Demi kebergunaan karya2 siswa SMP yang pernah saya ajar (Yapan Indonesia, Budhaya St Agustinus, Cakra Buana, dan Yadika 12), blog ini diupayakan sebagai sarana pendokumentasian. Ke depan karya2 yang terkumpul berupa cerpen, drama, puisi, atau apapun akan diupload di blog ini. Semoga berguna demi pembelajaran siswa-siswa lainnya.
Rabu, 25 Januari 2012
Gara-gara Basket by Rachmawati O James
Di pagi hari, Angel,Ayra, dan Jessy berada di koridor depan kelasnya. Mereka berbicara tentang murid-murid di sekitarnya. Mereka bertiga adalah genk yang paling terkenal di sekolahnya itu.
“eh, kamu liat cowok itu enggak?”,Ayra bertanya.
“enggak, aku enggak enggak liat apa-apa,kenapa emang?”, Angel menjawab dengan wajah yang kebingungan.
“itu loh yang lagi main sama temannya. Masa kamu enggak liat sih?”, jawab Ayra.
“oh, yang itu ya?”, Angel sambil melihat-lihat yang lainnya.
“iya, benar sekali.” Jawab Ayra.
Dengan santainya Jessy diam-diam menghabisi makanan yang dibeli oleh Angel.
“Jessy, kenapa kamu ambil makanan aku?”, jawab Angel sambil memarahi Jessy.
“apa Angel? Kan aku ambilnya enggak di deket kamu. Jadi aku kira bukan punya kamu.”, Jessy sambil tertawa dan mengunyah makanan.
“dasar kamu ngel.”, Angel mengkepalkan tangannya karena kesal.
Bel pun berbunyi mereka bergegas masuk ke kelas. Sebelum kelas di mulai, kepala sekolah mereka masuk dan berbicara mengenai latihan basket. Ayra dengan senang hati mengangkat tangannya dan ingin sekali mengikuti latihan basket.
“Ayra, kamu catat siapa saja yang ikut latihan basket besok ya!”, kepala sekolah berkata.
“iya bu, nanti saya akan catat.”,jawab Ayra dengan senang Ayra langsung bergegas mencatat siapa saja yang ikut latihan basket.
Pada saat istirahat, Ayra sibuk sekali mencatat siapa saja yang ikut. Hingga akhirnya Jessy dan Angel melihat laki-laki yang tadi pagi mereka lihat.
“ra,sini deh! Ada cowok yang tadi kamu liat tuh. Pas banget lagi sendirian. Buruan deh kamu samperin. Ntar keburu ada yang lain loh!”, Angel berkata sambil mendorong Ayra.
“aduuh,apa si? Enggak usah dorong aku dong! Kan sakit tau. Iya-iya aku kesana sekarang!”, Ayra menjawab kesakitan.
“ra, hati-hai ya?hehe”,sambil menertawakan Ayra, jessy dan Angel pergi.
Dan akhirnya Ayra menghampiri laki-laki misterius itu.
“kayaknya aku baru ngeliat kamu disini! Kamu anak baru ya?”,Ayra bertanya dengan malu-malu.
“iya, aku anak baru di sekolah ini. Kayaknya enak juga ya sekolah disini. Anak-anaknya friendly banget. Oh iya, aku belum tau namamu, siapa namamu?”, jawab laki-laki itu.
“namaku Ay,Ayr,Ayra. Nama kamu siapa?”, Ayra menjawab.
“namaku joe. Kamu yang sekelas sama aku bukan? Aku mau ikut basket dong! Sebenarnya daritadi aku cari kamu tapi enggak ketemu.”, joe menjawab.
“oh, iya-iya. Sebentar ya!”,Ayra menjawab dengan lemah lembut dan mencatat nama Joe.
“kamu abis ini mau kemana?”, Tanya joe.
“aku mau balik ke kelas. Kenapa emangnya?”, jawab Ayra kebingungan.
“mau balik ke kelas bareng enggak?”, Joe bertanya lagi.
“oh, boleh-boleh.”, Ayra dengan senang menjawabnya.
Selama di jalan mereka saling menatap satu sama lain. Hingga sesampainya di kelas mereka tetap saling menatap. Keesokan harinya, pada saat latihan basket, Ayra menunggu Joe tapi dia tidak datang. Saat latihan di mulai, Ayra sangat kecewa dengan Joe karena dia tidak datang saat latihan basket. Gara-gara Joe tidak datang ke tempat latihan basket, Ayra terjatuh dan akhirnya Ayra tidak bisa ikut latihan basket lagi. Ayra sangat takut untuk bermain basket lagi. Karena itulah Ayra menjadi trauma.
“kenapa kamu ra?”, Angel bertanya.
“iya,kenapa kamu diem aja sih?”, Jessy kebingungan.
“itu loh, kemarin ka nada latihan basket,nah si Joe enggak datang. Aku sebel banget sama dia. Padahal kan dia udah janji mau datang sama aku. Ternyata dia enggak datang. Dia kemana sih? Kok dari tadi aku enggak lihat dia ya? Kalian berdua ada yang lihat?”, Ayra bertanya dan menjawab dengan sangat panjang dan kesal.
“lah, mana aku tahu. Dari tadi aku juga enggak melihat dia. Siapa peduli.”, dengan kesal Jessy menjawab.
“jangan begetu kamu jess. Siapa tau aja dia lagi ada masalah sama keluarganya. Jangan negative thinking dlu dong.”, jawab Angel.
“enggak mungkin ngel.dia kan udah janji sama aku. Harusnya dia sama aku atau telephone. Kasih kabar aja enggak.”,Ayra menjawab dengan marah dan kesal.
“iya aku tau. Yaudahlah enggak usah di pikirin lagi, oke?”, jawab Jessy.
Selama setahun Ayra tidak bermain basket lagi. Dan selama setahun juga Ayra, Jessy, dan Angel tidak penah melihat Joe lagi. Dan hari itu juga, di kelas mereka ada murid baru lagi yang senang sekali bermain basket.
“hey, lagi ngapain? Udah punya pacar belum?”, Ayra bertanya.
“iya nih, lo suka sama cewek Yang kayak gimana sih?:, Jessy bertanya.
“gue lagi diem aja. Belum, gue belum punya pacar. Gue suka sama cewek yang bisa main basket. Jadi gue enggak sendirian lagi main basketnya.
“gue suka main basket loh. Kan dulu gue pernah ikut basket.tapi sekarang gue jarang main basket,mau ajarin enggak?”, Ayra menjawab dan terpesona kepada Kevin.
“ra,bukannya kamu trauma main basket gara-gara jatuh waktu itu? Kamu jangan main basket lagi deh!”, jawab Angel membisikkan Ayra.
“ih, itu kan dulu. Sekarang ya sekarang. Jadi kamu enggak usah takut ya!”, jawab Ayra dengan tingkah laku yang aneh.
“terserah kamu aja deh ra.”, Angel berkata dengan kesal.
“oh iya vin, besok ajarin gue main basket ya?”, Ayra berkata.
“oh, iya-iya. Besok gue tunggu di lapangan ya! Abis pulang sekolah.”, Kevin menjawab dengan lantang dan pergi meninggalkan Angel,Ayra, dan Jessy. Ayra tidak mengalihkan matanya ke yang lain.
“ra? Ko diem aja sih? Udah yuk kita ke kelas aja!”, Jessy menjawab dengan lantang dan tegas karena kesal.
Ternyata Kevin sekelas juga dengan mereka. Ayra, Jessy, dan Angel kaget melihat Kevin berada di kelas mereka. Angel dan Jessy sangat kesal karena Ayra terus menatap Kevin padahal Kevin tidak menatap Ayra sama sekali.
“vin, duduk sini aja sama gue.”, Ayra berkata.
“ra,aku kan duduk disini!”, Angel menjawab kesal.
“iya aku tau, please ya ngel. Aku mau duduk deket Kevin.”, Ayra menjawab sambil memohon.
“aku duduk dimana dong?”, Angel kebingungan.
“di deket Jessy aja ya! Kan dia lagi sendiri tuh! Makasih ya ngel.”, Arya tetap menyuruh Kevin duduk di sebelahnya.
“makasih ya ra. lo baik banget deh.”, Kevin tanpa basa basi bergegas duduk di dekat Ayra.
Selama pelajaran berlangsung Ayra selalu memperhatikan Kevin hingga pelajaran selesai. Tetapi Kevin hanya diam dan tidak berbicara ke Ayra. Memperhatikan dia saja tidak. Akhirnya Ayra selalu mencari perhatian ke Kevin. Jessy dan Angel semakin kesal dengan Ayra. Semakin hari tingkah laku Ayra semakin aneh.sehingga setiap Ayra menghampiri Jessy dan Angel, Jessy dan Angel selalu menghindar dari Ayra. Ayra kebingungan karena teman-temannya menjauhi dia.
“jess, ngel, kalian kenapa sih? Kok kayak menghindar dari aku? Emangnya salah aku apa? Apa aku berbuat kesalahan?”, Tanya Ayra.
“enggak tau deh. Kamu piker aja sendiri.”, Jessy dan Angel pergi meninggalkan Ayra.
“pada kenapa sih mereka? Aneh banget.”, Ayra kebingungan dan merasa aneh.
Saat itu ada murid baru yang mempunya genk yang sangat terkenal mereka selalu mencari masalah. Mereka merasa kalau mereka yang paling cantik dan penguasa di sekolah itu. Mereka bernama Lucy, Kezia, dan Echa. Mereka kenal dengan Kevin. Ayra sangat kesal karena Kevin sangat dekat dengan Lucy.
“Kevin kamu sekolah disini juga? Enggak nyangka ya kita bisa ketemu.”, Lucy berkata.
“Lucy, kamu disini juga? Wah, iya aku juga enggak nyangka.”, dengan rasa kaget Kevin menjawab.
“vin, dia siapa? Lo jadi ngajarin gue main basket kan?”, jawab Ayra dengan kesal karena keberadaan Lucy.
“iya ra. jadi kok.”, Kevin dengan santai berkata.
“Kevin kita makan bareng yuk. Akn udah lama kita enggak ketemu. Kamu duduk disana aja. Ada yang aku mau omongin sama Ayra.”, Lucy berkata.
“oke deh.”, Kevin menjawab dan bergegas pergi.
“eh, jangan harap lo bisa dapetin Kevin. Karena Kevin Cuma milik gue. Enggak boleh ada yang ngedeketin Kevin. Ngerti lo!”, dengan sinis Lucy berbicara kepada Ayra.
“liat aja nanti. Gue yang akan ngedapetin Kevin.”, Ayra berkata dengan kesal.
Saat pulang sekolah. Ayra menunggu Kevin di lapangan, tidak lama kemudian kevinpun datang dan Lucy mengikutinnya dari belakang. Ayra sangat kesal. Apa yang diinginkan Lucy, Kezia, dan Echa. Mereka selalu jahat kepada Ayra.
“Kevin, lo ngapain ngajak mereka?”, Ayra berkata.
“maaf ra. tadi Lucy dan kawan-kawannya mau ikut belajar basket sama gue. Lo engga apa-apa kan?”, Kevin berkata.
“iya, enggak apa-apa kok vin.”, Ayra menjawab dengan rasa kecewa.
“ra, gue ikut enggak apa-apa kan? Soalnya gue mau ikut basket juga. Cuma gue aja kok. Kezia dan Echa enggak ikut.”, Lucy berkata dengan tampang yang jahat.
“oh, iya.”, dengan sinis Ayra berkata.
“kalo begitu ayo kita mulai!”, Kevin mengajak Ayra dan Lucy.
Ayra merasa di diamkan. Lucy menghalangi Ayra agar Kevin tidak dekat dengan Ayra. Akhirnya Ayra pergi dan duduk di tangga dekat lapangan itu. Dan Kevin berhenti bermain basket karena Ayra tidak ada di lapangan. Kevin mencari tetapi tidak bertemu dengan Ayra. Tetapi Kevin bertemu dengan Jessy dan Angel. Mereka sedang berada di kantin.
“jess, ngel, ngeliat Ayra enggak?”, Kevin bertanya kebingungan dan kelelahan.
“enggak. Kenapa emang?”, jessy menjawab.
“daritadi dia enggak ada di lapangan. Gue mau curhat sama lo dong. Lo kan temannya Ayra. Pasti lo tau dong tentang dia!”, Kevin memohon terus menerus.
“iya. Lo boleh cerita sama kita.”, Angel menjawab.
Dan akhirnya Angel dan Jessy tahu bahwa ternyata Kevin menyukai Ayra. Hari itu juga, Kevin, Angel, dan Jessy.mencari-cari Ayra. Tetapi tidak ketemu juga. Dan mereka berpikir kalau Ayra sudah pulang. Keesokan harinya, saat masuk sekolah, Kevin menemui Ayra. Bertanya-tanya.
“kemarin lo kemana ra?”, gue udah di suruh pulang vin. Maaf ya gue enggak bilang-bilang dulu.”, Ayra menjawab dengan merasa bersalah.
“iya, enggak apa-apa kok ra. nanti pulang sekolah mau gue ajarin lagi?”, Kevin bertanya.
“kalo ada Lucy gue enggak mau. Gue enggak mau didiemin lagi.”, Ayra menjawab.
“iya ra. gue enggak ajak dia kok.”, Kevin menjawab dengan senyumnya.
Saat istirahat, Kevin dan Ayra saling bertatap-tatapan. Setiap bertemu selalu menyapa. Lucy dan teman-temannya kesal dan sekarang dia yang di jauhkan oleh semua temannya. Saat pulang sekolah Ayra dan Kevin ke lapangan.
“udah siap nuat latihan?”, Kevin bertanya.
“siap dong. Ayo kita mulai!”, jawab Ayra.
Saat itu di pertengahan saat Ayra ingin melempar bola, Ayra tergelincir hingga kakinya terkilir.
“aduh, maaf Kevin kaki gue sakit.”, Ayra berkata kesakitan.
“gue cari bantuan dulu ya. Eh kebetulan temen lo ada di situ.”, Kevin menjawab.
“ra, kenapa kamu? Pasti kamu jatuh lagi ya?”, jessy bertanya.
“kamu sih, udah aku bilangin. Kamu kan trauma main basket.”, Angel berkata dengan lantang.
“jadi lo trauma main basket ra?”, Kevin cemas mendengarnya.
“iya vin.”, Ayra merasa bersalah waktu itu.
Pada saat itu Ayra bersumpah tidak akan bermain basket lagi. Dan saat itulah Kevin menyatakan perasaan ke Ayra yang sebenarnya. Mereka hidup bahagia dan mereka adalah sahabat yang kokoh.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Be A Millionaire by Libery Ramadhana Arian
Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang betapa perihnya dan sengsaranya menjalani hidup dengan keterbatasan biaya. Seorang anak kecil yang tinggal di perkampungan kumuh bersama kakaknya da ibunya. Hidupnya sangat terbatas dan susah.Keluarganya sangat susah sekali mendapatkan makanan,bahkan makanan apapun yang ada disana seperti binatang dan batu yang hanya direbus dengan kayu bakar saja pasti akan dimakannya kalau sudah kelaparan. Perkampungan kumuh itu hidupnya sangat susah sekali hidupnya dan jarang sekali ada kendaraan-kendaraan yang lewat.
Perkampungan kumuh itu tempatnya di India. Anak kecil itu bernama Shaleh dan kakaknya bernama Malik. Mereka berdua hidupnya sangat rukun sekali dan ibunya sangat menyayangi mereka berdua. Kedua anak itu mempunyai cita-cita yang sangat besar,yaitu adalah menjadi seorang Millionaire. Namun mereka selalu berkata,dengan keterbatasan hidup kita,kalau kita mau berusaha dan bekerja keras pasti cita-cita yang kita impikan itu akan terwujud. Mereka itu adalah anak yang bertahan hidup dan tidak pernah menyerah untuk mencapai kesuksesan. Apapun tantangannya pasti akan kita lewati bersama dengan niat yang besar dan penuh keikhlasan hati nurani.
Mereka berdua dan ibunya beragama Islam. Suatu hari seluruh perkampungan kumuh tempat mereka tingal mengharapkan ada bantuan dari pemerintah India untuk memberikan makanan dan pakaian. Dan mereka juga berharap ada pemerintah India yang dating kesana untuk melihat keadaan di perkampungan kumuh ini. Karena terlalu kecilnya perkampungan kumuh itu hingga sudah satu tahun lamanya tidak ada satu orang pun yang datang atau memberikan makanan.
Dan akhirnya hampir seluruh orang-orang disana banyak yang mati kelaparan. Mereka semua terus menangis tetapi tidak putus asa untuk tetap berdoa. Lalu suatu hari doa mereka dikabulkan juga,tetapi semua itu percuma bagi Malik dan Shaleh karena ibu mereka telah meninggal dunia karena kelaparan. Shaleh menangis dan menjerit memanggil ibunya. Lalu Malik berkata kepada adiknya,jangan menangis Shaleh,kalau kamu masih terus menangis ibu kita tidak akan tenang di alam sana. Lalu setelah ibu mereka meninggal dunia,kehidupan mereka berdua semakin susah terutam Maolik karena sekarang dialah yang akan menjadi pengganti orang tua untuk adiknya. Setelah itu beberapa bulan kemudian ada suatu kejadian yang membuat mereka menangis tiada hentinya dan ketakutan. Karena perkampungan kumuh itu akan digusur dan dihancurkan oleh pemerintah India untuk dijadikan Apartement.
Mereka sangat sedih sekali melihat tempat mereka dilahirkan harus rata oleh tanah. Tetapi mereka tidak menyerah dan terus bertahan hidup tanpa tempat tinggal. Dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk merantau ke kota besar di India dengan menaiki kereta barang yang menuju ke India. Lalu setelah itu akhirnya mereka sampai juga di kota India. Kota besar yang tak pernah mereka lihat sepanjang hidupnya. Kota itu adalah kota yang mereka impikan dari dulu untuk menjadi seorang Millionaire yang sukses.
Disana mereka tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal serta tidak punya saudara atauteman untuk membantunya. Lalu mereka terpaksa menjadi pengemis jalanan untuk membiyayai hidup mereka. Mereka tinggal di jalanan karena masih beelum punya tempat tinggal yang layak untuk mereka. Suatu hari adiknya sakit karena kedinginan di malam hari. Lalu mereka akhirnya mereka mencari tempat tinggal untuk menyembuhkan adiknya. Malik terus berusaha dan bekerja keras untuk adiknya. Tiba-tiba malam setelah Malik selesai bekerja,mereka berdua melihat ada sebuah rumah kecil yang di tempati oleh para pengemis jalanan dan preman-preman.
Terpaksalah mereka meminta pertolongan pada mereka untuk diperbolehkan tinggal disini. Lalu preman itu menjawab kepada mereka bahwa,kalian boleh tinggal disini dengan sebuah syarat kalian harus bekerja menjadi pengemis jalanan untuk mencarikan kami uang. Ya,sudahlah tidak ada pilihan lain,Malik terpaksa menuruti perintah preman-preman itu demi menyelamatkan adiknya yang sedang sakit.
Besoknya Malik dan pengemis lainnya mulai bekerja untuk mencari uang,sedangkan Shaleh tetap diam dan beristirahat disana. Setelah dua hari kemudian Shaleh sudah sembuh juga. Lalu pada malam hari mereka semua dikumpulkan oleh preman itu untuk memperlihatkan kemampuan mereka bernyanyi. Lama kelamaan satu-satu anak pengemis jalanan itu disuruh bernyanyi.
Hanya ada tiga orang saja yang masih tersisa untuk menunggu giliran bernyanyi. Tiga orang itu adalah Shaleh,Malik dan Julia,mereka bertiga sudah bersahabat sejak pertama mereka tinggal disana. Tiba-tiba sebelum Malik bernyanyi ,ada satu orang lagi yang masih tersisa. Suara anak laki-laki itu sangat merdu sekali dan lembut pada saat dia bernynyi. Anak lelaki itu bernama Sahrul,dia adalah pengemis jalanan yang baru tinggal disini. Setelah itu Malik langsung kaget dan ketakutan ketika melihat anak itu di bius dengan menggunakan sapu tangan yang berisi obat bius.
Anak itu lalu dibaringkan di tikar. Tiba-tiba Malik langsung muntah karena melihat anak itu matanya disiram air panas yang mendidih supaya matanya buta tidak melihat. Setelah itu badan Malik langsung diam terpaku dan tidak bergerak melihat nasib seorang temannya yang malang dan tidak berdosa. Perilaku para preman-preman yang kejam itu untuk membuat orang-orang merasa kasihan melihatnya. Shaleh,Malik dan Julia untuk secepatnya melarikan diri dari tempat kejam ini sekarang juga. Lalu perlahan-lahan mereka bertiga terus mencoba untuk melarikan diri dari tempat ini. Tiba-tiba mereka ketahuan oleh preman itu karena mau melarikan diri.
Mereka bertiga berlari dengan sekuat tenaga untuk menuju kereta sayur yang sdan melaju dengan cepat agar bisa melompat ke kereta tersebut. Setelah mereka berlari dengan kencang tiba-tiba Julia sahabat mereka jatuh terpleset ranting pohon dan tertangkap oleh para preman itu. Malik dan Shaleh sudah berhasil melompat ke kereta tersebut,tetapi sahabat mereka Julia tertangkap dan terpisah dengan mereka berdua. Dan akhirnya Julia terpisah dengan Malik dan Shaleh selama sepuluh tahun. Setelah sepuluh tahun kemudian Shaleh sudah mempunyai pekerjaan.
Tetapi Malik telah menjadi orang jahat karena dia sudah bosan dengan kemiskinan yang dia alami sepanjang hidupnya. Malik sudah berumur 20 tahun dan Shaleh adiknya sudah berumur 18 tahun. Mereka berdua sempat terpisah karena Shaleh tidak mau ikut kakaknya yang sudah menjadi pembunuh bayaran dan pemabuk. Adiknya berkerja sebagai tukang penjual Koran dan majalah. Setelah beberapa tahun kemudian Shaleh merindukan kehadiran kakaknya Malik,walaupun kakakku sekarang sudah menjadi orang yang jahat tetapi kakakku tetap kakakku Malik,kata Shaleh sambil merenung dan bebicara sendiri.
Setelah beberapa menit kemudian tiba-tia Shaleh dikagetkan oleh orang yang ingin membeli korannya. Shaleh langsung kaget dan merasa malu pada bapak yang ingin membeli Koran dagangannya. Besoknya Shaleh memutuskan untuk tidak berdagang Koran lagi karena ia ingin mencari kakaknya dan ia juga ingin mencari Julia sahabatnya. Suatu hari ketika Shaleh sedang berjalan mencari kakaknya,tiba-tiba Shaleh bertemu dengan seorang pengemis yang matanya buta.
Pada saat itu Shaleh teringat masa lalunya ketika ia tinggal di sebuah rumah yang berisi pengemis jalanan dan preman-preman yang kejam. Ia teringat pada saat mereka sedang diuji kemampuannya dalam bernyanyi oleh preman tersebut. Salah satu temannya yang bernama Sahrul matanya di siram air panas yang mendidih dan sampai matanya buta oleh preman-preman yang sangat kejam itu. Pengemis ini pun juga sama suarnya sangat merdu dan lembut ketika bernyanyi untuk meminta uang,kata Shaleh dalam hatinya. Lalu setelah Shaleh bengong melihati dan mendengarkan suara pengemis buta itu. Tiba-tiba pengemis itu langsung memegang badan Shaleh dan ia berkata,Shaleh…ini kau.
Dengan gembiranya Shaleh lalu berkata,ya Sahrul ini aku teman lamamu waktu kita menjadi pengemis. Akhirnya kita dipertemukan kembali oleh tuhan, kata Sahrul. Lalu Shaleh berkata, bagaimana keadaanmu rul. Yah seperti apa yang sekarang kau lihat,aku masih menjadi orang buta yang hanya bisa mengemis meminta uang kepada orang-orand dengan bernyanyi. Kasihan sekali nasibmu rul,aku turut prihatin dengan keadaanmu sekarang,kata Shaleh sambil mengeluarkan air mata.
Jangan menangis leh,aku tidakpapa sekarang,mungkin aku hanya kurang beruntung saja nasibnya tidak seperti kau yang beruntung bisa melarikan diri dari tempat itu,kata Sahrul dengan muka yang sedih. Setelah itu Shaleh bertanya kepadanya,bagaiman keadaanya Julia. Sahrul menjawab,seperti yang aku rasakan dia semakin cantik dan baik. Tetapi…dia sekarang sudah diperkerjakan oleh preman itu menjadi wanita bayaran,kata Sahrul sambil memasang muka yang cemberut. Sahrul langsung marah dan kesal ketika mendengar pembicaraan dari Sahrul.
Lalu Shaleh bertanya kepadanya di mana alamat mereka dan Julia tinggal sekarang. Sahrul langsung memberitahukan kepada Shaleh tentang alamat mereka tinggal. Setelah itu Shaleh dengan cepatnya berjalan menuju rumah mereka tinggal. Dan akhirnya Shaleh telah sampai pada tempat itu. Setelah sampai disana tiba-tiba Shaleh bertemu dengan preman itu,dan langsung bertanya di mana kau sembunyikan Julia. Preman itu menjawab,hei…hei…hei jangan marah-marah seperti itu tidak sopan datang ke rumah orang dengan kasar seperi itu. Kau sudah besar Shaleh dan pasti kau juga masih ingat aku kan,kata preman itu sambil tertawa-tawa.
Tiba-tiba Shaleh merasa sangat kaget sekali ketika Julia dan kakaknya Malik keluar dari kamar itu. Ternyata Julia sedang melayani kakaknya di kamar tersebut sebagai wanita bayaran. Malik berkata,Shaleh… bagaimana bisa kau ada disini. Itu bukan urusanmu Malik,kenapa kau tidak pernah sadar apa yang telah kau perbuat selama ini itu salah,perbuatanmu semua dilarang agama dan bagaimana dengan perasaan ibu di alam sana,pasti ibu akan sangat sedih sekali melihat kelakuanmu seperti sekarang ini kak, kata Shaleh sambil marah. Aku sadar dan ikhlaf Shaleh,memang apa yang aku perbuat selama ini salah dan dilarang oleh agama kita. Tetapi ini semua aku lakukan karena aku sudah sangat bosan dengan kehidupan kita yang miskin ini,kata Malik sambil menangis.
Tetapi sekarang aku sangat senang sekali karena bisa bertemu dengan kamu lagi Shaleh,kau sekarang sudah besar de. Apakah kau masih mau memaafkan kakakmu yang hina ini de. Shaleh menjawab,aku pasti akan memaafkanmu kak karena sejahat-jahatnya dan sehina-hinanya,kaulah tetap kakaku yang menggatikan ibu sebagai orang tuaku,kata Shaleh sambil berpelukan dengan kakaknya Malik. Mulai sekarang kita akan selalu bersama-sama untuk selamanya dan aku janji padamu,aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi dalam situasi apapun, kata Malik sambil tersenyum. Terima kasih kak Malik,kata Shaleh. Tiba-tiba preman itu menghasut Malik agar jangan mendengarkan omongan Shaleh dan supaya menjadi orang jahat.
Dengan marahnya Malik langsung memukul orang itu dan mengarahkan pistolnya ke preman itu. Lalu preman itu langsung mundur dengan perlahan-lahan langkah demi langkah dan berkata, santai sajalah Malik aku hanya bercanda. Terserah kau sajalah Malik, kalau kau tidak berkerja sebagai orang jahat dari mana kau akan mendapatkan penghasilan, karena keahlian kau hanya bisa seperti ini, kata preman itu sambil tersenyum. “Diam kau!”, Malik langsung berteriak dan menembak orang itu dengan pistolnya. Setelah itu preman-preman yang lainnya langsung berlari kabur dari tempat itu. Shaleh dan Julia jantungnya langsung berdebar dan sangat kaget mendengar suara peluru tembakan dari pistol Malik.
“Ayo semuanya kita pergi dari sini dan kita akan memulai hidup baru seperti dulu lagi, oke brother”, kata Malik. Akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan tempat itu dan kembali melihat dagangan korannya Shaleh. Tiba-tiba mereka bertiga kaget melihat dagangan korannya hilang dibawa oleh petugas polisi untuk ditertibkan. Tetapi Shaleh tidak putus asa dan tetap berkerja keras untuk mencari pekerjaan yang lain. Malik berkata, “semua ini pasti ada himahnya dan tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi kita semua”, Julia berkata, “benar kata kakakmu Shaleh dari kejadian ini kita ambil saja hikmahnya dan aku yakin semua ini pasti akan ada jalan keluarnya”.
“Mendingan sekarang kita semua tinggal saja di rumahku, aku sudah mempunyai rumah sendiri walaupun semua itu aku dapat dari hasil pekerjaan yang keji dan hina ini”, kata Malik. “Jangan berkata seperti itulah kak,aku tahu semua yang kau lakukan pasti ada alasan yang kuat”, kata Shaleh. “biar waktu saja yang menjawab semua ini”, kata Julia. Tetapi akhirnya Julia pergi meninggalkan mereka berdua karena Julia harus kembali dengan suaminya yang jahat itu. Suaminya bernama Abdul. Shaleh dan Malik merasa kaget mendengar kalau ternyata Julia sudah mempunyai suami. “Maafkan aku sobat,aku terpaksa jujur pada kalian bahwa kenyataannya aku sudah mempunyai suami”, kata Julia.
“Julia sebenarnya dari pertama aku bertemu dengan kau, aku sudah jatuh hati padamu”, kata Shaleh. “Sebenarnya aku juga sayang padamu dari pertama aku melihat wajahmu yang tampan dan baik hati”, kata Julia. “Biar waktu yang menjawab cinta kalian berdua ini”, kata Malik. Tiba-tiba suaminya dating dan menghampiri mereka bertiga dan berkata, Julia apakah kau mau melanjutkan hubunganmu dangan ku, kata Abdul. “Tidak Abdul aku sudah capek menjadi istrimu yang sering kau siksa dan kau manfaatkan untuk menjadi wanita bayaran untuk mencari uang”, kata Julia. “Owh jadi semua ini kau yang menyuruh Julia untuk menjadi wanita bayaran”, kata Shaleh. Dengan marahnya, Shaleh langsung memuku Abdul dengan tangannya yang sudah dikepal kuat.
Dan setelah itu mereka bertiga pergi meninggalkan Abdul dan Julia sudah berencana ingin menikah dengan Shaleh. Dan pada hari itu juga Julia sudah menceraikan Abdul dan Abdul menerimanya karena dia sudah sadar, kalau hubungan mereka sudah tidak bisa dilanjutkan lagi. Pada suatu hari akhirnya mereka sudah menikah dengan restu dari Malik kakaknya Shaleh. Selanjutnya Shaleh mencoba mengikuti acara yang berhadiah sepuluh milliyard. Pada awalnya Shaleh tidak ingin mengikuti acara itu, tapi karena permintaan dari istri tercintanya akhirnya Shaleh menuruti permintaan istrinya. Shaleh sempat berkata, “apakah aku bisa menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu, aku ini hanya orang miskin yang tinggal di perkampungan kumuh”.
Lalu istrinya berkata, “jangan menyerah seperti itu suamiku, apakah kau tidak ingin cita-cita besar yang kau impikan itu terwujud?”. Shaleh menjawab, “aku mau dan aku yakin aku pasti bisa”. Setelah dua bulan kemudian Shaleh telah dipanggil oleh pihak acara untuk mengikuti acara ini. Pada hari itu Shaleh sudah bertanding untuk mendapatkan hadiah yang dia impikan. Suatu keajaiban yang sangat besar Shaleh bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu hingga menuju titik akhir sepuluh milliyard. Namun pembawa acara itu meraa sangat curiga karena seorang miskin yang tinggal di perkampungan kumuh itu bisa mnjawab pertanyaan ini. Shaleh disangka berbuat curang.
Setelah acara selesai Shaleh langsung diculik dan ditangkap polisi. Karena waktu sudah habis acara dilanjutkan besok. Di malam hari Shaleh dimintai keterangan oleh polisi tentang, dari mana kau bisa menjawab semua itu. Istrinya dan kakaknya pun stress mendengar bahwa Shaleh ditangkap oleh polisi karena difitnah melakukan kecurangan. Julia dan Malik tidak percaya dengan apa yang dibilang polisi. Dengan gemetarnya Shaleh langsung menjawabnya, “saya bisa menjawab pertanyaan itu karena semua pertanyaan itu berdasarkan pengalaman-pengalaman dan kejadian yang saya alami di masa kecil saya”. Lalu polisi bertanya, “apakah kau bisa menjelaskan pengalaman masa kecil yang kau alami”. Shaleh menjawab, “saya bisa dan Shaleh menceritakan bagaimana pengalaman masa kecilnya yang berhubungan dengan semua pertanyaan itu”. Dan setelah itu polisi percaya padanya bahwa Shaleh tidak melakukan kecurangan.
Besoknya Shaleh kembali melanjutkan acara itu. Seluruh penomton disana sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan Shaleh calon juara dunia. Setelah sampai disana Shaleh langsung disambut sangat meriah oleh penonton karena ini merupakan sebuah sejarah dunia. Dan akhirnya Shaleh bisa menjawab pertanyaan yang terakhir dengan hadiah sepuluh milliyard. Seluruh masyarakat dunia gembira dan kaget terutama Julia dan Malik. “Akhirnya cita-citamu terwujud adikku,dan sekarang aku mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya karena kamu sudah BE A MILLIONAIRE”, kata Malik sambil tersenyum bahagia.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Untuk yang Terindah by Krisna
Awan hitam menggantung di langit pada pertengahan bulan desember ini. Angin dingin menelusup ke seragam sekolah yang aku pakai. Aku berjalan menelusuri kelas – kelas yang hiruk pikuk dipenuhi oleh ocehan anak – anak SMA.
Beberapa anak tersenyum mengusik kebisuan hati tatkala aku melewati kelas mereka. “Hai, selamat pagi”,kataku pada mereka sambil terus melangkahkan kaki. Tujuanku ialah kelas paling sudut yang pada pintunya tertulis Kelas III A.
Sampai dikelas kuletakkan tas setengah melempar lalu melihat ke sekeliling. Teman – teman sudah banyak yang datang. Ya, seperti biasa ada yang ngerumpi, kejar – kejaran (mungkin gak sempat jogging kale!). Memang kelas kami sudah terkenal hiper aktif dan kelebihan energi apalagi kalau tidak ada guru di kelas.Pokoknya ribut deh.
“Hoi, ada orang gak” Syam berteriak ke telingaku. Aku bengong dan buat dia prihatin lihat tampangku yang sedikit kusut. Syam adalah kawan satu meja denganku. Orangnya memang suka bercanda tapi baik dan suka menolong orang lain.
“Oh,iya ada apa ?” kataku. “Loh, kok tanya lagi”, katanya setengah berbisik “jadi gak nembak Dyta”.
Aku diam. Teringat saat pertama kali ketemu dara manis yang namanya Dyta. Cewek yang ketemu waktu daftar ulang masuk SMA tiga tahun yang lalu. Wajah melankolisnya punya tempat tersendiri dalam hatiku.
Pada saat itu kami berkenalan dan berlanjut menjadi teman baik sampai saat ini. Kami sering jalan berdua dan bercerita tentang pengalaman kami masing – masing. Tak kusadari kalau aku ternyata suka sama dia. Tapi aku hanya bisa menyimpannya dalam hati saja.
Dan memang aku berencana nembak dia untuk jadi pacarku. “Hah, mulai lagi nih, bengong melulu !”,kata Syam sembari mendorongku.
“Indra, kamu itu harus cepat – cepat nembak dia. Kalau tidak nanti disambar orang, tahu rasa !” komentarnya.
“Iya, tapi bagaimana caranya ?”, tanyaku. “Sudah tenang saja”,katanya “Aku dengar dari temannya Dyta suka ditembak melalui
surat”.
Ehem, jadi begitu, pikirku. “Bagus juga kalau gitu. Tapi Aku gak tahu nulis
surat cinta. Eh, Kau bisa bantu aku
kan”, kataku sambil sedikit memaksa.
“Iya, tapi pulang sekolah nanti”, katanya “ itupun, kalau ada Jus alpukat yang gratisan, hehehe”. Syam mencubitku.
Keberuntungan berpihak bagi kami. Mata pelajaran kimia yang terakhir tidak masuk karena ada rapat guru. Jadi, cepat pulang, hehehe.
Awalnya, sulit menulis kata – kata dalam
surat cinta. Apalagi lihat Syam mondar – mandir sambil mendikte kayak guru TK saja. Syam layaknya pujangga kondang lagi puisi nich. Sudah habis 10 lembar kertas terkoyak karena salah isi suratnya. “Gak romantis banget!”, kata Syam. Usaha dan kerja keras kami berdua pun selesai.
Nah,
surat cintaku sudah selesai diatas kertas terbaik yang kumiliki (dimodif sedikit oleh Syam) dan kutaruh dalam amplop spesial. Kami sepakat letakkan
surat itu di laci meja Dyta yang kelasnya tidak begitu jauh kelasku.Dan kami pun pulang setelah menutup pintu kelas itu.
Hatiku jadi lega. Cuma sedikit takut kalau
surat itu jatuh ke tangan orang lain. Rasanya waktu lama sekali berlalu.
Hari kamis yang kunantikan datang juga.Aku cepat pergi ke sekolah. Aku lihat
di kelas Dyta sudah ada siswa yang datang. Selang waktu 10 menit sebelum apel pagi kulihat kelasnya ribut karena ada siswa yang melihat
surat itu lalu memberikannya pada Dyta. Semua temannya ingin baca
surat itu. Aku dan Syam jadi lega melihat dia memasukkan
surat itu ke kantung.
Jam istirahat aku dengar dari teman kalau Dyta panggil Riko tentang isi
surat itu. Dia pikir
surat itu dari Riko.
“Busyeeet,pantas saja ! soalnya kita kan lupa buat namamu,ndra”, kata Syam sambil mengingat isi
surat itu. Aku bingung dan dadaku galau ingin rasanya berteriak keras bahwa akulah yang nulis
surat itu.
Riko, cowok yang aku tahu suka sama Dyta dan sering pasang aksi kalau lagi ada Dyta. Riko mengaku kalau dialah yang menulis
surat itu.Seminggu kemudian aku dengar mereka sudah jadian. “Biar aku saja yang beri tahu Dyta kalau kamulah yang nulis
surat itu,Ndra”,kata Syam.
“Jangan biar saja nanti gak enak sama orang – orang”,pintaku “Tenang saja aku gak apa apa kok”.Aku pernah ditelpon Dyta. Dia mengajak ketemuan tapi aku menolak karena lagi asyik mengerjakan tugas. “Ndra, kamu tahu
kan aku baru jadian sama Riko”,katanya lewat telpon “aku senang sekali. Dia nembak aku pakai
surat, romantis banget!”. Jiwaku bergelora ingin berteriak tapi aku menahannya. Kujauhkan gagang telpon saat dia berbicara mencoba untuk menutup diri dari kenyataan ini. Setelah hari itu, Dyta jadi berubah.
Kami tidak pernah lagi jalan bareng seperti dulu. Dan aku menghabiskan waktu dengan tugas – tugas sekolah yang menumpuk. Di sekolah aku selalu ingin menyendiri dan memang aku telah jauh terhanyut olehnya. Waktu ternyata cepat berlalu.
13 Mei 2007. Sekolah kami buat acara perpisahan untuk anak – anak kelas III yang sebentar lagi akan ujian nasional.Aku sama sekali tidak tertarik untuk melihat acara perpisahan itu.Tapi karena Syam mengajakku, jadilah aku ada sana.Aku melihat Dyta memakai baju warna hitam dengan celana jeans panjang.
Aku tahu dia dan teman – temannya jadi pengisi acara perpisahan.Syam yang juga melihatnya menyeretku ke tempat Dyta berkumpul dengan teman – temannya. “Hai, Indra, apa kabar?”, tanya Dyta “sudah lama kita gak ketemu ,ya”.
“Oh, aku baik – baik saja”, kataku. “Sebenarnya aku ingin bicara sesuatu sama kamu tapi tunggu setelah kami tampil, bisa
kan ?” kata Dyta. “ Bisa, aku tunggu di depan aula, ya”, jawabku.“Eits, ada apa nih ?”, celoteh Syam sambil menyikut perutku.
Setelah menungggu beberapa menit di depan aula sekolah. Dyta mengajakku ke kantin sekolah. Cuma ada beberapa anak yang berada di kantin itu. Mungkin yang lainnya lagi asyik lihat acara perpisahan. Kami duduk di meja yang berdekatan dengan dinding kantin itu.
“Bagaimana penampilan tari kami tadi”, Dyta memulai pembicaraan. “Bagus, bisa untuk nampil di istana negara” kataku sambil tertawa. Suasana akrab cepat sekali muncul saat itu. “Kemarin aku dan Riko baru saja putus” kata Dyta. Keadaan jadi hening sesaat.
“Riko ternyata sudah punya pacar sebelumnya.Dan
surat cinta itu bukan dia yang buat”,lanjutnya. Wajahku jadi pucat pasi, aku tahu itu walaupun tanpa bercermin. “Dan sebenarnya aku suka kamu, Indra” katanya lagi “meskipun
surat itu dia yang buat atau tidak”. Aku hanya diam mendengarnya.
“Tapi Aku tahu kok kalau kamu hanya menganggap Aku sebagai teman saja”, kata Dyta. Aku jadi terharu. “Dyta, apa kamu tidak tahu siapa yang nulis
surat itu ?”, tanyaku.
“Eem, tidak !”,katanya “kamu tahu ?”.
“Iya, aku sebenarnya yang nulis
surat itu”, jawabku. Kulihat air mata mulai membendung di kelopak matanya. “Kenapa tidak kamu bilang waktu itu ?”,katanya sambil mencoba menahan tangisnya. Aku jadi repot untuk menenangkannya.
Siswa yang juga berada di kantin melihat kejadian itu. “Dyta aku minta maaf soal itu”,kataku pelan “aku gak ingin merusak kebahagiaan kamu waktu itu”.
“Jadi, aku sudah tahu sekarang”, kata Dyta “apa kamu tidak cinta lagi padaku ?”. Aku diam. “Jawab, Ndra”, pintanya.
“Tidak”, kataku “sekarang aku ingin mewujudkan cita – cita dan impian orang tuaku”.
“Aku punya tanggung jawab yang besar sekarang ini”, lanjutku “maafkan Aku”. Kami saling pandang, kurasakan ada getaran aneh yang mengharuskan aku memeluknya. “Aku harus pergi setelah lulus UN ini”,kataku sambil mendekapnya.
Hari itu, aku merasa senang bercampur sedih. Senang, karena Dyta sudah tahu bahwa aku mencintainya dengan setulus hatiku. Sedih, karena harus meninggalkannya dan semua kenangan indah selama ini.
Memang sulit untuk melupakan semua kenangan indah itu. Tetapi, satu hal yang kutahu pasti yaitu cinta kita tetap ada walau kita tidak saling memiliki.
Kusampaikan cinta ini lewat angin malam hanya untukmu dan namamu satu yang terindah dalam hati ini.
Sepintas aku berpikir bahwa mungkin dia memang untuk orang lain, dan aku mungkin dapat yang lebih baik dari dirinya itu. Dan aku berpikir bahwa kita jangan terlalu memikit\rkan yang sudah-sudah.
Dia adalah sahabat kusekarang dan tak lebih dari itu aku menganggapnya. Aku senang jikalau memang dia senang aku bahagia jika memang dia bahagia.
AKU MULAI MENGETAHUI HIDUP INI, BAHWA KITA HANYA MAHLUK CIPTAAN TUHAN APA YANG DIBERIKAN UNTUK KITA ADALAH YANG TERBAIK UNTUK HIDUP KITA.
Beberapa anak tersenyum mengusik kebisuan hati tatkala aku melewati kelas mereka. “Hai, selamat pagi”,kataku pada mereka sambil terus melangkahkan kaki. Tujuanku ialah kelas paling sudut yang pada pintunya tertulis Kelas III A.
Sampai dikelas kuletakkan tas setengah melempar lalu melihat ke sekeliling. Teman – teman sudah banyak yang datang. Ya, seperti biasa ada yang ngerumpi, kejar – kejaran (mungkin gak sempat jogging kale!). Memang kelas kami sudah terkenal hiper aktif dan kelebihan energi apalagi kalau tidak ada guru di kelas.Pokoknya ribut deh.
“Hoi, ada orang gak” Syam berteriak ke telingaku. Aku bengong dan buat dia prihatin lihat tampangku yang sedikit kusut. Syam adalah kawan satu meja denganku. Orangnya memang suka bercanda tapi baik dan suka menolong orang lain.
“Oh,iya ada apa ?” kataku. “Loh, kok tanya lagi”, katanya setengah berbisik “jadi gak nembak Dyta”.
Aku diam. Teringat saat pertama kali ketemu dara manis yang namanya Dyta. Cewek yang ketemu waktu daftar ulang masuk SMA tiga tahun yang lalu. Wajah melankolisnya punya tempat tersendiri dalam hatiku.
Pada saat itu kami berkenalan dan berlanjut menjadi teman baik sampai saat ini. Kami sering jalan berdua dan bercerita tentang pengalaman kami masing – masing. Tak kusadari kalau aku ternyata suka sama dia. Tapi aku hanya bisa menyimpannya dalam hati saja.
Dan memang aku berencana nembak dia untuk jadi pacarku. “Hah, mulai lagi nih, bengong melulu !”,kata Syam sembari mendorongku.
“Indra, kamu itu harus cepat – cepat nembak dia. Kalau tidak nanti disambar orang, tahu rasa !” komentarnya.
“Iya, tapi bagaimana caranya ?”, tanyaku. “Sudah tenang saja”,katanya “Aku dengar dari temannya Dyta suka ditembak melalui
surat”.
Ehem, jadi begitu, pikirku. “Bagus juga kalau gitu. Tapi Aku gak tahu nulis
surat cinta. Eh, Kau bisa bantu aku
kan”, kataku sambil sedikit memaksa.
“Iya, tapi pulang sekolah nanti”, katanya “ itupun, kalau ada Jus alpukat yang gratisan, hehehe”. Syam mencubitku.
Keberuntungan berpihak bagi kami. Mata pelajaran kimia yang terakhir tidak masuk karena ada rapat guru. Jadi, cepat pulang, hehehe.
Awalnya, sulit menulis kata – kata dalam
surat cinta. Apalagi lihat Syam mondar – mandir sambil mendikte kayak guru TK saja. Syam layaknya pujangga kondang lagi puisi nich. Sudah habis 10 lembar kertas terkoyak karena salah isi suratnya. “Gak romantis banget!”, kata Syam. Usaha dan kerja keras kami berdua pun selesai.
Nah,
surat cintaku sudah selesai diatas kertas terbaik yang kumiliki (dimodif sedikit oleh Syam) dan kutaruh dalam amplop spesial. Kami sepakat letakkan
surat itu di laci meja Dyta yang kelasnya tidak begitu jauh kelasku.Dan kami pun pulang setelah menutup pintu kelas itu.
Hatiku jadi lega. Cuma sedikit takut kalau
surat itu jatuh ke tangan orang lain. Rasanya waktu lama sekali berlalu.
Hari kamis yang kunantikan datang juga.Aku cepat pergi ke sekolah. Aku lihat
di kelas Dyta sudah ada siswa yang datang. Selang waktu 10 menit sebelum apel pagi kulihat kelasnya ribut karena ada siswa yang melihat
surat itu lalu memberikannya pada Dyta. Semua temannya ingin baca
surat itu. Aku dan Syam jadi lega melihat dia memasukkan
surat itu ke kantung.
Jam istirahat aku dengar dari teman kalau Dyta panggil Riko tentang isi
surat itu. Dia pikir
surat itu dari Riko.
“Busyeeet,pantas saja ! soalnya kita kan lupa buat namamu,ndra”, kata Syam sambil mengingat isi
surat itu. Aku bingung dan dadaku galau ingin rasanya berteriak keras bahwa akulah yang nulis
surat itu.
Riko, cowok yang aku tahu suka sama Dyta dan sering pasang aksi kalau lagi ada Dyta. Riko mengaku kalau dialah yang menulis
surat itu.Seminggu kemudian aku dengar mereka sudah jadian. “Biar aku saja yang beri tahu Dyta kalau kamulah yang nulis
surat itu,Ndra”,kata Syam.
“Jangan biar saja nanti gak enak sama orang – orang”,pintaku “Tenang saja aku gak apa apa kok”.Aku pernah ditelpon Dyta. Dia mengajak ketemuan tapi aku menolak karena lagi asyik mengerjakan tugas. “Ndra, kamu tahu
kan aku baru jadian sama Riko”,katanya lewat telpon “aku senang sekali. Dia nembak aku pakai
surat, romantis banget!”. Jiwaku bergelora ingin berteriak tapi aku menahannya. Kujauhkan gagang telpon saat dia berbicara mencoba untuk menutup diri dari kenyataan ini. Setelah hari itu, Dyta jadi berubah.
Kami tidak pernah lagi jalan bareng seperti dulu. Dan aku menghabiskan waktu dengan tugas – tugas sekolah yang menumpuk. Di sekolah aku selalu ingin menyendiri dan memang aku telah jauh terhanyut olehnya. Waktu ternyata cepat berlalu.
13 Mei 2007. Sekolah kami buat acara perpisahan untuk anak – anak kelas III yang sebentar lagi akan ujian nasional.Aku sama sekali tidak tertarik untuk melihat acara perpisahan itu.Tapi karena Syam mengajakku, jadilah aku ada sana.Aku melihat Dyta memakai baju warna hitam dengan celana jeans panjang.
Aku tahu dia dan teman – temannya jadi pengisi acara perpisahan.Syam yang juga melihatnya menyeretku ke tempat Dyta berkumpul dengan teman – temannya. “Hai, Indra, apa kabar?”, tanya Dyta “sudah lama kita gak ketemu ,ya”.
“Oh, aku baik – baik saja”, kataku. “Sebenarnya aku ingin bicara sesuatu sama kamu tapi tunggu setelah kami tampil, bisa
kan ?” kata Dyta. “ Bisa, aku tunggu di depan aula, ya”, jawabku.“Eits, ada apa nih ?”, celoteh Syam sambil menyikut perutku.
Setelah menungggu beberapa menit di depan aula sekolah. Dyta mengajakku ke kantin sekolah. Cuma ada beberapa anak yang berada di kantin itu. Mungkin yang lainnya lagi asyik lihat acara perpisahan. Kami duduk di meja yang berdekatan dengan dinding kantin itu.
“Bagaimana penampilan tari kami tadi”, Dyta memulai pembicaraan. “Bagus, bisa untuk nampil di istana negara” kataku sambil tertawa. Suasana akrab cepat sekali muncul saat itu. “Kemarin aku dan Riko baru saja putus” kata Dyta. Keadaan jadi hening sesaat.
“Riko ternyata sudah punya pacar sebelumnya.Dan
surat cinta itu bukan dia yang buat”,lanjutnya. Wajahku jadi pucat pasi, aku tahu itu walaupun tanpa bercermin. “Dan sebenarnya aku suka kamu, Indra” katanya lagi “meskipun
surat itu dia yang buat atau tidak”. Aku hanya diam mendengarnya.
“Tapi Aku tahu kok kalau kamu hanya menganggap Aku sebagai teman saja”, kata Dyta. Aku jadi terharu. “Dyta, apa kamu tidak tahu siapa yang nulis
surat itu ?”, tanyaku.
“Eem, tidak !”,katanya “kamu tahu ?”.
“Iya, aku sebenarnya yang nulis
surat itu”, jawabku. Kulihat air mata mulai membendung di kelopak matanya. “Kenapa tidak kamu bilang waktu itu ?”,katanya sambil mencoba menahan tangisnya. Aku jadi repot untuk menenangkannya.
Siswa yang juga berada di kantin melihat kejadian itu. “Dyta aku minta maaf soal itu”,kataku pelan “aku gak ingin merusak kebahagiaan kamu waktu itu”.
“Jadi, aku sudah tahu sekarang”, kata Dyta “apa kamu tidak cinta lagi padaku ?”. Aku diam. “Jawab, Ndra”, pintanya.
“Tidak”, kataku “sekarang aku ingin mewujudkan cita – cita dan impian orang tuaku”.
“Aku punya tanggung jawab yang besar sekarang ini”, lanjutku “maafkan Aku”. Kami saling pandang, kurasakan ada getaran aneh yang mengharuskan aku memeluknya. “Aku harus pergi setelah lulus UN ini”,kataku sambil mendekapnya.
Hari itu, aku merasa senang bercampur sedih. Senang, karena Dyta sudah tahu bahwa aku mencintainya dengan setulus hatiku. Sedih, karena harus meninggalkannya dan semua kenangan indah selama ini.
Memang sulit untuk melupakan semua kenangan indah itu. Tetapi, satu hal yang kutahu pasti yaitu cinta kita tetap ada walau kita tidak saling memiliki.
Kusampaikan cinta ini lewat angin malam hanya untukmu dan namamu satu yang terindah dalam hati ini.
Sepintas aku berpikir bahwa mungkin dia memang untuk orang lain, dan aku mungkin dapat yang lebih baik dari dirinya itu. Dan aku berpikir bahwa kita jangan terlalu memikit\rkan yang sudah-sudah.
Dia adalah sahabat kusekarang dan tak lebih dari itu aku menganggapnya. Aku senang jikalau memang dia senang aku bahagia jika memang dia bahagia.
AKU MULAI MENGETAHUI HIDUP INI, BAHWA KITA HANYA MAHLUK CIPTAAN TUHAN APA YANG DIBERIKAN UNTUK KITA ADALAH YANG TERBAIK UNTUK HIDUP KITA.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Cinta Amnesia by Ken Fernanda
Pada suatu hari disekolah, sebuah SMA di daerah Kota Depok, ada sebuah geng yang beranggotakan 3 orang, Jonny, Fritzzy, dan Angel. Sebenernya ini bukan seperti geneg, tapi karena mereka bertiga selalu jalan bareng jadi orang sering melihat ini seperti geng, tapi ketiga orang itu bersikap biasa saja. Pada hari senin, mereka masuk sekolah, mereka menjalani hari sekolah dengan tidak biasa, ssepertinya tingkah laku jonny menjadi berbeda yaitu dia seperti ada sesuatu hal yang membikin di senang. Fritzzy dan Angel menanyakan ke Jonny kenapa dia senang.
“ eh jon, kenapa lo ? heboh amat kayaknya “ ujar Fritz.
“ ha? Iya apa? Kayaknya biasa aja deh jon “ balasnya Jonny . Angel heran akan tingkah laku jonny. Angel mulai bertanya ke cewenya Jonny yaitu Ghina.
“ Ghin, cowo lo napa sih ? girang amat “ kata Angel
“ Haha gatau tuh dia kenapa ya? “ kata Ghina.
“ yee lo ghin lo kan cewenya “ balas Angel
“ yaudah deh nanti gue tanyain dia aja ya ngel ntar gue kasitau deh okey ? “ kata ghina
“ okey “ balas angel
Bel berbunyi, tandanya msuk kelas. Dikelas pun Jonny kelakuannya gak selesai seesai dari namanya insengin Angel kan ada habisnya. Saat istiraht, Angel menyamperin Ghina dan bertanya “ Eh uda ditanyain belum ? gue gedek banget sama dia nih dijahilin mulu “.
Ghina membalas “ etdah sabar bu, ini aja baru istirahat kan “
“ yaudah buruan ! gue pingin tau ghin “
Angel menguping di dekat Ghina dan Jonny dan mendengar percakapan
“ eh kamu kenapa sih say ? temen temen kamu pada ngomel ke aku nih gara gara kamu “
“ gapapa kok, aku seneng aja besok kamu kan ultah hihi “
“ lah terus kenapa ? kok jadi heboh “
“ haha aku uda uat surprise buat kamu, pokoknya special banget deh”
“ hehe makasih ya sayang, tapi kamu jangan heboh rusuh gitu dong aku jadi gak seneng nih “
“ hih iya aku gak rusuh lagi deh ‘
“ yaudah kamu minta maaf sama angel sana “
“ iya sayaang muah “
Jonny mendatangi Angel dan segra minta maaf ke dia. Angel pun memaafkan dia
“ eh kenapa sih lo tadi ? “ Tanya angel
“ yah seneng aja kan besok ghina ultah ngel “ kata jonny
“ wah ? iya apa ? wah terus lo ngasih apa ? “
“ ada deh gua ngajak dia dinner dulu , lo ikut aja “
“ wah boleh ? haha asik deeh “
“ yaudah ajak aja Fritz “
“ oke deh ntar gue kabarin dia hehe thanks ya jon “
Setelah pulang sekolah, Jonny pingin mengantar pulang Ghina, akhirnya dianterlah ghina sampai rumah. Pada jam 20.00 setelah tiba di rumah ghina mereka mengobrol dahulu di rumah ghina. Setengah jam merka mengobrol di rumah ghina dan sepertinya jonny ngantuk dan ingin pulang. Akhirnya Jonny pulang. Di perjalanan Jonny merasa ngantuk, dia membawa motor yang tida terkendali, dan tiba tiba dia hampir menabrak orang lain, dia menghindar mendadak, dan motornya itu tidak terkendali langsung jatuh dia, orang orang tidaka ada di sekitar dia untuk menolongnya dan dia pingsan
Keesokan harinya adalah hari dimana Ghina ulang tahun, tapi sayangnya Jonny masuk rumah sakit karena luka yang parah dan mungkin gegar otak. Semetara di sekolah temen temennya Ghina pada menceplokin ghina dan mengucapkan happy birthday kepada ghina. Ghina sedih pada saat itu karena jonny tidak ada disitu, dia bertanya Tanya akan kehadiran jonny sekarang sedang dimana. Saat dikelas pun dia menangis nangis karena dia merasa kehilangan jonny. Setelah guru masuk, tiba tiba guru memberi tahu berita buruk kepada muridnya yaitu tentang kecelakaan Jonny semalam. Ghina pun kaget lalu dia pingsan, teman temannya membawa Ghina ke Uks. Pada waktu istirahat, Fritzzy dan Angel segera ke ruang UKS untuk melihat keadaan Ghina. Ternyata tadi Ghina hanya kena syok menddak dan sekarang keadaannya sudah membaik.
“ kenapa lo tadi ? kok syok kenapa ? “ Tanya Angel
“ angeeeeeelllll “ sambil menangis dan memeluk Angel
“ lah kenapa ghin ? lo belum cerita “ kata fritzz
“ Jonnnnyyyyy “ tangis ghina
“ iya kenapa jonny ? “ kata fritzz
“ dia kecelakaan fritzzz “ kata ghina
“ ah ! serius lo ?! “ parah banget “
“ kapan ? dimana dia sekarang ghin ? “ kata Angel
“ gatau gue tadi gue dikasitau sama Bu Imah “ sambil menangis
“ yaudah lo jangan nagis dulu ya gua Tanya dulu sama bu imah “
“ tolongin ya fritzz, ngel”
“ tanag aja masih ada fritzz disini hoho “
Lalu Fritzz ke ruang guru bertanya kepada Bu Imah tenetang kejadian Jonny semalam. Fritzz uda bertanya tanya ke Bu Imah, dan dia mendapat kabar kalo jonny dirawat di rumah sakit Pertamina. Dan me dapatkan kabar kalau Jonny kena gegar otak dan luka yang sangat parah. Setelah mendengar kabar itu, fritzz berlari dan memberi tau kepada Ghina kalo fritzz luka parah dan gegar otak yang parah. Mendengar itu Ghina menangis lagi tak ada habisnya. Dan mereka berencan akan menjenguk jonny dirumah sakit Pertamina itu, dan sampai sekarang Ghina tak berhenti menangis. Angel berusaha menenangi dia
Setelah pulang sekolah, mereka bergegas mencari taksi, dia mencari taksi kurang lamanya adalah 30 menit, akhirnya ketemu taksi dan segera jalan menuju RS pertamina itu. Perjalan menempuh 30 menit dengan jarak 15 km, Ghina emosi kepada supir taksi Karen berjalan lama, Jakarta sekarang macet parah, ghina mulai gak sabar karena kemacetan disitu sangat parah.
Setibanya mereka bertiga dirumah sakit, ghina langsung berlari ke receptionist
Dan menanyakan kamar dimana Jonny rawat inapa di rumah sakit itu, ternayata kamar 666, Ghina berirasat brk terhadap karena itu adalah angka setan dan ghina takut terjadi apa apa dengan jonny sekarang, dia mulai berlari menuju lift, dia sempat marah lagi karena lift yang rusak, akhirnya pintu lift terbka dan dia segera masuk dan menuju elantai 6. Dia berlari terus hingga ke kamar 666. Setelah masuk kamar 666, dia melihat jonny yang tertidur pulas, dan kai yang di perban, kepala juga di perban, langsung Ghina menagis di pundak Jonny, tiba tiba jonny terbangun dan berteriak “ TOLONG TOLONG ! “ Ghina pun kaget dan mulai menyadarkan jonny “ jonny, ini aku jonny, ghina “ kata ghina, jonny pun tetap berteriak minta tolong, suster dan dokter mulai masuk dan menyuruh Ghina untuk keluar sementara. Setelah menunggu 20 menit, dokter keluar dan menyapa Ghina
“ dek, kamu salah satu dari temennya jonny ya ? “ sapa dokter
“ iya dok saya pacarnya dan mereka berdua adalah temennya “ balas ghina
“ oh oke baguslah ada temen baru dia “ kata dokter
“ ehm maksud dokter apa ? temen baru ? sekarang kedaan dia gimana pak ? “ kata angel
“ iyadia punya teman baru yaa.. yaitu kalian “ kata dokter
“ kok gitu pak ? saya ini bersahabat uda lama dok ? “ kata fritzz
“ dia sebenarnya terkena amnesia yang sangat parah “ ucap dokter
“ apaaaa dok !!! “ bentak ghina
“ iya dia terkena amnesia yang parah stadium 5 dek “ kata dokter
disini Ghina mulai menangis lagi
“ dok boleh kah ghina ini berbicara dengan jonny sekarang ? “ kata anel
“ oh silahkan tapi jangan membuat dia kaget lagi ya “ kata dokter
“ oh oke dok makasih ya dok “
saat itu ghina gak kuat melihat jonny yang tergeletak kesakitan, jonny disitu menangis juga karena perih sakitnya dia, disitu angel yang menyapa duluan
“ jonny ? “ kata angel
“ ehmm “ jonny diam saja
“ jonny bangun ingat gue kan ? “ sapa angel
ternyata dia belum terbangun dan dia bilang juga ingin masih tidur
Pada 15 menit kemudian…..
Dia terbangun, dia sangat pucat, dia bingung, ghina yang tertidur di pundaknya juga terbangun. Dia pun mulai menyapa dengan halus Jonny, sambil menagis pun dia menyapa. Tetapi jonny masih bingung seakan dia baru memulai kehidupan dia lagi.
“ jonny…” sapa ghina sambil menangis
“ aa.. aa.. aa…” jonny kebingungan
“ ini aku jonn, ini aku ghina, kamu masih inget aku kan ? “ ghina bertanya
“ tidak tidak, siapa kamu ? aku gak kenal aku siapa dan kamu siapa “ kata jonny
“ kamu itu jonny aku ghina kamu itu jangan luapain aku dong” kata ghina
“ siapa ghina ? jonny itu aku ? aku bukan jonny ! “ jonny berkata dengan kasar
“ ya ampuuuun ! inget saat kita pertama jadian ? kamu itu gabakal ngelupain aku “
“ siapa ? kapan ? aaargh ! aku bingung, jauhi gue sekarang !! “
Jonny mulai berteriak minta tolong, jonny merasa ketakutan, dia pun juga menutupi dirinya dengan selimut.
Beberapa saat kemudian, dokter tiba-tiba masuk ke kamar itu, dokter juga mulai bingung karena penyakitnya ini aneh, dia pun keluar dan menghampiri Ghina
“ oia! Ghina ? “ sapa dokter
“ kenapa dok? Dia bakal sembuh kan dok ? bantuin saya dooook ! “ kata ghina
“ sebenernya saya juga tidak mengerti dalam penyakit ini “ kata dokter
“ kenapa dokteeeer ? tolong sayaa “ mohon ghina
“ iya saya akal Bantu, jonny terserang amnesia yg parah sehingga dia takut semua orang “ kata dokter
“ dokter tolong sayaaaaaaa “ kata ghina
“ hemmm, saya bakal bantu, mungkin ini rahasia ya ? okey ? “ kata dokter samabil berbisik
“ kenapa dok ? “ kata ghina
“ kamu pacarnya bukan ? coba kamu bawa dia ke tempat yg biasa mengingatkan dia “ kata dokter
“ gimana dok maksudnya “ tanya ghina
“ ya kamu harus bawa dia yang mengingatkan masa lalu agar dia bisa kembali seperti dulu “ saran dokter
“ ya pasti bakal sembuh kan dok ? tolong saya dok “ kata ghina
“ jujur ya, pasien saya pernah mengalami amnesia yang begini, terus cewenya itu saya suruh yang begini, eh 1 bulan kemudian pasien itu berterima kasih sama saya “ kata dokter
“ iya dok saya bakal mencoba dan berusaha “ kata ghina
“ iya kamu juga harus berusaha ya demi yang terbaik okey ? “ kaya dokter
“ iya dok makasih ya saranya “ kata ghina
Pada hari esoknya, Jonny diizinkan pulang oleh dokter karena keaadaan yg sudah mulai membaik. Ditemani oleh ghina dia tetap diam tanpa kata, di mobil ghina dia juga diam, sempat ghina meneteskan air mata dia Karena gak kuat akan keadaan jonny sekarang. Setiba dirumah, jonny disapa baik oeh keluarganya, ibunya jonny gak tega sempat ingin menangis juga. Jonny serasa kembali seperti dulu dia mengulang lagi. Sesaat jonny telah diantar ke kamar dia, gina mulai berbicara dengan ibunya dia
“ ghina kamu kan pacarnya, sebenernya dia pasti bakal smbuh kan ? tanya ibu
“ iya tante, aku telah mendapat saran dari dokter “ kata ghina
“ ooh gitu iya tante taku kehilangan anak satu satunya saya ghin “ kata ibu sambil menangis
“ iya tante tenag aja kok, aku bakal jaga dia kok “ kata ghina
“ iya tolong tante ya ghin “ kata ibu
“ iya tante oia! Tante nanti jam 4 boleh gak aku ajak jonny jalan ? aku pingin mengingatkan dia tante “ kata ghina
“ ohh tidak apa apa kok ghin, silahkan ajak saja biar dia mencari dunia barunya dia “ kata ibu
“ iya tante saya pergi ke rumah bentar ya tante, nanti jam 4 kurang saya kesini lagi, tante jangan lupa kasih minu obatnya ya tante “ kata ghina
Jam 4, Jonny mulai diajak untuk dibawa ke tempat yang special yaitu daerah sekitar kemang, dan dia dibawa jalan sekitar itu dan dibawa ke tempat pertama kali jadian yaitu Mcd kemang, disitu ghina memesan makanan dan minuman yang dipesan oleh jonny pertama kali untuk ghina, disitu ghina menunjukan hal hal yang elah diberikan ke ghina seperti bunga, kalung, foto, dan lain lain, Ghina pun menangis lagi, tapi tiba tiba jonny mengusap air mata ghina, jonny berbicara
“ kamu kenapa ? kok menangis “ kata jonny
“ jonny kamu uda sadar ? “ kata ghina
“ sadar apa? Emang aku dari dulu begini kan “ kata jonny
“ gak gak gak ! kamu coba liat foto ini, ini kita 6 bulanan jon, llihat bunga ini, ini kamu berikan saat kita sebulanan, banyak yang kamu berikan ke aku bahkan kamu bakal memberikan surprise ulang tahun buat aku tapi kamu yang dulu menghilang lagii “ kata ghina
“ AAAAAH !! ada apa ini ? “ kata jonny
Disitu mulai terdiam sejenak dan jonny membangunkan ghina yang sedang menutupi nangisnya itu dan berkata
“ hey “ sapa jonny
“ jonny ? “ kata ghina
“ iya kenapa “ kata jonnhy
“ AAAH JONNNY KAMU KEMBALIIII “
“ emang aku kenapa ? aku lupa “ kata jonny
“ nanti aku cerita deh dirumah kamuuuuuu ayo kita lekas pulang kerumah kamu ayooo “ kata ghina
“ lah aku bingung ghinaaaa “ kata jonny
disini telah terciptanya cinta mereka berdua lagi. Ini yang namanya cinta, mereka memulai hubungan mereka lagi. Sampai dia juga saling sayang . Semua ini berkahir dengan senang
“ eh jon, kenapa lo ? heboh amat kayaknya “ ujar Fritz.
“ ha? Iya apa? Kayaknya biasa aja deh jon “ balasnya Jonny . Angel heran akan tingkah laku jonny. Angel mulai bertanya ke cewenya Jonny yaitu Ghina.
“ Ghin, cowo lo napa sih ? girang amat “ kata Angel
“ Haha gatau tuh dia kenapa ya? “ kata Ghina.
“ yee lo ghin lo kan cewenya “ balas Angel
“ yaudah deh nanti gue tanyain dia aja ya ngel ntar gue kasitau deh okey ? “ kata ghina
“ okey “ balas angel
Bel berbunyi, tandanya msuk kelas. Dikelas pun Jonny kelakuannya gak selesai seesai dari namanya insengin Angel kan ada habisnya. Saat istiraht, Angel menyamperin Ghina dan bertanya “ Eh uda ditanyain belum ? gue gedek banget sama dia nih dijahilin mulu “.
Ghina membalas “ etdah sabar bu, ini aja baru istirahat kan “
“ yaudah buruan ! gue pingin tau ghin “
Angel menguping di dekat Ghina dan Jonny dan mendengar percakapan
“ eh kamu kenapa sih say ? temen temen kamu pada ngomel ke aku nih gara gara kamu “
“ gapapa kok, aku seneng aja besok kamu kan ultah hihi “
“ lah terus kenapa ? kok jadi heboh “
“ haha aku uda uat surprise buat kamu, pokoknya special banget deh”
“ hehe makasih ya sayang, tapi kamu jangan heboh rusuh gitu dong aku jadi gak seneng nih “
“ hih iya aku gak rusuh lagi deh ‘
“ yaudah kamu minta maaf sama angel sana “
“ iya sayaang muah “
Jonny mendatangi Angel dan segra minta maaf ke dia. Angel pun memaafkan dia
“ eh kenapa sih lo tadi ? “ Tanya angel
“ yah seneng aja kan besok ghina ultah ngel “ kata jonny
“ wah ? iya apa ? wah terus lo ngasih apa ? “
“ ada deh gua ngajak dia dinner dulu , lo ikut aja “
“ wah boleh ? haha asik deeh “
“ yaudah ajak aja Fritz “
“ oke deh ntar gue kabarin dia hehe thanks ya jon “
Setelah pulang sekolah, Jonny pingin mengantar pulang Ghina, akhirnya dianterlah ghina sampai rumah. Pada jam 20.00 setelah tiba di rumah ghina mereka mengobrol dahulu di rumah ghina. Setengah jam merka mengobrol di rumah ghina dan sepertinya jonny ngantuk dan ingin pulang. Akhirnya Jonny pulang. Di perjalanan Jonny merasa ngantuk, dia membawa motor yang tida terkendali, dan tiba tiba dia hampir menabrak orang lain, dia menghindar mendadak, dan motornya itu tidak terkendali langsung jatuh dia, orang orang tidaka ada di sekitar dia untuk menolongnya dan dia pingsan
Keesokan harinya adalah hari dimana Ghina ulang tahun, tapi sayangnya Jonny masuk rumah sakit karena luka yang parah dan mungkin gegar otak. Semetara di sekolah temen temennya Ghina pada menceplokin ghina dan mengucapkan happy birthday kepada ghina. Ghina sedih pada saat itu karena jonny tidak ada disitu, dia bertanya Tanya akan kehadiran jonny sekarang sedang dimana. Saat dikelas pun dia menangis nangis karena dia merasa kehilangan jonny. Setelah guru masuk, tiba tiba guru memberi tahu berita buruk kepada muridnya yaitu tentang kecelakaan Jonny semalam. Ghina pun kaget lalu dia pingsan, teman temannya membawa Ghina ke Uks. Pada waktu istirahat, Fritzzy dan Angel segera ke ruang UKS untuk melihat keadaan Ghina. Ternyata tadi Ghina hanya kena syok menddak dan sekarang keadaannya sudah membaik.
“ kenapa lo tadi ? kok syok kenapa ? “ Tanya Angel
“ angeeeeeelllll “ sambil menangis dan memeluk Angel
“ lah kenapa ghin ? lo belum cerita “ kata fritzz
“ Jonnnnyyyyy “ tangis ghina
“ iya kenapa jonny ? “ kata fritzz
“ dia kecelakaan fritzzz “ kata ghina
“ ah ! serius lo ?! “ parah banget “
“ kapan ? dimana dia sekarang ghin ? “ kata Angel
“ gatau gue tadi gue dikasitau sama Bu Imah “ sambil menangis
“ yaudah lo jangan nagis dulu ya gua Tanya dulu sama bu imah “
“ tolongin ya fritzz, ngel”
“ tanag aja masih ada fritzz disini hoho “
Lalu Fritzz ke ruang guru bertanya kepada Bu Imah tenetang kejadian Jonny semalam. Fritzz uda bertanya tanya ke Bu Imah, dan dia mendapat kabar kalo jonny dirawat di rumah sakit Pertamina. Dan me dapatkan kabar kalau Jonny kena gegar otak dan luka yang sangat parah. Setelah mendengar kabar itu, fritzz berlari dan memberi tau kepada Ghina kalo fritzz luka parah dan gegar otak yang parah. Mendengar itu Ghina menangis lagi tak ada habisnya. Dan mereka berencan akan menjenguk jonny dirumah sakit Pertamina itu, dan sampai sekarang Ghina tak berhenti menangis. Angel berusaha menenangi dia
Setelah pulang sekolah, mereka bergegas mencari taksi, dia mencari taksi kurang lamanya adalah 30 menit, akhirnya ketemu taksi dan segera jalan menuju RS pertamina itu. Perjalan menempuh 30 menit dengan jarak 15 km, Ghina emosi kepada supir taksi Karen berjalan lama, Jakarta sekarang macet parah, ghina mulai gak sabar karena kemacetan disitu sangat parah.
Setibanya mereka bertiga dirumah sakit, ghina langsung berlari ke receptionist
Dan menanyakan kamar dimana Jonny rawat inapa di rumah sakit itu, ternayata kamar 666, Ghina berirasat brk terhadap karena itu adalah angka setan dan ghina takut terjadi apa apa dengan jonny sekarang, dia mulai berlari menuju lift, dia sempat marah lagi karena lift yang rusak, akhirnya pintu lift terbka dan dia segera masuk dan menuju elantai 6. Dia berlari terus hingga ke kamar 666. Setelah masuk kamar 666, dia melihat jonny yang tertidur pulas, dan kai yang di perban, kepala juga di perban, langsung Ghina menagis di pundak Jonny, tiba tiba jonny terbangun dan berteriak “ TOLONG TOLONG ! “ Ghina pun kaget dan mulai menyadarkan jonny “ jonny, ini aku jonny, ghina “ kata ghina, jonny pun tetap berteriak minta tolong, suster dan dokter mulai masuk dan menyuruh Ghina untuk keluar sementara. Setelah menunggu 20 menit, dokter keluar dan menyapa Ghina
“ dek, kamu salah satu dari temennya jonny ya ? “ sapa dokter
“ iya dok saya pacarnya dan mereka berdua adalah temennya “ balas ghina
“ oh oke baguslah ada temen baru dia “ kata dokter
“ ehm maksud dokter apa ? temen baru ? sekarang kedaan dia gimana pak ? “ kata angel
“ iyadia punya teman baru yaa.. yaitu kalian “ kata dokter
“ kok gitu pak ? saya ini bersahabat uda lama dok ? “ kata fritzz
“ dia sebenarnya terkena amnesia yang sangat parah “ ucap dokter
“ apaaaa dok !!! “ bentak ghina
“ iya dia terkena amnesia yang parah stadium 5 dek “ kata dokter
disini Ghina mulai menangis lagi
“ dok boleh kah ghina ini berbicara dengan jonny sekarang ? “ kata anel
“ oh silahkan tapi jangan membuat dia kaget lagi ya “ kata dokter
“ oh oke dok makasih ya dok “
saat itu ghina gak kuat melihat jonny yang tergeletak kesakitan, jonny disitu menangis juga karena perih sakitnya dia, disitu angel yang menyapa duluan
“ jonny ? “ kata angel
“ ehmm “ jonny diam saja
“ jonny bangun ingat gue kan ? “ sapa angel
ternyata dia belum terbangun dan dia bilang juga ingin masih tidur
Pada 15 menit kemudian…..
Dia terbangun, dia sangat pucat, dia bingung, ghina yang tertidur di pundaknya juga terbangun. Dia pun mulai menyapa dengan halus Jonny, sambil menagis pun dia menyapa. Tetapi jonny masih bingung seakan dia baru memulai kehidupan dia lagi.
“ jonny…” sapa ghina sambil menangis
“ aa.. aa.. aa…” jonny kebingungan
“ ini aku jonn, ini aku ghina, kamu masih inget aku kan ? “ ghina bertanya
“ tidak tidak, siapa kamu ? aku gak kenal aku siapa dan kamu siapa “ kata jonny
“ kamu itu jonny aku ghina kamu itu jangan luapain aku dong” kata ghina
“ siapa ghina ? jonny itu aku ? aku bukan jonny ! “ jonny berkata dengan kasar
“ ya ampuuuun ! inget saat kita pertama jadian ? kamu itu gabakal ngelupain aku “
“ siapa ? kapan ? aaargh ! aku bingung, jauhi gue sekarang !! “
Jonny mulai berteriak minta tolong, jonny merasa ketakutan, dia pun juga menutupi dirinya dengan selimut.
Beberapa saat kemudian, dokter tiba-tiba masuk ke kamar itu, dokter juga mulai bingung karena penyakitnya ini aneh, dia pun keluar dan menghampiri Ghina
“ oia! Ghina ? “ sapa dokter
“ kenapa dok? Dia bakal sembuh kan dok ? bantuin saya dooook ! “ kata ghina
“ sebenernya saya juga tidak mengerti dalam penyakit ini “ kata dokter
“ kenapa dokteeeer ? tolong sayaa “ mohon ghina
“ iya saya akal Bantu, jonny terserang amnesia yg parah sehingga dia takut semua orang “ kata dokter
“ dokter tolong sayaaaaaaa “ kata ghina
“ hemmm, saya bakal bantu, mungkin ini rahasia ya ? okey ? “ kata dokter samabil berbisik
“ kenapa dok ? “ kata ghina
“ kamu pacarnya bukan ? coba kamu bawa dia ke tempat yg biasa mengingatkan dia “ kata dokter
“ gimana dok maksudnya “ tanya ghina
“ ya kamu harus bawa dia yang mengingatkan masa lalu agar dia bisa kembali seperti dulu “ saran dokter
“ ya pasti bakal sembuh kan dok ? tolong saya dok “ kata ghina
“ jujur ya, pasien saya pernah mengalami amnesia yang begini, terus cewenya itu saya suruh yang begini, eh 1 bulan kemudian pasien itu berterima kasih sama saya “ kata dokter
“ iya dok saya bakal mencoba dan berusaha “ kata ghina
“ iya kamu juga harus berusaha ya demi yang terbaik okey ? “ kaya dokter
“ iya dok makasih ya saranya “ kata ghina
Pada hari esoknya, Jonny diizinkan pulang oleh dokter karena keaadaan yg sudah mulai membaik. Ditemani oleh ghina dia tetap diam tanpa kata, di mobil ghina dia juga diam, sempat ghina meneteskan air mata dia Karena gak kuat akan keadaan jonny sekarang. Setiba dirumah, jonny disapa baik oeh keluarganya, ibunya jonny gak tega sempat ingin menangis juga. Jonny serasa kembali seperti dulu dia mengulang lagi. Sesaat jonny telah diantar ke kamar dia, gina mulai berbicara dengan ibunya dia
“ ghina kamu kan pacarnya, sebenernya dia pasti bakal smbuh kan ? tanya ibu
“ iya tante, aku telah mendapat saran dari dokter “ kata ghina
“ ooh gitu iya tante taku kehilangan anak satu satunya saya ghin “ kata ibu sambil menangis
“ iya tante tenag aja kok, aku bakal jaga dia kok “ kata ghina
“ iya tolong tante ya ghin “ kata ibu
“ iya tante oia! Tante nanti jam 4 boleh gak aku ajak jonny jalan ? aku pingin mengingatkan dia tante “ kata ghina
“ ohh tidak apa apa kok ghin, silahkan ajak saja biar dia mencari dunia barunya dia “ kata ibu
“ iya tante saya pergi ke rumah bentar ya tante, nanti jam 4 kurang saya kesini lagi, tante jangan lupa kasih minu obatnya ya tante “ kata ghina
Jam 4, Jonny mulai diajak untuk dibawa ke tempat yang special yaitu daerah sekitar kemang, dan dia dibawa jalan sekitar itu dan dibawa ke tempat pertama kali jadian yaitu Mcd kemang, disitu ghina memesan makanan dan minuman yang dipesan oleh jonny pertama kali untuk ghina, disitu ghina menunjukan hal hal yang elah diberikan ke ghina seperti bunga, kalung, foto, dan lain lain, Ghina pun menangis lagi, tapi tiba tiba jonny mengusap air mata ghina, jonny berbicara
“ kamu kenapa ? kok menangis “ kata jonny
“ jonny kamu uda sadar ? “ kata ghina
“ sadar apa? Emang aku dari dulu begini kan “ kata jonny
“ gak gak gak ! kamu coba liat foto ini, ini kita 6 bulanan jon, llihat bunga ini, ini kamu berikan saat kita sebulanan, banyak yang kamu berikan ke aku bahkan kamu bakal memberikan surprise ulang tahun buat aku tapi kamu yang dulu menghilang lagii “ kata ghina
“ AAAAAH !! ada apa ini ? “ kata jonny
Disitu mulai terdiam sejenak dan jonny membangunkan ghina yang sedang menutupi nangisnya itu dan berkata
“ hey “ sapa jonny
“ jonny ? “ kata ghina
“ iya kenapa “ kata jonnhy
“ AAAH JONNNY KAMU KEMBALIIII “
“ emang aku kenapa ? aku lupa “ kata jonny
“ nanti aku cerita deh dirumah kamuuuuuu ayo kita lekas pulang kerumah kamu ayooo “ kata ghina
“ lah aku bingung ghinaaaa “ kata jonny
disini telah terciptanya cinta mereka berdua lagi. Ini yang namanya cinta, mereka memulai hubungan mereka lagi. Sampai dia juga saling sayang . Semua ini berkahir dengan senang
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Rabu, 23 Maret 2011
Cinta dan Sahabat by Heradea Nuresa
Acara televisi sore ini tak satupun membuat aku tertarik. Kalau sudah begini aku bingung entah apa yang harus aku lakukan. Tio bersama Sany kekasihnya, sahabatku Ricky entah kemana? Mall, bioskop ataupun perpustakaan, bukan tempat yang aku suka, apalagi mesti pergi sendirian.
mmm…Pantai.
Ya pantai. kayaknya hanya pantailah, tempat yang mampu membuat aku merasa damai dan tak aneh jika aku pergi sendirian.
Kuambil jaket, lalu kusamber kunci dan pergi menuju garasi. Kukendarai mobil mama yang nganggur di sana. Papa dan mama lagi keluar kota, jadi aku bisa keluar dan mengendari mobilnya dengan leluasa.
Terik panas masih menyengat, walaupun waktu sudah menjelang sore. Namun tak membuat manusia-manusia di Ibukota berhenti beraktivitas meskipun di bawah terik matahari yang mampu membakar kulit. Jalan-jalan macet seperti biasanya. Dipenuhi mobil dari merek ternama ataupun yang sudah tak layak dikendarai.
Lalu di depan kulihat pemandangan lain lagi. Pedagang kaki lima duduk lesu menunggu pelangannya.
Krisis yang melanda membuat banyak orang hati-hati melakukan pengeluaran, bahkan untuk membeli jajan pasar.Walaupun tak seorang yang menghampirinya, namun dia tetap semangat menyapa orang-orang yang lewat dan akhirnya ada juga satu pembeli yang menuju arahnya.
Sekilas kulihat orang itu kok mirip sekali dengan Ricky. Kugosok-gosok mataku, menyakinkan pandanganku. Kutepikan mobilku, lalu aku berhenti di tepi jalan itu. Dengan setengah berlari, aku mengejar sosok itu.
Ah…kendaraan sore ini banyak sekali, sehingga membuat aku kesulitan untuk menyeberang jalan ini. Tapi akhirnya terkejar juga, dengan nafas tersengal-sengal, kujamah bahunya.
“Ky!” seruku tiba-tiba, sehingga membuatnya terkejut.
“Anda siapa?” tanya Ricky pura-pura tak mengenalku.
“Ky. Sekalipun kamu jadi gembel , aku akan tetap menggenalmu.” jelasku mendenggus kesal.
“Sudahlah, Sophia, jangan membuat aku terluka lagi.” tukasnya begitu sinis seraya beranjak pergi.
“Ky…Ky…knapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasanku!” teriakku sekeras-kerasnya. Namun bayangan Ricky semakin menjauh dan akhirnya tak kelihatan.
Ricky, Tio dan aku adalah sahabat karib dari kecil. Setelah tumbuh besar, aku tetap mengganggap Ricky adalah sahabat terbaikku, tapi Ricky punya rasa berbeda dari persahabatan kami. Yang aku cintai adalah Tio. Ini yang membuat Ricky menjauhiku. Tapi yang Tio cintai bukan aku, tapi Sany, teman sekelasnya.
Cinta, sulit di tebak kapan dan di mana berlabuh!
Banyak orang tak bisa terima, jika cintanya ditolak, tapi bukankah cinta tak mungkin dipaksa?
Tak mendapatkan cinta Tio, tak membuatku menjauh darinya, tapi aku akan tetap menjadi sahabat baiknya. Walaupun ada sedikit rasa tidak puas, kadang rasa cemburu menganggu hati kecilku, saat kutahu untuk pertama kali, orang yang Tio cintai adalah orang lain.
Aku harus bisa menerima keputusannya , walaupun terasa berat . Bukankah, kebahagian kita adalah melihat orang yang kita cintai hidup berbahagia, baik bersama kita atau tidak?
Tapi tidak dengan Ricky, dia lebih memilih, meninggalkanku, mengakhiri persahabatan manis kami. Pergi dan aku tak pernah tahu kabarnya. Tapi apapun yang terjadi, aku akan selalu berharap suatu saat kami akan dipertemukan lagi.
Karena bagiku, cinta dan persahabatan adalah dua ikatan yang sama. Ikatan yang tak satupun membuat aku bisa memilih satu diantaranya.
Sudah seminggu, setiap hari, aku datang kepersimpangan ini. Berharap bisa melihat sosok Ricky lewat disekitar sini lagi. Tapi, Ricky hilang bagai ditelan bumi. Aku hampir putus asa.
Aku sudah capek menunggu, akhirnya aku bangun dan ingin beranjak pergi. Knapa tiba-tiba, indera keenamku, memberiku insting, kalau Ricky ada di sekitarku.
Kubalikan kepala, kulihat sosok Ricky setengah berlari menyeberang jalan di belakang posisiku. Aku berlari menggejar sosok itu. Kuikuti dia dari belakang. Aku pingin tahu dimana dia berada sekarang.
Akhirnya kulihat Ricky, masuk ke sebuah gang kecil, kuikuti terus , sampai akhirnya dia masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.
“Knapa Ricky lebih memilih hidup disini, daripada di rumah megah orangtuanya?”
”Knapa dia, tinggalkan kehidupannya, yang didambakan banyak orang?”
”Knapa semua ini dia lakukan?”
“Knapa?”
Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku.
Setelah dia masuk kurang lebih 10 menit, aku masih berdiri terpaku dalam lamunanku, dengan pertanyaan-pertanyan yang jawabanya ada pada Ricky. Aku dikejutkan suara seekor anak anjing jalanan, yang tiba-tiba menggonggong.
Aku memberanikan diri memencet bel di depan rumahnya itu.
“Siapa?” terdengar suara dari balik pintu.
Aku diam, tak memberi jawaban. Setelah beberapa saat aku lihat Ricky pelan-pelan membuka pintu. Nampak keterkejutannya saat melihatku, berada di depannya.
“Ky…boleh aku masuk?” tanyaku hati-hati.
“Maukah kamu memberikan sahabatmu ini, segelas air putih.” ujarku lagi.
Tanpa bicara, Ricky mengisyaratkan tangannya mempersilahkan aku masuk. Aku masuk keruangan tamu. Aku terpana, kulihat rumah yang tertata rapi. Rumah kecil dan sederhana ini ditatanya begitu rapi, begitu nyaman. Kulihat serangkai bunga matahari plastik terpajang di sudut ruangan itu.
“Ricky, kamu tak pernah lupa, aku adalah penggagum bunga -bunga matahari.” gumanku.
Dan sebuah akuarium yang di penuhi ikan berwarna-warni, rumput-rumput dari plastik dan karang-karang di dalamnya. Ricky tahu betul aku penggagum keindahan pantai dan laut. Walaupun hal-hal ini dulunya, setahuku, kamu tak menyukainya. Kulihat juga banyak foto persahabatan kami yang di bingkainya dalam bingkai kayu yang sangat indah, terpajang di dinding ruang tamu ini.
Bulir-bulir air mataku, perlahan-lahan mulai tak mampu aku bendung. Aku benar-benar terharu dengan semua yang Ricky lakukan. Begitu besar cinta Ricky buatku. Kupeluk dia, yang aku sendiri tak tahu, apakah pelukan ini adalah pelukkan seorang sahabat ataupun sudah berubah menjadi pelukan yang berbeda?
Ricky kaget, namun akhirnya dia membalas pelukanku, dan memelukku lebih erat lagi , seakan-akan ingin menumpahkan segala rindu yang sudah hampir tak terbendung dalam hatinya.
Kami menghabiskan sore ini dengan berbagi cerita, pengalaman kami masing-masing selama perpisahan yang hampir 2 tahun lamanya dan akhirnya Ricky mengajakku makan, ke sebuah restoran kecil yang sering dikunjunginya seorang diri, di dekat rumahnya. Terdengar alunan tembang-tembang romatis , suasana hening, membuat kami terbuai dalam hangatnya suasana malam itu.
Sekarang Ricky sudah tahu, Tio sudah bersama Sany. Kami sekarang menjadi 4 sekawan. Sany juga telah menjadi anggota genk kami.
Ternyata setelah aku mengenalnya lebih lama, Sany adalah sosok yang sangat baik hati, menyenangkan, ramah dan peduli dengan sahabat. Ah…menyesal aku tak mengenalinya lebih dalam sejak dulu.
“Ky , biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin cinta akan pelan-pelan muncul dari hatiku.” ujarku suatu hari, saat Ricky mengungkit masalah ini lagi.
“Oke, aku akan selalu menunggumu. Sampai kapapun. Karena tak akan ada seorangpun yang mampu membuatku jatuh cinta . Hanya kamu yang mampu membuat aku damai, tenang dan bahagia.” jelasnya panjang lebar
Sekarang aku memiliki tiga orang sahabat baik. Tak akan ada lagi hari-hariku yang kulalui dengan kesendirian, kesepian dan kerinduan.
Hampir setiap akhir pekan, kami menghabiskan waktu bersama, ke pantai, ke puncak ataupun hanya sekedar berkaroke di rumah sederhana Ricky. Hidup dengan tali persahabatan yang hangat, membuat hidup semakin berarti dan lebih bahagia.
Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan Ricky mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku. Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku.
Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan.
Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Riky.
Sekarang Ricky bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang sahabat sejati dalam hidupku.
mmm…Pantai.
Ya pantai. kayaknya hanya pantailah, tempat yang mampu membuat aku merasa damai dan tak aneh jika aku pergi sendirian.
Kuambil jaket, lalu kusamber kunci dan pergi menuju garasi. Kukendarai mobil mama yang nganggur di sana. Papa dan mama lagi keluar kota, jadi aku bisa keluar dan mengendari mobilnya dengan leluasa.
Terik panas masih menyengat, walaupun waktu sudah menjelang sore. Namun tak membuat manusia-manusia di Ibukota berhenti beraktivitas meskipun di bawah terik matahari yang mampu membakar kulit. Jalan-jalan macet seperti biasanya. Dipenuhi mobil dari merek ternama ataupun yang sudah tak layak dikendarai.
Lalu di depan kulihat pemandangan lain lagi. Pedagang kaki lima duduk lesu menunggu pelangannya.
Krisis yang melanda membuat banyak orang hati-hati melakukan pengeluaran, bahkan untuk membeli jajan pasar.Walaupun tak seorang yang menghampirinya, namun dia tetap semangat menyapa orang-orang yang lewat dan akhirnya ada juga satu pembeli yang menuju arahnya.
Sekilas kulihat orang itu kok mirip sekali dengan Ricky. Kugosok-gosok mataku, menyakinkan pandanganku. Kutepikan mobilku, lalu aku berhenti di tepi jalan itu. Dengan setengah berlari, aku mengejar sosok itu.
Ah…kendaraan sore ini banyak sekali, sehingga membuat aku kesulitan untuk menyeberang jalan ini. Tapi akhirnya terkejar juga, dengan nafas tersengal-sengal, kujamah bahunya.
“Ky!” seruku tiba-tiba, sehingga membuatnya terkejut.
“Anda siapa?” tanya Ricky pura-pura tak mengenalku.
“Ky. Sekalipun kamu jadi gembel , aku akan tetap menggenalmu.” jelasku mendenggus kesal.
“Sudahlah, Sophia, jangan membuat aku terluka lagi.” tukasnya begitu sinis seraya beranjak pergi.
“Ky…Ky…knapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasanku!” teriakku sekeras-kerasnya. Namun bayangan Ricky semakin menjauh dan akhirnya tak kelihatan.
Ricky, Tio dan aku adalah sahabat karib dari kecil. Setelah tumbuh besar, aku tetap mengganggap Ricky adalah sahabat terbaikku, tapi Ricky punya rasa berbeda dari persahabatan kami. Yang aku cintai adalah Tio. Ini yang membuat Ricky menjauhiku. Tapi yang Tio cintai bukan aku, tapi Sany, teman sekelasnya.
Cinta, sulit di tebak kapan dan di mana berlabuh!
Banyak orang tak bisa terima, jika cintanya ditolak, tapi bukankah cinta tak mungkin dipaksa?
Tak mendapatkan cinta Tio, tak membuatku menjauh darinya, tapi aku akan tetap menjadi sahabat baiknya. Walaupun ada sedikit rasa tidak puas, kadang rasa cemburu menganggu hati kecilku, saat kutahu untuk pertama kali, orang yang Tio cintai adalah orang lain.
Aku harus bisa menerima keputusannya , walaupun terasa berat . Bukankah, kebahagian kita adalah melihat orang yang kita cintai hidup berbahagia, baik bersama kita atau tidak?
Tapi tidak dengan Ricky, dia lebih memilih, meninggalkanku, mengakhiri persahabatan manis kami. Pergi dan aku tak pernah tahu kabarnya. Tapi apapun yang terjadi, aku akan selalu berharap suatu saat kami akan dipertemukan lagi.
Karena bagiku, cinta dan persahabatan adalah dua ikatan yang sama. Ikatan yang tak satupun membuat aku bisa memilih satu diantaranya.
Sudah seminggu, setiap hari, aku datang kepersimpangan ini. Berharap bisa melihat sosok Ricky lewat disekitar sini lagi. Tapi, Ricky hilang bagai ditelan bumi. Aku hampir putus asa.
Aku sudah capek menunggu, akhirnya aku bangun dan ingin beranjak pergi. Knapa tiba-tiba, indera keenamku, memberiku insting, kalau Ricky ada di sekitarku.
Kubalikan kepala, kulihat sosok Ricky setengah berlari menyeberang jalan di belakang posisiku. Aku berlari menggejar sosok itu. Kuikuti dia dari belakang. Aku pingin tahu dimana dia berada sekarang.
Akhirnya kulihat Ricky, masuk ke sebuah gang kecil, kuikuti terus , sampai akhirnya dia masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.
“Knapa Ricky lebih memilih hidup disini, daripada di rumah megah orangtuanya?”
”Knapa dia, tinggalkan kehidupannya, yang didambakan banyak orang?”
”Knapa semua ini dia lakukan?”
“Knapa?”
Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku.
Setelah dia masuk kurang lebih 10 menit, aku masih berdiri terpaku dalam lamunanku, dengan pertanyaan-pertanyan yang jawabanya ada pada Ricky. Aku dikejutkan suara seekor anak anjing jalanan, yang tiba-tiba menggonggong.
Aku memberanikan diri memencet bel di depan rumahnya itu.
“Siapa?” terdengar suara dari balik pintu.
Aku diam, tak memberi jawaban. Setelah beberapa saat aku lihat Ricky pelan-pelan membuka pintu. Nampak keterkejutannya saat melihatku, berada di depannya.
“Ky…boleh aku masuk?” tanyaku hati-hati.
“Maukah kamu memberikan sahabatmu ini, segelas air putih.” ujarku lagi.
Tanpa bicara, Ricky mengisyaratkan tangannya mempersilahkan aku masuk. Aku masuk keruangan tamu. Aku terpana, kulihat rumah yang tertata rapi. Rumah kecil dan sederhana ini ditatanya begitu rapi, begitu nyaman. Kulihat serangkai bunga matahari plastik terpajang di sudut ruangan itu.
“Ricky, kamu tak pernah lupa, aku adalah penggagum bunga -bunga matahari.” gumanku.
Dan sebuah akuarium yang di penuhi ikan berwarna-warni, rumput-rumput dari plastik dan karang-karang di dalamnya. Ricky tahu betul aku penggagum keindahan pantai dan laut. Walaupun hal-hal ini dulunya, setahuku, kamu tak menyukainya. Kulihat juga banyak foto persahabatan kami yang di bingkainya dalam bingkai kayu yang sangat indah, terpajang di dinding ruang tamu ini.
Bulir-bulir air mataku, perlahan-lahan mulai tak mampu aku bendung. Aku benar-benar terharu dengan semua yang Ricky lakukan. Begitu besar cinta Ricky buatku. Kupeluk dia, yang aku sendiri tak tahu, apakah pelukan ini adalah pelukkan seorang sahabat ataupun sudah berubah menjadi pelukan yang berbeda?
Ricky kaget, namun akhirnya dia membalas pelukanku, dan memelukku lebih erat lagi , seakan-akan ingin menumpahkan segala rindu yang sudah hampir tak terbendung dalam hatinya.
Kami menghabiskan sore ini dengan berbagi cerita, pengalaman kami masing-masing selama perpisahan yang hampir 2 tahun lamanya dan akhirnya Ricky mengajakku makan, ke sebuah restoran kecil yang sering dikunjunginya seorang diri, di dekat rumahnya. Terdengar alunan tembang-tembang romatis , suasana hening, membuat kami terbuai dalam hangatnya suasana malam itu.
Sekarang Ricky sudah tahu, Tio sudah bersama Sany. Kami sekarang menjadi 4 sekawan. Sany juga telah menjadi anggota genk kami.
Ternyata setelah aku mengenalnya lebih lama, Sany adalah sosok yang sangat baik hati, menyenangkan, ramah dan peduli dengan sahabat. Ah…menyesal aku tak mengenalinya lebih dalam sejak dulu.
“Ky , biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin cinta akan pelan-pelan muncul dari hatiku.” ujarku suatu hari, saat Ricky mengungkit masalah ini lagi.
“Oke, aku akan selalu menunggumu. Sampai kapapun. Karena tak akan ada seorangpun yang mampu membuatku jatuh cinta . Hanya kamu yang mampu membuat aku damai, tenang dan bahagia.” jelasnya panjang lebar
Sekarang aku memiliki tiga orang sahabat baik. Tak akan ada lagi hari-hariku yang kulalui dengan kesendirian, kesepian dan kerinduan.
Hampir setiap akhir pekan, kami menghabiskan waktu bersama, ke pantai, ke puncak ataupun hanya sekedar berkaroke di rumah sederhana Ricky. Hidup dengan tali persahabatan yang hangat, membuat hidup semakin berarti dan lebih bahagia.
Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan Ricky mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku. Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku.
Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan.
Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Riky.
Sekarang Ricky bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang sahabat sejati dalam hidupku.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
The King From Dragon Tails by M Hanif Dwi A
Kenji adalah seorang anak laki-laki yang berumur 12 tahun dan polos. Sejak ibunya meninggal, dia tinggal dengan ayahnya. Suatu hari dia dan ayahnya pergi ke bank, dan terjadi perampokan di bank itu. Ayahnya disuruh oleh perampok itu mengeluarkan uangnya tapi dia tidak mau. Akhirnya, dia ditembak oleh perampok itu. Ayahnya yang sudah sekarat mengatakan pada Kenji, “larilah!... Kenji!”. Kenji pun lari dari bank itu dan berhasil lolos dari kejaran perampok. Sejak kejadian itu, Kenji menjadi hidup sendirian, dia memutuskan untuk belajar ilmu bela diri yaitu Kungfu.
Kenji mengembara mencari dojo untuk berlatih kungfu selama tiga hari tapi masih belum ketemu juga. Dan akhirnya dia menemukan sebuah dojo yang bernama Dragon Tails. “Akhirnya kutemukan juga dojo untuk berlatih kungfu.” Kata kenji. Lalu dia masuk ke dojo itu dan meminta pada ketua dojo itu yang bernama Law untuk berlatih kungfu. Tapi Kenji harus di tes dulu apakah dia cocok untuk belajar kungfu atau tidak. Ternyata dia cocok untuk berlatih kungfu.
Besoknya Kenji pun memulai latihannya, tapi… latihannya tidak seperti yang dibayangkan Kenji, ternyata untuk berlatih kungfu berat sekali, dan dia harus latihan terus setiap hari. Berbulan-bulan Kenji latihan tapi belum menghasilkan apa-apa. Suatu hari Kenji sedang melamun dan memutuskan apakah dia mau berhenti berlatih kungfu atau mau meneruskan. Suatu hari, Kenji disuruh masuk ke ruang para senior untuk membicarakan sesuatu. Ternyata para senior tidak senang dengan keberadaan Kenji karena dianggap tidak berguna. Para senior pun ingin memukuli Kenji dan disaat itu datanglah Guru Law dan menahan serangan-serangan mereka. Akhirnya para senior babak belur.
Sejak kejadian itu, Kenji ingin lebih berusaha agar bisa melampaui para senior dan gurunya. Kenji pun jadi semakin kuat setelah itu. Dia telah berlatih selama 5 tahun dan berhasil melampaui para seniornya ketika ada pertandingan uji coba dan hasilnya sangat mengejutkkan. Kenji berhasil mengalahkan seniornya dalam waktu hanya beberapa menit saja. Dia sekarang sudah mempunyai teman yang bernama Len , Seiji, dan Raiki. Mereka membuat kelompok dan menjadi yang terhebat di dojonya. Suatu hari mereka dipanggil oleh ketua dojo itu untuk mengikuti kejuaraan bela diri. Mereka pun mau menerimanya.
Di kejuaraan itu mereka berhasil terus menang melawan orang-orang tangguh lainnya dan berhasil masuk final kejuaraan itu. Di final, mereka melawan kelompok tangguh yang dijuluki Red Shadows. Mereka adalah orang-orang yang berhasil memenangkan kejuaraan bela diri tahun lalu. Pemimpin mereka adalah Creed, dan sisanya adalah Shun, Goki, dan Rei. Pertandingan pertama dimulai dengan Len melawan Goki. Len melawan Goki dengan kekuatan penuh, Begitu pula Goki. Ternayata kekuatan mereka seimbang, tak satupun dari mereka yang menang. Tapi Goki berhasil membuat Len terpental dengan tendangan Goki, Len sudah hampir kalah tapi masih punya sisa kekuatan untuk melawan Goki.
Kali ini Goki yang memimpin, dia terus mendesak Len dengan kekuatannya. Len yang terdesak berhasil menahan tendangan Goki dan mematahkan kakinya, lalu melemparnya keluar ring sehingga Len yang menjadi pemenangnya. Len tak punya sisa kekuatan… dia pun pingsan setelah berhasil mengalahkan Goki. Pertandingan berikutnya adalah Seiji melawan Shun. Seiji berkata pada teman-temannya, “ aku pasti akan jadi pemenangnya, kalian dukung aku agar bisa menjadi pemenang ya!” Pertandingan pun dimulai, Seiji memimpin di awal pertandingan. Tapi, anehnya… Seiji terus memukuli Shun tapi Shun sama sekali tak membalas serangan Seiji atau menahannya.
Shun akhirnya membalas serangan Seiji dan berhasil mementalkan Seiji dengan tendangan super kuatnya. Penonton pun bersorak karena kagum melihat tendangan Shun, Seiji keluar dari ring dan menabrak tembok sehingga menjadi hancur. Seiji berhasil kembali ke ring tapi tubuhnya kaku sekali karena tendangan itu. Shun berkata pada Seiji, “ tadi aku sengaja terkena pukulanmu karena kupikir pukulan dan tendanganmu kuat… tapi malah tidak ada efeknya sama sekali. Tendanganmu lemah!” “Apaaaa katamuuuu!!!” Kata Seiji dengan kesal. Kali ini Seiji kembali memukuli Shun tapi Shun sama sekali tidak terluka. Shun membalas dengan pukulan-pukulan dasyat dan Seiji kembali terlempar ke luar ring. Seiji pun akhirnya pingsan dan kalah.
Pertandingan pun dimenangkan oleh Shun dan sekarang skornya menjadi 1-1. Pertarungan pun diteruskan, sekarang pertarungan antara Raiki dan Rei. Selama pertarungannya tak ada satupun pukulan dan tendangan yang mengenai Raiki dan Rei. Mereka sama-sama bisa menghindari serangan. Kali ini mereka melakukan adu tinju dan ternyata pukulan Rei lebih kuat dari pukulan Raiki sehingga pukulan itu berhasil mengenai Raiki. Sekarang Raiki hanya bisa memakai tangan kirinya karena tangan kanannya kesakitan. Kali ini Raiki berhasil memukul Rei tapi Rei juga membalasnya dengan kepalanya dan dibenturkan ke kepala Raiki.
Kali ini mereka terus saling pukul dan tendang, dan mereka sudah terluka dan babak belur. Tubuh mereka penuh pukulan. Kali ini Raiki bergerak sangat cepat dan melakukan tendangan dasyat ke rahang Rei. Rei terpental ke luar ring, tapi dia juga melakukan hal yang sama, dia melakukan pukulan dasyat yang membuat Raiki terpental ke luar ring. Kali ini, mereka melakukan adu tinju lagi tapi kali ini Raiki yang memenangkan adu tinju itu. Raiki akhirnya menang karena Rei suadah pingsan karena terkena pukulannya tadi.
Skornya sekarang 2-1. Kelompok Dragon Tails telah memimpin dari kelompok Red Shadows dan akhirnya dimulai juga pertarungan antar pemimpin yaitu Kenji dari Dragon Tails dan Creed dari Red Shadows. “Akhirnya dimulai juga ya…” kata Creed. “Huh, ternyata kelompokmu kuat Creed… aku sama sekali tak menyangka.” Kata Kenji. “Baiklah kita lihat siapa yang terkuat diantara kita!”Kata Creed. Pertandingan pun dimulai, mereka bertarung dengan sangat sengit dan mereka sama-sama kuat. “Rasakan ini!”Kata Creed. Creed melakukan pukulan keras tapi Kenji berhasil menghindarinya. Mereka sudah kelelahan karena mereka berdua sama-sama kuat.Creed pun menunjukan kekuatan yang sebenarnya pada Kenji.
Creed berlari sangat cepat dan Kenji tak mampu mengejarnya. Duaaakkk!!! Creed menendang Kenji ke atas dan Kenji sampai terpental ke bangku penonton. Ternyata pukulan Creed dua kali lebih kuat dibandingkan pukulan-pukulannya yang tadi. Penonton bersorak kegirangan karena sudah memastikan kemenangan Creed. Wasit pun mulai menghitung mundur kekalahan Kenji. “Satu!!!, Dua!!!, Tiga!!!, Empat!!!, Lima!!!, Enam!!!, Tujuh!!!, Delapan!!!, saat hitungan ke sembilan, Kenji melompat ke ring dengan badan yang sudah berdarah-darah. Penonton sangat kaget melihat kenji yang masih bisa bergerak. Kali ini Kenji berlari secepat Creed dan menghajar Creed dengan satu serangan yang membuatnya pingsan. Creed sudah tak bisa bangun lagi dan Kenji jadi pemenangnya. Kelompok Dragon Tails menang dengan skor 3-1. Karena terluka, mereka dirawat di rumah sakit karena terluka. Setelah mereka sembuh, mereka kembali ke dojo dan membawa hadiah piala juara bela diri. Ketua dojo sangat bangga pada mereka karena berhasil menang.
Beberapa hari kemudian, dojo itu diserang oleh kawanan ninja yang sangat kuat. Ninja-ninja itu berniat mengambil barang-barang berharga dari dojo itu. Kenji dan teman-temannya melawan para ninja itu, tapi mereka hebat sekali, karena sulit dikalahkan. Mereka berhasil mengalahkan para ninja itu tapi ada beberapa yang kabur dan membawa uang serta membawa barang berharga lainnya. Sekarang dojo sangat berantakan dan miskin karena barang-barang berharga telah dicuri. Kenji berniat mencari ninja-ninja itu, dan dia mencarinya di kota. Setelah berkeliling di kota dia menemukan sebuah perusahaan besar bernama Silver Arrow dengan lambang panah perak. “Lambang itu… sama dengan lambang yang ada di baju para ninja itu.” Kata Kenji. “Jangan-jangan para ninja itu dari perusahaan ini.” Katanya.
Kenji kembali ke dojo dan menceritakan yang dilihatnya kepada Ketua dojo. Ketua Dojo itu berkata, “Kau bodoh ya! Itu tidak mungkin!” Tapi aku benar-benar… “Ahhh! Itu tidak mungkin, kalau itu benar… coba buktikan!” Kata ketua dojo itu. Kenji sangat kesal karena ceritanya tidak mau didengarkan. Dia sangat kecewa, tapi dia ingin membuktikan bahwa ceritanya benar. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusup ke perusahaan itu. “Kalau piala juara bela diri ada disana, berarti yang mencuri memang mereka.” Katanya. Sesampainya di perusahaan itu dia menyusup dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan. Tapi ternyata sangat sulit karena disana-sini banyak penjaganya dan seorang samurai.
Pelan-pelan dia berhasil menyusup dan akhirnya dia sampai di ruang benda berharga dia mengambil banyak uang dan dia melihat piala juara bela diri. “Ternyata ini memang perbuatan mereka.” Katanya. Dia pun mengambil piala itu dan keluar dari perusahaan itu dan kembali ke dojo. Kenji memperlihatkan banyak uang dan piala juara bela diri. Dia berkata, “ ini memang perbuatan perusahaan itu, dan ninja-ninja itu dari perusahaan mereka. Akhirnya Ketua dojo itu percaya yang diceritakan Kenji. Tapi dia meminta pada Kenji untuk menjaga rahasianya, “Jangan kau beritahu orang selain di dojo ini.” Kenji mengangguk senang lalu dia menceritakan kejadian itu pada teman-temannya yaitu Len, Seiji, dan Raiki. Semua penasaran mendengar cerita itu kecuali Len, dia langsung pergi dan terlihat kesal saat mendengar cerita Kenji. “Kamu kenapa Len?” Tanya Kenji. Len pun tak menjawab lalu pergi meninggalkan mereka semua. Semua penasaran melihat sikap Len.
“Aneh sekali sikap Len… dia kenapa sih?” Tanya Seiji. “Entahlah, apa aku telah menyinggungnya?” Kata Kenji. “ Mungkin dia ada hubungannya dengan perusahaan itu.” Kata Raiki. “Kurasa itu tidak mungkin dia kan baru 17 tahun, mana mungkin dia ada hubungannya dengan perusahaan itu…” Kata Kenji. Suatu hari, ketika Kenji sedang ada di kamarnya, dia mendapat pesan dari Len untuk datang ke taman di dekat dojo saat sore. Kenji penasaran untuk apa dia menyuruhnya ke taman itu. Saat sore hari, dia pergi ke taman itu lalu dia bertemu Len. “ Untuk apa kau memanggilku ke sini?” Tanya kenji. “Ada hal yang belum kau ketahui siapa aku sebenarnya Kenji.” Kata Len.
Tiba tiba sekeliling Kenji banyak ninja yang memakai baju yang sama lambangnya dengan perusahann Silver Arrow yang ada lambang panah perak di baju. “Kenji, aku adalah pemimpin perusahaan Silver Arrow… aku sengaja bergabung dengan dojo Dragon Tails untuk memperkuat diri. Sekarang kau paham kan?” Kata Len. Sekarang Kenji harus bertarung dengan para ninja itu. Kekuatan mereka sama seperti saat mereka merampok dojo, oleh karena itu Kenji sulit melawan mereka sendirian. Kenji berhasil mengalahkan ninja-ninja itu, tapi kali ini Len memukulnya dari belakang dan membuat Kenji pingsan.
Kenji diseret dan dibawa ke perusahaan mereka. Tangan dan kakinya diikat, sehingga dia tak bias bergerak. Ketika sadar, Kenji sedang berada di pesawat milik Len. Len berkata, “ Ternyata kau sudah bangun Kenji.” “Dimana ini?” Kata kenji. “Di pesawat milikku.” Kata Len. “Karena kau sudah tahu bahwa perusahaankulah yang telah merampok dojo itu, maka kau harus dibunuh Kenji. Sebentar lagi, aku juga berniat menghancurkan dojo itu.” Katanya. Lalu ketika berada di atas laut, Kenji dijatuhkan dari pesawat dan tercebur ke laut. Kenji tak bisa berbuat apa-apa karena tangan dan kakinya diikat. Setelah menceburkan Kenji ke laut, Len berniat melanjutkan ambisinya untuk menghancurkan dojo Dragon Tails. Kenji ditemukan oleh seorang nelayan di pinggir pantai. Dia melepaskan tali yang ada di tangan dan kakinya.
Kenji pun sadar beberapa saat kemudian, lalu dia dibawa ke rumah nelayan itu. Nelayan itu meminta menjelaskan apa yang terjadi dan Kenji menceritakan semuanya. Nelayan itu merasa kasihan pada Kenji, lalu dia memberikan sebuah ramuan untuk Kenji. Dia berkata, “ Ini ramuan yang dapat memulihkan kekuatanmu dan sekarang kembalilah ke dojo itu sebelum dihancurkan. Setelah minum ramuan itu, tenaganya pun pulih kembali lalu dia pun pamit kepada nelayan itu. Dia langsung pergi ke dojo itu. Kenji terus berlari ke dojo dan berharap dojonya belum dihancurkan dan sesampainya disana, para ninja Silver Arrows berperang dengan kelompok Dragon Tails. Banyak yang dari Dragon Tails mati. Mereka kesulitan menghadapi ninja-ninja itu.
Kenji langsung menghajar ninja-ninja itu lalu dia menemukan Seiji, dan Raiki. Kenji langsung bergabung dengan mereka dan menghajar ninja-ninja itu. Sekarang para ninja itu yang kesusahan menghadapi mereka, kalau Kenji, Seiji, dan Raiki bersatu, mereka akan jadi yang terkuat. Tapi kali ini mereka harus berpencar, karena ada ninja-ninja baru yang datang dan semakin banyak. Lalu muncul pemimpin ninja itu dan membawa granat. Ternyata ninja-ninja lainnya juga membawa granat lalu mereka melempar granat kea rah dojo sehingga dojo jadi hancur dan terbakar. Setelah dojo itu hancur, ninja-ninja itu pergi juga pemimpinnya.
Kenji dan yang lainnya harus menerima kekalahan mereka dan dojo Dragon Tails sekarang sudah tidak ada. Kenji pun menyerah ingin menjadi pemimpin dojo, hari-harinya sudah tidak ada apa-apa lagi, sekarang dia hanya diam dan memikirkan peristiwa hancurnya dojo Dragon Tails. Suatu hari dia bertemu dengan seorang yang bernama Jin. Dia adalah seorang yang sangat dikagumi di desa karena dia adalah orang yang terkuat. Tak seorang pun yang berani bermain-main dengannya. Jin melihat Kenji dengan wajah yang aneh, seperti mengenal Kenji. Dia pun berkata, “Disini tak ada yang berharap mau memperbaiki dojo Dragon Tails yang jelek itu.” Jin pun tertawa lalu pergi meninggalkan Kenji. Kenji heran kenapa dia bisa tahu soal kehancuran Dragon Tails lalu dia membuntuti Jin.
Kenji melompat naik ke atap rumah-rumah dan membuntuti Jin, lalu Jin sampai di istana yang besar dan Kenji tidak mengetahui adanya istana itu. Kenji kali ini menghajar salah satu prajurit dan memakai bajunya lalu menyamar jadi prajurit. Kenji tidak diketahui sebagai seorang penyusup karena baju prajurit itu juga memakai helm. Ternyata sesampainya di ruangan besar, Jin duduk di sebuah singgasana. Dia ternyata seorang raja. Dan disebelahnya itu ada… Len? “Mustahil, itu kan… Len? Kenapa dia ada disini?” Dan disekelilingnya banyak ninja dari perusahaan Silver Arrow, perusahaan milik Len. Kenji dengan baju prajurit muncul di hadapan Jin dan Len. “Ada apa Prajurit?” Kata Jin. Lalu Kenji melepas helmnya, “Ini aku Len…” “Kenji!?” Len heran. Bukannya kau sudah mati? “Sayang sekali Len… aku masih hidup, dan aku akan membalas dendam atas kehancurannya dojo Dragon Tails!” Seru Kenji.
Kenji lalu nekat menyerang mereka. “Prajurit dan ninja habisi dia!” Kata Jin. Sebelum sempat menghajar Jin dan Len, Kenji harus menghadapi para prajurit dan ninja. Tapi walaupun mereka banyak, Kenji masih bisa menghadapinya lalu jumlah prajurit dan ninja itu makin sedikit dan akhirnya mereka kalah semua. Akhirnya Kenji bisa melawan langsung Jin dan Len. Tanpa sempat bergerak Jin langsung dihajar oleh Kenji dengan kecepatannya yang luar biasa dan Jin terpental dan menabrak tembok dengan keras, lalu Len bertarung dengan Kenji dan saling pukul. Tapi, Jin belum kalah… dia lalu menendang Kenji dan Len menghajar Kenji juga. Kenji sudah tak punya kekuatan setelah dihajar oleh dua orang itu. Tapi Kenji belum menyerah, dia mengambil pedang yang ada di tangan prajurit yang pingsan dan menusuk jantung Jin ketika dia sedang menyerang.
Jin lalu mati dan akhirnya tinggal pertarungan melawan Len. Tapi Kenji yang terdesak oleh gerakan Len yang cepat dan lincah, dan terus menghajar Kenji. Tapi Kenji juga membalas dengan kekuatannya dan menghajar Len juga. Pertarungannya benar-benar seimbang tapi dua-duanya sudah tak punya kekuatan. Len pun mengambil sesuatu dari kotak yang besar dan ternyata itu adalah granat. Len melempar granat itu ke arah Kenji tapi dia berhasil menghindar lalu dia mendapat akal. Dia menendang balik granat yang dilempar Len dan mengarah padanya, lalu Len terkena ledakan itu dan akhirnya dia mati. Kenji berhasil memenangkan pertarungan.
Setelah prajurit-prajurit lain melihat kematian Rajanya dan juga Len, ternyata mereka sadar mereka bukan yang terkuat dan Kenji yang pantas jadi yang terkuat. Penduduk desa menyambut Kenji dengan rasa hormat. Kenji sangat senang mendapat penghormatan dari mereka. Kenji menemukan Seiji, dan Raiki lalu menceritakan kebenarannya. Seiji dan Raiki pun akhirnya tahu bahwa Len bukan lagi temannya.
Setelah peristiwa kematian Jin, dan Len, penduduk desa memutuskan Kenji untuk menjadi raja, lalu Seiji dan Raiki menjadi pengawal raja yang hebat. Lalu ternyata diantara penduduk desa ada nelayan yang pernah ditemuinya waktu dia pingsan dan menolongnya. Karena nelayan itu juga memiliki jasa yang besar pada Kenji, dia pun diubah statusnya dari nelayan menjadi penasihat raja. Setelah Kenji menjadi raja, penduduk desa pun tenang berada di kekusaannya.
Amanat: Untuk mendapatkan tujuan yang besar, harus melakukan pengorbanan yang besar juga
Kenji mengembara mencari dojo untuk berlatih kungfu selama tiga hari tapi masih belum ketemu juga. Dan akhirnya dia menemukan sebuah dojo yang bernama Dragon Tails. “Akhirnya kutemukan juga dojo untuk berlatih kungfu.” Kata kenji. Lalu dia masuk ke dojo itu dan meminta pada ketua dojo itu yang bernama Law untuk berlatih kungfu. Tapi Kenji harus di tes dulu apakah dia cocok untuk belajar kungfu atau tidak. Ternyata dia cocok untuk berlatih kungfu.
Besoknya Kenji pun memulai latihannya, tapi… latihannya tidak seperti yang dibayangkan Kenji, ternyata untuk berlatih kungfu berat sekali, dan dia harus latihan terus setiap hari. Berbulan-bulan Kenji latihan tapi belum menghasilkan apa-apa. Suatu hari Kenji sedang melamun dan memutuskan apakah dia mau berhenti berlatih kungfu atau mau meneruskan. Suatu hari, Kenji disuruh masuk ke ruang para senior untuk membicarakan sesuatu. Ternyata para senior tidak senang dengan keberadaan Kenji karena dianggap tidak berguna. Para senior pun ingin memukuli Kenji dan disaat itu datanglah Guru Law dan menahan serangan-serangan mereka. Akhirnya para senior babak belur.
Sejak kejadian itu, Kenji ingin lebih berusaha agar bisa melampaui para senior dan gurunya. Kenji pun jadi semakin kuat setelah itu. Dia telah berlatih selama 5 tahun dan berhasil melampaui para seniornya ketika ada pertandingan uji coba dan hasilnya sangat mengejutkkan. Kenji berhasil mengalahkan seniornya dalam waktu hanya beberapa menit saja. Dia sekarang sudah mempunyai teman yang bernama Len , Seiji, dan Raiki. Mereka membuat kelompok dan menjadi yang terhebat di dojonya. Suatu hari mereka dipanggil oleh ketua dojo itu untuk mengikuti kejuaraan bela diri. Mereka pun mau menerimanya.
Di kejuaraan itu mereka berhasil terus menang melawan orang-orang tangguh lainnya dan berhasil masuk final kejuaraan itu. Di final, mereka melawan kelompok tangguh yang dijuluki Red Shadows. Mereka adalah orang-orang yang berhasil memenangkan kejuaraan bela diri tahun lalu. Pemimpin mereka adalah Creed, dan sisanya adalah Shun, Goki, dan Rei. Pertandingan pertama dimulai dengan Len melawan Goki. Len melawan Goki dengan kekuatan penuh, Begitu pula Goki. Ternayata kekuatan mereka seimbang, tak satupun dari mereka yang menang. Tapi Goki berhasil membuat Len terpental dengan tendangan Goki, Len sudah hampir kalah tapi masih punya sisa kekuatan untuk melawan Goki.
Kali ini Goki yang memimpin, dia terus mendesak Len dengan kekuatannya. Len yang terdesak berhasil menahan tendangan Goki dan mematahkan kakinya, lalu melemparnya keluar ring sehingga Len yang menjadi pemenangnya. Len tak punya sisa kekuatan… dia pun pingsan setelah berhasil mengalahkan Goki. Pertandingan berikutnya adalah Seiji melawan Shun. Seiji berkata pada teman-temannya, “ aku pasti akan jadi pemenangnya, kalian dukung aku agar bisa menjadi pemenang ya!” Pertandingan pun dimulai, Seiji memimpin di awal pertandingan. Tapi, anehnya… Seiji terus memukuli Shun tapi Shun sama sekali tak membalas serangan Seiji atau menahannya.
Shun akhirnya membalas serangan Seiji dan berhasil mementalkan Seiji dengan tendangan super kuatnya. Penonton pun bersorak karena kagum melihat tendangan Shun, Seiji keluar dari ring dan menabrak tembok sehingga menjadi hancur. Seiji berhasil kembali ke ring tapi tubuhnya kaku sekali karena tendangan itu. Shun berkata pada Seiji, “ tadi aku sengaja terkena pukulanmu karena kupikir pukulan dan tendanganmu kuat… tapi malah tidak ada efeknya sama sekali. Tendanganmu lemah!” “Apaaaa katamuuuu!!!” Kata Seiji dengan kesal. Kali ini Seiji kembali memukuli Shun tapi Shun sama sekali tidak terluka. Shun membalas dengan pukulan-pukulan dasyat dan Seiji kembali terlempar ke luar ring. Seiji pun akhirnya pingsan dan kalah.
Pertandingan pun dimenangkan oleh Shun dan sekarang skornya menjadi 1-1. Pertarungan pun diteruskan, sekarang pertarungan antara Raiki dan Rei. Selama pertarungannya tak ada satupun pukulan dan tendangan yang mengenai Raiki dan Rei. Mereka sama-sama bisa menghindari serangan. Kali ini mereka melakukan adu tinju dan ternyata pukulan Rei lebih kuat dari pukulan Raiki sehingga pukulan itu berhasil mengenai Raiki. Sekarang Raiki hanya bisa memakai tangan kirinya karena tangan kanannya kesakitan. Kali ini Raiki berhasil memukul Rei tapi Rei juga membalasnya dengan kepalanya dan dibenturkan ke kepala Raiki.
Kali ini mereka terus saling pukul dan tendang, dan mereka sudah terluka dan babak belur. Tubuh mereka penuh pukulan. Kali ini Raiki bergerak sangat cepat dan melakukan tendangan dasyat ke rahang Rei. Rei terpental ke luar ring, tapi dia juga melakukan hal yang sama, dia melakukan pukulan dasyat yang membuat Raiki terpental ke luar ring. Kali ini, mereka melakukan adu tinju lagi tapi kali ini Raiki yang memenangkan adu tinju itu. Raiki akhirnya menang karena Rei suadah pingsan karena terkena pukulannya tadi.
Skornya sekarang 2-1. Kelompok Dragon Tails telah memimpin dari kelompok Red Shadows dan akhirnya dimulai juga pertarungan antar pemimpin yaitu Kenji dari Dragon Tails dan Creed dari Red Shadows. “Akhirnya dimulai juga ya…” kata Creed. “Huh, ternyata kelompokmu kuat Creed… aku sama sekali tak menyangka.” Kata Kenji. “Baiklah kita lihat siapa yang terkuat diantara kita!”Kata Creed. Pertandingan pun dimulai, mereka bertarung dengan sangat sengit dan mereka sama-sama kuat. “Rasakan ini!”Kata Creed. Creed melakukan pukulan keras tapi Kenji berhasil menghindarinya. Mereka sudah kelelahan karena mereka berdua sama-sama kuat.Creed pun menunjukan kekuatan yang sebenarnya pada Kenji.
Creed berlari sangat cepat dan Kenji tak mampu mengejarnya. Duaaakkk!!! Creed menendang Kenji ke atas dan Kenji sampai terpental ke bangku penonton. Ternyata pukulan Creed dua kali lebih kuat dibandingkan pukulan-pukulannya yang tadi. Penonton bersorak kegirangan karena sudah memastikan kemenangan Creed. Wasit pun mulai menghitung mundur kekalahan Kenji. “Satu!!!, Dua!!!, Tiga!!!, Empat!!!, Lima!!!, Enam!!!, Tujuh!!!, Delapan!!!, saat hitungan ke sembilan, Kenji melompat ke ring dengan badan yang sudah berdarah-darah. Penonton sangat kaget melihat kenji yang masih bisa bergerak. Kali ini Kenji berlari secepat Creed dan menghajar Creed dengan satu serangan yang membuatnya pingsan. Creed sudah tak bisa bangun lagi dan Kenji jadi pemenangnya. Kelompok Dragon Tails menang dengan skor 3-1. Karena terluka, mereka dirawat di rumah sakit karena terluka. Setelah mereka sembuh, mereka kembali ke dojo dan membawa hadiah piala juara bela diri. Ketua dojo sangat bangga pada mereka karena berhasil menang.
Beberapa hari kemudian, dojo itu diserang oleh kawanan ninja yang sangat kuat. Ninja-ninja itu berniat mengambil barang-barang berharga dari dojo itu. Kenji dan teman-temannya melawan para ninja itu, tapi mereka hebat sekali, karena sulit dikalahkan. Mereka berhasil mengalahkan para ninja itu tapi ada beberapa yang kabur dan membawa uang serta membawa barang berharga lainnya. Sekarang dojo sangat berantakan dan miskin karena barang-barang berharga telah dicuri. Kenji berniat mencari ninja-ninja itu, dan dia mencarinya di kota. Setelah berkeliling di kota dia menemukan sebuah perusahaan besar bernama Silver Arrow dengan lambang panah perak. “Lambang itu… sama dengan lambang yang ada di baju para ninja itu.” Kata Kenji. “Jangan-jangan para ninja itu dari perusahaan ini.” Katanya.
Kenji kembali ke dojo dan menceritakan yang dilihatnya kepada Ketua dojo. Ketua Dojo itu berkata, “Kau bodoh ya! Itu tidak mungkin!” Tapi aku benar-benar… “Ahhh! Itu tidak mungkin, kalau itu benar… coba buktikan!” Kata ketua dojo itu. Kenji sangat kesal karena ceritanya tidak mau didengarkan. Dia sangat kecewa, tapi dia ingin membuktikan bahwa ceritanya benar. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusup ke perusahaan itu. “Kalau piala juara bela diri ada disana, berarti yang mencuri memang mereka.” Katanya. Sesampainya di perusahaan itu dia menyusup dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan. Tapi ternyata sangat sulit karena disana-sini banyak penjaganya dan seorang samurai.
Pelan-pelan dia berhasil menyusup dan akhirnya dia sampai di ruang benda berharga dia mengambil banyak uang dan dia melihat piala juara bela diri. “Ternyata ini memang perbuatan mereka.” Katanya. Dia pun mengambil piala itu dan keluar dari perusahaan itu dan kembali ke dojo. Kenji memperlihatkan banyak uang dan piala juara bela diri. Dia berkata, “ ini memang perbuatan perusahaan itu, dan ninja-ninja itu dari perusahaan mereka. Akhirnya Ketua dojo itu percaya yang diceritakan Kenji. Tapi dia meminta pada Kenji untuk menjaga rahasianya, “Jangan kau beritahu orang selain di dojo ini.” Kenji mengangguk senang lalu dia menceritakan kejadian itu pada teman-temannya yaitu Len, Seiji, dan Raiki. Semua penasaran mendengar cerita itu kecuali Len, dia langsung pergi dan terlihat kesal saat mendengar cerita Kenji. “Kamu kenapa Len?” Tanya Kenji. Len pun tak menjawab lalu pergi meninggalkan mereka semua. Semua penasaran melihat sikap Len.
“Aneh sekali sikap Len… dia kenapa sih?” Tanya Seiji. “Entahlah, apa aku telah menyinggungnya?” Kata Kenji. “ Mungkin dia ada hubungannya dengan perusahaan itu.” Kata Raiki. “Kurasa itu tidak mungkin dia kan baru 17 tahun, mana mungkin dia ada hubungannya dengan perusahaan itu…” Kata Kenji. Suatu hari, ketika Kenji sedang ada di kamarnya, dia mendapat pesan dari Len untuk datang ke taman di dekat dojo saat sore. Kenji penasaran untuk apa dia menyuruhnya ke taman itu. Saat sore hari, dia pergi ke taman itu lalu dia bertemu Len. “ Untuk apa kau memanggilku ke sini?” Tanya kenji. “Ada hal yang belum kau ketahui siapa aku sebenarnya Kenji.” Kata Len.
Tiba tiba sekeliling Kenji banyak ninja yang memakai baju yang sama lambangnya dengan perusahann Silver Arrow yang ada lambang panah perak di baju. “Kenji, aku adalah pemimpin perusahaan Silver Arrow… aku sengaja bergabung dengan dojo Dragon Tails untuk memperkuat diri. Sekarang kau paham kan?” Kata Len. Sekarang Kenji harus bertarung dengan para ninja itu. Kekuatan mereka sama seperti saat mereka merampok dojo, oleh karena itu Kenji sulit melawan mereka sendirian. Kenji berhasil mengalahkan ninja-ninja itu, tapi kali ini Len memukulnya dari belakang dan membuat Kenji pingsan.
Kenji diseret dan dibawa ke perusahaan mereka. Tangan dan kakinya diikat, sehingga dia tak bias bergerak. Ketika sadar, Kenji sedang berada di pesawat milik Len. Len berkata, “ Ternyata kau sudah bangun Kenji.” “Dimana ini?” Kata kenji. “Di pesawat milikku.” Kata Len. “Karena kau sudah tahu bahwa perusahaankulah yang telah merampok dojo itu, maka kau harus dibunuh Kenji. Sebentar lagi, aku juga berniat menghancurkan dojo itu.” Katanya. Lalu ketika berada di atas laut, Kenji dijatuhkan dari pesawat dan tercebur ke laut. Kenji tak bisa berbuat apa-apa karena tangan dan kakinya diikat. Setelah menceburkan Kenji ke laut, Len berniat melanjutkan ambisinya untuk menghancurkan dojo Dragon Tails. Kenji ditemukan oleh seorang nelayan di pinggir pantai. Dia melepaskan tali yang ada di tangan dan kakinya.
Kenji pun sadar beberapa saat kemudian, lalu dia dibawa ke rumah nelayan itu. Nelayan itu meminta menjelaskan apa yang terjadi dan Kenji menceritakan semuanya. Nelayan itu merasa kasihan pada Kenji, lalu dia memberikan sebuah ramuan untuk Kenji. Dia berkata, “ Ini ramuan yang dapat memulihkan kekuatanmu dan sekarang kembalilah ke dojo itu sebelum dihancurkan. Setelah minum ramuan itu, tenaganya pun pulih kembali lalu dia pun pamit kepada nelayan itu. Dia langsung pergi ke dojo itu. Kenji terus berlari ke dojo dan berharap dojonya belum dihancurkan dan sesampainya disana, para ninja Silver Arrows berperang dengan kelompok Dragon Tails. Banyak yang dari Dragon Tails mati. Mereka kesulitan menghadapi ninja-ninja itu.
Kenji langsung menghajar ninja-ninja itu lalu dia menemukan Seiji, dan Raiki. Kenji langsung bergabung dengan mereka dan menghajar ninja-ninja itu. Sekarang para ninja itu yang kesusahan menghadapi mereka, kalau Kenji, Seiji, dan Raiki bersatu, mereka akan jadi yang terkuat. Tapi kali ini mereka harus berpencar, karena ada ninja-ninja baru yang datang dan semakin banyak. Lalu muncul pemimpin ninja itu dan membawa granat. Ternyata ninja-ninja lainnya juga membawa granat lalu mereka melempar granat kea rah dojo sehingga dojo jadi hancur dan terbakar. Setelah dojo itu hancur, ninja-ninja itu pergi juga pemimpinnya.
Kenji dan yang lainnya harus menerima kekalahan mereka dan dojo Dragon Tails sekarang sudah tidak ada. Kenji pun menyerah ingin menjadi pemimpin dojo, hari-harinya sudah tidak ada apa-apa lagi, sekarang dia hanya diam dan memikirkan peristiwa hancurnya dojo Dragon Tails. Suatu hari dia bertemu dengan seorang yang bernama Jin. Dia adalah seorang yang sangat dikagumi di desa karena dia adalah orang yang terkuat. Tak seorang pun yang berani bermain-main dengannya. Jin melihat Kenji dengan wajah yang aneh, seperti mengenal Kenji. Dia pun berkata, “Disini tak ada yang berharap mau memperbaiki dojo Dragon Tails yang jelek itu.” Jin pun tertawa lalu pergi meninggalkan Kenji. Kenji heran kenapa dia bisa tahu soal kehancuran Dragon Tails lalu dia membuntuti Jin.
Kenji melompat naik ke atap rumah-rumah dan membuntuti Jin, lalu Jin sampai di istana yang besar dan Kenji tidak mengetahui adanya istana itu. Kenji kali ini menghajar salah satu prajurit dan memakai bajunya lalu menyamar jadi prajurit. Kenji tidak diketahui sebagai seorang penyusup karena baju prajurit itu juga memakai helm. Ternyata sesampainya di ruangan besar, Jin duduk di sebuah singgasana. Dia ternyata seorang raja. Dan disebelahnya itu ada… Len? “Mustahil, itu kan… Len? Kenapa dia ada disini?” Dan disekelilingnya banyak ninja dari perusahaan Silver Arrow, perusahaan milik Len. Kenji dengan baju prajurit muncul di hadapan Jin dan Len. “Ada apa Prajurit?” Kata Jin. Lalu Kenji melepas helmnya, “Ini aku Len…” “Kenji!?” Len heran. Bukannya kau sudah mati? “Sayang sekali Len… aku masih hidup, dan aku akan membalas dendam atas kehancurannya dojo Dragon Tails!” Seru Kenji.
Kenji lalu nekat menyerang mereka. “Prajurit dan ninja habisi dia!” Kata Jin. Sebelum sempat menghajar Jin dan Len, Kenji harus menghadapi para prajurit dan ninja. Tapi walaupun mereka banyak, Kenji masih bisa menghadapinya lalu jumlah prajurit dan ninja itu makin sedikit dan akhirnya mereka kalah semua. Akhirnya Kenji bisa melawan langsung Jin dan Len. Tanpa sempat bergerak Jin langsung dihajar oleh Kenji dengan kecepatannya yang luar biasa dan Jin terpental dan menabrak tembok dengan keras, lalu Len bertarung dengan Kenji dan saling pukul. Tapi, Jin belum kalah… dia lalu menendang Kenji dan Len menghajar Kenji juga. Kenji sudah tak punya kekuatan setelah dihajar oleh dua orang itu. Tapi Kenji belum menyerah, dia mengambil pedang yang ada di tangan prajurit yang pingsan dan menusuk jantung Jin ketika dia sedang menyerang.
Jin lalu mati dan akhirnya tinggal pertarungan melawan Len. Tapi Kenji yang terdesak oleh gerakan Len yang cepat dan lincah, dan terus menghajar Kenji. Tapi Kenji juga membalas dengan kekuatannya dan menghajar Len juga. Pertarungannya benar-benar seimbang tapi dua-duanya sudah tak punya kekuatan. Len pun mengambil sesuatu dari kotak yang besar dan ternyata itu adalah granat. Len melempar granat itu ke arah Kenji tapi dia berhasil menghindar lalu dia mendapat akal. Dia menendang balik granat yang dilempar Len dan mengarah padanya, lalu Len terkena ledakan itu dan akhirnya dia mati. Kenji berhasil memenangkan pertarungan.
Setelah prajurit-prajurit lain melihat kematian Rajanya dan juga Len, ternyata mereka sadar mereka bukan yang terkuat dan Kenji yang pantas jadi yang terkuat. Penduduk desa menyambut Kenji dengan rasa hormat. Kenji sangat senang mendapat penghormatan dari mereka. Kenji menemukan Seiji, dan Raiki lalu menceritakan kebenarannya. Seiji dan Raiki pun akhirnya tahu bahwa Len bukan lagi temannya.
Setelah peristiwa kematian Jin, dan Len, penduduk desa memutuskan Kenji untuk menjadi raja, lalu Seiji dan Raiki menjadi pengawal raja yang hebat. Lalu ternyata diantara penduduk desa ada nelayan yang pernah ditemuinya waktu dia pingsan dan menolongnya. Karena nelayan itu juga memiliki jasa yang besar pada Kenji, dia pun diubah statusnya dari nelayan menjadi penasihat raja. Setelah Kenji menjadi raja, penduduk desa pun tenang berada di kekusaannya.
Amanat: Untuk mendapatkan tujuan yang besar, harus melakukan pengorbanan yang besar juga
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Pemain Terbaik by Faiz Arbifianto
Temanku bernama Joe, saya cukup kenal ,karena Joe anak yang ternakal di kelasku. Kami adalah anak sekolah Mizuho,dan saya adalah anak kelas 8.2 tapi teman saya Joe sangat nakal ,karena Joe sering bolos sekolah dan juga sering berkelahi walaupun begitu saya ingin menjadi temannya mungkin teman satu-satunya di sekolahan saya Karena kami punya hobi yang sama yaitu bermain bola basket. Walaupun Joe sering bolos tapi Joe bisa dalam bidang bola basket tapi Joe tidak hebat seperti aku, makanya Joe mau menjadi temannku karena saya adalah pemain terbaik di kota ini dalam bola basket.
Padahal sewaktu kelas satu smp Joe jarang bolos sekolah tapi pada saat ibu dan bapaknya Joe meninggal,Joe jadi anak yang sering bolos dan sering berkelahi. Jadi Joe tinggal dengan kakaknya tapi kakaknya juga frustasi jadi kakaknya minum-minuman keras.
Joe punya musuh yang banyak karena berkelahi salah satunya adalah Zack. Mungkin Zack tidak pandai berkelahi tapi dia sering menantang Joe berkelahi walaupun dia tahu kalau Joe akan dikalahkan oleh Joe.
Dan ada satu perempuan yang menyukai Joe yaitu Sonora Sonora adalah anak terpintar di kelas 8 tapi anehnya Sonora suka dengan Joe yang nakal. Walaupun Sonora tidak pernah mengatakannya tapi sudah terlihat dari sorot matanya. Walaupun sebenarnya Joe suka juga dengan Sonora.
Joe mungkin ahli dalam semua bidang olahraga bukan Cuma bisa dalam bola basket tapi dia juga ahli dalam bermain badminton,dia mungkin bukan yang terahli dalam bidang badminton tapi dia pernah ikut dan dia masuk 8 besar di kejuaraan sejabodetabek.Dia ahli juga dalam bidang sepak bola. Dia adalah pemain belakang terbaik di sekolah tapi dia tidak terlalu mendalaminya,kerena dia lebih meminati di tim basket karena tim basket putra hanya sedikit.
Dia mungkin sekolah hanya untuk berolah raga karena jarang sekali dia masuk sekolah. Dia selalu sendirian,walaupun aku dan Joe berteman tapi aku tidak selalu menemaninya,seperti saat dia berkelahi dia hanya sendiri walaupun musuhnya banyak.
Ada guru yang sangat ingin Joe keluar yaitu pak Frank. Dia guru tergalak di sekolahku,Joe selalu dimarahi oleh pak Frank tapi Joe selalu menghiraukan perkataan pak Frank. Ada juga guru yang baik yaitu pak James,mungkin dia mukanya menyeramkan tapi hatinya tidak jahat seperti pak Frank.
Dia anak yang sederhana,dia mendapatkan uang dari bibinya tapi mungkin tidak terlalu cukup untuk berdua makanya dia berkelahi untuk mengambil uang musuhnya dan kadang-kadang saya memberi sisa uang jajan saya ke Joe.
Pada suatu ketika Joe sedang bermain bola basket denganku dan kawan-kawanku. Joe tidak biasanya bermain dengan seserius ini Joe bermain aggressive dia sangat serius sehingga Joe membuat pemain yang lain terluka mungkin ada yang menahan di hatinya tapi aku tidak tahu karena Joe orangnya sangat tertutup.
Baru kali ini saya melihat Joe seperti ini. Dan setelah bermain aku coba bicara dengan Joe tapi itu percuma Karena Joe hanya bilang tidak ada apa-apa. Dan juga pelatih pun mencoba bicara dengan tapi jawabannya sama saja Joe tidak memberi tahu apa yang menahan di hatinya. Dan suatu ketika dia sekali masuk sekolah untuk belajar dia biasanya hanya tidur di kelas atau hanya di atap sekolah. Di dalam hati ku berkata,” apakah Joe sudah berubah?”.
Namun akhirnya dia bolos sekolah lagi karena Joe mungkin berlatih saat dia bolos sekolah dan dia juga sudah jarang terlihat lagi dan juga jarang berkelahi lagi.
Suatu ketika saya melihat Joe sedang bermain di suatu lapangan basket Joe sangat serius sekali,Joe berlatih bola basket sangat serius mungkin karena Joe tidak mau kalah denganku. Tapi sepertinya bukan karena tidak mungkin sekeras itu dia berlatih. Munkin dia tiduk di lapangan itu karena bajunya basah karena keringat. Saya pun mendekati Joe dan menanyakan mengapa dia berlatih seserius itu.
Saat saya mendekat dia pun langsung mengajakku bermain basket satu lawan satu aku pun menerimanya tapi seperti biasa Joe kalah melawanku. Setelah itu saya bertanya tapi Joe masih tidak mau menjawabnya. Saya pun akhirnya pulang tapi Joe masih di lapangan untuk berlatih basket. Tapi sebelum saya pulang Joe menjelaskan apa yang terjadi. Dia menceritakan bahwa dia berlatih sampai seperti ini karena saya ingin membahagiakan ibunyadan bapaknya yang sudah meninggal. Dan setelah itu saya menemaninya untuk berlatih. Dia berlatih sampai malam dan saya mengajarinya bermain basket yang membuat orang terkesan.
Dan saat paginya sekolah libur jadi saya terus menemani Joe berlatih dan kami pun mencoba bertanding satu lawan satu lagi melawanku tapi hasilnya sama saja dia kalah mungkin Karena dia terlalu kaku dan belum terbiasa akhirnya saya suruh Joe untuk berlatih fisik dan kelenturan badan.
Keesokan harinya dia berlatih fisik dan kelenturan tubuh bersama saya dia sangat serius sekali berlatih fisik dan kelenturan tubuh sehingga dia sampai sakit tapi saya rasa dia bisa menjadi pemain hebat karena dia serius menekuni dunia basket. Dan malamnya saya pulang karena besok saya masuk sekolah.
Dan seperti biasa Joe tidak masuk hari ini mungkin Joe sakit karena kemarin dia sakit mungkin sekarang dia masih sakit. Dan setelah pulang sekolah Joe datang dan dia langsung menantangku bermain basket lagi dan saya menerimanya. kita bermain basket dan kita dilihati oleh semua orang yang ada di sekolahan. Pertarungan saya dan Joe sangat sengit ternyata dia sudah semakin ahli dalam memainkan bola basket. Tapi karena saya lebih berpengalaman dari dia saya memenangkan pertandingannya. Walaupun saya menang kalau saja saya lengah sedikit saya bisa kalah melawan dia karena hanya berbeda beberapa angka.
Dan keesokan harinya saya dan Joe berlatih bersama tim basket smp.dia sangat serius berlatihnya mungkin karena sebentar lagi ada turnamen basket antara pelajar dia pun sangat bersemangat karena kalau menjadi pemain terbaik dia akan dakapkan uang yang tidak sedikit. Dia berkerja keras untuk bisa menjadi pemain yang hebat dan menjadi pemain yang terhebat. Saya dan dia berlatih setiap hari. Kami berlomba untuk menjadi pemain terbaik di kota ini.
Sebenarnya tim basket sekolah kami tidak terkenal tapi karena ada saya jadi terkenal. Dan ada satu lagi yaitu kapten tim basket yaitu Fian dia sangat tinggi dan tidak mudah dilewati pertahanannya tapi saya pernah melawannya memang agak susah tapi saya tetap menang.
Walaupun tim kami lemah tapi kerjasama kita sangatlah kuat tidak mudah mencuri bola dari tim kami karena operan bolanya sangat cepat.itulah keunggulan tim kami. Tapi di turnamen antar pelajar banyak pemain yang mungkin lebih kuat dari saya.
Pada saat sehari sebelum kami mengikuti turnamen bola basket antar pelajar pelatih kami memberi nasehat agar kami istirahat untuk turnamen besok karena kita telah melakukan latihan jadi kita harus istirahat yang cukup agar bisa bermain maksimal saat pertandingan.
Setelah diberi nasehat saya pun langsung pulang tapi Joe masih berlatih untuk bisa hebat di turnamen. Saya memberi nasehat tapi dia tetap saja berlatih hingga larut. Dan pada saat sudah agak larut dia datang ke rumahku untuk menginap. Tapi saya tidak bisa tidur memikirkan cara untuk menang di turnamen dan menjadi pemain terbaik di kota ini. Dan mungkin Joe juga memikirkan hal yang sama seperti aku karena dia ingin berprestasi dalam bidang olah raga dan membuat orang tuanya bangga dan juga bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada saat Joe bangun tidur dia bersemangat sekali Joe dia dan saya menyiapkan pakaian basket dan bersiap karena ada pembukaan sebelum bertanding. Jadi kami bersegera untuk menuju ke lapangan di sekolah kami .kami berangkat naik sepeda motor,tapi kami berurusan dengan polisi karena kami tidak karena tidak membawa SIM dan juga kami terjebak macet.akhirnya kami datang terlambat padahal itu adalah pembukaan tapi tidak terlalu penting.
Setelah pembukaan kami memilih urutan dan grup mana kita waktu bermain.Ada 16 tim basket dan 16 tim di bagi 4 grup. Kami ada di grup ketiga bersama tim-tim yang hebat-hebat. Dan untungnya kami tidak se grup dengan tim juara tahun lalu yaitu tim sainan mereka ada di grup ke 1 jadi kami akan bertemu tim itu di final. Pertama kami melawan tim gunadasa mereka tim yang terkenal tapi kalah saat semifinal tahun lalu.
Setelah pembukaan dan pemilihan grup Kami langsung siap-siap untuk bermain,sebelum bertanding kami latihan ringan dan memikirkan taktik untuk melawan tim musuh. Saya akan dimainkan pertama dengan kakak kelas kami tapi Joe ada di bangku cadangan padahal sia bermain bagus saat latihan. Pada awalnya kami unggul dari tim gunadasa 24-15 tapi saat Joe main Joe mengacaukan permainan dan mereka pun mengeluarkan pemain andalan mereka kami pun langsung kalah24-25. Pada saat istirahat semua menyalahkan Joe dan kapten pun berkata,”hei kau Joe kau bisa main basket dengan betul tidak kalau tidak kau tidak usah bermain”. Saya pun membela Joe dan berbicara,”kapten kita kasih kesempatan sekali lagi untuk Joe mungkin kalau Joe bermain sekali lagi dia akan terbiasa dan membuat tim menang”. Akhirnya pelatih member satu kesempatan lagi. Tapi dia tidak perubah dia bermain kacau dan akhirnya Joe di keluakan dari lapangan. Dan akhirnya tim kami menang dengan perbedaan skor tipis 56-57.
Pada keesokan harinya kami tidak bertanding dan Joe sedang latihan seperti biasa dan dia berlatih dengan tekun dia tanpa henti berlatih shoot bola masuk ke ring karena dia ingin sekali bermain hebat tapi ternyata dia menyusahkan tim dia pun berlatih sampai maksimal agar bisa bermain hebat di pertandingan kedua.
Keesokan harinya kami bertanding melawan tim wenegawa tapi sebelum bertanding Joe minta kesempatan sekali lagi untuk membuktikan dia berguna bagi tim.dan ternyata Joe dengan hebat dia bermain dengan tenang dan serius dia mungkin senjata rahasia kami karena mungkin dia bermain hebat melebihi saya karena di mencetak skor terbanyak pada pertandingan itu,dia sangat bersemangat saat bermain di pertandingan itu dan dia membuat tim lawan kesusahan dengan akurasi shoot nya dia juga membuat kakak kelas percaya kepada Joe .
Kami akhirnya menang di pertandingan kedua melawan wenegawa dengan skor 79-45 kami menganlahkan smp wenegawa dengan telak itu semua berkat Joe. Kami pun terus menang dan kami muncul sebagai wakil dari grup 3 dan di grup 1 perwakilannya adalah juara tahun lalu yaitu tim sainan dan di grup 2 ada tim sudan dan di grup ke 4 ada tim manugure. Mereka tim yang sangat kuat termasuk kami tapi hanya ada satu tim yang tidak terkenal yaitu tim sudan tapi mereka lolos dan masuk semifinal kami tidak tahu seberapa kuat tim sudan. Tapi mereka akan kalah melawan tim sainan.
Ini baru pertama kali tim kami bermain di semifinal,kami sangat senang sekali kami pun membuat pesta. Pada saat di pesta kapten pun berkata,”kau Joe dan Fian kalian sangat bagus jadi teruskan bermain dengan hebat agar kita bisa memenangkan kejuaraan ini”. Saya dan Joe pun sangat senang dan Joe juga berkata,”ayo kita bermain semaksimal mungkin saat bermain agar kita tahu siapakah yang akan menjadi pemain terbaik di turnamen tahun ini”. Saya jadi sangat tertantang saat Joe mengatakannya.
Pada keesokan harinya kami melawan tim manugure mereka adalah juara kedua pada tahun lalu tim kami pun bersemangat untuk bermain pada awal pertandingan sudah cukup sengit pertandingan ,kami kejar-kejaran angka karena tim mereka mempunyai tubuh yang tinggi jadi kami mengalami kesulitan tapi saya dan Joe pada saat babak kedua kami terbakar oleh semangat saya dan Joe bekerja sama untuk mengalahkan tim manugure mereka selalu menjaga ring mereka tapi karena keahlian dan kerja sama kami mereka akhirnya kalah karena mereka kalah kecepatan melawan tim kami.
Dan setelah itu kami melihat pertandingan antara tim sainan dengan tim sudan walaupun sudah pasti sainan yang menang. Tapi dugaan saya itu salah Sudan adalah tim yang sangat kuat mereka mempermainkan tim sainan, mereka menyusahkan tim Sainan akirnya tim Sainan kalah oleh tim Sudan itu di luar dugaan.Tim Sainan yang sangat kuat di kalahkan oleh tim Sudan yang tidak terkenal.
Akhirnya tiba juga pertandingan final antara tim kami dan tim Sudan. Seperti biasa kami melakukan latihan ringan dan membuat taktik untuk mengalahkan tim sudan mereka mempunyai pemain andalan bernama Reira dia sangat cepat dan lincah jadi kami lebih memperketat pertahanan terhadap dia. Saya dan Joe bertugas untuk menjaga Reira.
Dan wasit pun meniup peluit tanda permainan di mulai. Saat pertama mereka sudah menekan tim kita ,meraka langsung mencetak angka pertama kami pun langsung cepat menyamainya tapi kami mengalami kekalahan pada babak pertama. Dan Joe pun sangat bersemangat dan kita pun mengejar di babak kedua tapi tidak mudah untuk melawan Reira dia sangat cepat tapi kita bermain dengan kerja sama tim yang hebat. Mereka sangat kuat sehingga kami bermain semaksimal mungkin. Pada akhir babak kami masih tertinggal tapi saat detik-detik akhir kami mengalahkan dan menjadi juara di turnamen itu kita sangat senang sekali dan saat yang di tunggu-tunggu telah tiba yaitu pengumuman pemain terbaik dan ternyata yang mendapatkan gelar itu adalah Joe itulah yang telah di tunggu-tunggu oleh Joe dia mendapatkan uang 10.000.000 dan piala. Dia sangat gembira sehingga dia mengeluarkan air mata dan saya pun terharu karena kerja kerasnya selama ini berguna.
Dan setelah kemenangan itu akhirnya Joe menantang aku untuk mengutahui siapa yang menjadi pemain terbaik yang sesungguhnya. Dan Joe pun berkata,”Hei Fian inilah waktu yang ku tunggu untuk mengetahui siapa yang terhebat diantara kita”. Saya langsung bermain dengannya dia sangat kuat sekarang berbeda dengan yang dulu . dia sekarang telah menjadi pemain yang terhebat dan pada akhirnya saya kalah dalam pertandingan satu lawan satu itu dan saya mengaku kalah walaupun saya berpengalaman tapi saya kalah dalam kerja keras dia lebih bermental juara dari pada saya dan dia pantas menjadi pemain terbaik.
Padahal sewaktu kelas satu smp Joe jarang bolos sekolah tapi pada saat ibu dan bapaknya Joe meninggal,Joe jadi anak yang sering bolos dan sering berkelahi. Jadi Joe tinggal dengan kakaknya tapi kakaknya juga frustasi jadi kakaknya minum-minuman keras.
Joe punya musuh yang banyak karena berkelahi salah satunya adalah Zack. Mungkin Zack tidak pandai berkelahi tapi dia sering menantang Joe berkelahi walaupun dia tahu kalau Joe akan dikalahkan oleh Joe.
Dan ada satu perempuan yang menyukai Joe yaitu Sonora Sonora adalah anak terpintar di kelas 8 tapi anehnya Sonora suka dengan Joe yang nakal. Walaupun Sonora tidak pernah mengatakannya tapi sudah terlihat dari sorot matanya. Walaupun sebenarnya Joe suka juga dengan Sonora.
Joe mungkin ahli dalam semua bidang olahraga bukan Cuma bisa dalam bola basket tapi dia juga ahli dalam bermain badminton,dia mungkin bukan yang terahli dalam bidang badminton tapi dia pernah ikut dan dia masuk 8 besar di kejuaraan sejabodetabek.Dia ahli juga dalam bidang sepak bola. Dia adalah pemain belakang terbaik di sekolah tapi dia tidak terlalu mendalaminya,kerena dia lebih meminati di tim basket karena tim basket putra hanya sedikit.
Dia mungkin sekolah hanya untuk berolah raga karena jarang sekali dia masuk sekolah. Dia selalu sendirian,walaupun aku dan Joe berteman tapi aku tidak selalu menemaninya,seperti saat dia berkelahi dia hanya sendiri walaupun musuhnya banyak.
Ada guru yang sangat ingin Joe keluar yaitu pak Frank. Dia guru tergalak di sekolahku,Joe selalu dimarahi oleh pak Frank tapi Joe selalu menghiraukan perkataan pak Frank. Ada juga guru yang baik yaitu pak James,mungkin dia mukanya menyeramkan tapi hatinya tidak jahat seperti pak Frank.
Dia anak yang sederhana,dia mendapatkan uang dari bibinya tapi mungkin tidak terlalu cukup untuk berdua makanya dia berkelahi untuk mengambil uang musuhnya dan kadang-kadang saya memberi sisa uang jajan saya ke Joe.
Pada suatu ketika Joe sedang bermain bola basket denganku dan kawan-kawanku. Joe tidak biasanya bermain dengan seserius ini Joe bermain aggressive dia sangat serius sehingga Joe membuat pemain yang lain terluka mungkin ada yang menahan di hatinya tapi aku tidak tahu karena Joe orangnya sangat tertutup.
Baru kali ini saya melihat Joe seperti ini. Dan setelah bermain aku coba bicara dengan Joe tapi itu percuma Karena Joe hanya bilang tidak ada apa-apa. Dan juga pelatih pun mencoba bicara dengan tapi jawabannya sama saja Joe tidak memberi tahu apa yang menahan di hatinya. Dan suatu ketika dia sekali masuk sekolah untuk belajar dia biasanya hanya tidur di kelas atau hanya di atap sekolah. Di dalam hati ku berkata,” apakah Joe sudah berubah?”.
Namun akhirnya dia bolos sekolah lagi karena Joe mungkin berlatih saat dia bolos sekolah dan dia juga sudah jarang terlihat lagi dan juga jarang berkelahi lagi.
Suatu ketika saya melihat Joe sedang bermain di suatu lapangan basket Joe sangat serius sekali,Joe berlatih bola basket sangat serius mungkin karena Joe tidak mau kalah denganku. Tapi sepertinya bukan karena tidak mungkin sekeras itu dia berlatih. Munkin dia tiduk di lapangan itu karena bajunya basah karena keringat. Saya pun mendekati Joe dan menanyakan mengapa dia berlatih seserius itu.
Saat saya mendekat dia pun langsung mengajakku bermain basket satu lawan satu aku pun menerimanya tapi seperti biasa Joe kalah melawanku. Setelah itu saya bertanya tapi Joe masih tidak mau menjawabnya. Saya pun akhirnya pulang tapi Joe masih di lapangan untuk berlatih basket. Tapi sebelum saya pulang Joe menjelaskan apa yang terjadi. Dia menceritakan bahwa dia berlatih sampai seperti ini karena saya ingin membahagiakan ibunyadan bapaknya yang sudah meninggal. Dan setelah itu saya menemaninya untuk berlatih. Dia berlatih sampai malam dan saya mengajarinya bermain basket yang membuat orang terkesan.
Dan saat paginya sekolah libur jadi saya terus menemani Joe berlatih dan kami pun mencoba bertanding satu lawan satu lagi melawanku tapi hasilnya sama saja dia kalah mungkin Karena dia terlalu kaku dan belum terbiasa akhirnya saya suruh Joe untuk berlatih fisik dan kelenturan badan.
Keesokan harinya dia berlatih fisik dan kelenturan tubuh bersama saya dia sangat serius sekali berlatih fisik dan kelenturan tubuh sehingga dia sampai sakit tapi saya rasa dia bisa menjadi pemain hebat karena dia serius menekuni dunia basket. Dan malamnya saya pulang karena besok saya masuk sekolah.
Dan seperti biasa Joe tidak masuk hari ini mungkin Joe sakit karena kemarin dia sakit mungkin sekarang dia masih sakit. Dan setelah pulang sekolah Joe datang dan dia langsung menantangku bermain basket lagi dan saya menerimanya. kita bermain basket dan kita dilihati oleh semua orang yang ada di sekolahan. Pertarungan saya dan Joe sangat sengit ternyata dia sudah semakin ahli dalam memainkan bola basket. Tapi karena saya lebih berpengalaman dari dia saya memenangkan pertandingannya. Walaupun saya menang kalau saja saya lengah sedikit saya bisa kalah melawan dia karena hanya berbeda beberapa angka.
Dan keesokan harinya saya dan Joe berlatih bersama tim basket smp.dia sangat serius berlatihnya mungkin karena sebentar lagi ada turnamen basket antara pelajar dia pun sangat bersemangat karena kalau menjadi pemain terbaik dia akan dakapkan uang yang tidak sedikit. Dia berkerja keras untuk bisa menjadi pemain yang hebat dan menjadi pemain yang terhebat. Saya dan dia berlatih setiap hari. Kami berlomba untuk menjadi pemain terbaik di kota ini.
Sebenarnya tim basket sekolah kami tidak terkenal tapi karena ada saya jadi terkenal. Dan ada satu lagi yaitu kapten tim basket yaitu Fian dia sangat tinggi dan tidak mudah dilewati pertahanannya tapi saya pernah melawannya memang agak susah tapi saya tetap menang.
Walaupun tim kami lemah tapi kerjasama kita sangatlah kuat tidak mudah mencuri bola dari tim kami karena operan bolanya sangat cepat.itulah keunggulan tim kami. Tapi di turnamen antar pelajar banyak pemain yang mungkin lebih kuat dari saya.
Pada saat sehari sebelum kami mengikuti turnamen bola basket antar pelajar pelatih kami memberi nasehat agar kami istirahat untuk turnamen besok karena kita telah melakukan latihan jadi kita harus istirahat yang cukup agar bisa bermain maksimal saat pertandingan.
Setelah diberi nasehat saya pun langsung pulang tapi Joe masih berlatih untuk bisa hebat di turnamen. Saya memberi nasehat tapi dia tetap saja berlatih hingga larut. Dan pada saat sudah agak larut dia datang ke rumahku untuk menginap. Tapi saya tidak bisa tidur memikirkan cara untuk menang di turnamen dan menjadi pemain terbaik di kota ini. Dan mungkin Joe juga memikirkan hal yang sama seperti aku karena dia ingin berprestasi dalam bidang olah raga dan membuat orang tuanya bangga dan juga bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada saat Joe bangun tidur dia bersemangat sekali Joe dia dan saya menyiapkan pakaian basket dan bersiap karena ada pembukaan sebelum bertanding. Jadi kami bersegera untuk menuju ke lapangan di sekolah kami .kami berangkat naik sepeda motor,tapi kami berurusan dengan polisi karena kami tidak karena tidak membawa SIM dan juga kami terjebak macet.akhirnya kami datang terlambat padahal itu adalah pembukaan tapi tidak terlalu penting.
Setelah pembukaan kami memilih urutan dan grup mana kita waktu bermain.Ada 16 tim basket dan 16 tim di bagi 4 grup. Kami ada di grup ketiga bersama tim-tim yang hebat-hebat. Dan untungnya kami tidak se grup dengan tim juara tahun lalu yaitu tim sainan mereka ada di grup ke 1 jadi kami akan bertemu tim itu di final. Pertama kami melawan tim gunadasa mereka tim yang terkenal tapi kalah saat semifinal tahun lalu.
Setelah pembukaan dan pemilihan grup Kami langsung siap-siap untuk bermain,sebelum bertanding kami latihan ringan dan memikirkan taktik untuk melawan tim musuh. Saya akan dimainkan pertama dengan kakak kelas kami tapi Joe ada di bangku cadangan padahal sia bermain bagus saat latihan. Pada awalnya kami unggul dari tim gunadasa 24-15 tapi saat Joe main Joe mengacaukan permainan dan mereka pun mengeluarkan pemain andalan mereka kami pun langsung kalah24-25. Pada saat istirahat semua menyalahkan Joe dan kapten pun berkata,”hei kau Joe kau bisa main basket dengan betul tidak kalau tidak kau tidak usah bermain”. Saya pun membela Joe dan berbicara,”kapten kita kasih kesempatan sekali lagi untuk Joe mungkin kalau Joe bermain sekali lagi dia akan terbiasa dan membuat tim menang”. Akhirnya pelatih member satu kesempatan lagi. Tapi dia tidak perubah dia bermain kacau dan akhirnya Joe di keluakan dari lapangan. Dan akhirnya tim kami menang dengan perbedaan skor tipis 56-57.
Pada keesokan harinya kami tidak bertanding dan Joe sedang latihan seperti biasa dan dia berlatih dengan tekun dia tanpa henti berlatih shoot bola masuk ke ring karena dia ingin sekali bermain hebat tapi ternyata dia menyusahkan tim dia pun berlatih sampai maksimal agar bisa bermain hebat di pertandingan kedua.
Keesokan harinya kami bertanding melawan tim wenegawa tapi sebelum bertanding Joe minta kesempatan sekali lagi untuk membuktikan dia berguna bagi tim.dan ternyata Joe dengan hebat dia bermain dengan tenang dan serius dia mungkin senjata rahasia kami karena mungkin dia bermain hebat melebihi saya karena di mencetak skor terbanyak pada pertandingan itu,dia sangat bersemangat saat bermain di pertandingan itu dan dia membuat tim lawan kesusahan dengan akurasi shoot nya dia juga membuat kakak kelas percaya kepada Joe .
Kami akhirnya menang di pertandingan kedua melawan wenegawa dengan skor 79-45 kami menganlahkan smp wenegawa dengan telak itu semua berkat Joe. Kami pun terus menang dan kami muncul sebagai wakil dari grup 3 dan di grup 1 perwakilannya adalah juara tahun lalu yaitu tim sainan dan di grup 2 ada tim sudan dan di grup ke 4 ada tim manugure. Mereka tim yang sangat kuat termasuk kami tapi hanya ada satu tim yang tidak terkenal yaitu tim sudan tapi mereka lolos dan masuk semifinal kami tidak tahu seberapa kuat tim sudan. Tapi mereka akan kalah melawan tim sainan.
Ini baru pertama kali tim kami bermain di semifinal,kami sangat senang sekali kami pun membuat pesta. Pada saat di pesta kapten pun berkata,”kau Joe dan Fian kalian sangat bagus jadi teruskan bermain dengan hebat agar kita bisa memenangkan kejuaraan ini”. Saya dan Joe pun sangat senang dan Joe juga berkata,”ayo kita bermain semaksimal mungkin saat bermain agar kita tahu siapakah yang akan menjadi pemain terbaik di turnamen tahun ini”. Saya jadi sangat tertantang saat Joe mengatakannya.
Pada keesokan harinya kami melawan tim manugure mereka adalah juara kedua pada tahun lalu tim kami pun bersemangat untuk bermain pada awal pertandingan sudah cukup sengit pertandingan ,kami kejar-kejaran angka karena tim mereka mempunyai tubuh yang tinggi jadi kami mengalami kesulitan tapi saya dan Joe pada saat babak kedua kami terbakar oleh semangat saya dan Joe bekerja sama untuk mengalahkan tim manugure mereka selalu menjaga ring mereka tapi karena keahlian dan kerja sama kami mereka akhirnya kalah karena mereka kalah kecepatan melawan tim kami.
Dan setelah itu kami melihat pertandingan antara tim sainan dengan tim sudan walaupun sudah pasti sainan yang menang. Tapi dugaan saya itu salah Sudan adalah tim yang sangat kuat mereka mempermainkan tim sainan, mereka menyusahkan tim Sainan akirnya tim Sainan kalah oleh tim Sudan itu di luar dugaan.Tim Sainan yang sangat kuat di kalahkan oleh tim Sudan yang tidak terkenal.
Akhirnya tiba juga pertandingan final antara tim kami dan tim Sudan. Seperti biasa kami melakukan latihan ringan dan membuat taktik untuk mengalahkan tim sudan mereka mempunyai pemain andalan bernama Reira dia sangat cepat dan lincah jadi kami lebih memperketat pertahanan terhadap dia. Saya dan Joe bertugas untuk menjaga Reira.
Dan wasit pun meniup peluit tanda permainan di mulai. Saat pertama mereka sudah menekan tim kita ,meraka langsung mencetak angka pertama kami pun langsung cepat menyamainya tapi kami mengalami kekalahan pada babak pertama. Dan Joe pun sangat bersemangat dan kita pun mengejar di babak kedua tapi tidak mudah untuk melawan Reira dia sangat cepat tapi kita bermain dengan kerja sama tim yang hebat. Mereka sangat kuat sehingga kami bermain semaksimal mungkin. Pada akhir babak kami masih tertinggal tapi saat detik-detik akhir kami mengalahkan dan menjadi juara di turnamen itu kita sangat senang sekali dan saat yang di tunggu-tunggu telah tiba yaitu pengumuman pemain terbaik dan ternyata yang mendapatkan gelar itu adalah Joe itulah yang telah di tunggu-tunggu oleh Joe dia mendapatkan uang 10.000.000 dan piala. Dia sangat gembira sehingga dia mengeluarkan air mata dan saya pun terharu karena kerja kerasnya selama ini berguna.
Dan setelah kemenangan itu akhirnya Joe menantang aku untuk mengutahui siapa yang menjadi pemain terbaik yang sesungguhnya. Dan Joe pun berkata,”Hei Fian inilah waktu yang ku tunggu untuk mengetahui siapa yang terhebat diantara kita”. Saya langsung bermain dengannya dia sangat kuat sekarang berbeda dengan yang dulu . dia sekarang telah menjadi pemain yang terhebat dan pada akhirnya saya kalah dalam pertandingan satu lawan satu itu dan saya mengaku kalah walaupun saya berpengalaman tapi saya kalah dalam kerja keras dia lebih bermental juara dari pada saya dan dia pantas menjadi pemain terbaik.
Label:
Angkatan 7 SMP Cakra Buana,
Cerpen
Langganan:
Postingan (Atom)