajarinya suara hantu agar saat malam hari keluarganya takut karna suara burung itu. Saat malam hari ia dan keluarganya duduk di meja makan, lalu terdengar suara hantu. Karna ayah dan ibunya takut mereka lari ke kamar mereka, sedangkan kakaknya bersembunyi di bawah meja makan.
Saat pagi-pagi sekali Loli mengambil burung itu agar tak ada yang mengetaui tindakannya. Saat ayah dan ibunya pergi, Loli mengembalikan burung itu ke temannya dan membayar biaya sewa. Saat malam hari tak ada yang menggangu Loli lagi.
Namun secara tidak sengaja ayahnya tau Loli dalang dari semua kejadian itu. Saat malam hari Loli dimarahi oleh keluarganya , dan secara tidak sengaja ayahnya memberitau Loli bahwa ia bukan anak kandung mereka. Kana kesal Loli masuk kamar. Ia sekarang mengerti kenapa ia selalu disiksa, karna ia bukan anak kandung mereka.
Saat itu juga ia melarikan diri melewati jendela. ia ingin mencari ibu kandungnya namun ia tidak tau harus pergi kemana, Loli lalu menumpang pada truk sayur yang menuju kota lain. Setelah sampai ia bingung harus kemana.
Saat sedang kebingungan ia bertemu seorang perempuan yang sedang kesusahan, Loli lalu membantu ibu itu, nama nya adalah bu Rina, karna Loli membantu bu Rina, Loli boleh tinggal di rumah kecil bu Rina, rumah bu Rina kecil hanya seukuran 15 ×10 meter.
Bu Rina bekerja sebagai guru di sebuah sekolah. Karna Loli belum sekolah bu Rina menyekolahkan Loli di sekolah tempat bu Rina mengajar, saat hari pertama Loli mengajar ia bertemu kepala sekolah yang sangat kejam, ia sangat tidak suka anak-anak, ia selalu menghukum apa bila ada murid yang tak bisa menjawab pertanyaannya namanya bu Mina
Di kelas Loli terdapat dua anak yang usil, karna mereka kesak kepada kepala sekolah mereka memasang rencana untuk mengerjai kepala sekolah. Saat istirahat mereka memasang sebuah bom yang berbau sangat busuk, ketika kepala sekolah berada di kantornya tiba- tiba ruangannya berbau busuk.
Karna ia kesal ia langsung mencari siapa yang memasang bom yang sangat bau tersebut, saat tiba di ruangan kelas Loli, kepala sekolahnya menuduhnya yang memasang bom tersebut, meski bu Rina dan Loli sudah berusaha meyakinkan kepala sekolah, tapi Loli tetap dianggap pelaku dan dihukum.
Loli dihukum di sebuah ruangan yang gelap dan mengerikan, setelah ia dibebaskan kedua temannya meminta maaf. Lalu saat Loli dan kedua temannya sedang bermain bu Rina yang sedang berjalan membawa buku yang tebal tersandung buku yang jatuh diambil Loli dengan kekuatan yang aneh, saat itulah Loli baru tau bahwa ia punya kekuatan super.
Saat Loli dan bu Rina sampai di rumah, bu Rina mencerikan kisah bahwa ia adalah saudara dari bu Mina kepala sekolahnya, dan ia bercerita lagi rumah yang ditempati bu Mina dulu adalah rumahnya yang direbut oleh bu Mina saat orangtua bu Rina meninggal..
Dalam hati Loli, ia harus membalas bu Mina dan mengembalikan rumah bu Rina bagaimana pun caranya, esoknya saat Loli sekolah bu Mina sedang mengajar Loli, saat itu juga dengan kekuatan super Loli ia memindahkan kodok dari luar kelas kedalam minuman bu Mina.
Saat bu Mina meminum seekor kodok keluar dari mulut bu Mina, seluruh murit di kelas tertawa dan bu Mina pingsan karna kaget. Karna tubuhnya yang besar butuh delapan orang guru untuk mengangkat bu Mina, selama seminggu bu Mina tidak masuk ke sekolah karna takut hal itu terjadi lagi.
Saat bu Mina masuk kembali, ia menuduh Loli yang melakukan itu, namun guru-guru lain mencoba meyakinkan bu Mina bahwa Loli bukanlah pelakunya. Untungnya bu Mina percaya dan pergi dari ruangan itu, saat ia mengajar di kelas Loli kembali, loli dengan kekuatannya mengelem kursi bu Mina.
Saat bu Mina duduk ia tidak bisa berdiri, lalu dengan susah payah ia berdiri dan akhirnya ia bisa berdiri namun karna lem nya terlalu kuat celana bu Mina robek, hanya Loli saja yang tertawa dengan keras, itu membuat bu Mina marah dan mengejar Loli.
Saat Loli dikejar bu Mina, Loli memakai kekuatannya untuk menulis sesuatu di papan tulis. Tulisannya berbunyi: Mina kembalikan rumah Rina, bayar gaji Rina lalu pergilah dari sini sebelm aku marah dan menjemput mu sebagaimana kamu membuat aku mati , kuawasi kau Mina.
Hal itu membuat bu Mina pingsan. Esoknya bu Mina pergi dan mengembalikan rumah bu Rina dan membayar gaji para guru-guru. Lalu bu Rina diangkat men jadi kepala sekolah. Dan karna Loli anak yang pintar ia langsung naik kekelas yang sesuai dengan nya.
Namun saat itu Loli bertemu dengan ayahnya dan keluarganya, mereka ingin Loli tinggal bersama mereka lagi dan pergi ke kota yang jauh. Bu rina tidak bisa berbuat apa-apa karna loli bukan anaknya.
Saat Loli dan keluarganya bersiap-siap loli mempunyai ide. Ia segera pergi ke rumah bu Rina dan membawa nya ke keluarganya. Loli memaksa keluarganya agar mengijinkan Loli tinggal bersama bu Rina, ayahnya mengajukan persyaratan yaitu bu Rina harus membayar.
Setelah membayar akhirnya Loli bisa tinggal bersama bu Rina, saat itu juga Loli bertanya kenapa keluarganya ingin pergi, lalu bu Rina memberitau bahwa ayahnya melakukan bisnis illegal dan sekarang sedang dikejar polisi.
Di sebuah kota kecil hiduplah anak kecil bernama Loli, ia gadis yang pintar namun, orangtuanya menganggap ia seperti kutu yang mengganggu mereka. Loli selalu disiksa oleh orangtua dan kakaknya yang bernama Yoga. ayahnya bernama Jack dan ibunya bernama Lina. Saat ia berumur 4 tahun ia sudah bias membaca dengan lancer.Namun orangtuanya menganggapnya seperti kutu yang menggangu.
Jika Loli ingin membaca buku ia pergi ke perpustakaan di dekat rumahnya, setiap hari ia selalu pergi ke perpustakaan untuk membaca saat ibunya pergi bermain judi, sedangkan ayahnya pergi menjual mobil bekas. Suatu hari ia meminjam buku untuk membaca di rumah, saat ia sedang membaca, ayahnya dating dan merobek buku yang sedang dibacanya.
Karma kesal Loli ingin membalas ayahnya. Saat malam hari ia bangun dan masuk ke dalam kamarmandi ayahnya dan menukar isi shampo dengan cat berwarna kuning. Ia juga memberikan lem pada topi yang biasanya dipakai ayahnya. Saat pagi hari rambut ayahnya berwarna kuning dan sebuah topi menempel di rambut ayahnya.
Saat bu Lina berusaha melepas topi pak jack, pak jack berteriak kesakitan karna rambut kuningnya ikut tertarik. Akhirnya jack berangkat kerja dengan perasaan malu, kejadian ini membuat Loli merasa senang karna tidak diganggu keluarganya selama beberapa hari.
Namun hari yang tenang berakhir karna rambut pak Jack sudah kembali seperti semula. Saat malam hari pak jack sedang bercerita kepada Yoga tentang bisnisnya hari ini. Ia mengajari kepada Yoga tentang matematika agar Yoga bisa meneruskan bisnis ayahnya.
Saatdiberikan pertanyaan Yoga tidak bias menjawab, namun Loli bias menjawab dengan benar namun ayahnya memarahinya. Setelah itu Yoga bertanya kepada ayahnya rahasia sukses menjual mobil bekas. Ayahnya memberitau mereka berdua bahwa rahasianya adalah bubuk kayu.
Lalu Yoga bertanya kembali kepada ayahnya tentang cara kerja bubuk kayu tersebut. Lalu ayahnya memberi tau caranya yaitu taburkan bubuk kayu di dalam oli kotak persneling dan hasilnya mobil berjalan dengan mulus, namun hanya bisa bertahan sekitar seratus mil.
Loli lalu memprotes hal yang dilakukan ayahnya, Loli berkata uang ayahnya adalah uang haram. Kau bodoh, tidak tau berterima kasih , dasar anak goblok balas ayahnya. Karna kesal Loli mencari akal untuk membalas perbuatan ayahnya.saat esok hari ia pergi kerumah temannya, ia meminjam burung beo, ia lalu kembali kerumah untuk menyusun rencana.
Rencananya adalah menaruh burung itu di cerobong asap dengan lebih dulu mengajarinya suara hantu agar saat malam hari keluarganya takut karna suara burung itu. Saat malam hari ia dan keluarganya duduk di meja makan, lalu terdengar suara hantu. Karna ayah dan ibunya takut mereka lari ke kamar mereka, sedangkan kakaknya bersembunyi di bawah meja makan.
Saat pagi-pagi sekali Loli mengambil burung itu agar tak ada yang mengetaui tindakannya. Saat ayah dan ibunya pergi, Loli mengembalikan burung itu ke temannya dan membayar biaya sewa. Saat malam hari tak ada yang menggangu Loli lagi.
Namun secara tidak sengaja ayahnya tau Loli dalang dari semua kejadian itu. Saat malam hari Loli dimarahi oleh keluarganya , dan secara tidak sengaja ayahnya memberitau Loli bahwa ia bukan anak kandung mereka. Kana kesal Loli masuk kamar. Ia sekarang mengerti kenapa ia selalu disiksa, karna ia bukan anak kandung mereka.
Saat itu juga ia melarikan diri melewati jendela. ia ingin mencari ibu kandungnya namun ia tidak tau harus pergi kemana, Loli lalu menumpang pada truk sayur yang menuju kota lain. Setelah sampai ia bingung harus kemana.
Saat sedang kebingungan ia bertemu seorang perempuan yang sedang kesusahan, Loli lalu membantu ibu itu, nama nya adalah bu Rina, karna Loli membantu bu Rina, Loli boleh tinggal di rumah kecil bu Rina, rumah bu Rina kecil hanya seukuran 15 ×10 meter.
Bu Rina bekerja sebagai guru di sebuah sekolah. Karna Loli belum sekolah bu Rina menyekolahkan Loli di sekolah tempat bu Rina mengajar, saat hari pertama Loli mengajar ia bertemu kepala sekolah yang sangat kejam, ia sangat tidak suka anak-anak, ia selalu menghukum apa bila ada murid yang tak bisa menjawab pertanyaannya namanya bu Mina
Di kelas Loli terdapat dua anak yang usil, karna mereka kesak kepada kepala sekolah mereka memasang rencana untuk mengerjai kepala sekolah. Saat istirahat mereka memasang sebuah bom yang berbau sangat busuk, ketika kepala sekolah berada di kantornya tiba- tiba ruangannya berbau busuk.
Karna ia kesal ia langsung mencari siapa yang memasang bom yang sangat bau tersebut, saat tiba di ruangan kelas Loli, kepala sekolahnya menuduhnya yang memasang bom tersebut, meski bu Rina dan Loli sudah berusaha meyakinkan kepala sekolah, tapi Loli tetap dianggap pelaku dan dihukum.
Loli dihukum di sebuah ruangan yang gelap dan mengerikan, setelah ia dibebaskan kedua temannya meminta maaf. Lalu saat Loli dan kedua temannya sedang bermain bu Rina yang sedang berjalan membawa buku yang tebal tersandung buku yang jatuh diambil Loli dengan kekuatan yang aneh, saat itulah Loli baru tau bahwa ia punya kekuatan super.
Saat Loli dan bu Rina sampai di rumah, bu Rina mencerikan kisah bahwa ia adalah saudara dari bu Mina kepala sekolahnya, dan ia bercerita lagi rumah yang ditempati bu Mina dulu adalah rumahnya yang direbut oleh bu Mina saat orangtua bu Rina meninggal..
Dalam hati Loli, ia harus membalas bu Mina dan mengembalikan rumah bu Rina bagaimana pun caranya, esoknya saat Loli sekolah bu Mina sedang mengajar Loli, saat itu juga dengan kekuatan super Loli ia memindahkan kodok dari luar kelas kedalam minuman bu Mina.
Saat bu Mina meminum seekor kodok keluar dari mulut bu Mina, seluruh murit di kelas tertawa dan bu Mina pingsan karna kaget. Karna tubuhnya yang besar butuh delapan orang guru untuk mengangkat bu Mina, selama seminggu bu Mina tidak masuk ke sekolah karna takut hal itu terjadi lagi.
Saat bu Mina masuk kembali, ia menuduh Loli yang melakukan itu, namun guru-guru lain mencoba meyakinkan bu Mina bahwa Loli bukanlah pelakunya. Untungnya bu Mina percaya dan pergi dari ruangan itu, saat ia mengajar di kelas Loli kembali, loli dengan kekuatannya mengelem kursi bu Mina.
Saat bu Mina duduk ia tidak bisa berdiri, lalu dengan susah payah ia berdiri dan akhirnya ia bisa berdiri namun karna lem nya terlalu kuat celana bu Mina robek, hanya Loli saja yang tertawa dengan keras, itu membuat bu Mina marah dan mengejar Loli.
Saat Loli dikejar bu Mina, Loli memakai kekuatannya untuk menulis sesuatu di papan tulis. Tulisannya berbunyi: Mina kembalikan rumah Rina, bayar gaji Rina lalu pergilah dari sini sebelm aku marah dan menjemput mu sebagaimana kamu membuat aku mati , kuawasi kau Mina.
Hal itu membuat bu Mina pingsan. Esoknya bu Mina pergi dan mengembalikan rumah bu Rina dan membayar gaji para guru-guru. Lalu bu Rina diangkat men jadi kepala sekolah. Dan karna Loli anak yang pintar ia langsung naik kekelas yang sesuai dengan nya.
Namun saat itu Loli bertemu dengan ayahnya dan keluarganya, mereka ingin Loli tinggal bersama mereka lagi dan pergi ke kota yang jauh. Bu rina tidak bisa berbuat apa-apa karna loli bukan anaknya.
Saat Loli dan keluarganya bersiap-siap loli mempunyai ide. Ia segera pergi ke rumah bu Rina dan membawa nya ke keluarganya. Loli memaksa keluarganya agar mengijinkan Loli tinggal bersama bu Rina, ayahnya mengajukan persyaratan yaitu bu Rina harus membayar.
Setelah membayar akhirnya Loli bisa tinggal bersama bu Rina, saat itu juga Loli bertanya kenapa keluarganya ingin pergi, lalu bu Rina memberitau bahwa ayahnya melakukan bisnis illegal dan sekarang sedang dikejar polisi.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)